
anggi memasuki tempat kerja nya, dia agak terlambat karna bangun kesiangan,anggi langsung bergabung dengan beberapa teman yang sudah ada.
"anggi,kok baru nongol, dari mana kamu " erisa menangkap raut wajah anggi yang seperti kelelahan.
"Shuttt... aku baru sampai,jangan sampai bos atau kak rina tau" anggi mengecil kan suara nya.
"tumben biasa nya kamu datang paling awal" tanya erisa.
"ngak tau, aku ngerasa kayak capek banget kemarin, udah lah ngak usah di bahas, mana bella tumben ngak bareng kamu sa"
"bella sudah ada yang nyewa,tuh " erisa menunjuk ke arah pojok ,anggi mengikuti arahan erisa.
dan dia dapat melihat bella sudah bermesra an dengan seorang pengusaha paruh baya, sambil membawa gelas berisi bir di tangan nya.
suara deheman seorang pria membuat anggi dan erisa langsung berdiri tegak dan menundukkan pandangan nya.
"kamu ikut saya ke ruangan saya" erisa melihat siapa yang mendapat perintah dari rohan, ia mendapati rohan sedang melihat ke arah anggi yang masih menundukkan kepala, erisa menyikut siku anggi.
"ngi kamu" bisik erisa,anggi mengankat pandangan nya menatap erisa.
"Aa..kuu.." ucap anggi yang langsung mendapat anggukan dari erisa.
"baik bos" anggi menelan salivan nya,rohan sudah berjalan ke tempat yang di tuju dan langsung di ikuti oleh anggi.
anggi menatap punggung kekar bos nya, ia berfikir ada perlu apa bos rohan memanggil nya, apa mungkin tau kalau anggi sekarang datang terlambat dan mendengar pembicara an nya dengan erisa.
'anggi berdoa saja,semoga apa yang ingin di sampai kan bos rohan adalah berita yang baik'
anggi berdoa dalam hati nya.
sebenar nya ia sangat takut, karna anggi tidak pernah di panggil bos rohan secara pribadi seperti sekarang ini.
rohan memasuki ruangan nya lalu duduk di sofa, anggi masih berdiri di hadapan rohan,ia tidak berani duduk sebelum mendapat kan perintah.
" kamu yang bernama anggi" tanya rohan dengan ekspresi datar.
"iya bos"
"sudah berapa lama kamu bekerja disini"
"hampir dua tahun bos" anggi merasa diri nya sedang di koreksi oleh bos rohan.
"anggi saya memanggil mu, karna membutuh kan bantuan mu"
"apa yang bisa saya bantu untuk bos"
"temani saya kencan"
anggi seperti tersambar petir mendengar ucapan bos nya, bos rohan mengajak nya kencan? apakah ini hanya mimpi!
...----------------...
excel sudah merasa sedikit lebih baik sekarang, meskipun rasa nyeri di perut nya masih ada.
seseorang mengetuk pintu kamar nya, excel menyuruh masuk, pintu kamar itu terbuka dan menampil kan seorang wanita asisten pribadi nya, regia.
regia masuk dengan membawa senampan bubur dan susu putih hangat, ia langsung duduk di samping excel.
__ADS_1
"selamat pagi tuan" sapa regia ceria, yang mendapat anggukan dari excel.
"sarapan anda sudah siap, di makan ya tuan, saya akan ke dapur dulu memberes kan barang yang baru saja saya gunakan" baru saja regia ingin berdiri, tangan nya di tahan oleh excel.
"kamu yang memasak nya" tanya excel.
"iya tuan, di dapur tidak ada bi liu, dari pada saya ngulur waktu,lebih baik saya membuat nya sendiri"
excel mengangguk faham dengan penjelasan regia.
"suapi aku" ucap excel memohon, regia terkekeh kecil baru kali ini ia melihat tuan nya seimut ini.
"kenapa tertawa" excel merasa heran dengan regia.
regia tersenyum dan menggeleng,ia mengambil bubur yang tadi di serah kan kepada excel.
"buka mulut" ucap regia yang langsung di setujui oleh excel.
regia memasukkan satu suapan kemulut excel, kemudian ibu jari nya menyentuh ujung bibir excel, membersihkan sisa bubur yang tidak masuk ke mulut nya.
excel tertegun dengan perilaku regia,ia menatap asisten nya itu yang sekarang sedang tersenyum ke arah nya.
tidak terasa kedua ujung bibir excel tertarik,ia juga tersenyum ke arah regia,baru kali ini regia melihat tuan nya tersenyum dengan begitu lembut.
wajah regia mulai memanas,ia tersipu malu melihat excel yang terlihat semakin tampan dari dekat.
...----------------...
