Ceo Kejam Ber Istri Buta

Ceo Kejam Ber Istri Buta
Memberi ketenangan


__ADS_3

suara langkah kaki membuat regia terbangun dari tidur nya. regia sudah tau siapa yang datang, perlahan ia membuka mata menatap orang yang sekarang sedang membelakangi nya.


Excel berdiri menatap pantulan diri nya di depan cermin, ke dua sudut bibir nya melengkung ber bentuk senyuman ketika melihat sebuah tanda merah di leher nya.


ia baru selesai mandi, rambut hitam Nya Masih basah dengan tubuh bagian atas yang terbuka hanya handuk yang menutupi tubuh bagian bawah nya.


regia dapat melihat luka-luka gores yang di buat nya di punggung kekasih nya. cepat-cepat regia menutup mata setelah Excel menyadari ke sadaran nya dan sedang menatap nya dari pantulan cermin.


Excel berbalik, melangkah mendekati ranjang dan menduduk kan diri nya di sebelah sang istri. sangat dekat sehingga wangi sabun pria itu ter dengar oleh Indra penciuman regia.


"mau sampai kapan pura-pura nya sayang" Excel berbisik tepat di dekat telinga regia, wanita itu sedang tersentak ketika Excel menggigit daun telinga nya, keras.


"respon tubuh kamu cepet banget sayang, mau lagi ya"


"tidak tidak, sudah cukup, tubuh aku sudah mau remuk sekarang" ucap regia setelah membuka mata dan menemu kan wajah jahil suami nya.


" Good morning sayang" mengecup lama pucuk kepala regia, suara Excel meluruh begitu pun ekspresi nya. kini senyum nya tampak lebih tulus dari pada sebelum nya.


"morning juga sayang" sahut regia lalu memberi ciuman singkat di bibir.


"mau makan apa biar aku siap in" tawar Excel.


"aku mau makan banyak sekarang" seru regia semangat.


"oh bangus kalau gitu, sebutin aja semua nya. aku suka kalau kamu sedikit gemuk"


" loh kok suka, kan jelek kalau aku gemuk"


Excel mengangguk angguk kan kepala " tapi kan nyaman, empuk" ucap nya Dengan senyum penuh arti.


'nyaman, empuk' regia berfikir keras dengan dua kata itu yang terkesan ambigu.


"kamu mesum" tuding regia, melotot ke arah Excel.


"kan ngak papa sama istri sendiri, kalau bukan sama kamu mau siapa lagi Jesica"


Jesica adalah orang baru di perusahaan wapurma yang terkenal pintar dan memiliki kecanti kan yang banyak di kagumi oleh karyawan di sana.


dan regia sudah lama tau kalau orang yang bernama Jesica itu sering mencoba mendekati Excel, karena rumor nya Jesica pernah bilang. dia mau menikah dengan Excel walaupun di jadi kan istri kedua.


" ooh kamu mau sama dia, ya sudah sana. tapi sebelum itu cerai kan dulu aku " regia memaling kan wajah nya, menghindari kontak mata dengan Excel.


" becanda sayang " ujar Excel, tangan kekar nya terulur mengelus lembut pipi kekasih nya.


mau sekeras apa regia, tetap saja perlakuan lembut Excel membuat diri nya luruh, pipi nya terasa panas.


"ayo mandi dulu, setelah itu kamu minta apa saja pasti akan aku turutin'' rayu Excel.


''janji ya, apa pun '' regia menjulur kan jari kelingking kanan nya.

__ADS_1


'' iya janji'' balas Excel menaut kan kelingking nya dengan regia.


regia bangkit, belum sempat kaki nya melangkah menjauh. tubuh lemah regia terhuyung ke belakang untung saja Excel dapat menangkap nya dengan sigap.


'' kamu nggak papa sayang'' tanya Excel khawatir.


regia menggeleng '' ngak papa, cuman selangkang ku terasa sakit kalau di buat berjalan''


'' kalau gitu biar aku bantu''


'' bantu apa?''


'' gendong''


'' kemana!"


Excel men desah mendengar pertanya an polos istri nya "ya ke kamar mandi lah sayang, kan kamu mau mandi " jawab Excel.


"oh iya sih, maaf lupa. terima kasih suami ku yang baik" regia lebih merapat kan tubuh nya ketika Excel sedang menggendong nya menuju kamar mandi.


