
excel sedang di tangani oleh dokter mizan, regia dan erik berdiri menemani dokter mizan yang sedang memberikan suntikan ketubuh presedir excel.
"saya sudah memberikan obat penenang,rasa sakit yang presedir rasakan pasti masih terasa, tapi tidak terlalu seperti tadi"
"terima kasih dokter,mari saya antar anda" erik mengawal dokter mizan keluar dari kediaman rumah wapurma.
"kenapa tuan,apa anda memerlukan sesuatu" regia mendekat ke tuan nya.
" aku haus" excel mencoba duduk yang langsung di bantu oleh regia.
regia mengambil air minum yang entah sejak kapan sudah berada di atas laci kecil samping kasur excel.
regia membantu excel meminum, setelah selesai regia mengambil tisu dan mengusap sisa air di mulut excel.
manik mata keduanya bertemu, regia langsung menunduk kan pandangan nya dan berdiri dari duduk,setelah melihat erik berjalan mendekat.
"erik,bawa semua dokumen saya ke sini" perintah excel.
"tidak tuan, saya tidak bisa mematuhi perintah anda sekarang" erik menolak permintaan excel dengan tegas.
"ini demi kebaikan presedir,sebaik nya anda istirahat biar saya yang akan menyelesaikan pekerjaan anda" lanjut erik.
"saya akan ke kantor sekarang" excel hendak beranjak dari tempat nya.
"tuan,saya sebagai bawahan memang tidak berhak mengatur anda, tapi setidak nya sekarang anda bisa mendengar kan saya" regia memohon dengan sangat.
"jangan menyiksa diri anda sendiri,suatu per masalah tidak dapat di pecah kan dengan suatu pikiran yang tercipta,ketika permasalahan itu terjadi,tuan anda masih sakit,saya mohon tenang lah"
excel diam ia mencoba mencerna perkata regia, niat nya ingin pergi tiba-tiba musnah,ia kembali merebah kan tubuh nya di kasur empuk milik nya.
regia tersenyum ke arah erik, erik juga membalah senyuman regia.
"presedir, saya pamit ke kantor"
excel berdehem lalu memejam kan mata,erik berlalu pergi, hanya tersisa excel dan regia sekarang.
"tuan" panggil regia, excel membuka mata dan melihat seorang yang tadi memanggil nya.
"terima kasih,sudah mendengar kan ucapan saya" lanjut regia dengan tersenyum tulus dan manis,yang membuat nya terlihat semakin cantik.
excel hanya mengguk sebagai jawaban lalu memejam kan mata nya kembali, excel mencoba terlihat tenang,padahal jantung excel sekarang sudah menggila.
excel tidak mengerti dengan diri nya sendiri, kenapa ia punya reaksi seperti ini dengan asisten pribadi nya,regia.
...----------------...
regia berjalan malas menuju kamar nya,anggi masih belum pulang,ia merasa sangat lapar sekarang.
regia mencoba mencari makanan di kulkas,tapi hasil nya nihil, tidak ada apapun di kulkas kecuali telur mentah yang hanya tersisa satu.
"yah tinggal satu,ngak papa lah cuman buat ganjel perut" gumam regia serta langsung bergegas menggoreng nya.
"satu telur mata sapi sudah siap,waaw terlihat sangat nikmat,siapa dulu chef nya, regia gitu loh" ucap regia berbicara sendiri.
__ADS_1
tanpa menunggu lama regia langsung melahap makanan nya, tepat setelah regia menghabis kan telur itu, anggi datang membawa makanan.
"REGIA AYO MAkaann... eeh ternyata orang nya ada disini,kirain masih di kamar" ucap anggi dengan cengiran, setelah melihat regia sudah berada di dapur.
regia memutar bola mata nya malas.
"tumben masak,kamu lapar"
"iya laper banget nget kebangetan"
"ya ngak usah gitu juga kale' " regia mengeluar kan makanan nya dan menyerah kan kepada regia.
"terus yang kamu masak itu apa, kalau seingat aku kita udah ngak punya cadangan makanan sekarang" tanya anggi heran.
"oh, ini aku nemuin telur satu di kulkas"
anggi refleks menghembur kan air yang di minum nya ke wajah regia.
"ih apa an sih ngi,kalau minum tuh hati-hati kan meluncur ke mana mana air nya" demo regia dengan mengusap wajah nya yang basah dengan punggung tangan nya.
"soryy re, tapi kamu ngak papa makan tuh telur"
regia heran melihat ekspresi anggi.
" eggak kok ngi,tapi aneh nya ngi, pas aku goreng ada bau-bau aneh ngak enak gimana gitu" regia menatap anggi tanda tanya.
