CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 44


__ADS_3

Keesokan harinya menjelang siang, Cellyn sudah siap dengan dress hitamnya, hari ini ia akan kerumah Lucy bersama Kely, entahlah rasanya benar benar bosan dirumah, dan iya juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan kedua sahabatnya itu.


Kely sudah menunggu Cellyn, kedua sahabatnya itu mengetahui bagaimana keadaan Cellyn saat ini, dan tentu mereka tidak akan membiarkan Cellyn pergi sendirian, Cellyn kemudian segera turun menghampiri Kely yang sedang mengobrol dengan Mommy dan kakak iparnya.


“Kely, ayo berangkat.”


Ucap Cellyn, mereka kemudian pamit dan segera berangkat menuju kediaman Lucy, di tengah perjalanan mendadak Cellyn ingin makan eskrim, ya hampir setiap hari wanita itu memakan eksrim, entah mengapa ia mendadak tidak bisa lepas dari makanan itu selama hamil.


“Kely, berhenti sebentar aku ingin beli eskrim.”


Ucapnya membuat Kely kini menatapnya bingung, setiap mereka melakukan panggilan video Cellyn juga tengah mengemil eskrim, dan hari ini ia juga ingin makan eskrim? Beruntung mommy Cellyn sempat memberitahunya jika memang Cellyn suka makan eskrim sekarang.


“Yasudah, ayo aku temani.”


Keduanya kemudian membeli beberapa eskrim dan cemilan juga tentu karena permintaan Cellyn, setelah membayar mereka pun kembali ke dalam mobil, namun saat akan membuka pintu mobil tiba tiba sebuah tepukan dipundak Cellyn membuat wanita itu menoleh.


“Hai Cellyn, kau belanja cemilan lagi? Lihatlah tubuhmu sudah mulai gemuk, apa kau stres setelah berpisah dari Kendra?”


Siapalagi jika bukan Rachel dan Kendra, entah mengapa Cellyn harus bertemu malapetakanya di tempat yang sama, Cellyn hanya memutar bola matanya malas, tak peduli dengan ocehan Rachel karena berat badannya memang bertambah.


“Heh pelakor, jaga mulutmu kau tidak tahu saja jika berat badan Cellyn bertambah karena.. Akhhh!!!”


Kely segera menghentikan ucapannya kala Cellyn menginjak kaki nya dengan cukup keras, temannya yang satu itu memang tidak bisa menjaga rahasia apapun, beruntung Cellyn dengan cepat mengambil tindakan, jika tidak maka semua akan terbongkar.


Sedangkan Kendra hanya mengerutkan keningnya melihat Cellyn yang dengan sengaja menginjak kaki teman nya, seperti sedang menghalangi temannya itu untuk mengatakan sesuatu, apa ada yang Cellyn sembunyikan darinya saat ini?


“Ayo kita pergi saja.”


Ucap Cellyn mengajak Kely untuk segera masuk ke dalam mobil, takut saja jika temannya itu lagi lagi akan keceplosan, Kely pun mengangguk dan segera masuk ke jok depan, sedangkan Cellyn yang baru akan masuk lagi lagi ditahan oleh Rachel, wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Cellyn.


“Ini surat undangan pernikahan ku dan Kendra untukmu, acaranya seminggu lagi, semoga kau bisa hadir.”


Deg!


Cellyn menatap surat undangan berwarna coklat itu yang berada di tangannya, matanya kini menatap Kendra yang tengah memalingkan wajahnya, lalu kini tertuju pada Rachel yang tengah tersenyum mengejek padanya, Cellyn kemudian mengangguk lalu segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


“Ayo Kely, Lucy sudah menunggu kita.”


Ucap Cellyn dengan suara yang bergetar, ia benar benar tidak bisa menahan tangisnya saat ini, hatinya benar benar sakit baru beberapa bulan perceraiannya dengan Kendra tapi pria itu sudah memutuskan akan menikah lagi, bahkan dengan wanita yang Cellyn benci itu.


“Kau kenapa Cellyn? Dan apa yang ada di tanganmu?”


Cellyn tak menjawab dan hanya menangis, sedangkan Kely merampas surat undangan yang ada di tangan Cellyn, matanya nya membulat, rahangnya mengeras melihat surat undangan pernikahan dimana nama Rachel dan Kendra tertera disana.


“Dasar gila! Dia tidak sadar kalau perceraian kalian baru beberapa bulan?!”


Timpal Kely kesal, entah pria macam apa yang sahabatnya nikahi, padahal menurut cerita Cellyn beberapa minggu yang lalu, Kendra sempat menolak perpisahan mereka dan mengatakan ingin tetap bersama Cellyn, tapi sekarang dia justru sudah menyebarkan undangan pernikahan.


