Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Keyakinan regia


__ADS_3

suasana sunyi menyelimuti ruangan, wajah regia masih melihat ke samping akibat tamparan yang manda berikan.


" apa kamu pantas bicara seperti itu hah..., orang rendahan yang tidak punya malu seperti kamu pantas untuk di tampar agar sedikit membuka wajah tebal yang jahat itu " maki manda yang semakin menjadi.


regia melihat ke arah manda tatapan nya tetap tenang seperti sebelum nya meskipun pipi yang merah itu terasa memanas sekarang.


" iya aku pantas " menyeringai " apa kamu tau apa alasan excel memilih aku yang sederhana dari pada kamu yang istimewa " puji regia.


' aku hanya perlu mengulur waktu, aku sudah lama pergi excel pasti menyadari kalau aku hilang dan sedang mencari petunjuk ' regia membatin,manda mengangkat satu alis nya.


" omong kosong, excel hanya bermain-main dengan mu setelah bosan dia akan meninggal kan mu dan kembali menikah dengan ku " ujar manda dengan percaya diri.


" wah wah wah ngak nyangka ternyata nona manda bisa punya ke percayaan diri setinggi itu" kompor regia.


" kalau kamu memang milik nya, apakah excel pernah bilang akan melindungi mu atau mencium mu sebagai tanda kepemilikan nya"


manda mencoba setenang mungkin " aku tidak perlu memberi tahu mu tentang hubungan pribadi antara aku dan excel "


regia kembali mengeluarkan semringai menampakkan deretan gigi rapi putih milik nya.


" oh iya, tapi kenapa raut wajah kamu seperti mengatakan hal yang berbeda nona, sebenar nya jujur itu lebih baik untuk ke adaan apapun katakan saja kalau kamu tidak pernah berciuman dengan excel " ucap regia dengan tenang.


manda semakin geram mendengar omongan regia yang seperti racun mematikan yang paling ampuh itu " siapa bilang, excel selalu baik dan sangat menikmati dalam melakukan ciuman dengan ku" terka manda.


" tapi menurutku tidak sebagus itu, respon nya dalam berciuman terlalu lambat dan sangat buruk juga tidak bisa merasakan nikmat apapun, apa benar kamu pernah melakukan nya atau mungkin kamu salah orang " cerocos regia.


" peduli apa kamu tentang itu memang nya excel pernah ciuman sama kamu " bentak manda.


" memang pernah, dua kali lagi itu juga excel yang berinisiatif mencium ku lebih dulu " regia kembali menyulut api yang membuat manda semakin panas.


manda sudah tidak bisa menahan amarah nya "kalian semua cepat siksa wanita ****** ini, terserah apa yang mau kalian lakukan pada nya yang paling utama renggut kesucian nya, setelah itu excel pasti akan merasa jijik bahkan hanya untuk melihat nya dia pun tidak sudi " ucap manda dengan tersenyum jahat.


" siapa yang berani menyentuh orang ku " suara berat khas excel terdengar menggema di ruangan itu, menda menatap tak percaya.


'dia datang lebih cepat dari yang aku kira' dalam batin regia.


" excel " merasa takut " apa yang kalian tunggu, cepat serang mereka hanya bertiga " perintah manda kepada para anak buah nya.


" benar mereka kalah jumlah " gumam regia yang menatap excel dengan cemas.

__ADS_1


regia sudah berhasil melepas tali yang mengikat tangan nya, ia mencari kesempatan untuk pergi.


satu persatu anak buah manda tumbang di tangan erik dan rohan, melihat itu manda melangkah mundur dengan perlahan sedangkan excel terus berjalan ke arah nya atau lebih tepat nya menghampiri regia.


excel memeluk erat tubuh mungil regia dengan perasaan lega, emosi manda kembali melihat kemesraan yang sengaja di perlihat kan di hadapan nya.


manda mengeluarkan pisau " MATILAH " teriak nya melayang kan pisau yang di arah kan ke regia.


regia merasa kaget dengan teriakan manda tapi tidak terjadi sesuatu pada diri nya, ia melonggar kan pelukan dan berbalik melihat ke belakang.


mata regia membulat melihat tangan excel menahan pisau manda dengan darah yang terus bercucuran, excel membuang pisau ditangan nya setelah manda melepas pisau itu dengan gemetar.


" tangan kamu " ucap regia gemetar " tangan kamu terluka excel darah nya terus keluar itu pasti sangat sakit " lanjut nya dengan mata berkaca-kaca.


" ini hanya luka kecil tidak terlalu sakit " excel mencoba menenangkan regia dengan lembut, ekspresi nya berubah excel menatap kedua sahabat nya.


" kalian urus dia, antar kan kembali ke keluarga wols dan kamu manda, kalau sampai berani bertindak seperti ini lagi jangan harap keluarga wols akan tetap berada di kota ini dengan tenang " ancam excel dan berlalu membawa regia pergi.


