
Beberapa pukulan sudah mendarat di wajah Kendra, tentu itu berasal dari Aaron yang benar benar marah saat tau adiknya mendapat perlakuan kasar dari keluarga suaminya, Kendra yang sudah babak belur masih tidak ingin menyerah untuk menahan kepergian Cellyn.
Namun tak ada yang bisa ia perbuat lantaran saat ini keluarga Cellyn sudah membawa Cellyn pergi dari rumah itu, Kendra hanya bisa menangis ingin mengejar tapi kondisi nya benar benar tidak memungkinkan lantaran ia benar benar sangat lemah.
“Sudahlah Kendra, untuk apa kau menangisi wanita yang menyakiti adikmu?”
Ucap Liliana yang masih saja tidak mengerti kesedihan putra nya, yang ia pikirkan hanyalah dendam dan dendam saja, tak lama Pramudana pulang dengan raut wajah kebingungan melihat keadaan keluarga nya yang terlihat aneh.
“Ada apa ini? Apa yang terjadi pada Kendra? Panggil Cellyn sekarang untuk mengobati Kendra!”
Ucap Pramudana tapi semua orang hanya diam, Pramudana menghampiri Kendra yang masih menangis dan segera memeluk putra nya itu, bingung juga melihat Kendra menangis histeris seperti itu, Pramudana kembali menatap semua orang lantaran tak ada yang memanggil Cellyn.
“Kalian tidak dengar? Panggil Cellyn, dia harus tau keadaan suami nya sekarang.”
Sentak Pramudana hingga akhirnya Liliana buka suara jika Cellyn sudah di bawa pergi oleh keluarganya lantaran mereka sudah tahu apa yang terjadi pada Cellyn di rumah itu, mendengar itu Pramudana terdiam, bingung harus sedih atau bahagia lantaran akhirnya menantu nya itu tak lagi disiksa.
“Lalu kenapa kau menangis?”
Tanya nya pada Kendra, Kendra kemudian mengatakan jika Cellyn ingin berpisah dan dirinya tidak menginginkan perpisahan itu terjadi, namun Pramudana hanya tertawa mendengar jawaban Kendra, kenapa harus menolak perpisahan itu? Bukankah jika Cellyn disini hanya mendapatkan siksaan?
“Keputusan Cellyn sudah tepat meminta perpisahan dari suami tidak berguna seperti mu!”
Ucap Pramudana lalu pergi begitu saja, Sedangkan Cellyn saat ini berada di dalam mobil bersama keluarga nya, sejak tadi wanita itu hanya diam saja tak tau harus mengatakan apa meskipun sejak tadi kakak iparnya selalu menanyakan keadaan nya.
“Cellyn.”
Akhirnya sang mommy mengeluarkan suara nya setelah cukup lama diam, Cellyn menoleh lalu segera memeluk sang mommy dan menangis di dalam pelukan mommy nya itu, bayangan kekejaman keluarga itu masih terngiang-ngiang di benak Cellyn, dimana setiap hari ia diperlakukan seperti seorang babu.
“Maafkan mommy dan daddy yang tidak menyadari apapun.”
Cellyn menggelengkan kepalanya, bukan kesalahan orang tua nya melainkan kesalahan dirinya yang terlalu bodoh memilih untuk diam selama setengah tahun hanya karena rasa cintanya pada Kendra, namu beruntung ia bertemu dengan Kakak iparnya.
__ADS_1
“Kakak akan mengurus perceraian mu dengan Kendra secepatnya.”
Ucap Aaron yang sedang menyetir, Cellyn mengangguk lantaran ia juga ingin berpisah dari Kendra, dan tak lagi ingin tahu tentang keluarga itu sampai kapanpun, hingga akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua nya mereka, Cellyn langsung menuju kamar nya lantaran merasa sedikit lelah.
“Mau kakak temani?”
Tanya Ariana, Cellyn menggelengkan kepalanya lantaran ia hanya ingin sendirian saat ini, semua orang menurut saja pada apa yang Cellyn inginkan dan membiarkan nya sendiri terlebih dahulu, sedangkan mereka kini segera mengurus perpisahan Cellyn dengan Kendra.
