CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 56


__ADS_3

Sedangkan kini di negara lain, Dellon semakin dekat dengan keluarga Cellyn, tak terasa sudah seminggu orang tua Cellyn berada di negara itu dan hari ini adalah hari terakhir mereka, Kini Dellon dan Agus tengah berbicara berdua sedangkan Cellyn tengah bersama mommynya.


“Apa yang mereka bicarakan mom?”


Tanya Cellyn melihat sang Daddy dengan Dellon tengah berbicara serius, Yoonia hanya mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum tipis menbuat Cellyn merasa sangat aneh, tak lama akhirnya Dellon dan Agus menghampiri Cellyn dan Yoonia setelah menyelesaikan pembicaraan serius yang mereka lakukan.


“Kalau begitu Dellon pulang dulu, om dan tante.”


Ucap Dellon tiba tiba, padahal Cellyn baru saja akan menanyakan apa yang mereka bicarakan tadi namun pria itu sudah buru buru pulang, setelah pamit Dellon pun pergi tanpa berbicara sedikit pun pada Cellyn membuat Cellyn merasa ada yang aneh, apa Daddy nya mengatakan sesuatu yang membuat Dellon tersinggung?


“Jangan lupa malam ini siapkan makanan, ini malam terakhir kami disini dan kami ingin dinner.”


Cellyn mengangguk, hal itu sudah ia sampaikan pada Berryn untuk mengurus semuanya, namun hari Cellyn masih tidak enak, wanita itu kemudian memilih untuk masuk ke dalam kamarnya tentu saja ingin menghubungi Dellon namun entah kenapa pria itu tak menjawab panggilan nya.


“Kemana dia? Apa yang terjadi? Kenapa sikapnya berubah?”


Gumam Cellyn, ingin menanyakan langsung pada sang Daddy namun ia tak ingin membuat suasana hati Daddy nya rusak, Cellyn hanya termenung berharap jika memang tidak ada apapun yang terjadi, semoga saja Dellon buru buru pergi karena memang ada yang ingin ia lakukan.


Hingga akhirnya malam pun tiba, kini semua makanan sudah tertata rapi di atas meja, Cellyn dan kedua orang tuanya juga sudah duduk di sana namun anehnya mereka juga belum memulai makan seperti menunggu sesuatu namun entah apa, lantaran mereka juga tidak memberitahu Cellyn.


Tak lama suara bel berbunyi membuat Berryn segera membuka pintu, terlihat Dellon dan nenek Erlin datang membuat Cellyn mengerutkan kening, bagaimana bisa mereka datang? Apa kedua orang tuanya yang mengundang mereka? Tak hanya itu pakaian Dellon juga sangat rapi padahal ini hanya makan malam terakhir saja.


“Apa kami terlambat?”


Tanya nenek Erlin pada kedua orang tua Cellyn, mereka menggelengkan kepala lalu mempersilahkan Dellon dan nenek Erlin untuk ikut bergabung dengan mereka, akhirnya makan malam pun dimulai, semua menikmati makanan yang Berryn siapkan sejak pagi.

__ADS_1


“Jadi kapan kalian akan kembali ke Indonesia?”


Tanya Agus tiba tiba pada nenek Erlin dan Dellon membuat Cellyn melirik pada keduanya, Nenek Erlin juga menoleh pada Dellon seraya tersenyum membuat situasi benar benar membingungkan bagi Cellyn yang tidak tahu apapun.


“Mungkin dua tahun lagi setelah pendidikan Dellon selesai, dia akan meneruskan perusahaan papanya.”


Agus mengangguk, semua orang terlihat mengulum senyum kecuali Cellyn, ya tuhan rasanya ingin sekali ia berteriak dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa semua orang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Cellyn? Bahkan suasana hati wanita itu kini benar benar buruk.


Setelah menyelesaikan makan malam mereka pun pindah ke sofa dimana kini mereka duduk berhadapan, tak lama beberapa asisten nenek Erlin masuk membawa beberapa barang barang membuat Cellyn merasa bingung.


“Ini dari kami untuk calon menantu kami.”


