
Bulan tidak manampak kan diri karna tertutup oleh awan hitam, membuat langit terlihat sepi malam ini.
keringat dingin membanjiri tubuh tiran,mata nya masih terpecam rapat dengan alis mengerut dan bibir bergetar.
'' Rosa '' gumam tiran yang langsung terjaga dari tidur nya dan nafas menggebu-ngebu.
tiran mencoba menetral kan nafas, mengusap wajah nya gusar, tangan nya terulur mengambil segelas air putir yang sudah tersedia di atas laci kecil samping kasur nya.
'' mimpi buruk lagi '' gumam nya, merebah kan kembali tubuh nya dengan lesu, mata nya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
sudah sangat sulit untuk kembali tidur, mimpi barusan sangat lah membuat nya terguncang.
teran mengingat lagi, dimana diri nya melihat rosa sang wanita yang di cintai nya, sedang kesakitan dan meminta pertolongan.
namun apa yang bisa di perbuat, ia bahkan tidak bisa bergerak untuk menarik rosa ke dalam dekapan nya untuk mengalih kan rasa sakit yang di derita kepada nya.
'' Agggrrr..... '' teriak tiran frustasi.
tiran bangkit dari tidur nya, mengambil jaket dan berjalan keluar menghampiri anak buah nya yang masih setia terjaga.
'' berikan aku pistol dengan peluru nya, sekarang juga... kita harus membunuh excel '' sarkas tiran dengan cepat.
ketiga anak buah tiran saling memandang satu sama lain, mereka adalah orang terdekat tiran dengan setatus petinggi di golongan nya.
ajudan maju untuk memberi saran '' tuan jangan gegabah... melakukan sesuatu dengan emosi tidak akan menghasil kan sesuatu yang baik''.
'' mau mengajari ku '' menatap tajam '' kalian hanya sebagai bawahan yang terpercaya... sekarang, mau memerintah tuan nya, apa itu pantas '' sambung tiran.
'' tuan anda salah faham, ajudan tidak ada niatan seperti apa yang anda ucap kan.... tapi memang benar apa yang di kata kan nya, melakukan sesuatu dengan fikiran marah hanya akan mendatang kan bahaya '' sahut roland .
tiran menatap marx yang juga mau memberi saran.
'' lagi pula, tuan.... anda sudah mempunyai cara untuk menghancur kan nya, kenapa harus menyesat kan diri dengan nafsu '' marx ber kata setenang mungkin.
tiran mengangguk dengan antusias '' sejak kapan kalian suka banyak bicara.... mungkin kalian lupa, kalau aku, tiran botero tidak suka menarik ulang ucapan yang sudah keluar... '' ucap nya sarkas.
'' tuan anda harus memikir kan.... ''
__ADS_1
'' Dasar bodoh '' meninju rahang marx yang masih belum menyelesai kan perkata an nya.
marx terpental dengan tubuh yang tersungkur di tanah, tangan nya mengusap ujung bibir yang mengeluar kan darah.
'' kalian ingin melindungi excel, iya kan... apa salama ini kesetia an kalian hanya kebohongan'' bentak tiran dengan mata yang memerah.
marx menatap tak percaya dengan mendapat perlakuan seperti ini, juga perkataan kasar yang di tuduh kan kepada nya.
tiran tak terima dengan tatapan yang tiran layang kan '' kenapa melihat seperti itu... tidak terima dengan apa yang ku kata kan, mungkin tidak seharus nya aku memungut sampah tidak berguna seperti kalian '' sambung nya.
ajudan maju untuk menghenti kan perkelahian yang akan terjadi, ia melihat marx sudah tidak bisa menahan amarah nya begitu pun tuan nya.
'' tuan lebih baik anda kembali istirahat... besok setelah fikiran anda tenang, anda bisa mengubah rencana dari awal lagi '' ucap ajudan menenang kan.
'' sampah, tetap lah sampah... kalian tidak mengerti bahasa manusia, kalau aku bilang bunuh... berarti bunuh '' balas tiran dengan cepat.
roland menahan tangan marx yang ingin maju untuk melampias kan masa lah.
'' tuan... ''
Brukk....
