Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Beby El


__ADS_3

rohan sudah berada di depan pintu ruang VIP yang jacson tempati, ia menyimpan kembali ponsel nya setelah mengirim pesan kepada anggi.


pintu terbuka, memperlihat kan suasana di dalam ruangan yang terisi dengan beberapa pelayan wanita seksi yang sedang mengelili ngi jacson.


rohan melangkah mendekat dan duduk di sofa yang agak jauh dari posisi jacson.


'' selamat pagi tuan rohan '' sapa jacson.


'' pagi '' balas rohan singkat.


jacson mendorong sebuah gelas yang berisi bir '' meskipun jarak yang di tempuh ke sini tidak terlalu jauh, mungkin tuan rohan butuh sesuatu untuk menghilang kan dahaga ''.


rohan tersenyum tipis menanggapi ucapan jacson '' maaf tuan jacson, hari ini saya tidak bisa menemani anda untuk minum karna setelah ini masih ada urusan yang harus saya urus '' tolak rohan dengan sopan.


jacson mengangguk untuk memaklumi alasan rohan '' baiklah, apa perlu saya memesan kan jus untuk anda '' tawar nya.


'' terima kasih atas kabaikan hati tuan jacson, tapi menurut ku air putih ini sudah cukup'' rohan.


rohan meraih sebotol air mineral yang sudah tersedia di atas meja, ia meletak kan kembali air mineral yang masih tersisa separuh itu di atas meja.


'' apa yang ingin tuan jacson bicara kan tentang peroyek itu '' ucap rohan langsung ke inti nya.


jacson tersenyum lebar '' tidak ada masalah apa pun dengan proyek itu, dan juga sebentar lagi kontrak yang kita jalani akan selesai ''


'' lalu apa tujuan anda memintaku untuk datang '' rohan memijat pangkal hidung nya yang terasa pusing.


'sial... aku terlalu ceroboh, air itu sudah terbuka segel nya pasti dia sudah merencana kan ini, jacson tau kalau aku akan menolak minuman nya jadi dia mempersiap kan semua nya dengan sempur nah' batin rohan.


jakson mengibas kan tangan nya dengan arti supaya para wanita itu menjauh, ia bengkit dan mendekati rohan.


'' ekspresi seperti ini memang pantas dengan wajah tampan mu '' mengangkat rahang rohan dengan tatapan bergairah.


rohan sudah mulai kesakitan dengan tubuh yang sekarang terasa panas, ia mencoba menahan sekuat mungkin untuk tidak mengikuti ajakan jacson yang sangat menjijik kan itu.


jacson mengambil tangan rohan yang langsung di hempas kasar oleh sang empu nya, jacson tersenyum puas melihat rohan memberontak dengan tenaga yang hampir habis.


'tidak bisa... tubuh ku sudah terlalu lemah, jacson ini sudah gila aku harus cepat keluar, jangan sampai membiar kan nya mengambil ke untungan dari ku' gerutu rohan dalam batin.


jacson menarik tangan rohan yang membuat rohan semula berdiri kembali terduduk di atas sofa.


rohan sudah tidak bisa mengelak, tubuh nya sekarang tidak mempu nyai tenaga lagi di tambah jacson yang duduk di atas paha nya.


tampilan rohan sudah acak- acak kan '' kamu lebih tampan dengan seperti ini rohan, sekarang tidak akan ada yang bisa menggangu kebahagiaan kita untuk mencapai puncak kenikmatan'' terka jacson.


jacson membuka kedua kancing teratas kemeja rohan yang memperlihat kan dada bidang nan putih milik rohan yang begitu di sukai nya.


rohan memejam kan mata nya sungguh ia merasa sangat jijik dengan tubuh nya sekarang ini.


jarak wajah antara jacson dan rohan sangat dekat tetapi belum sempat bibir kedua nya menyatu, jacson mendapat pukulan keras di belakang kepala nya.