'terlalu jauh untuk aku bisa menggapai mu'
'dengan keadaan ku yang seperti ini mungkin kau tak pernah merasa'
sudah tiga jam regia duduk setelah selesa menyuapi tuan nya, sekarang excel tertidur dengan begitu tenang.
regia mendekati excel,ketika lelaki itu menggeliat terbangun dari tidur, excel berusaha ingin bangkit dari tidur nya.
regia dengan sigap membantu excel yang hampir terjatuh, manik mata kedua nya bertemu satu sama lain.
"tuan mau kemana"
"kamar mandi" jawab excel singkat.
"biar saya bantu tuan" regia memapah tubuh excel dan berjalan ke kamar mandi.
setelah sampai di kamar mandi excel langsung masuk dan menutup pintu,regia kembali ke kasur dan merapi kan nya,lalu duduk kembali di sofa,sambil menunggu tuan nya keluar dari kamar mandi.
Claakk…
pintu kamar mandi terbuka, regia mematikan ponsel nya dan berdiri,niat nya ingin membantu tuan nya yang baru keluar dari kamar mandi.
regia terduduk kembali dan membuang muka ke samping, ia mencoba menelan salivan nya, apa yang barusan dilihat nya.
excel keluar dari kamar mandi dengan rambut basah juga bagian tubuh atas nya, ia telanjang dada dan hanya handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuh excel.
tubuh excel sangat bagus, otot nya terlihat begitu kuat,dengan perut kotak-kotak yang sangat seksi.
"tuan saya pamit ke luar sebentar"
__ADS_1
regia berjalan dengan tergesa gesa,ia hampir jatuh setelah berada di samping excel, untung excel langsung menarik tangan regia dan memeluk regia untuk menyeimbang kan posisi nya.
pipi regia menyentuh dada telanjang milik excel.
"kalau jalan hati-hati" ucapan excel membuat regia sadar, dan langsung mendorong tubuh excel.
"maaf tuan,maaf" regia berjalan cepat menuju pintu, dan langsung keluar dari kamar excel.
di balik pintu kamar excel, regia memegang pipi nya yang mungkin sekarang sudah seperti kepiting rebus.
"regia sadar dia tuan kamu, ngak boleh pikiran yang aneh-aneh, kamu tuh masih terlalu jauh untuk bisa menggapai nya, oke anggap aja barusan itu bonus,jangan mengharap lebih" gumam regia pada diri nya sendiri.
excel di dalam kamar, bingung melihat tingakah regia yang seperti nya sedang menghindari diri nya.
...----------------...
anggi sudah duduk dengan anggun di lestoran berbintang, rohan sudah memberi tahu anggi tentang apa saja yang harus di lakukan.
rohan bilang pada anggi supaya anggi ber akting menjadi pasangan nya,dan terlihat seperti sudah berhubungan lama.
"rohan ngak bisa pa,ma sudah ada orang yang rohan suka" ucap rohan menggenggam tangan anggi.
"kamu pacar rohan" tanya wanita paruh baya di depan nya,yang merupakan orang tua rohan.
"iya tante, kami sudah berpacaran kurang lebih dua tahun ini" anggi meyakin kan ucapan nya dengan tersenyum ke arah rohan.
"lama banget,kenapa ngak di ajak main ke rumah bocah tengil" tanya papa rohan.
"rohan masih sibuk pa,nanti kalau ada waktu rohan ajak main ke rumah" jawab rohan dengan tersenyum.
"kapan-kapan kamu main ke rumah sendiri ya, ngak usah nunggu rohan, dia ngak bakal ada waktu" perotes ibu rohan.
"iya tante" sahut anggi dengak terkekeh kecil.
"kok tante sih, panggil mama aja biar sama kayak rohan"
"iya ma" anggi menurut saja apa yang di ingin kan orang tua rohan.
"ngomong-ngomong kita belum tau nama kamu" papa rohan bertanya pada anggi.
"nama saya leanggira renjani,papa sama mama panggil saja anggi"
"nama yang cantik, sama kayak orang nya" ucap papa rohan,yang langsung mendapat senyuman dari istrinya dan rohan.
"terima kasih pa" anggi juga tersenyum mendengar pujian dari papa rohan yang menurut nya terdengar lucu.
anggi merasa bahagia sekarang,sudah lama ia tidak pernah merasakan kehangatan keluarga nya lagi,meskipun sekarang yang berkumpul di hadapan nya bukan orang tua nya.
ia bersyukur karna mereka sangat menghargai kehadiran nya,anggi juga sadar kalau yang di lakukan nya ini hanya sandiwara.
tapi ia harus tetap berterima kasih kepada bos nya, karna dia sekarang anggi bisa merasakan kembali kasih sayang orang tua nya yang sudah lama di rindu kan.
anggi menatap rohan yang sedang menyantap hidangan nya, ia tersenyum ketika melihat orang yang di tatap nya juga melihat ke arah nya.
rohan membalas senyuman yang tak kalah manis dari anggi.
"makan sayank" ucap rohan.
__ADS_1
anggi semakin melebar kan senyuman nya, yang memperlihat kan deretan gigi putih milik anggi.