Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Mengingat kembali


__ADS_3

anggi menata kembali beberapa buku yang berantakan di meja kerja milik rohan, setelah buku terakhir di letakkan anggi tidak sengaja menemukan sebuah kertas yang terlihat sudah lusuh termakan waktu.


senyum anggi mengembang seketika, ia buru-buru menyembunyikan kertas itu ketika seseorang datang dan memanggil nama nya.


" anggi " panggil rohan "sedang apa kamu di situ " merasa heran.


anggi mencoba tersenyum semanis mungkin untuk menyembunyikan keterkejutan nya "saya baru saja selesai merapikan beberapa buku tuan " jawab anggi.


" ooh..." rohan mendekati anggi atau lebih tepat nya menghampiri rak buku " kamu suka baca buku " tanya rohan dengan membenar kan buku yang terbalik kemudian tangan nya beralih mengambil buku tebal bersampul hijau yang ada di rak buku bagian atas.


" tidak terlalu suka tuan " anggi melihat rohan yang begitu suka mengoleksi buku dengan berbagai macam bidang, dan yang terbanyak di antara nya sejarah kerajaan china.


" saya juga tidak tau kenapa saya begitu tertarik dan sangat menyukai sejarah china ini " rohan menyerah kan buku yang ada di tangan nya kepada anggi.


anggi menerima dengan cepat " kisah apa yang di ceritakan di buku ini tuan" anggi melihat ke arah rohan dengan heran.


" buku ini mengkisah kan ketika china terpecah menjadi tiga negara yang saling berperang dan yang paling menarik perhatian saya adalah karakter zhuge liang"


"zhuge liang selalu mempunyai setrategi sederhana tapi dapat dengan cepat menangkap gerakan musuh hal itu yang membuat seluruh rencana yang dia buatnya selalu berhasil dan menang"


rohan tersenyum di akhir ceritanya, anggi dapat merasakan kalau tokoh zhuge liang ini membuat nya takjub sampai mencerita kannya saja rohan merasa bangga.


" Romance of the three kingdoms " anggi membaca judul buku dengan suara pelan dan sedikit kaku, rohan tersenyum tipis mendengar nya.


" rohan kenapa masih belum turun sudah waktu nya sarapan " teriak herlin dari luar pintu kamar rohan.


" iya ma,bentar lagi aku turun barusan masih ada pekerjaan sekarang sudah selesai " rohan berbalik teriak menjawab panggilan mama nya.


pandangan nya beralih pada anggi yang juga sedang melihat nya " kamu mau baca itu " tawar rohan.


anggi dengan cepat menggeleng " tidak tuan, susah untuk saya memahami hal sejarah seperti ini " anggi menolak dengan lembut.


" baiklah kalau gitu ayo keluar " berlalu meninggal kan anggi " buku nya kamu letakkan saja di atas meja" lanjut rohan.


anggi menuruti perintah rohan dan ikut berjalan keluar, anggi berjalan di belakang rohan menuruni anak tangga langkah nya terhenti.


" seperti nya saya pernah bertemu kamu sebelum kamu bekerja dengan anak saya, tapi di mana ya" ucap herlin masih berusaha mengingat.


anggi dan rohan saling menatap satu sama lain, mereka juga mencoba berfikir tatapan keduanya beralih kepada herlin yang tersenyum dengan melihat anggi dan rohan.


" anggi ini pacar kamu kan rohan " tatapan meminta penjelasan " kenapa sekarang jadi asisten kamu, kalian sudah putus " sambung herlin.

__ADS_1


keduanya kembali menatap satu sama lain dengan sedikit menelan salivan nya kasar, rohan menggaruk tengku kepala nya yang tidak gatal.


'sial.. aku lupa kalau pernah ngajak anggi dan nyuruh dia pura-pura jadi pacar aku buat batalin perjadohan, sekarang mama sudah ingat tidak ada pilihan lain aku harus bisa membuat nya percaya sekali lagi sudah cukup' dalam batin rohan.


tangan rohan merangkul pundak anggi " kami belum putus ma anggi masih pacar aku, karna dia sedang cari pekerjaan jadi aku membiar kan nya bekerja sama aku, bisa di bilang untuk jaga-jaga agar tidak di rayu peria lain dan bisa terus dekat dengan aku " rohan menatap anggi dan memberi isyarah kepada nya untuk ikut berakting.


rohan awal nya kaget ketika anggi menurun kan tangan nya tetapi perilaku anggi membuat rohan faham, anggi menggandeng tangan rohan dengan raut wajah yang terlihat bahagia.


" iya tante, lagian anggi di rumah tidak ada pekerjaan " sahut anggi dengan tersenyum hangat.


herlin balas tersenyum mendengar penuturan anggi yang terdengar lembut " kalau memang begitu bagus, saya kira rohan menggunakan kamu cuman untuk membatal kan perjodohan nya saja, tapi melihat kalian yang begitu saling perhatian saya jadi lega, kalau gitu anggi ikut makan juga ya " tawar herlin ramah.


" ngak usah tante saya sudah sarapan tadi di rumah " anggi mencoba menolak selembut mungkin.


rohan menyentuh tangan anggi yang masih menggandeng nya " tidak perlu malu sayang kita kan sudah pernah makan bersama" rohan mengetipkan satu mata nya dengan cepat.