Ucap nenek Erlin, membuat Cellyn membulatkan matanya, calon menantu bagaimana? Siapa yang akan menikah? Apa Dellon? Tapi dengan siapa? Bukankah Dellon bilang ingin menunggunya hingga benar benar siap menjalin hubungan?


“Baiklah kita mulai saja.”


“Om, saya ingin mengikat Cellyn dalam sebuah hubungan serius, kami sudah membicarakannya jika kami akan menikah setelah Cellyn siap menerima ku, aku hanya ingin menunjukkan keseriusan ku pada Putri om dan tante agar kalian tidak memikirkan hal yang tidak tidak.”


Deg!


Cellyn semakin melongo melihat sebuah kotak cincin yang baru saja Dellon keluarkan dari saku nya lalu membukanya di depan Cellyn seraya berlutut, Cellyn hanya diam seraya menoleh pada orang orang yang ada di sana, terlihat keluarganya dan juga nenek Erlin mengangguk tersenyum pada Cellyn.


”Cincin ini sebagai pertunangan kita, aku melamar mu di depan kedua orang tuamu sebelum mereka pulang besok, apa kau mau menerimanya?”


Cellyn mengangguk membuat semua orang tersenyum, begitupun dengan Dellon yang langsung mengambil salah satu cincinnya dan disematkan dijari manis Cellyn, lalu giliran Cellyn yang menyematkan cincin di jari Dellon, lalu kemudian Dellon mengecup punggung tangan Cellyn dengan lembut.

__ADS_1


“Terima kasih.”


Ucap Cellyn seraya meneteskan air mata nya, nyatanya kekhawatiran nya seharian ini justru menjadi sebuah kebahagiaan dihidupmya, pria yang ia sia siakan justru yang tulus mencintainya apapun keadaannya saat ini.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain kini kehidupan rumah tangga Rachel dan Kendra benar benar kacau, pasalnya Kendra semakin jarang pulang setelah malam itu, ia benar benar menghindari Rachel padahal Rachel adalah istri nya sendiri.


Seperti hari ini saat Rachel mengatakan ingin ke kantornya dengan alasan ingin mengantar makan siang, Kendra mati matian menolaknya dengan banyak alasan, tentu saja hal itu membuat Rachel sangat kesal, padahal ia sengaja menjebak Kendra malam itu agar mereka semakin dekat, namun bukannya dekat, pria itu justru menjauh darinya.


Hari hari mereka lalui seperti dua orang asing yang di paksa tinggal bersama, Kendra hanya pulang ketika ia ingin istirahat saja, karena ia lebih memilih makan diluar rumahnya, pasalnya hubungan nya dengan sang mama juga sedikit berubah setelah hari itu.


Liliana benar benar merasa bersalah hingga bahkan merasa malu jika berhadapan dengan Kendra padahal Kendra sudah mengatakan tidak mempermasalahkan hal itu, namun rasa bersalah Liliana pada putranya benar benar tidak bisa di hilangkan begitu saja.


“Jika begini terus, apa mungkin Kendra akan menolak kehadiran bayiku? Bagaimana jika ia memintaku untuk meng*gurkan kandunganku nanti?”


Rachel membatin, melihat sikap Kendra sekarang rasanya benar benar tidak mungkin jika pria itu akan menerima bayinya nanti meskipun Rachel mengatakan jika itu bayi mereka, Kendra benar benar tidak bisa mencintai nya meskipun sudah beberapa bulan tinggal bersama.


“Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan ”


Gumam Rachel, Hari hari berlalu dengan begitu cepatnya hingga tidak terasa sebulan berlalu setelah kejadian hari itu, sekarang usia kandungan Rachel sudah dua bulan dan tentu ini saatnya ia memulai rencananya untuk mengumumkan jika dirinya sedang mengandung saat ini, tak perduli bagaimana reaksi mereka yang jelas ia harus mengamankan diri dan bayinya.

__ADS_1


“Tidak masalah jika Kendra tidak bisa menerimanya, yang terpenting posisimu masih aman dirumah ini.”


__ADS_2