“Apa perlu Aaron hancurkan bisnis mereka?”
Tanya Aaron, Agus pun menggelengkan kepala nya, ia dan Pramudana cukup dekat dan ia juga tahu perjuangan Pramudana membangun perusahaan itu, seperti yang Cellyn katakan di mobil, tidak usah menjatuhkan perusahaan mereka anggap saja ini balasan untuk apa yang Cellyn lakukan di masa lalu.
“Baiklah Dad.”
.
.
.
“Sudah saya bilang wanita itu tidak ada di sini!”
Pekik Liliana untuk yang kesekian kalinya lantaran Rain benar benar keras kepala mengira Liliana berbohong tentang Cellyn yang sudah tidak tinggal disana, hingga tak lama kemudian Kendra keluar setelah mendengar suara ribut dari luar rumah.
“Ada apa ma?”
Tanya Kendra lalu tatapannya tertuju pada pria yang tak asing, pria yang terus saja mengganggu Cellyn meksipun sudah tahu wanita itu sudah memiliki suami.
“Kau? Apa yang kau lakukan dirumah ku?!”
Sentak Kendra yang selalu saja merasa kesal jika bertemu dengan Rain, namun berbeda dengan Kendra, wajah Rain justru terlihat sangat tenang tanpa terpancing emosi sedikitpun seperti Kendra.
__ADS_1
“Mencari istrimu, dimana dia? Apa kalian sudah bercerai?”
Deg!
Kendra terdiam mendengar pertanyaan dari Rain, bagaimana bisa pria itu mengetahui tentang perceraian nya dengan Cellyn?
“Bagaimana kau bisa tahu tentang perceraian ku dan Cellyn? Siapa yang memberitahu mu?”
Tanya Kendra serius, namun Rain justru tertawa sumbang mendengar pertanyaan Kendra, jadi benar jika mereka akan bercerai? Jangan tanya bagaimana perasaan Rain saat ini.
“Benarkah? Apa kalian sudah mengurusnya? Atau perlu aku bantu?”
Kendra semakin kesal mendengar ucapan pria g1la itu, jika saja tidak mengingat ia masih dalam proses pemulihan akibat pukulan dari kakak Cellyn kemarin maka mungkin ia sudah mengajak pria itu untuk adu jotos saat ini juga.
“Jangan berharap lebih karena kami tidak akan pernah berpisah!”
Rain mengerutkan kening nya mendengar ucapan Kendra, kenapa sekarang terlihat seolah olah Kendra yang tidak menginginkan perpisahan itu terjadi?
“Benarkah? Tapi Cellyn bilang ingin berpisah dari mu sebelum kau menikah dengan wanita lain.”
Kendra terdiam, jadi maksudnya Cellyn memang sudah berniat untuk berpisah darinya? Ia bahkan sudah memberitahu pria lain tentang hal itu, tapi kenapa harus Rain? Apa mereka memang sedekat itu hingga masalah rumah tangga mereka pun Cellyn ceritakan pada Rain?
“Jadi Cellyn benar benar tidak ada lagi disini? Apa aku boleh meminta alamat nya?”
Entah tidak punya malu atau apa yang jelas Kendra benar benar sudah muak melihat pria itu dan memilih untuk menutup pintu rumah nya tanpa memberi jawaban pada pria itu.
Brak!!
“Ah, si pemarah itu!” gerutu Rain dan memilih pergi dari sana.
Sedangkan di dalam rumah nya kini Kendra semakin kesal dan pusing lantaran ucapan sang mama yang terus saja memprovokasi nya agar menerima perpisahan nya dengan Cellyn dan menikah dengan Rachel.
__ADS_1
“Lihat saja, dia memang sudah berniat berpisah darimu agar bisa dekat dengan pria itu Kendra!”
Kendra memilih segera pergi saja dari pada semakin kesal mendengar ocehan sang mama, entahlah ia belum bisa berpikir jernih saat ini, dimana pun ia berpijak dirumah itu selalu saja teringat akan Cellyn.