Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Proaktif


__ADS_3

anggi mulai merinding melihat regia yang sedari tadi tersenyum sendiri.


" REGIA " teriak anggi, yang mulai jengah dengan tingakah regia.


" apa an sih ngi, bikin orang kaget aja" cibir regia, mengerucut kan bibir nya.


" kamu cuman kaget, aku bisa frustasi kalau terus-terusan ngeliat kamu senyum-senyum sendiri kayak orang gila" perotes anggi."emang nya kamu punya kabar apa sih, sampek segitu nya yang bahagia" lanjut nya.


regia kembali tersenyum ketika mengingat kejadian tadi pagi.


" yah ni anak gila beneran kayak nya" anggi kembali berkata ketika tidak ada jawaban dari regia.


"ngi kalau aku beneran jadi sama tuan excel, begaimana menurut kamu" tanya regia.


" kalau kamu bahagia sama dia,lanjutin aja aku pasti dukung kok" sahut anggi.


regia tersenyum mendengar pendapat anggi "makasih ngi, kamu emang sahabat aku yang paling baik" memeluk anggi dengan erat.


"iya iya aku tau, udah lepasin aku ngak bisa nafas " ucap anggi, meronta melepas tangan regia yang sekarang memeluk nya terlalu erat.


regia terkekeh kecil melihat wajah kesal anggi "maaf, terlalu semangat tadi" kata nya dengan cengiran khas regia.


anggi memutar bola mata nya malas "udah lebih baik kembali ke kamar, bentar lagi udah mau malam" ajak anggi menarik tangan regia.


regia hanya bisa menuruti perkataan anggi, ia sangat bersyukur bisa punya teman yang begitu baik dan pengertian seperti anggi, meskipun kadang kala harus punya masalah sampai terjadi pertengkaran.


tetapi kalau salah satu bisa mengalah dan memahami, maka sesulit apa pun masalah itu semua pasti bisa terselesai kan dan kembali seperti semula.


...----------------...


pagi ini anggi sudah siap berangkat menuju rumah rohan, ini adalah hari pertama nya bekerja dengan bos yang sama tapi setatus yang berbeda.


persyaratan dan kontrak sudah di tanda tangani kemarin " kenapa aku gugup, padahal aku juga udah lama kerja sama bos rohan" gumam anggi.


kring...


anggi membuka ponsel yang sudah ada di genggaman nya, dan menggeser tombol hijau yang tertera di layar.


"halo tuan" ucap anggi ketika panggilan tersambung.


rohan memang menyuruh nya untuk merubah kata panggilan, karna setatus pekerjaan lama dengan yang sekarang berbeda.


"anggi,saya kan udah sherlok tadi, kenapa masih belum sampai kamu ngak nyasar kan"


"tidak tuan, saya sekarang sudah ada di depan gerbang rumah anda, tapi masalah nya..." anggi menggantung kan ucapan nya.


membuat rohan yang mendengar heran "kenapa ngi"


"gerbang nya tutup tuan, saya tidak berani buka takut di bilang lancang"


anggi menggigit bibir bawah nya ketika mendengar rohan menghembus kan nafas kasar.


"ya sudah, kamu tunggu bentar lagi satpam akan membuka nya"


"baik tuan" anggi menyimpan hp nya kembali kedalam tas ketika panggilan nya telah terpurus dengan rohan.

__ADS_1


tak lama kemudia seorang satpam bertubuh tegak membuka gerbang, dan mempersilah kan anggi masuk.


anggi berjalan menuju pintu utama rumah rohan dengan tatapan takjub, lingkungan elit memang sangat mengesan kan, selain indah dan rapi, kebersihan nya juga sangat terkendali.


langkah anggi sudah terhenti di depan pintu, belum sempat tangan nya terangkat, seseorang sudah membuka kan pintu.


" masuk " perintah rohan yang melihat anggi sedang melongo menatap nya.


anggi mengedip kan mata nya beberapa kali untuk menyadar kan diri, dan melangakah masuk.


'bisa-bisa nya melamun di hadapan tuan, tapi melihat tampilan tuan rohan yang begitu rapi dengan kemeja putih dan jas hitam terlihat sangat tampan berbeda dengan tampilan biasa nya waktu jadi bos' .


anggi membatin dengan kaki terus melangkah tanpa tujuan di rumah orang, rohan heran dan mengikuti anggi dari belakang.


" mau kemana anggi " suara berat khas milik rohan membuat anggi terkejut.


anggi refleks memutar tubuh nya dengan cepat, ia lupa kalau sekarang yang dipakai nya sepatu hak tinggi.


"Awas " teriak rohan dan dengan sigap memeluk tubuh anggi, menahan nya yang hampir terjatuh.


"kamu melamun lagi,apa yang sedang kamu pikirkan" ucap rohan masih dalam posisi yang sama.


" kamu " perkataan singkat anggi membuat rohan mengangkat satu alis nya.


anggi langsung membungkam mulut nya dengan tangan ketika sadar akan apa yang barusan di ucap kan nya.


"rohan masih pagi, kenapa udah teriak-teriak" herlin tercengang melihat posisi anak nya sekarang.


tapi dengan cepat ia merubah ekspresi nya menjadi tersenyum " kalian terusin aja, mama ngak akan ganggu" berlalu pergi meninggal kan ke duanya.


