
masih di posisi yang sama, regia menggenggam tangan Excel dengan gemetar semua luapan amarah nya kini Ter lupa kan dengan perasaan cemas yang tidak ada henti nya.
Excel mengusap punggung tangan regia yang sedikit ber keringat, wanita itu menatap Excel. sebuah cairan bening kembali turun dari mata indah regia.
'' E-excel aku takut hiks.... ''
''Ssttt, tidak apa-apa, ada aku oke '' Excel menarik tubuh regia ke dalam pelukan nya.
Excel bisa merasa kan tubuh wanita itu menggigil hebat, tapi mau bagaimana. orang di luar sana lebih banyak, dia Akan kalah kalau satu banding tiga puluh.
meski pun Excel tahu kalau diri nya lebih hebat dari pada mereka.
''kalau aku mati, apa yang akan kamu lakukan'' ucapan itu sungguh mengejut kan regia, ia menatap lekat manik mata elang suami nya. tidak ada ke bohongan di sana.
'' tidak, aku tidak akan biar kan kamu pergi '' regia semakin mengerat kan pelukan nya, suara nya nyaris tidak ter dengar karena Isak tangis yang tidak dapat lagi di bendungan nya.
'' aku bilang tenang, jangan sampai mereka mendengar suara mu, sayang''
tidak bisa di pungkiri, perasaan Excel benar-benar sangat senang, meski regia tengah marah sekarang. tetapi wanita itu masih menghargai ke hadiran nya.
Excel menarik dagu Regia, lalu mencium nya kasar, membuat regia susah untuk menghirup udara bebas.
regia tidak menolak saat Excel tiba-tiba mencium nya, mungkin dengan begini rasa cemas nya akan hilang, dan ber ganti suara detak jantung mereka yang ber pacu lebih dua kali lebih cepat.
kedua nya terus ber Belit dan ke habisan nafas, tidak peduli dengan apa yang terjadi di luar. yang perlu regia rasa kan hanya bibir posesif Excel yang terus men decap nya.
tubuh regia refleks menegang ketika tangan nakal suami nya, meremas aset penting milik nya. lebih keras dan kasar, membuat regia tidak bisa menahan suhu tubuh nya yang mulai memanas.
Excel menjauh kan bibir nya dengan milik regia, lalu melepas jas hitam yang sekarang menutupi tubuh lelaki itu.
__ADS_1
regia menatap Excel heran, setelah lelaki itu meletak kan jas nya di atas jerami yang tidak jauh dari tubuh regia.
belum sempat regia ber tanya, Excel kembali mencium nya keras tanpa menunggu respon dari regia. tubuh besar Excel dengan mudah memutar tubuh regia untuk Ter tidur di atas jas nya.
tangan kekar Excel ber jalan menelusuri seluruh inci tubuh regia dengan lapar dan berhenti di ************ yang masih mengatup rapat.
perlahan Excel melebar kan kaki regia lalu menyingkap gaun putih yang masih terpasang rapi di tubuh regia.
jeritan regia Ter tahan dengan mulut Excel yang tidak berhenti men decap nya, ketika tangan besar itu ber gerak keluar masuk di sana.
awal nya perlahan tetapi Excel memper dalam sentuhan nya, membuat tubuh regia menegang karena mendapat kan pelepasan yang pertama.
'' Excel, kamu mau melakukan nya di sini''
'' bantu an akan datang sebentar lagi '' Excel mencium kening regia.
'' tapi aku takut mereka mendengar nya ''
regia menelan saliva nya kasar, kemudian menghirup udara se banyak-banyak nya.
'' aku mulai, sayang ''
'' Hhhh.... '' satu desa Han keluar dari mulut regia, ketika Excel dengan sengaja mendorong nya sangat kasar.
regia menutup mulut nya dengan tangan, mencoban menerima perasan nikmat ber campur geli yang tak Ter tahan, untuk membuat nya mengeluar kan Suara yang semakin melengkapi kegiatan mereka.
Excel semakin menekan tubuh nya pada Regia, tidak peduli wanita itu ber tahan atau tidak yang Excel butuh kan hanya melihat regia kewalahan dan pingsan.
sebenar nya Excel tidak tega melakukan nya, ini sama saja dengan menyiksa wanita yang sangat ia cintai. tapi tidak ada cara lain, untuk membuat regia tidak takut selain wanita itu tidur nyenyak dengan kelelahan.
__ADS_1
Excel ber henti setelah merasa kan pelepasan yang sangat dahsyat, ia menatap wajah regia yang me merah akibat menahan suara nya sendiri.
'' aku sudah tidak kuat, Excel '' rintih regia, sangat lirih, Excel menelan ludah ini bukan waktu nya untuk ber belas kasih. ingat semua ini untuk kebaikan regia, bukan yang lain.
Excel kembali menciumi pipi regia, kening dan juga bibir. sampai wanita itu lupa dengan rasa lelah nya, dan kembali terbuai dengan apa yang Excel lakukan.
sampai kedua nya tidak sadar, kalau di luar ruangan yang sekarang mereka tempati sudah terjadi per kelahian, dan seluruh anggota musuh habis Ter tembak.
Excel ambruk di atas tubuh mungil regia, mengusap leher wanita itu yang sekarang Ter banjir keringat. sumpah demi apa pun, regia benar-benar tidak mampu hanya untuk membuka mata.
seluruh tubuh nya terasa ngilu dan lemas, tidak ada yang terfikir oleh regia selain tidur dengan tenang, mengistirahat kan tubuh nya yang ingin Ter belah menjadi dua.
Excel menjatuh kan diri di sebelah regia, tidak peduli dengan lingkungan sekitar. yang Excel perlu tahu kalau diri nya dan regia selamat, cukup itu saja.
setelah mendengar suara nafas regia yang beraturan, Excel bangkit dan mengangkat regia yang sudah Ter tidur pulas. menyampir kan jas nya di atas tubuh wanita itu, Excel ber jalan keluar sambil sesekali mencium kening regia, sayang.
'' tuan mereka memiliki atasan yang cukup kuat di kota ini'' ucap salah satu pengawal kepada Excel.
'' sstt kita bicara kan, setelah sampai di rumah''
semua pengawal yang ada mengangguk patuh, Excel memasuki mobil hitam yang sengaja ia suruh bawa kepada salah satu pengawal nya.
dan mobil yang tadi di pakai di serah kan kepada mereka, mobil yang di pakai Excel ber jalan dengan lima belas lebih mobil yang mengikut di belakang.
Excel terus menerus menatap wajah lesu regia yang masih ada dalam pelukan nya.
Excel ber janji, setelah pulang nanti dia akan mencerita kan semua nya kepada regia.
tidak henti-henti nya Excel menciumi wajah regia, ia benar-benar merasa ber salah dengan menyembunyi kan tentang misella dari Regia.
__ADS_1
dengan kejadian barusan yang menimpa nya, Excel benar-benar sadar kalau tidak ada yang lebih penting selain regia di samping nya.