Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Bingung


__ADS_3

excel duduk termenung di sofa kamar nya, ia memejamkan mata mencoba mencari ketenangan, fikiran nya sedang kacau sekarang.


barusan ia mendapat telfon dari rohan, kalau regia mau bekerja menjadi asisten pribadi nya, itu memang adalah keinginan nya.


tapi ia juga tidak tau harus bagai mana berurusan dengan wanita yang mampu membangun kan nafsu birahi nya.


"Aaaggrrh.....bangsat " excel mengngerutuki diri nya sendiri.


ia bingung dengan keada an nya,karna selama ini musuh sekejam dan sekuat apapun,tidak sampai membuat fikiran nya kalut seperti ini.


tapi cuman karna wanita satu, diri nya sampai terlihat seperti orang gila, excel mengacak- acak rambut nya frustasi.


perlahan excel bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati kasur,merebah kan tubuh dan meraih selimut guna menutupi tubuh nya.


excel berdoa semoga besok tidak terlalu rumit, setelah itu ia memejamkan mata dan tertidur.


...----------------...


pagi ini,regia sudah mulai bekerja pada tuan baru ,sungguh ia merasa sangat gugup dan bingung.


regia menghembus kan nafas berat,ia menatap rumah megah yang sekarang berada di depan nya, ia berfikir apakah yang akan di alami nya sekarang.


'udah re tenang, jangan berfikir yang ngak baik sebelum tau yang sebenar nya' batin regia.


perlahan regia menekan tombol merah yang ada di samping gerbang, gerbang itu terbuka dan menampil kan seorang satpam yang sangat menakut kan.


regia susah payah menelan salivan nya, di gerbang saja sudah seperti ini apalagi di dalam rumah.


"selamat pagi, ada perihal penting apa anda datang ke sini" dengan suara berat khas milik nya.


"saya asisten pribadi tuan excel wapurma, ini adalah hari pertama saya bekerja"


" ada bukti" tanya satpam meneliti.


"ada pak" regia mengeluarlan kan sebuah kertas "ini pak, surat dari tuan"


tangan regi gemetar, meskipun dia tidak salah dan tidak perlu takut, tapi satpam ini terlalu waspada terhadap nya , hal itu sangat tidak nyaman.


"silahkan masuk" ucap satpam setelah selesai membaca surat regia dan menyerah kan kembali.


regia masuk, satpam itu menutup gerbang nya kembali.


'penjagaan di sangat ketat, apa memang seperti ini kehidupan orang kaya' regia terus saja membatin,ia tidak berani ber kata sembarangan di lingkungan yang sangat di jaga ini, salah satu kata saja dia bisa mati.


regia terpukau melihat rumah mewah milik keluarga wapurma, halaman luas yang di penuhi dengan berbagai macam bunga hias di sertai air mancur yang sangat indah.


hijau,bersih dan rapi,ini lah kehidupan orang kaya yang tidak pernah di rasakan oleh seorang regia.

__ADS_1


sekarang regia sudah berada di depan pintu rumah besar itu, belum sempat ia mengetuk pintu, seseorang telah membuka nya,dan di situ memperlihat kan wanita paruh baya yang masih cantik dan rapi.


wanita itu tersenyum ramah ke arah regia,regia membalas senyuman itu dan membungkuk kan tubuh nya, memberi hormat.


"kamu regia "


"iya saya regia, asisten baru tuan "


"iya saya sudah mengerti, ayo silahkan masuk, tuan muda excel sudah menunggu" wanita paruh baya itu bertutur sangat lembut.


"terima kasih nyonya" sahut regia, mengikuti wanita yang ada di depan nya.


"oh ya lain kali panggil aku bi liu, jangan nyonya" pinta bi liu.


"saya cuman ketua pembantu di sini, tidak pantas kalau di panggil dengan sebutan itu" jelas bi liu di sertai senyuman hangat.


"iya bi " bi liu masuk ke dalam lif, yang langsung di ikuti regia, sekali lagi regia di buat terpukau dengan rumah mewah ini.


"kamar tuan muda ada di atas lantai dua, ia tinggal sendiri di rumah ini, nyonya wapurma dan tuan muda kedua masih ada di luar negri"


bibi liu menatap regia sendu, dan seperti nya masih ada sesuatu yang ingin di ucap kan.


