
Anggi duduk di kasur kamar memeluk kedua lutut nya, melihat ke samping untuk menatap sebuah kertas yang sengaja di tempel kan di sebuah lemari pakaian nya.
Anggi kembali mengingat keadaan tadi pagi ketika diri nya sudah siap akan menghadiri sebuah pesta, tapi rasa takut nya kembali muncul ketika bayangan orang yang di sayang kembali hadir dalam fikiran nya.
" lebih baik aku mencari pekerjaan untuk mengalih kan semua fikiran ini" gumam nya yang beranjak pergi ke belakang rumah untuk mengambil beberapa pakaian yang sudah kering.
Anggi meletak kan semua pakaian nya di sofa ruang tamu dan mulai melipat dengan rapi.
Tok tok tok.....
Anggi merasa heran, ia tidak ada janji dengan siapapun sekarang.
'siapa ya, masak regia sudah pulang jam segini' dalam batin anggi.
Anggi tidak melihat dulu dari jendela untuk memasti kan siapa yang datang, dan langsung membuka pintu karna orang yang mengedor terlalu keras.
Anggi mematung di depan pintu ketika melihat siapa yang berada di depan nya sekarang, ia mencoba bertingkah setenang mungkin untuk menghilang kan kecanggungan.
" kenapa tuan datang kemari, apakah acara nya sudah selesai.... tapi kenapa regia masih belum datang, aku... " ucapan anggi terhenti ketika rohan mencekal tangan nya dengan kuat.
" kenapa kamu tidak datang.... seburuk apa aku di mata mu sampai kamu sangat tidak ingin melihat ku" sela rohan dengan suara berat khas nya.
Anggi mundur beberapa langkah ketika rohan terus maju untuk mendekati nya, ia mencoba melepas kan cekalan tangan nya yang mulai terasa sakit.
" tuan bukan, ini bukan seperti yang anda fikir kan " sahut anggi yang mulai merasa takut dengan tatapan tajam yang rohan berikan.
Rohan menelan salivan nya kasar "bukan seperti itu, lalu seperti apa... demi tidak bertemu dengan ku kamu memilih untuk... " ucapan nya terhenti.
Rohan menatap baju-baju anggi yang sebagian sudah tertata rapi di atas meja, anggi juga mengikuti arahan mata rohan.
" kamu benar-benar mau pergi.... " tanya rohan dengan suara lirih dan tatapan nanar.
Anggi mencoba berfikir dengan ucapan rohan yang masih belum dimengerti oleh nya.
" tau dari mana kamu kalau aku mau pergi " anggi berbalik tanya meskipun tidak tau dengan apa yang di ucap kan nya.
Rohan memperlihat kan semringai tak percaya " tidak penting siapa yang memberi tahu ku.... tapi kamu, berani-berani nya mau pergi... " terka nya, dan menarik tangan anggi sampai membentur tubuh nya.
Anggi terkejut, ia masih tidak mengerti dengan kata pergi yang rohan ucap kan dan kenapa dia bisa semarah itu.
" aku tidak mengizin kan mu untuk kemanapun, kamu milik ku... dan akan selama nya seperti itu " ucap rohan kembali dengan penuh penekanan.
Anggi bergeming mendengar semua ucapan rohan, dan tanpa aba-aba rohan langsung membungkam mulut nya.
__ADS_1
'Ciuman ini sangat kasar yang mengarti kan... perasaan nya sangat menderita, aku juga dapat melihat ada rasa takut dan tak rela yang tergambar jelas di wajah nya' dalam batin anggi.
Rohan melepas ciuman nya dan kembali menatap dalam kedua manik mata kecoklatan milik anggi, kemudian menunduk kan wajah nya.
" aku tidak tau kalau perbuatan ku waktu itu membuat mu seperti ini, aku memang egois ngi.... aku minta maaf... seharus nya aku bisa menahan waktu itu dan tidak memaksa mu untuk.... "
Anggi menggeleng dan menangkup wajah rohan " tidak, semua kesalahan itu tidak sepenuh nya kamu yang melakukan jadi... jangan menyalah kan diri seperti ini " balas anggi dengan senyum yang mengembang.
" apa kamu bisa memaaf kan ku " pinta rohan.
Anggi mengangguk dengan cepat "aku sudah lama memaaf kan mu tuan " sambung nya dengan tersenyum untuk menenang kan.
" tapi kenapa kamu mau pergi tanpa memberitahu siapa pun, menghindari ku sejauh mungkin dan yang paling parah.... kamu ingin melupa kan ku '' ucap rohan kembali dengan suara yang lirih.
''tunggu-tunggu, kamu tau dari mana semua itu'' tanya anggi.
'' regia yeng mencerita kan semua nya '' jawab rohan.
'sudah ku duga, kalau bukan dia sang ahli bicara... siapa lagi? tapi hal ini juga bagus, aku bisa sedikit mengetahui kalau rohan masih ada kata peduli dengan ku' dalam batin anggi.