'' lepas kan, dia sudah sangat keterlaluan '' ucap marx, melepas kasar genggaman roland dan mulai melangkah maju.
tiran dapat menghindar dengan cepat ketika marx mulai melakukan aksi nya '' kemampuan mu masih sangat kecil marx... tapi ini kamu sendiri yang meminta ''.
roland menghampiri ajudan dan membantu nya berdiri, kadua nya berjalan cepat menghampiri tiran yang terus memukuli marx yang sudah tidak berdaya.
ajudan menarik tubuh tiran untuk menghenti kan nya memukul wajah marx yang sudah di banjiri darah dari hidung dan mulut juga pelipis nya.
'' Aggrrhh.... kalian ingin menghalangi ku kan, sekarang kalian harus menerima akibat nya '' tiran menghentikan tinjuan nya dari marx dan melanjut kan kepada ajuda.
ajudan masih bisa menghindar dan juga membalas beberapa pukulan untuk tiran, tapi tetap saja orang yang amarah nya penuh pasti akan melakukan semua cara untuk memuas kan nafsu nya.
nafas tiran ngos-ngosan dan melepas cekalan nya dari kerah meja ajudan yang sudah tergeletak lemas di atas lantai yang dingin.
roland tidak bergerak sedikit pun meskipun, ia juga memancar kan tatapan yang penuh amarah.
__ADS_1
'' kamu juga mau melawan HAAH.... '' ucap nya dengan tubuh yang sempoyo ngan juga tak luput untuk memberi bogeman keras di rahang roland.
roland memegangi rahang nya yang mulai terasa ngilu, tatapan nya tajam tapi tidak di tunjuk kan kepada tiran, ia memaling kan wajah supaya tiran tidak dapat melihat nya.
'' bagus... kamu masih punya kesadaran, dan lebih baik dari kedua teman kamu yang bodoh ini '' ucap nya dan berjalan kembali masuk ke dalam rumah nya.
roland masih terduduk di lantai dengan menatap kedua orang di samping nya yang sudah tak sadar kan diri.
tangan nya merogok saku celana nya dan mengeluar kan ponsel, ia menelfon seseorang untuk datang dan membawa pergia ajudan dan marx untuk di lari kan nya kerumah sakit.
...----------------...
regia sudah mandi dan bersiap untuk berangkat kerja, ia kembali ke kamar nya setelah selesai sarapan untuk mengambil tas dan ponsel nya.
'' Aaa.... '' teriak regia yang kaget dengan kehadiran excel di depan pintu kamar nya.
'' sejak kapan kamu masuk '' meneliti ''dan kenapa berpakaian seperti ini, kamu ngak ada kerjaan...'' cerocos regia dengan menatap pakaian excel dari atas ke bawah.
excel meletak kan jari telunjuk nya di bibir regia '' sutt... bukan saat nya sesi tanya jawab, sekarang kamu kembali masuk dan ganti pakaian '' ucap excel membalik kan tubuh regia untuk kembali masuk ke kamar nya.
'' kamu mau bawa aku kemana '' tanya regia yang sudah di dorong masuk kembali ke kamar.
'' regia... jangan menguji kesabaran ku, kalau aku bilang ganti ya ganti... atau mau aku bantu kamu ganti baju '' balas excel.
mata regia melotot mendengar penuturan excel '' EXCEL, Dasar mesum... kamu pikir aku tidak bisa menebak fikiran kotor kamu... '' teriak regia di dalam kamar setelah excel menutup pintu kamar nya.
excel menduduk kan diri nya di sofa ruang tamu, bibir nya menyungging senyum dengan manis melihat kelakuan regia yang mulai berbeda dan perlahan menunjuk kan sifat asli nya.
excel membuyar kan lamunan nya ketika mendengar suara pintu yang sengaja di buka lebar sampai mengeluar kan suara yang begitu keras.
'' sekarang beri tahu aku, kita mau kemana sekarang '' tanya regia setelah berada tepat di depan excel.
excel berdiri dan menatap regia yang masih mencebik kesal '' rahasia '' mencubit pipi regia.
'' aku tidak ada niatan memberi tahu mu, meskipun sudah berganti pakaian '' ucap nya dan mulai berjalan keluar.
'' kamu.... huuh '' regia sangat ingin menendang orang di depan nya, tapi tidak, ia tidak bisa.
__ADS_1
excel dan regia memasuki mobil, excel sengaja tidak membawa sopir karna ingin pergi berdua dengan kekasih nya.
sepanjang perjalanan regia terus menatap ke luar cendela, excel tau kalau regia masih marah kepada nya.