“Apa aku beritahu saja kalau kau sedang mengandung anaknya?”


Cellyn menggelengkan kepalanya, ia melarang keras Kely untuk melakukan itu, biarkan saja Kendra menikah dan tidak mengetahui tentang bayi yang Cellyn kandung, toh Cellyn masih punya keluarga dan sahabat sahabatnya yang akan menjaganya.


Mereka kemudian segera melajukan mobil menuju kediaman Lucy, berharap pikiran Cellyn bisa tenang sejenak dan tidak memikirkan hal yang baru saja terjadi, sesampainya di sana Cellyn disambut dengan baik oleh Lucy, kebetulan keluarga Lucy sedang keluar negeri kerumah neneknya.


“Ayo masuk bumilku.”


Ucap Lucy mengusap perut Cellyn yang masih datar, Cellyn hanya tersenyum seraya mengangguk lalu segera duduk di sofa, Sedangkan Kely masih berdiri di ambang pintu dengan raut wajah kesalnya menatap Lucy.


Ucap Lucy yang bingung pada Kely, entah apa yang terjadi pada wanita itu hingga ia masih berada di sana dengan raut wajah anehnya itu, sedangkan Kely hanya memalingkan wajahnya seraya melipat kedua tangannya di dada.


“Kau ini kenapa?”


Sentak Lucy yang mulai kesal pada Kely.


“Kau yang kenapa? Kenapa tidak mengajak ku masuk juga?”


Lucy dan Cellyn hanya saling menatap satu sama lain lalu tak lama mereka pun tertawa sumbang, aneh aneh saja Kely ini, Cellyn yang sedang hamil tapi kenapa justru dia yang sensitif? Lucy kemudian menghampiri Kely lalu mengajak Kely masuk sama seperti ia mengajak Cellyn tadi.


“Mau ku usap juga perutmu sambil bilang silahkan masuk bumilku.”


Sontak saja Kely menjauh, enak saja memangnya dia sedang hamil harus di usap segala, Kely kemudian segera duduk di samping Cellyn, ketiga nya pun mengobrol panjang lebar dan tidak ada yang membahas tentang Kendra lantaran tak ingin Cellyn mengingat pria itu.

__ADS_1


“Jadi kau masih ingin pindah keluar negeri?”


Tanya Lucy tiba tiba, Cellyn yang tengah menyeruput minuman pun segera meletakkan gelas di atas meja, wanita itu mengangguk ia masih setia dengan keinginannya yang pindah ke luar negeri selama beberapa tahun, meskipun belum tahu ke negara mana ia akan pergi.


“Mau ku rekomendasikan satu negara?”


Ucap Lucy, Cellyn pun mengangguk, ia memang sedang bingung saat ini ingin pindah ke negara mana, dan tentu ia akan sangat menghargai saran dari Lucy, jarang jarang juga Lucy sampai merekomendasikannya.


“London.”


Cellyn mengerutkan kening nya, kenapa London? Memang ada apa di London sampai Lucy merekomendasikannya pada Cellyn.


“Kenapa London?”


“Tidak ada, hanya saja nenek ku tinggal disana jadi kau bisa berkunjung kerumah nenekku nanti jika kau merasa kesepian.”


Cellyn terdiam, sepertinya tidak buruk, toh ia juga pernah bertemu dengan nenek Lucy saat beliau berkunjung ke Indonesia, Cellyn mengangguk setuju, kini ia hanya perlu mencari tempat tinggal di London dan memulai hidup barunya disana.


“Baiklah, apa kau bisa membantuku untuk mencari tempat tinggal disana?”


Lucy mengangguk, tentu saja itu hal mudah baginya, ia juga sempat menawarkan Cellyn untuk tinggal dirumah neneknya tapi wanita itu menolak, cukup Carikan saja rumah yang berjarak tidak jauh dari rumah neneknya agar Cellyn tidak kesusahan mencari alamat rumah neneknya nanti.


Hingga sore pun tiba, Cellyn dan Kely memutuskan untuk segera pulang, setelah berpamitan dengan Lucy keudanya pun pulang dan tentu Cellyn diantar oleh Kely, hingga saat tiba dirumahnya, ia sudah disambut oleh keluarganya.


“Sudah pulang?”


Cellyn mengangguk lalu duduk di tengah tengah mommy dan daddy nya, Tak lama kakaknya pun angkat bicara lantaran memang ingin mengatakan sesuatu pada adiknya itu.


”Cellyn, kami memutuskan untuk mengizinkanmu pindah ke negara lain.”


Deg!


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys 🥰🙏


__ADS_2