Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Perasaan excel


__ADS_3

Tiran meniup kan asap rokok yang ada di mulut nya kemudian membuang ****** rokok nya yang sudah mengecil.


seseorang masuk ke dalam ruang tiran "tuan semua orang kita sudah tidak ada yang bisa di selamat kan" ucap roland salah satu anggota tiran yang terkuat.


tiran menatap nya tajam " aku sudah mengira excel yang begitu kejam tidak mungkin melepas kan musuh nya dengan mudah, lalu apa yang di perbuat nya dengan orang kita"


"menjawab tuan ku, di antara mereka banyak yang mati dan depresi akibat di siksa, sedang kan yang wanita di buat budak nafsu para anak buah nya"


tangan tiran mengepal kuat dada nya sudah naik turun akibat emosi, gigi nya mengerutuk geram.


"Aagrrr..... BAJINGAN, aku tidak terima tunggu saja aku pasti akan membalas mu EXCEL " tiran berteriak dengan satu kata di ujung kalimat nya.


Praankk....


satu guci berukuran besar yang indah dengan harga ratusan juta berhasil di pecah kan oleh pemilik nya sendiri.


tiran melampias kan semua amarah nya pada benda-benda yang ada di samping nya tidak memandang apakah itu berharga atau tidak, yang paling terpenting sekarang ia bisa lega dengan apa yang di perbuat nya.


"tuan harap anda bisa tenang" perkataan roland mampu membuat tiran berhenti sejenak.


roland dengan tegas mengatakan "tuan selain anda, masih ada orang yang ingin membunuh tuan excel"


"jangan panggil dia tuan dia lebih pantas di panggil bajingan" sela tiran.


"baik tuan" roland tidak bisa membantah ia hanya bisa menuruti atasan nya itu sudah cukup.


tiran mencoba menenang kan fikiran nya " dari mana kamu tau kalau masih ada orang yang ingin mencelakai excel"


" selain orang kita yang di tangkap masih ada dua orang wanita penyusup yang kata nya diam-diam selalu mengintai kediaman excel"


roland menuruti agar tidak memanggil tuan tapi diri nya juga tidak mau memanggil orang dengan sembarangan lebih baik menyebut nama nya saja.


" siapa dia " tanya tiran.

__ADS_1


"masih tidak terlalu jelas tuan tapi yang saya dengar dia seorang wanita muda dari keluarga wols" jelas roland.


tiran mencoba berfikir "keluarga wols memiliki dua putri satu putra, rolesi masih berumur lima belas tahun pasti bukan dia hanya tinggal satu orang anak perempuan pertama keluarga wols, sehrila amanda wols " gumam nya.


tiran tersenyum miring kemudian beralih menatap anak buah nya,roland "roland selidiki tentang manda dan apa yang di alami nya akhir-akhir ini"


"baik tuan, saya permisi" roland memberi hormat undur diri untuk melakukan tugas nya.


"manda wols kedepan nya aku akan memepunyai rekan kerja yang sepadan, excel tunggu saja kehancuran mu sebentar lagi akan tiba" tiran menyungging senyum jahat yang tercetak jelas di wajah nya.


tatapan nya beralih pada sebuah bingkai foto yang di gantung di dinding ruangan nya gambaran seorang wanita cantik dengan gaun merah dan raut wajah yang terlihat bahagia.


"sayang sebentar lagi balas dendam kita akan ter selesai kan, aku akan membuat perhitungan dengan nya karna memperlaku kan mu dengan tidak baik,wanita ku kamu harus bahagia dengan apa yang aku lakukan" gumam tiran.


tiran menyentuh wajah cantik rosa yang hanya berupa foto, ia tersenyum getir dengan tangan yang terus mengelus pipi rosa.


...----------------...


