CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 11


__ADS_3

Kini bukan lagi pesan melainkan sebuah panggilan yang masuk ke dalam ponsel Cellyn, gadis itu sempat menolak panggilan dari Kendra namun pria itu tetap saja menghubungi nya membuat Cellyn mau tak mau harus mengangkat telepon dari Kendra.


“Apa lagi? Ingin melarangku menghubungi Dellon? Maaf tapi aku tidak bisa menuruti permintaan mu yang itu.”


Ketus Cellyn setelah mengangkat panggilan telepon dari Kendra padahal pria itu belum bicara apapun tapi gadis itu sudah mengoceh terlebih dahulu lantaran kesal pada Kendra yang mengatur diri nya.


“Bersiap siap lah, temani aku keluar hari ini.”


Cellyn mengerutkan kening saat mendengar ucapan Kendra, hendak menolak tapi pria itu langsung memutuskan sambungan telepon dan saat kembali di hubungi tiba tiba saja ponsel nya sudah tidak bisa di hubungi membuat Cellyn mau tak mau harus bersiap siap.


“Bagaimana jika nanti aku bertemu dengan Dellon?”


Cellyn membatin, takut saja jika ia nanti akan bertemu dengan Dellon dan tentu saja hal itu akan menyakiti perasaan pria itu, namun jika tidak pergi maka Cellyn harus menerima resiko nya, selain di marahi oleh orang tua nya, bisa saja Kendra mengancam nya lagi.


“Pria brengsek itu! Kenapa sekarang minta di temani oleh ku? Padahal biasanya dia bersama Avika kemanapun!”


Gumam Cellyn kesal, ia merasa jika pria itu sengaja ingin membuat nya kesal, Cellyn kemudian segera bersiap siap untuk pergi bersama Kendra, semoga saja Kendra tidak banyak tingkah dan mereka bisa segera pulang agar tidak ada kemungkinan untuk bertemu dengan Dellon.


Tak lama Kendra datang dengan mobil nya dan menghampiri mommy Cellyn yang sedang bermain dengan Arka, dengan sopan Kendra menyapa calon mertua nya itu dan sempat mengajak Arka bermain sementara Yoonia memanggil Cellyn agar segera turun.


Cellyn pun turun setelah sang mommy menjemput nya dan tentu dengan raut wajah datar nya gadis itu menghampiri Kendra yang terlihat bermain dengan Arka, melihat Cellyn yang sudah siap membuat Kendra segera menghampiri nya lalu tersenyum di hadapan Cellyn.


“Cantik.”


Gumam nya membuat Cellyn sedikit malu, bukan karena pujian itu melainkan karena pria itu memuji nya di hadapan sang mommy yang saat ini tengah menahan senyum nya, sedang kan pria itu terlihat biasa saja bahkan tidak melepaskan senyuman dari wajah nya.


“Dasar aktor handal!”


Cellyn membatin lantaran mengira jika Kendra hanya berdrama di hadapan sang mommy agar mereka terlihat baik baik saja, nyata nya mereka kini berada di dalam bara api panas, Cellyn kemudian mengangguk seraya tersenyum tipis agar sang mommy tidak curiga pada mereka.


“Ayo berangkat.”

__ADS_1


Ucap Kendra menarik tangan Cellyn, gadis itu hanya menurut saja saat Kendra membawa nya pergi setelah berpamitan dengan sang mommy, gadis itu hanya bisa menahan diri untuk tidak menepis tangan Kendra lantaran sang mama masih memantau nya hingga ke dalam mobil.


“Lepas!”


Sentak Cellyn menepis tangan Kendra setelah memastikan jika sang mommy tidak memantau mereka lagi, Sedangkan Kendra hanya menggelengkan kepala melihat Cellyn semakin kasar dan dingin pada nya, sangat berbeda dengan Cellyn yang sangat lembut pada nya dulu.


“Kita mau kemana?”


Tanya gadis itu kala menyadari jika ia tidak tahu kemana tujuan Kendra mengajak nya pergi, pria itu tak menjawab dan hanya fokus menyetir mobil nya membuat Cellyn semakin kesal, ia benar benar tidak mengerti dengan pria itu yang benar benar seperti bunglon.


“Aku tanya kita mau..”