"iya jelas regia, itu telur sisa dua bulan yang lalu"
regai mengusap mulut nya yang baru saja selesai berkumur, ia duduk kembali di tempat semula.
" kamu kok ngak ngomong sih ngi" protes regia.
"lah kok kamu nyalahin aku sih re, kan salah kamu ngak nanya" anggi membela dirinya yang juga tak mau kalah.
"kira nya bahaya apa enggak ya ngi,aku makan telur kadal warsa" regia takut diri nya keracunan.
"enggak mungkin, paling ngak cuman sakit perut biasa,udah lah jangan di pikirin,buruan tuh makan" anggi mencoba menenang kan regia.
regia mengagguk faham, sekarang regiandan anggi memakan dengan hidmat,tidak ada yang bicara di antara ke dua nya.
...----------------...
Tiran baru saja keluar dari kantor nya, ia merasa kalau sedang ada orang yang me mata matai nya.
baru saja mobil yang di pakai tiran melaju, sudah ada satu mobil yang mencuriga kan mengikuti di belakang.
"putar kanan" perintah tiran, supir itu melaksanakan perintah majikan nya.
tiran melihat ke belakang, mobil mencurigakan itu tetap mengikuti dan semakin mendekat, tiran mengumpat dengan begitu keras.
"tambah kecepatan nya" tiran semakin merasa ada yang tidak beres dengan mobil di belakang nya.
"Shitt..." tiran kembali mengumpat, ketika melihat salah satu orang di mobil belakang keluar dari kaca mobil dan menyodor kan pistol yang di arah kan kepada mobil nya.
__ADS_1
"Dor...dor...dor" kedua tembakan itu mengenai kedua ban belakang mobil tiran.
hal itu membuat mobil tiran berputar tak tentu arah, dan berhenti menabrak pohon besar yang berada di tepi jalan.
pelipis tiran mengeluar kan darah karna terbentur kaca, tapi ia masih dalam ke ada an sadar.
"kata boz,tidak boleh di bunuh kita cukup menagkap nya dan di bawa ke markas" ucap salah satu orang,diantara dua orang yang berdiri di samping mobil tiran.
tiran mengambil pintol dan menembak kan nya tepat di kepala, salah satu orang berpakaian serba hitam itu roboh,dengan darah mengalir di kepala.
yang satu nya ingin kabur, tapi tiran juga sudah melepas peluru nya yang langsung mengenai punggung nya.
"dasar tikus tidak berguna" ucap tiran setelah keluar dari mobil nya yang rusak.
tiran menatap sinis mereka, ia mengeluar kan ponsel dan menghubungi seseorang.
"datang ke jalan fermo sekarang" perintah tiran.
"baik tuan " jawab orang di telfon tiran.
tiran langsung memutus kan panggilan nya, ia mendekati orang yang terkena tembakan di punggung nya.
"jangan pura-pura mati,siapa yang menyuruh kamu mengikuti ku" tiran menendang tubuh orang itu hingga terlentang.
tidak ada jawaban dari orang berbaju hitam itu, ia seperti sudah mati,tiran mendekat dan menyentuh tangan nya.
sial, tiran benar-benar kesal, ternyata orang itu benar sudah mati, ia menendang tubuh tidak bernyawa itu lebih keras,untuk melampias kan ke marahan nya.
setelah itu sebuah mobil hitam datang dan berhenti,tiran sudah tau kalau itu anak buah nya.
dua orang berjalan mendekati tiran dan memberi hormat.
"kalian urus mereka dan cari tau siapa dalang di balik semua nya"
"siap tuan"
tiran memasuki mobil dan berlalu pergi,tangan nya masih saja menggepal erat karna marah, ia mencoba berfikir siapa yang berani melakukan hal ini terhadap diri nya.
...----------------...
tiran masih termenung memikir kan kejadian tadi pagi yang menimpa nya, luka yang ada di pelipis nya sudah di obati.
sekarang ia menunggu kabar dari anak buah nya,tentang informasi orang yang ingin menghabisi dia.
tiran mengangkat ponsel nya dan menerima panggilan dari anak buah nya, ia segera menggeser tombol hijau yang tertera di layar ponsel.
"halo,bagaimana apa kalian menemukan siapa yang menyuruh mereka "
" iya tuan,seperti nya mereka anak buah dari tuan excel"
"ya sudah lanjutkan pekerjaan kalian" tiran memutua kan panggilan.
'excel kamu mau main-main sama saya,tunggu saja tanggal main nya,kita akan lihat siapa yang akan mampu bertahan' tiran merasa kalau excel melakukan ini karna ia sudah merebut istri nya.
__ADS_1