"saya tidak tau mana yang musuh dan mana yang sahabat, tapi saya mohon sama kamu untuk menjaga tuan muda dengan baik"


regia kaget mendengar ucapan dari bi liu, ia tidak mengerti kenapa bi liu berkata seperti itu pada nya.


"saya juga tidak tau, tapi firasat saya mengatakan kalau kamu bisa menjaga tuan muda, bukan dari fisik, melain kan dengan hati" bi liu menghela nafas.


kini pintu lif sudah terbuka ,yang memperlihat kan beberapa kamar di sertai berbagi barang mewah dengan dekor yang sangat cantik.


bi liu mengetuk pintu salah satu kamar yang terlihat lebih luas dan lebih indah dari luar.


" tuan muda, orang nya sudah datang" bi liu ber kata dengan sangat lembut dan sopan.


" masuk "


bi liu membuka pintu, ia mempersilah kan regia untuk masuk, regia melihat tuan nya sudah rapi, ia sedang mengotak atik laptop dengan posisi duduk yang sangat menawan , tapi hal yang tidak bisa di bohongi kalau tuan nya, excel, sekarang terlihat sangat tampan.


...----------------...


masih dengan posisi yang sama, sudah lima belas menit regia dan bi liu berdiri menunggu perintah dari sang majikan, tapi excel masih tidak menghirau kan.


mungkin bi liu sudah terbiasa dengan hal ini, tapi berbeda dengan regia, ingin sekali regia merampas laptop itu dan membanting nya.


hal itu tidak mungkin terjadi, kalau sampai regia berani melakukan itu, bukan pekerjaan yang menjadi taruhan tetapi nyawa yang akan melayang.


excel menutup laptop nya, pandangan nya beralih pada dua wanita yang berdiri sopan menghadap nya.

__ADS_1


" regia, benar kamu" tuding excel pura-pura lupa.


"iya pak saya" regia menundukkan kepala nya memberi hornat.


"bi liu, tolong kamu rias dia dan ganti pakaian nya dengan beberapa set baju yang saya belikan kemarin" perintah excel.


"baik tuan" bi liu membungkuk dan berlalu pergi, begitupun regia.


mereka memasuki salah satu kamar yang ada di dekat kamar tuan muda, regia membulat kan mata nya, di kamar yang sekarang ia masuki terdapat begitu banyak pakai an wanita seusia nya.


regia mendekati baju-baju itu dan melihat dari dekat, semua keluaran terbaru dengan merek kelas atas.


"semua ini tuan muda sendiri yang memilih, kalau masih ada yang belum kamu suka, kami akan mengantar mu ke toko" ucap bi liu.


"tunggu tunggu... tuan muda ngak berniat berikan semua ini untuk saya kan" regia masih tidak mengerti, dengan ucapan tuan rumah dan bibi liu.


"nona regia,kamar ini dan semua barang di sini khusus di berikan untuk asisten pribadi tuan, tidak ada pengecualian" final bi liu.


" tapi bi ini semua apa tidak terlalu berlebihan" regia menatap bi liu heran, bi liu tau kalau regia pasti akan berkata seperti itu.


"saya hanya melaksana kan perintah tuan" ucapan bi liu mampu membuat regia membisu.


'apa semua orang kaya seperti ini, ini bukan belas kasih tapi pemborosan, aku baru ngerti kehidupan orang kaya' regia membatin, sedang kan diri nya sekarang mulai dirias oleh bi liu.


...----------------...


toktoktok


suara ketukan pintu tidak membuat excel berhenti menatap layar laptop nya.


"masuk" masih dengan keadaan yang sama, excel masih setia menatap layar laptop tanpa menghirau kan orang yang masuk ke kamar nya.


"tuan perintah sudah di laksana kan, saya mohon undur diri" kata bi liu sangat sopan dan berlalu pergi.


regia menatap kepergian bi liu, bi liu sangat sopan dengan tuan muda di hadapan nya ini, padahal diri nya lebih tua.


"kenapa lihat keluar" regia kaget mendengar suara berat khas milik excel.


"maaf kan saya tuan" regia menundukkan tubuh nya.


excel menutup laptop nya, ia menatap regia mulai dari atas sampai ke bawah.


,"sangat sempurnah,cantik dan elegan" batin excel.


"kamu sudah taukan tugas nya" excel berdiri dari duduk nya.


"ya tuan, saya sudah mengerti semua tugas saya " jawab regia sopan.

__ADS_1


excel tidak menjawab ia berdiri dan pergi keluar yang langsung di ikuti oleh regia.


__ADS_2