
Dirumah nya, Cellyn kini tengah melamun di atas ranjang nya menatap kesamping dimana biasanya ia menatap wajah tampan suami nya tapi tidak lagi untuk sekarang, wanita kemudian segera turun dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan di bawah kini terjadi sedikit keributan lantaran mendadak Kendra datang untuk bertemu Cellyn, ya pria itu tanpa malu datang untuk menemui istrinya setelah Rain datang kerumah nya mencari Cellyn ia benar benar takut jika pria itu semakin leluasa untuk mendekati istri nya itu.
“Biarkan aku bertemu Cellyn, aku janji jika kalian memberikan ku kesempatan sekali lagi, aku akan menjaganya dan memperlakukannya dengan baik.”
Ucap Kendra pada mertua nya yang kini hanya menatap Kendra datar yang sedang di pegang oleh dua orang penjaga rumahnya, begitupun dengan Yoonia yang sering melirik ke kamar Cellyn, takut saja jika putrinya itu mendengar suara Kendra dan entah apa yang akan terjadi nanti.
“Pergilah, usahamu hanya sia sia, seharusnya kau memikirkan hal ini sebelum kau menyakiti putriku.”
Ucap Agus tenang, bahkan sangat tenang namun pria itu justru tidak mau mengerti dan terus saja berteriak memanggil nama Cellyn, hingga tak lama sebuah mobil datang membuat Yoonia semakin khawatir kala menyadari mobil itu milik putra sulungnya.
“Pergilah dari sini Kendra, kau ingin dihajar oleh Aaron lagi?”
Ucap Yoonia sedikit takut jika pria itu lagi lagi akan dihukum oleh Aaron yang benar benar membenci Kendra, Kendra menoleh kebelakang dimana kini Aaron baru saja turun dari mobilnya di susul oleh Ariana yang terlihat mencoba untuk menenangkan suaminya itu.
“Sayang, jangan bertindak kasar, cukup usir saja dia dari sini.”
Ucap Ariana namun sepertinya tidak di dengar oleh Aaron, pria itu kemudian meminta sang mommy untuk membawa Ariana masuk mengingat wanita itu tengah hamil besar, mau tak mau Yoonia menurut dan membawa menantunya segera masuk ke dalam.
Kini tinggal ketiga pria itu di luar sana dengan Kendra yang ditahan oleh dua penjaga, Aaron menatap sinis pada Kendra yang entah punya keberanian dari mana datang kerumah orang tua nya untuk bertemu dengan Cellyn.
“Kau ini lupa atau pura pura lupa? Kau menyiksa adik ku! Lalu dengan tanpa malu kau kesini untuk bertemu dengan adik ku? Baiklah jika kami mengizinkanmu untuk bertemu dengan Cellyn, tapi apa kau yakin Cellyn mau bertemu dengan mu?”
Dengan tanpa ragu Kendra mengangguk seperti sangat yakin jika Cellyn akan memaafkan nya padahal nyatanya wanita itu tak lagi peduli tentang nya dan tidak ingin bertemu dengan dirinya lagi meskipun ia masih sangat mencintai pria itu.
Bugh!
Kesal sekali melihat wajah Kendra yang seperti tidak bersalah, Aaron melayangkan pukulan di wajah Kendra secara spontan, entahlah setiap bertemu dengan pria itu rasanya ia hanya ingin memukul nya berkali kali hingga pria itu babak belur.
“Pergi dari sini atau ku habisi kau!”
__ADS_1
Sentak Aaron tapi lagi lagi Kendra menggelengkan kepalanya hingga membuat Aaron ingin kembali melayangkan pukulan pada pria itu jika saja keluarga Kendra tidak datang tepat waktu, Ya keluarga Kendra datang untuk menjemput Kendra yang pergi secara diam diam padahal ia masih tahap pemulihan setelah di hajar oleh Aaron kemarin.
“Kendra pulang! Untuk apa kau kesini? Kau masih belum puas di hajar?”
Ucap Liliana pada putranya itu seraya menarik tangan Kendra agar segera masuk ke dalam mobil namun tangan nya justru di tepis oleh Kendra yang entah masih marah dengan mama nya setelah mengetahui apa niat mama nya sebenarnya.
“Lepas ma! Kendra mau menebus semua kesalahan Kendra pada Cellyn, dan mama juga harus meminta maaf pada Cellyn!”