'' iya awal nya sih gitu, tapi melihat tuan yang sekarang seperti nya aku harus menggagal kan rencana itu '' sambung nya mengikuti jalur akting dari regia.
kedua sudut bibir rohan tertarik ke atas "sungguh... kamu ngak lagi nge les kan '' tanya nya dengan sungguh-sungguh.
'' iya tuan, mana berani aku bohong sama tuan bailey rohan balsiger yang ada aku bisa mati di tempat '' ejek anggi dengan terkekeh kecil di akhir kalimat nya.
anggi mengangguk dengan cepat '' iya aku juga rindu sama tante herlin dan om dinzo '' balas anggi dengan girang.
rohan menggandeng tangan anggi keluar rumah, menaiki mobil dan pergi menuju pesta yang di ada kan di rumah nya.
...----------------...
regia sedang menikmati camilan manis yang tersedia di rumah balsiger, ia terus tersenyum dengan rasa manis yang mengisi penuh mulut nya.
" kamu suka banget makanan manis " ucap excel yang terus melihat regia makan dengan hati yang bahagia.
regia mengangguk dengan cepat dan mengulum senyum untuk mengiya kan perkataan excel, ia tidak bisa berbicara karna mulut nya masih penuh dengan makanan.
excel hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah regia yang terlihat lucu ''pelan-pelan '' ujar nya, dengan tangan terulur mengusap sisa makanan yang ada di ujung bibir regia.
regia tersipu malu dengan kecerobohan nya ketika makan '' mau jus mangga '' tawar excel mencari topik pembicaraan.
'' mau, emang nya di sini ada '' tanya regia dengan melihat-lihat keada an sekitar nya.
__ADS_1
excel menyisip kan beberapa rambut yang menutupi permuka an wajah regia ke belakang telinga.
'' kamu tunggu di sini, biar aku ambil kan '' ujar excel menggusap ujung kepala regia.
regia mengangguk dengan patuh, excel berlalu pergi menuju tempat yang di tuju nya.
regia kembali melihat makanan manis yang tersedia di samping nya, belum sampai tangan nya menyentuh salah satu kue yang ia pilih, seseorang memanggil nama nya.
" Regia " sapa manda yang sudah berada di samping regia sekarang.
" kamu... maksud nya nona manda juga di undang di pesta ini '' tanya regia dengan ramah.
'' iya, aku mewakili dari keluarga wols, kamu kenapa sendiri... '' solor manda.
'' tidak... aku sama excel, tapi dia sekarang sedang mengambil minum untuk ku '' jelas regia dengan terbuka '' nona manda juga sama siapa kesini '' tanya nya.
manda membalas dengan senyum '' aku sama adik aku, alex... dia sekarang menemui teman nya, jadi aku keliling sendiri dan akhir nya bertemu kamu sekarang ini '' sahut manda.
regia mengangguk faham '' kenapa nona manda tidak menyicipi aja makanan yang ada, ini adalah kue manis yang enak juga... nona mau mencoba nya '' tawar regia dengan ramah.
manda menerima kue manis berwarna kuning yang regia berikan, ia mengulum senyum kepada regia setelah itu langsung memakan kue yang sudah ada di tangan nya.
'' gimana enak kan '' tanya regia dengan semangat.
manda mengangguk '' iya manis nya pas tidak terlalu dan tidak kurang '' ucap nya setelah menelan semua makanan yang memenuhi mulut nya.
'' apa yang sedang kalian bicarakan '' tanya excel setelah berada di dekat kedua nya dan berjalan lebih dekat kepada regia.
'' tidak ada, kita hanya membicara kan makanan yang ada di sini'' balas regia.
'' ooh... '' gumam excel singkat, excel memperlihat kan wajah tidak senang nya dan memberi kan segelas minuman kepada regia.
'' terima kasih '' ucap regia, dan langsung meminum habis jus yang excel berikan.
'' seperti nya adikku memanggil... kalau gitu aku pergi dulu, sampai jumpa regia '' pamit manda dengan sopan.
'' iya sampai jumpa nona manda '' balas regia yang tak kalah sopan juga ramah.
manda masih tidak terlalu jauh dari posisi regia dan excel juga masih dapat mendengar apa yang di kata kan mereka.
'' kenapa kamu masih meladeni nya, aku kan sudah bilang jangan terlalu percaya sa... '' ucap excel dan dengan cepat regia memotong nya.
'' excel, dia sudah berubah... apa salah nya kalau aku berteman sama dia untuk memperbiki '' sela regia dengan cepat.
__ADS_1
'' terserah... kalau sampai terjadi sesuatu aku tidak akan ikut campur '' balas excel acuh tak acuh.
manda menyungging senyum nya mendengar penuturan terakhir excel, ia marasa sudah puas dengan hasil yang di dapat nya dan mulai melangkah lebar meninggal kan kedua nya.