__ADS_1


'' KURANG AJAR '' teriak anggi dengan memukul kan botol minuman yang baru saja di ambil nya di atas meja.


anggi menendang tubuh mungil jacson hingga tersungkur di atas lantai, tidak berhenti di situ anggi masih menghampiri tubuh jacson dan memberi nya beberapa tinjuan dan tendangan di tubuh jacson.


setelah puas, ia memberikan hidangan penutup dengan menendang junior jacson dengan kuat, membuat sang pemilik semakin berguling- guling kesakitan.


anggi berjalan meninggal kan jacson atau lebih tepat nya pergi menghampiri rohan '' tuan anda tidak kenapa-kenapa kan '' rohan menggeleng dengan tidak kuasa.


'' baiklah, saya antar anda pulang sekarang '' sambung anggi mengambil tangan rohan dan memapah nya berjalan keluar.


...----------------...


siang ini regia dan excel pergi ke tempat penyimpanan persenjataan milik excel yang juga merupakan tempat latihan bagi anak buah excel.


excel membawa regia ke tempat pribadi milik nya, yang sudah menyimpan beberapa macam pistol dan senapan dengan ukuran dan fungsi yang berbeda-beda.


'' ini cocok untuk latihan pemula sepertimu '' ucap excel menyerahkan sebuah pistol yang berukuran sedang kepada regia.


dengan cepat regia menerima dan langsung mengarahkan ke babak bundar yang berwarna putih dengan warna merah di bagian tengah nya.


'' mana kok ngak ada yang keluar '' kata regia setelah menekan bagian bawah pistol beberapa kali.


excel hanya bisa tersenyum melihat kekasih nya yang terlihat bodoh sekarang, jelas di mana-mana pistol tidak akan mengeluar kan apapun kalau masih belum di isi peluru.


'' buat apa '' tanya regia, setelah melihat excel meletakkan dua benda kecil yang lebih berat dari batu apung dengan bentuk yang sedikit memanjang di tangan nya.


excel mengambil alih kembali pistol yang ada genggaman regia '' kamu tuh polos nya kebangetan regia, meskipun kamu menekan pistol ini sampai tulang tangan kamu patah, percuma... hanya angin yang akan kamu dapat kan '' jelas nya.


'' sudah mengerti kan sekarang '' regia mengangguk menyetujui perkataan terakhir excel.


excel meninggal kan regia dan mengamati nya dari kejauhan, ia merasa takjub dengan kemampuan regia yang bisa menangkap dengan cepat pelajaran yang baru didapat nya.


sudah tujuh puluh tiga peluru yang meluncur tapi hanya dua yang meleset, regia menghenti kan aksinya ketika excel sudah memberi isyarah untuk berhenti.


'' apa sudah cukup '' ucap regia ketika excel sudah berada tepat di samping nya.


excel mengangguk '' iya kamu sudah cukup baik, tapi masih ada latihan terakhir yang harus kamu coba '' ucap nya.


'' okeh.. aku akan memenang kan latihan terakhir ini dan membuat mu tidak menyesal karna mempu nyai pacar hebat seperti aku '' sarkas regia dengan percaya diri.


excel menjawel hidung mancung regia dengan gemas '' beli dari mana kamu rasa percaya diri seperti itu '' ejek excel dengan senyum manis yang di perlihat kan nya.


regia mencebik kesal '' sudah sudah ayo buruan mana latihan terakhir nya '' demo regia yang masih memayun kan bibir nya.


excel memutar tubuh regia dan menunjuk dengan jari nya sebuah semangka yang di gantung dengan perombak kan yang cepat.


'' itu... yang harus aku tembak '' regia memutar wajah nya untuk menatap excel dan dengan cepat excel mengagguk.


'' baiklah, tidak akan ada yang sulit buat seorang regia '' terka regia dengan semangat.

__ADS_1


sepuluh menit kemudian.