“Kita makan dulu.” timpal Kendra mengentikan mobil nya di sebuah restoran membuat Cellyn semakin tidak mengerti, pria itu sedang bercanda atau bagaimana? Padahal Cellyn mengira jika Kendra ingin mengerjakan sesuatu yang penting tapi lihat lah mereka justru berhenti di sebuah restoran.


Tanpa kata Kendra turun meninggalkan Cellyn yang diam mematung, tak lama terdengar suara pintu mobil Cellyn yang di buka oleh Kendra membuat Cellyn teringat saat mereka masih berpacaran dulu, dimana Kendra selalu melakukan hal itu pada nya.


“Sadar Cellyn, jangan mudah luluh dengan sikap nya, ingat dia hanya ingin melukai perasaan mu.”


Cellyn membatin meyakinkan diri nya jika semua yang Kendra lakukan itu hanya semata ingin menyakiti nya seperti sebelum nya, Cellyn kemudian segera keluar lalu mengikuti langkah Kendra yang masuk ke dalam restoran itu, gadis itu menoleh ke kiri dan kanan memastikan jika memang tidak ada Dellon di sana lantaran restoran itu berada tak jauh dari tempat dimana Dellon biasanya berkumpul dengan teman teman nya.


Kendra berucap membuat Cellyn menoleh, gadis itu tersadar lalu masuk tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan lantaran merasa malu, gadis itu duduk di meja yang sama dengan Kendra.


“Selingkuh? siapa di sini yang menjadi selingkuhan mu sebenarnya?!”


Kesal Cellyn yang hanya mampu ia ucapkan di dalam hati nya,Kendra kemudian memesan makanan namun tidak menawari Cellyn membuat gadis itu mencebik kesal.


“Ck, bisa bisa nya dia tidak menawari ku, apa maksud nya aku hanya menemani nya makan?”


Cellyn membatin menatap tajam pada Kendra yang kini tengah fokus pada ponsel nya, lalu tak lama kemudian makanan pria itu datang namun Cellyn mengerutkan kening kala melihat makanan yang tak asing berada di meja mereka.


“Salad buah? Ini kesukaan ku, apa dia sengaja?”

__ADS_1


Lagi lagi Cellyn membatin menatap salad buah yang ada di hadapannya namun tak berani untuk bertanya, sedangkan Kendra kini melirik Cellyn yang terlihat hanya diam seraya sesekali menatap salad buah yang ada di hadapannya tanpa menyentuh nya sama sekali.


“Kenapa tidak di makan? Apa kau sudah tidak suka itu?”


Tanya Kendra, Cellyn menoleh dan diam ingin menjawab tidak tapi ia malu saat ini dan jika ia mengatakan iya maka rasanya sayang sekali tidak memakan salad yang terlihat sangat lezat itu, alhasil gadis itu hanya bisa mengigit bibir bawah nya kala kepala nya mengangguk.


Menyesal? Tentu saja lantaran saat ini ia hanya bisa menatap Kendra yang melahap salad itu dengan lahap sedangkan gadis itu hanya bisa meneguk saliva pahit, entah lah melihat Kendra yang memakan nya dengan lahap membuat Cellyn yakin jika salad itu memang sangat enak.


“Sudah? Ayolah cepat aku ingin pulang.”


Kesal Cellyn menatap Kendra yang sedang menyeka mulut nya dengan tisu, pria itu melirik sekilas lalu meneguk minuman yang ada di hadapan nya hingga tandas, pria itu meminta bill pada pelayan di sana lalu segera membayar nya dan membawa Cellyn masuk ke dalam mobil nya.


Akhir nya Cellyn bisa bernafas lega lantaran akan pulang namun rasa bahagia itu datang hanya sebentar lantaran jalan yang Kendra ambil bukan menuju rumah nya membuat Cellyn kembali bertanya tujuan mereka.


“Ini bukan jalan pulang!”


Sentak Cellyn pada Kendra yang fokus menyetir.


“Memang siapa yang bilang kita akan pulang?”


Tanya Kendra membuat Cellyn terdiam, memang Kendra tidak mengatakan jika mereka akan pulang tapi Cellyn sudah benar benar bosan dan ingin segera pulang agar bisa menghubungi Dellon yang mungkin sedang menunggu kabar dari nya.


“Lalu kita mau kemana?”


“Ke KUA.”


Deg!


.


.

__ADS_1


.


Haloo jangan lupa dukungan nya buat author ya, terima kasih 🥰


__ADS_2