Regia sedang di landa kebingungan sekarang setelah pulang dari pekerja an nya, ia berjalan bolak balik di samping kasur kamar nya.


mata regia membulat ketika melihat pantulan diri nya di cermin "Huwa..... kenapa pipi aku masih merah, ini semua gara-gara tuan membuat perkataan yang begitu manis sampai hati aku tidak bisa tenang sedikit pun sekarang"


gerutu regia kesal.


regia menepuk-nepuk pipi nya yang masih memanas karena malu "Aww.... " pekik nya ketika pukulan yang di buat nya terlalu keras.


" harus bagaiman sekarang, apa aku terima saja kan dari awal yang berniat mengejar itu aku, ah aku tidak bisa menolak nya ucapan nya tadi terlihat sangat tulus juga sangat menyentuh"


regia kembali mengingat kejadian tiga jam yang lalu di kantor.


"regia.. kamu mau kan menjadi kekasih ku"


regia terlonjak kaget dengan ucapa yang terdengar tulus itu keluar begitu saja dari mulut excel.

__ADS_1


ia mencoba memberanikan diri untuk berbicara " tuan kebetulan saya pernah bilang kalau akan mengejar anda jadi anda ingin mengetes saya kan" regia menunduk kan pandangan nya.


excel berdiri dari duduk nya kemudian berjalan mendekati regia dan mengangkat dagu nya .


" tidak ada yang kebetulan semua berjalan sesuai alur nya. bertemu dengan mu adalah takdir ku, jatuh cinta pada mu itu pilihan ku dan resiko terberat nya adalah merindukan mu"


"waktu kamu pergi kemarin, aku merasa ada sesuatu yang hilang, kehangatan yang kamu berikan terasa sangat nyaman dan aku tidak pernah merasakan itu sebelum nya dengan orang lain"


excel menatap wajah regia dengan penuh harap lalu mendekat kan kepala nya menyatukan kening dengan regia.


hampir tidak ada jarak di antara wajah mereka karna terlalu dekat "regia aku berharap kamu mau ada di sisi ku selama nya" ucapan excel terdengar begitu lembut dan tulus.


regia menutup mata, hati nya terasa meleleh mendengar kata-kata mutiara excel yang begitu halus dan menyentuh.


regia dapat mencium aroma tubuh excel yang akan menjadi candu nya, aroma maskulin dan cool yang sangat nyaman membuat regia ingin terus dekat dengan excel.


tanpa di sadari sebuah benda kenyal menyentuh bibir regia dengan lembut, ia ingin mendorong tubuh excel tapi tak bisa kekuatan nya terlalu kecil.


regia kehabisan nafas tetapi excel tidak menghirau kan nya dan terus membungkam mulut regia, setelah ciuman itu lepas nafas regia terdengar ngos ngosan.


ia dengan cepat mengalih kan pandangan nya menutupi pipi yang sekarang mulai merona, regia mengusap bibir nya yang terasa basah akibat perbuatan excel.


'ini masih di kantor, tuan bisa-bisa nya mencium ku kalau sampai ada orang lain yang melihat bagaiman' batin regia.


excel tersenyum melihat tingkah salting regia "lucu" gumam nya sangat pelan yang hampir tak bisa di dengar siapa pun.


dengan cepat excel merubah eksperesi nya "regia berpaling dari ku apa dengan ini kamu bilang kalau kamu tidak bersedia menjadi kekasih ku"


"tidak, tidak tuan bukan begitu" sela regia dengan cepat "tapi izin kan aku untuk mempertimbang kan nya"


"baiklah aku beri kamu waktu satu hari untuk memikir kan nya" ucap excel dengan senyum yang tidak pernah regia lihat.


regia kembali memejam kan mata memikir kan perasaan nya yang ambigu, ia berfikir keras untuk apa yang akan di ucap kan nya besok ketika bertemu excel.

__ADS_1


"sudah lah aku harus percaya sama keputusan aku sendiri, biar kan apapun yang akan terjadi besok" bisik regia melihat langit-langit kamar nya.


__ADS_2