Sentak Kendra yang hanya ditanggapi malas oleh Aaron dan Agus lantaran mengira jika itu hanya bagian drama dari keluarga Kendra, Aaron kemudian memilih untuk menutup pintu utama rumah nya dari pada harus melihat drama anak dan ibu itu.
“Tunggu tunggu, biarkan aku bertemu dengan Cellyn dulu!”
Pekik Kendra namun tak dihiraukan oleh pemilik rumah itu, mereka kemudian dipaksa pergi oleh penjaga disana lantaran mengganggu ketenangan pemilik rumah, Kendra pun akhirnya memilih pergi namun tidak menutup kemungkinan ia tidak akan kembali besok.
“Kendra! Lupakan wanita itu dan menikahlah dengan Rachel!”
Sentak Liliana membuat Kendra menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap sang mama yang benar benar tidak mengerti keadaannya saat ini, yang dibutuhkan oleh dirinya adalah Cellyn dan bukan wanita lain, tapi kenapa mama nya tidak mengerti?
“Sudah Kendra bilang, Kendra hanya mencintai Cellyn dan bukan wanita lain, apalagi Rachel!”
“Kakak? Kakak disini? Ada apa?”
Tanya Cellyn membuat keempat orang itu yang tengah berbicara seketika diam lantaran tak ingin Cellyn tahu apa yang baru saja terjadi di luar, Cellyn kemudian memeluk kakak dan kakak iparnya lalu ikut bergabung bersama mereka di sana.
“Dimana Michelle?”
Tanya Cellyn pada ponakan kecilnya itu.
“Michelle bersama Ayana.”
Ucap Ariana, Cellyn mengangguk rasanya benar benar sangat membosankan dirumah, adik laki laki nya juga lebih suka bermain dengan pengasuhnya dari pada dirinya, dan orang tua nya juga tidak mengizinkan melakukan pekerjaan apapun dirumah.
__ADS_1
“Mom, dad, Cellyn izin keluar ya, rasanya benar benar membosankan di sini.”
Ucap Cellyn berharap orang tuanya mengizinkan dirinya untuk keluar sebentar namun justru di tolak oleh kakak nya yang entah mengapa terlihat sangat khawatir.
“Tidak, sebaiknya kau dirumah saja.”
Ingin protes tapi ia tahu bagaimana kakak sulung nya itu jika sudah memutuskan sesuatu, Cellyn akhirnya kembali ke dalam kamar untuk menonton drama kesukaan nya, apalagi yang bisa ia lakukan selain menonton televisi.
Sedangkan dirumah nya kini Kendra kembali kesal melihat sikap Rachel yang selalu saja menempel padanya padahal ia sudah menolaknya berkali kali, tapi entah mengapa wanita itu semakin berani hanya karena mamanya mendukung mereka.
“Hentikan Rachel! Aku ingin ke kamar ku!”
Sentak Kendra menepis tangan Rachel yang selalu saja bergelayut manja di lengan nya, Kendra beranjak dari duduknya hendak masuk ke dalam kamarnya tapi wanita itu terus saja mengikuti nya.
“Kau tidak dengar? Aku ingin ke kamar ku!”
Sentak Kendra untuk yang kesekian kalinya.
“Aku ikut! Kita akan menikah jadi tidak masalah jika aku juga masuk kedalam kamarmu.”
Entah harus bagaimana lagi Kendra menghadapi wanita itu, padahal sudah beruang kali Kendra mengatakan menolak untuk menikah dengannya tapi wanita seperti nya tidak mengerti sama sekali.
“Aku tidak akan menikah denganmu Rachel! Kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri, kenapa kau tidak mengerti?”
Prang!!
Sebuah gelas akhirnya Rachel lempar ke lantai lantaran merasa kesal dengan ucapan Kendra yang selalu mengingatkan nya tentang hal itu, padahal sudah sangat jelas sejak dulu Rachel menyukai nya tapi kenapa Kendra tidak pernah memahami perasaannya.
“Kenapa kau selalu mengatakan hal yang itu itu saja? Aku sudah bilang kalau aku sudah mencintaimu sejak kita kecil, tapi kenapa kau tidak pernah mau memahami nya?”
Pekik Rachel, Kendra yang tidak ingin berdebat memilih segera masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya agar Rachel tidak bisa masuk, pria itu menghela nafas panjang, entah sampai kapan ia harus menghadapi wanita itu.
__ADS_1
“Lihat saja, aku tidak akan berhenti mendekati mu sampai kau mau menerima ku!”
Gumam Rachel.