" baik bos " ucap rohan dan erik bersamaan, kemudian membawa manda yang masih berdiri kaku dengan tubuh yang gemetar karna ketakutan.


...----------------...


cuaca mulai semakin panas matahari terasa membakar kulit ketika berada di bawah nya.


" sudah selesai " menghela nafas " perkirakan perban ini di ganti dua kali sehari " ucap dokter itu kepada regia yang di tahu nya sebagai asisten excel.


" baik dok " sahut regia lembut, regia sudah mengganti gaun nya dengan pakaian milik nya yang excel sediakan.


" kalau gitu saya pergi dulu, kamu jaga presedir baik-baik " pamit dokter dan berlalu pergi meninggal kan kedua sepasang kekasih itu.


regia mendekati kasur excel dan duduk berhadapan dengan nya " biar aku bantu kamu bersalin " tawar regia yang hanya mendapat anggukan dari excel.


regia sudah melepas kemeja excel yang membuat nya menjadi telanjang dada, ia berjalan mengambil sebuah kaos di lemari dan memakaikan nya kepada excel.


" aku keluar dulu ya, mau naruh baju kotor kamu di tempat pencucian " regia merasa heran dengan wajah excel yang tidak ber ekspresi dan hanya mengangguk mengiya kan ucapan regia.


regia kembali dengan membawa baskom berisi air dan juga sebuah handuk kecil, ia meletak kan baskom dan kembali duduk di hadapan excel.


regia mengambil tangan excel dan membersih kan sisa darah yang sudah mengering itu "kenapa diam, apa luka nya masih sakit " tanya regia tanpa melihat wajah excel.

__ADS_1


" ada yang sakit tapi bukan luka ini " jawab excel, regia mengangkat wajah nya dan menatap excel dengan cemas " apa " tanya nya kembali.


regia meletakkan handuk kecil nya dan kembali menatap wajah tampan excel " perut kamu sakit " tebak regia yang mendapat gelengan kecil dari excel.


" apa benar, ciuman aku begitu buruk sampai tidak bisa membuat mu puas dan merasakan nikmat " kata excel,serius.


'ternyata dia masih mendengar perkataan itu' dalam batin regia.


" kamu salah faham, itu hanya akal-akalan ku saja untuk mengulur waktu " elak regia yang masih mendapat tatapan dingin excel.


" bohong kamu mengatakan nya dengan sungguh-sungguh tadi " sarkas excel semakin mencekam.


" tidak tidak mana ada, kamu melakukan nya dengan bagus, benar sangat bagus " jawab regia yang tak ingin amarah excel semakin memuncak.


" benarkah, kalau gitu kita buktikan saja " excel menarik pinggang regia, dan menyatukan bibir nya tanpa aba-aba.


regia tidak bisa melepas nya, excel melakukan ciuman ini dengan begitu hot dan semangat, regia kehabisan nafas kalau saja excel tidak melepas kan ciuman nya.


" kamu menipu ku " tuduh regia dengan nafas memburu, tangan nya tetap berada di pundak excel.


" salah sendiri, siapa suruh kamu menggoda ku" balas excel dengan tenang.


regia menatap heran excel " kapan aku.." belum selesai berbicara, excel kembali membungkam mulut regia dengan ciuman nya.


yang ini lebih lama dari sebelum nya, regia tidak bisa menolak orang keras kepala ini, ia hanya mampu merespon apa yang excel lakukan.


" sudah puas, kamu hampir saja membuat ku mati kehabisa nafas " cebik regia kesal, memayun kan bibir nya.


" belum, kamu seperti itu semakin membuat ku ketagihan gimana kalau melakukan nya sekali lagi " excel menggoda regia yang menatap nya kesal.


" Eeee.. tidak, aku masih ada pekerjaan " elak regia yang ingin pergi dari hadapan excel, dengan cepat excel menarik tangan regia dan membuat regia jatuh di pelukan nya.


" tetap lah seperti ini " pinta excel, yang merasakan regia ingin bangkit.


regia hanya menuruti dan menyaman kan posisi nya di dada bidang excel, ia merasa semakin nyaman dengan belaian lembut yang excel lakukan di punggung nya.


" regia " panggil excel tiba-tiba."hemm" sahut regia berdehem.


" setelah kejadian ini, untuk kedepan nya mungkin akan lebih banyak bahaya yang akan kamu hadapi dengan sulit" lanjut excel dengan khawatir.

__ADS_1


regia melepas pelukan nya dan tersenyum ke arah excel " takut apa, kan ada kamu, aku percaya kalau kamu tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada ku, iya kan" ucap regia penuh keyakinan.


excel tersenyum mendengar jawaban regia dan mengangguk dengan cepat.


__ADS_2