'' excel aku sudah tidak bisa, ini sudah tembakan yang kedua puluh satu tapi masih saja tidak dapat mengenai nya sedikit pun '' rengek regia dengan wajah lesu.


excel menatap datar ke arah regia '' baru mulai sudah menyerah, kemana rasa percaya diri yang kamu punya barusan '' ejek nya.


'' ngak ada, sudah aku jual '' solor regia.


excel mengerut kan alis '' di jual, sama siapa '' semakin meneladeni ucapan regia.


'' TUKANG SEDOT WC '' suara regia meningi satu oktaf, ia memejam kan mata dan menarik nafas dalam.


dengan cepat regia menghambur ke dalam pelukan excel '' aku mengaku kalah, sebenar nya aku tidak pantas untuk membanggakan diri, tapi aku terlalu mengikuti gengsi, aku melaku kan itu hanya untuk mengambil perhatian kamu aku minta maaf karna terlalu egois dalam ber sikap, tapi aku janji kok ngak bakal ngulangin hal seperti itu lagi ''


excel hanya mampu tersenyum sendiri mendengar penuturan regia, ia cepat-cepat mengubah ekspresi ketika regia memdongak untuk melihat nya.


' excel masih terlihat dingin, apa ucapan barusan itu tidak menyentuh hati nya, atau mungkin dia masih sakit hati karna ucapan terakhir aku yang terdengar membentak nya tadi' kata regia dalam batin.


regia kembali menyandar kan kepala nya di dada bidang milik excel '' kamu marah ya, jangan dingin seperti ini beby el nanti egia sedih, beby el jangan marah lagi egia ngak bisa di cuek in seperti ini '' ucap regia seperti anak kecil dengan mata yang berkaca-kaca.


'panggil apa dia barusan beby el, kedengaran nya bagus aku suka ' batin excel.


excel melonggar kan pelukan nya '' panggil apa kamu barusan '' tanya nya masih dengan suara dingin.


'' beby el '' bisik regia yang hampir tidak dapat di dengar siapapun dengan air mata yang sudah meluncur membasahi pipi nya .


'' ngak kedengeran '' lanjut excel.


'' beby el '' dengan suara seada nya 'seperti nya dia akan semakin marah' dalam batin regia.


regia tak menduga senyum excel mengembang '' kedepan nya harus tetap panggil seperti itu, sudah... egia ngak boleh nangis nanti beby el juga ikut sedih '' balas excel dengan nada yang di buat seperti anak kecil.


excel mengusap lembut pipi regia untuk menghapus air mata menggunakan ibu jari nya.


kedua sudut bibir regia tertarik ke atas, lalu ia memukul ringan dada excel '' kamu jahat, ngapain tadi pakek sok cuek kayak gitu, aku takut tau '' ucap regia masih dengan terisak tangis.


'' maaf maaf, sudah jangan nangis lagi, ayo biar aku beri tau kunci terakhir untuk menembus sasaran '' excel mengubah topik pembicaraan.


excel menundukkan tubuh nya untuk menjejer kan tinggi badan dengan regia '' kamu lihat dan perkirakan berapa besar kecepatan nya, gelombang kecepatan nya tidak akan seterus nya sama berarti yang harus kamu lihat lebih dulu pantulan nya ''


'' semangka itu akan membentur ke tembok yang ada di samping kiri dan kanan nya, jika kamu ingin menembak dari pantulan kiri kecepatan yang harus kamu hitung adalah setelah berbalik nya ke pantulan kanan, begitu pun sebalik nya, apa sudah faham ''


regia mengangguk faham dengan semua ucapan excel, ia terus menatap semangka di depan nya dan...


Dorr......


'' yeee aku bisa '' ucap regia dengan girang ''kamu hebat '' balas excel mengacak rambut regia, ia kembali memeluk excel dengan erat.


'' tidak ada, semua berkat kamu yang membantu ku, terima kasih beby el '' sambung regia.

__ADS_1


'' seperti nya begini lebih baik '' gumam excel dengan mengelus punggung regia lembut.


__ADS_2