"tante jangan salah faham tadi..." ucap anggi kepada herlin yang masih tidak terlalu jauh.


" anak muda memang begitu, jadi ngak perlu malu-malu" herlin sudah kembali ke dapur untuk melanjut kan pekerjaan nya.


anggi merasa malu " ini benar ngak seperti yang tante fikirkan" ucap nya dengan pipi yang sudah bersemu merah.


rohan yang sedari tadi diam mulai berkata "udah lah ngak perlu di jelasin, mama memang gitu orang nya" .


'hari ini sudah keterlalua, lain kali ngak boleh sampai gagal fokus lagi ' batin anggi,anggi mengikuti langkah rohan dengan terus membatin.


...----------------...


regia sedang menikmati hari libur, mata nya terlihat sembab akibat terlalu lama menangis ini bukan lah pertama kali nya regia menangis karna menonton film.


" kenapa harus mati sih.. hiks... hiks..." gumam regia, di tengah-tengah tangis nya.


film yang di lihat nya sekarang adalah derakor yang berjudul descendants of the sun atau yang biasa nya disingkat menjadi DOTS.


"hiks.. teragis banget hiks.... mana lagi aktor cowok nya ganteng hiks... hiks...." regia mengusap ingus nya dengan tisu, hidung nya terlihat sangat merah sekarang.


anggi membuka kamar regia dan langsung melempari regia dengan handuk yang baru saja di gunakan untuk mengeringkan rambut nya.


" astaga regia, mau jadi gimana kamu, kamar berantakan udah kayak kapal pecah aja"


"ngak usah nangis lagi muka kamu udah kayak kodok badut, jelek tau" cerocos anggi, melipat kedua tangan nya dengan menatap regia yang sudah terlihat seperti orang gila.

__ADS_1


selain tisu yang berserakan, regia memang melemparkan semua benda yang di dekat nya untuk melampias kan semua kekesalan di hati ketika menonton film.


"anggi cowok nya mati hiks... "


"aku ngak mau dengerin curhatan kamu, lebih baik bersih kan kamar kamu terus cuci muka, setelah itu kedapur" perintah anggi membalik kan badan, langkah nya terhenti ketika mendengar ucapan regia.


" bentar dulu, aku mau nonton ulang episod terakhir" membuka laptop nya kembali.


"ngak usah ngadi-ngadi buruan taruh laptop nya, sebelum aku benar benar mau membanting nya" enggi berkata dengan emosi.


"iya bawel banget"


regia mulai memberes kan kamar nya dan pergi untuk membersih kan wajah setelah selesai ia langsung menuju dapur.


regia mengambil alat makan untuk dua orang, lalu di letakkan di atas meja, tangan nya mengambil beberapa lauk yang sudah matang untuk di letakkan di meja.


semua nya sudah selesai, regia dan anggi menarik satu kursi yang berhadapan untuk di duduki nya.


setelah sepuluh menit berlalu, kedua nya sudah selesai makan, regia membawa beberapa piring yang kotor untuk di cuci.


Drett...Drett...


"re hp kamu bunyi tuh"


" ngak mungkin, punya kamu kali ngi" sahut regia, dengan meletakkan beberapa piring bersih yang baru saja selesai di cuci nya.


anggi menghampiri hp nya yang sedang di cash di ruang tamu, mereka tidak bisa membedakan, pasal nya nada dering yang anggi gunakan sama dengan nada dering milik regia.


" regia tuan excel nelfon" teriak anggi.


regia langsung berlari dan merampas hp nya di tangan anggi " kenapa tuan nelfon aku ya ngi, hari ini kan aku lagi libur"


"aku mana tau, angkat aja mungkin ada perlu sama kamu" regia langsung menuruti ucapan anggi.


" halo tuan " ucap regia ketika panggilan terhubung.


regia menatap anggi bingung, waktu tidak ada jawaban dari excel.


"regia.. " suara excel terhenti,tenggoroan nya tercekat, dada nya sesak susah untuk bernafas, tangan nya meremas perut yang sekarang terasa sangat sakit seperti ada pisau tajam yang menusuk nya hingga tembus ke punggung.


" anda kenapa tuan" regia mulai khawatir mendengar suara excel yang terdengar gemetar.


excel mencoba mengumpul kan ke kuatan nya untuk kembali berbicara "penyakit aku kambuh, tidak ada orang di rumah.."


"tuan saya mengerti, anda tetap di situ saya akan segera kesana" regia memotong ucapan excel yang terdengar sangat memilu kan.


"kenapa re " tanya anggi, melihat wajah cemas regia.


"penyakit tuan excel kambuh ngi, sekarang di rumah nya ngak ada orang, pembantu yang biasa nya menjaga tuan sedang keluar untuk belanja kebutuhan sehari-hari" jelas regia.


dengan berjalan mengambil jacket aurora berwarna biru muda yang di serasikan dengan tas berwarna navy.


dua bulan bekerja dengan excel membuat nya mengerti semua tentang pekerjaan excel dan kehidupan di rumah nya.


"kalau gitu aku pergi dulu ya ngi" pamit regia.

__ADS_1


"iya hati-hati re"


__ADS_2