" baik tante saya terima ajakan tante untuk makan bersama" ucap anggi yang kembali mendapat senyuman hangat dari herlin.


" kalau gitu ayo keburu dingin makanan nya" herlin berlalu mendekati meja.


" seperti nya mama sangat suka sama kamu ngi, lain kali harus waspada jangan sampai membuat nya curiga" bisik rohan, anggi dengan cepat mengangguk " baik tuan " balas anggi juga berbisik.


...----------------...


Dbruukk...


regia berlari ke arah dapur yang merupakan tempat suara barusan itu ada, ia terpaku seketika melihat pemandangan yang sekarang berada di depan nya.


" ppff.. " mencoba menahan tawa "HAHAHAHA..." tawa regia pecah iya sudah tidak bisa menahan nya.


anggi menatap malas regia yang masih menertawai diri nya sambil memegang perut, regia mencoba untuk tidak melanjut kan tawa nya ia menahan nafas kemudian menghembus kan.


anggi masih terduduk di atas lantai dengan telur mentah yang pecah di kepala nya akibat terpeleset ketika mencoba mengusir kucing yang hendak mengambil ikan.


regia mendekati anggi " sini aku bantu berdiri " mengulur kan tangan " udah kamu mandi saja dulu biar aku yang terusin, kamu bisa-bisa nya terlalu asik main sama kucing sampai buat logika goreng telur di atas kepala nya sendiri" ejek regia.


anggi mencebik kesal " mana ada, aku terpeleset waktu mau ngusir tuh kucing" regia kembali tertawa melihat penampilan anggi dan raut wajah nya.


" iya iya udah sana mandi " ucap regia mendorong pelan tubuh anggi.


sepuluh menit berlalu regia dan anggi sudah siap menyantap makanan di depan nya tanpa berlama-lama keduanya langsung beraksi.

__ADS_1


" ngi aku belum cerita sama kamu" ucap regia setelah menelan habis makanan di mulut nya.


anggi masih mengunyah " soal apa " tanya nya.


regia menatap anggi kemudian menghabis kan makanan nya setelah itu lanjut bercerita " aku jadian sama tuan ecxel " dengan suara mengecil.


anggi mengangkat satu alis nya " kamu ngomong apa sih re, ngak kedengeran aku " melanjut kan makanan terakhir nya.


" aku jadian ngi sama tuan excel " suara regia sedikit meninggi, anggi menanggapi dengan mengangguk kemudian mengambil segelas air, ia masih mencerna baik-baik ucapan regia.


anggi menyemburkan air yang masih ada di dalam mulut nya, tapi regia sudah menyiap kan persiapan sebelum itu, ia mengambil sebuah nampan kecil guna menutupi wajah nya untuk menghindari semburan anggi.


" dari mana kamu dapat benda itu " tanya anggi heran, regia menurun kan nampan nya "menurut kamu " ucap regia berbalik tanya.


" oke ngak usah bahas itu, kembali ke topik utama kapan kamu jadian sama tuan excel "mulai serius.


" kemarin setelah bangun dari mimpi buruk " menghela nafas " itu sudah tidak terlalu masalah buat aku yang membuat aku gelisah, aku harus ikut menghadiri perjamuan besok pagi sebagai pasangan nya "


anggi menatap wajah regia " perjamuan keluarga lino " regia mengangguk " dari mana kamu tau".


" ini sebenar nya gara-gara kejadian tadi pagi " anggi mengingat kembali dan mencerita kan waktu makan bersama dengan rohan dan mama nya.


Flesbeck on


anggi duduk bersebelahan dengan rohan, ia merasa kikuk dengan posisi nya sekarang makanan yang tersedia memang semua nya lezat tapi tidak ada nafsu makan karna malu.


" rohan besok perjamuan keluarga lino kamu bawa anggi ya buat temenin kamu" kata herlin.


keduanya saling tatap satu sama lain " em baik ma " jawab rohan tanpa menunggu persetujuan dari anggi.


"ta...ta.. piii " anggi ingin menolak " anggi kamu ikut saja sama rohan, masalah gaun dan riasan biar mama nanti yang memilih nya " sela herlin dengan cepat.


anggi menatap rohan supaya bisa berbicara pada herlin tetapi rohan tidak keberatan dengan ucapan mama nya, ia hanya mengedikkan bahu nya dengan arti tidak mau berdebat dengan mama nya.


Flesbeck off


" huuhh...." anggi menghela nafas kasar bersamaan dengan regia, kedua nya menatap satu sama lain dengan tatapan lesu.


" sekarang gimana ngi " ujar regia lemas " mau gimana lagi re hadapi saja dengan percaya diri mau mundur kita juga tidak bisa " ucap anggi.


" baiklah kita harus semangat jangan biarkan orang terus merendah kan kita, bukan berarti kita orang kecil tidak bisa bersinar di tengah-tengah mereka, benar kan ngi " regia mencoba menyemangati diri nya sendiri.

__ADS_1


anggi menyetujui ucapan regia " iya, kita harus bisa membungkam mulut mereka dengan tindakan bukan hanya perkataan jadi kita harus istirahat untuk mengumpul kan mental untuk acara besok "


regia mengangguk dengan antusias, keduanya berjalan menuju kamar nya sendiri dan istirahat.


__ADS_2