Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Penonton setia


__ADS_3

regia menatap layar ponsel nya, sudah lebih dari delapan puluh panggilan dari excel namun tidak satu pun yang regia terima.


regia memati kan heandpone nya, dan meletak kan di atas meja depan sofa yang sekarang ia duduki. tangan regia beralih mengambil remote dan menghidup kan tv yang sekarang menampil kan serial ke sukaan nya.


ini sudah hari ke dua regia berada di rumah setelah pulang dari rumah sakit, namun tetap saja ia di kurung tidak boleh ke luar rumah sakalipun setelah kejadian terakhir yang menimpa nya.


anggi duduk di sebelah regia dengan membawa setumpuk ceri yang di letak kan di pangkuan nya.


'' dari mana kamu dapat buah ceri sebanyak ini '' tanya regia.


anggi menunjuk ke arah belakang dengan mulut yang masih sibuk mengunyah buah kerdil yang paling ia sukai.


'' aku minta bi liu belikan di toko sebelah '' jawab anggi setelah mengunyah habis sisa makanan di dalam mulut nya.


'' kamu mau '' tawar anggi menyerah kan buah ceri kepada regia.


regia mengangguk '' terima kasih anggi '' menggenggam penuh buah ceri.


'' sama sama '' balas anggi dengan nada tidak rela, ia kembali melihat ceri milik nya yang hanya tersisa separuh.


ke dua nya menonton dengan terus mengunyah buah ceri yang ada di genggaman nya masing- masing. anggi diam-diam ingin mengambil ceri milik regia namun dengan cepat di tepis oleh sang empu nya.


tatapan kedua nya teralih kan kepada seseorang yang baru saja masuk rumah dan berjalan mendekat.


'' Rohan, kenapa tidak memberi tahu ku kalau mau ke sini. aku kan bisa menujemput mu di pintu depan '' ucap anggi ceria, setelah rohan mengambil posisi duduk di sebelah nya.


'' lebay banget. lagian rohan sudah sering datang ke sini ngak bakalan tersesat '' cebik regia, yang mulai merasa bosan karna terlalu sering menjadi penonton antara keromantisan anggi dan rohan.


'' kamu benci banget ngeliat aku bahagia ''


'' bukan benci, Bweee....nnciii... banget '' ketus regia dan dengan cepat memaling kan wajah nya.


rohan hanya bisa tersenyum menyaksi kan perdebatan kecil yang sudah sering di lihat nya akhir-akhir ini.


'' suapin aku '' pinta membuka mulut nya dengan isyarah kepada anggi. dengan senang hati anggi memasuk kan buah ceri ke dalam mulut rohan.


'' manis '' seru rohan setelah mengunyah habis dan mengulum senyum ke arah anggi '' lagi '' pinta nya kembali.


'' kenapa kamu datang ke sini '' tanya anggi.


'' aku mau pergi jemput excel dan erik. mungkin regia mau ikut '' tawar rohan menatap regia.


'' ngak minat '' terka regia cepat.

__ADS_1


'' kenapa? kamu ngak rindu apa sama pria mu'' sahut anggi merasa heran dengan jawaban regia.


" rindu sih. tapi aku males mau lihat orang nya"


" laah... terus? ''


'' sudah lah pokok nya aku tidak mau titik '' regia berlalu melipat kedua tangan nya di depan dada.


Dreeettt......


rohan mengernyit kan kening '' kenapa erik menelfon ku sekarang, bukan nya ini masih kurang setengah jam dari penerbangan nya''


anggi dan regia ikut bingung melihat reaksi rohan, mereka terus menatap ke arah rohan untuk mengetahui informasi apa yang erik sampai kan.


'' kenapa '' ucap rohan setelah panggilan terhubung.


'' bicara lah yang jelas aku tidak bisa mendengar mu''


'' kenapa ini bisa terjadi '' raut wajah rohan mulai terlihat cemas.


''apa yang terjadi di sana rohan '' tanya anggi ikut panik.


rohan menjauh kan ponsel nya yang masih belum mematikan panggilan, tatapan nya beralih kepada regia dengan raut wajah yang tak dapat di arti kan.


'' iya. excel terkena tusukan pisau di perut nya ''


uapan rohan terasa seperti sengatan listrik yang membuat regia mati rasa, regia menangis dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung nya lagi.


anggi memeluk lembut sahabat nya '' terus bagaimana kondisi nya sekarang '' tanya anggi kepada rohan.