***


regia sedang terduduk di sofa ruang tamu, wajah nya di tekuk kesal, ia tampak pucat tanpa sedikit pun polesan mek up atau lipstik tipis yang biasa di pakai nya.


tapi bibir pink natural nya tetap saja tidak pudar dengan kecantikan asli wanita itu.


regia mendengkur ketika mengingat kejadian lima belas menit sebelum nya, ia sangat ingin


selama berpacaran, selama ber tunangan. regia tau kalau Excel sudah sangat mengingin kan tubuh nya. mungkin ini adalah hasil dari penantian yang begitu panjang.


hanya saja regia tak habis fikir gairah lelaki itu tidak ada habis-habis nya. baru semalam mereka berhubungan intim.


tapi tadi pagi Excel sudah melakukan nya lagi di dalam kamar mandi, mendorong tubuh regia membentur tembok dan melaku kan nya dengan guyuran air shower di atas mereka.


dan yang lebih parah lagi. Excel juga mau melakukan nya di dapur barusan tapi untung saja mama datang tepat waktu kalau tidak, regia benar-benar akan di buat lumpuh hari ini.


'' makanan siap '' seru Excel lantang.


regia melirik nya masih dengan ekspresi malas.


'' selamat makan istri ku'' ucap Excel setelah meletak kan dua piring nasi goreng di atas meja, ia kembali melangkah mengambil salad buah yang tadi di taruh nya di dalam lemari es.


'' exsino mana, tumben nggak kelihatan batang hidung nya'' tanya regia.


''dia pergi berlatih, mengerja kan proyek hotel modern dengan nuansa kuno di kota bagian tengah sebelah danau''


'' memang nya bocah itu bisa'' regia kembali bertanya heran.


'' exsino itu cerdas, hanya saja sikap nya terlalu kekanak-kanakan tapi itu hanya untuk orang ter dekat nya saja yang lain tidak'' jelas Excel.

__ADS_1


'' baru sekarang aku dengar kamu muji orang, lagian kamu juga bertingkah seperti anak kecil kalau bersama exsino, lucu tau ngak''


Excel menatap regia yang sekarang sedang memberi nya senyuman ringan.


'' makan atau kamu yang aku makan '' ucap nya menyodor kan satu piring nasi goreng ke arah regia.


'' iya iya aku makan '' Jawab regia malas dan mulai melahap nasi goreng buatan Excel.


'' mau nambah'' tanya Excel yang melihat regia makan dengan begitu lahab nya.


'' emang nya masih ada'' ucap regia setelah menelan habi nasi yang tadi nya ter kumpul di dalam mulut nya.


'' ngak ada, ini saja habis kan aku sudah kenyang'' Excel memberi kan piring milik nya kepada regia,


''Benarkah'' tanya regia memasti kan.


'' iya sayang ambil saja'' ucap Excel, ia terkekeh melihat tingkah istri nya yang begitu menggemas kan, tangan besar nya bergerak menelisip kan anak rambut ke belakang telinga regia, yang menutupi wajah cantik itu.


tidak luluh gimana regia kalau Excel sudah se lembut ini, regia sudah mengira kalau pipi nya pasti sudah seperti kepiting rebus.


''mau salad'' tanya Excel setelah regia menghabis kan suapan terakhir nya.


'' mau tapi harus di suapin'' kata regia dengan manja.


'' siap melayani nyonya ratu wapurma''


regia terkekeh mendengar suara Excel yang sengaja di buat-buat, dengan sigap Excel melakukan perintah wanita tercinta nya.


'' enak'' tanya Excel kembali.


regia mengacung kan kedua jempol nya ''sangat enak, di tambah lagi senyum an manis suami aku, kan tambah dobel enak nya''


kedua nya sama-sama tertawa, seluruh asisten yang bekerja di rumah itu juga ikut bahagia karna melihat tuan rumah nya senang.


'' kamu makin pintar ya ngegombal nya'' tutur Excel menjawel hidung regia gemas.


'' kan ketularan kamu''


'' bahasa kamu ambigu sayang, ketularan. memang nya suami kamu ini virus''


'' emang iya. tapi virus nya tuh unik, cuman aku aja yang bisa rasain'' sahut regia cepat.


Excel mengangkat satu alis nya tengil ''kok gitu''


'' nama juga virus cinta'' regia menyengir lebar, ia kaget ketika Excel tiba-tiba mendekat kan wajah nya.


'' enak '' ucap Excel setelah menjilat sisa mayonaise di ujung bibir regia ''jangan berubah ya sayang, aku tidak akan kuat kehilangan mu''


Excel mendekap erat tubuh wanita nya, menyandar kan wajah nya di ceruk leher regia.

__ADS_1


'' tidak akan, aku tidak akan berubah dan pergi kemana pun'' regia membalas pelukan Excel mengusap lembut punggung kekasih nya untuk memberi ketenangan.


__ADS_2