'' gimana ke ada an excel sekarang '' rohan mengangguk faham setelah mendengar jawaban erik kemudian memutus panggilan nya.


'' tusukan di perut excel sangat dalam, dia kehabisan banyak darah dan dalam kondisi keritis sekarang '' ucap rohan.


regia semakin mengerat kan pelukan nya kepada anggi, tubuh nya bergetar hebat dengan isak tangis yang semakin menjadi.


regia memang marah dengan excel, tapi bukan berarti dia mau hal buruk terjadi pada nya. ia merasa sangat kecewa dengan diri nya sendiri.


karna rasa marah dan egois, regia terus mengabai kan excel akhir-akhir ini. sekarang sudah terlambat untuk kata menyesal karna semua nya sudah terjadi.


...----------------...


regia berlari kecil memasuki rumah sakit untuk mencari tempat di mana excel di rawat.setelah mendapat kabar dari erik, regia meminta anggi dan rohan untuk membawa nya pergi melihat excel.

__ADS_1


regia meninggal kan rohan dan anggi di belakang. karna rasa tidak sabar untuk bertemu dengan excel, hal itu membuat nya tidak peduli dengan orang di sekitar yang sedang menatap nya heran.


ruangan dengan nomer yang erik berikan sudah regia temukan, ia berlari kecil dengan air mata yang masih mengalir turun membasahi pipi nya.


'' aku mau masuk '' ucap regia ketika dua lelaki penjaga di depan ruangan excel melarang nya.


'' mohon maaf nona, tidak boleh sembarangan orang bisa masuk ke dalam '' jawab salah satu lelaki di depan nya.


regia tidak ingin berdebat ia hanya mau bertemu kekasih nya yang masih terbaring lemah di dalam sana. tapi tetap saja ke dua penjaga itu terus menghalangi nya.


'' lepasin, aku mau lihat excel '' bentak regia yang terus memaksa masuk.


'' nona.... ''


'' lepasin dia. biarkan saja dia masuk '' perintah erik tiba-tiba muncul di belakang regia, yang sudah bersama dengan rohan dan anggi.


kedua penjaga itu mematuhi dengan cepat perintah tuan nya, dan mempersilah kan regia masuk ke dalam ruang rawat excel.


...----------------...


erik, rohan dan anggi sedang duduk di kursi panjang depan ruangan excel. mereka tidak ingin masuk untuk memberi waktu kepada regia yang masih hanyut dalam kesedihan nya karna keadaan excel yang masih tidak sadarkan diri.


'' cerita kan. bagaimana kejadian sebenar nya'' tanya rohan memecah kan kehengan di antara mereka.


erik menghembus kan nafas kasar '' roland memberi tahu kan kalau tiran mati, aku dan excel tidak percaya. akhir nya kami pergi untuk melihat, setelah mengecek tiran memang tidak bernafas. tapi kita tidak menyadari kalau itu hanya tipuan licik nya saja ''


'' sebenar nya sasaran tiran adalah aku, tapi dengan cepat excel menghalangi nya dan mengganti kan ku menerima tusukan itu '' erik mengusap wajah nya gusar.


''awal nya aku mengira hanya mimpi buruk, tetapi setelah tubuh tiran jatuh dengan darah yang terus mengalir, hal itu membuat ku sadar kalau ini kenyata an''


'' jangan terus menyalah kan diri mu sendiri. ini juga bukan pertama kali nya excel terluka '' ucap rohan menenang kan.


'' benar. tapi ini pertama kali nya dia melakukan ini untuk ku, dan menurut ku dia tidak pantas''


rohan menepuk bahu erik '' tidak ada yang tidak pantas.kalau saja waktu itu sasaran nya excel, kamu pasti akan berusaha untuk melindungi nya, iya kan''


erik mengangguk dengan kepala tertunduk, ia menatap kosong lantai putih di bawah nya.


'' sekarang di mana tiran '' tanya rohan.


'' sudah mati '' jawab erik singkat.


rohan mengerti dan tidak melanjut kan untuk bertanya lebih jauh kepada erik.

__ADS_1


rohan bisa menebak dengan melihat tangan erik dan juga sebagian kemeja putih nya, yang masih ada bercakan darah.tiran mati, sudah pasti erik yang melaku kan nya.


__ADS_2