
Nyata nya bukan ke KUA melainkan ke sebuah perusahaan yang Cellyn sendiri tidak tahu siapa pemilik nya, ia juga enggan untuk bertanya pada Kendra lantaran masih merasa kesal pada pria itu, namun sepanjang perjalanan menuju sebuah ruangan semua orang menyapa nya dan juga Kendra.
“Apa dia pemilik perusahaan ini? Ah tidak mungkin karena dia itu ketua geng motor.”
Cellyn membatin berperang melawan otak nya, tidak mungkin jika Kendra adalah CEO perusahaan itu sedangkan Cellyn tahu jika Kendra adalah ketua geng motor karena pernah bertemu dengan anggota nya di hari yang menyakitkan itu.
“Duduk lah di sana.”
Pinta Kendra menunjuk pada sebuah sofa di ruangan itu, Cellyn diam dan menurut saja lalu duduk di sofa yang Kendra maksud sedang pria itu kini duduk di meja kerja membuat Cellyn mengerutkan kening nya lantaran saat ini Kendra tengah berkutat dengan laptop di hadapan nya.
“Dia bekerja? Tapi bukan kah dia? Jadi dia ini ketua geng motor atau seorang pengusaha?”
Cellyn membatin menatap bingung pada Kendra yang tengah fokus pada pekerjaan nya, entah lah pria itu benar benar tidak bisa di tebak, entah berapa banyak lagi kehidupan sebenarnya Kendra yang tidak ia ketahui.
Sedangkan Kendra yang sadar jika sejak tadi Cellyn menatap nya kini menghentikan jari jari nya yang menekan tombol huruf pada laptop itu lalu menatap Cellyn membuat gadis itu kini memalingkan wajah nya dengan cepat setelah ketahuan oleh Kendra.
“Kenapa menatap ku?”
Cellyn menggeleng kan kepala, enggan untuk berbicara atau bertanya pada pria itu meskipun rasa penasaran nya sudah membesar sejak tadi, melihat jawaban Cellyn membuat Kendra kembali fokus pada laptop nya dan ruangan itu kembali sepi.
Cellyn menatap sekeliling ruangan yang seperti baru saja di renovasi itu, di sana terdapat sebuah bingkai foto yang tak begitu besar membuat gadis itu menghampiri meja yang terdapat bingkai foto itu.
“Jadi dia benar benar saudara laki laki Avika?”
Gumam Cellyn menatap foto yang ia pegang, seperti nya itu foto keluarga Kendra dan Avika, terlihat empat orang di sana yaitu, papa, mama Kendra dan Avika, Cellyn melirik sekilas pada Kendra entah mengapa mendadak ia ingin meminta maaf atas apa yang pernah ia lakukan pada Avika saat sekolah, namun mulut nya begitu berat untuk berucap.
“Apa kau memang benar benar membully adik ku dulu?”
Tanya Kendra tiba tiba membuat Cellyn tersentak lalu menatap pria itu yang bahkan tidak menoleh pada nya, Cellyn kemudian kembali ke sofa, seperti nya semua ini harus segera di selesaikan mungkin Kendra menyetujui perjodohan ini hanya ingin membalaskan dendam Avika pada nya, dan Cellyn tidak ingin berlarut terlalu lama.
__ADS_1
“Sebelumnya aku minta maaf karena dulu aku memang membully Avika, aku juga sudah mendapatkan hukuman dari orang tua mu meski pun terlihat ringan tapi nyata nya sangat berat bagi ku berpisah dari keluarga ku dan aku..”
”Tapi kau belum mendapatkan hukuman dari kakak gadis yang kau bully.” timpal Kendra membuat Cellyn menghentikan ucapan nya gadis itu menatap lekat pada Kendra yang kini juga menatap nya tajam.
Entah lah aura Kendra benar benar berubah saat ini, pria itu kini bangkit dari duduk nya dan menghampiri Cellyn yang masih duduk di sofa membuat jantung gadis itu berdegup dengan lebih kencang, entah mengapa ia merasa jika Kendra seperti singa yang ingin memangsa nya.
“Kak, a-aku benar benar minta maaf, aku tau aku salah tapi...”
Ucapan Cellyn terhenti kala kini wajah Kendra berada tepat di hadapan nya, begitu dekat hingga ia bahkan bisa merasakan nafas Kendra saat ini, pria itu masih saja menatap nya meskipun wajah Cellyn terlihat sangat takut pada nya.
“Tidak ada toleransi bagi orang yang menyakiti adik ku.”
Deg!
Tangan Kendra kini mulai menyentuh tengkuk Cellyn membuat gadis itu semakin tidak karuan, takut saja jika Kendra melakukan hal yang tidak tidak pada nya, Kendra memiring kan wajah nya dan mendekatkan nya pada wajah Cellyn membuat gadis itu segera mendorong tubuh Kendra menjauh.
“Jangan kurang ajar ya! Aku bisa saja mengadukan mu pada Daddy ku!”
“Ya tuhan apa ini tujuan nya menyetujui perjodohan kami?”
Cellyn membatin tiba tiba ada rasa penyesalan lantaran menyetujui perjodohan paksa yang dilakukan Kendra pada nya, gadis itu membuka tas nya hendak mengambil ponsel nya namun sayang ponsel nya ia tinggalkan di kamar lantaran tidak ada baterai.
“Apa yang harus ku lakukan? Aku benar benar takut berdua dengan nya di sini.”
Cellyn membatin, hingga beberapa jam berlalu Cellyn yang sebelumnya ketakutan kini tengah tertidur di sofa, nyata nya ia tak bisa menahan rasa kantuk nya lantaran terlalu bosan di dalam ruangan itu, Sedangkan Kendra yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya kini menatap Cellyn yang tertidur dalam posisi duduk memeluk kedua kaki nya dengan wajah yang ia sembunyikan di antara kaki dan tubuh nya.
Jujur saja ada rasa kasihan pad Cellyn melihat wajah gadis itu yang begitu ketakutan, namun di sisi lain Kendra juga marah mendengar jika Cellyn benar benar melakukan hal kejam itu pada adik nya, pria itu benar benar dilema saat ini andai saja dia tidak memakai perasaan saat berpacaran dengan Cellyn maka mungkin dia tidak akan bingung seperti saat ini.
Kendra kemudian berdiri lalu menghampiri Cellyn, dengan hati hati pria itu membenarkan posisi Cellyn yang terlihat tidak nyaman dan merebahkan tubuh gadis itu di sofa, tak lupa ia melepaskan jas nya dan menutupi tubuh Cellyn, Tangan pria itu kini mulai mengusap kepala Cellyn.
__ADS_1
Hal yang ia rindukan sebenarnya selama setahun ini, rindu dengan gelak tawa Cellyn juga pelukan hangat gadis itu yang mampu membuat nya hangat dan nyaman, namun mendadak ingatan dimana Cellyn mengaku sebelumnya muncul membuat Kendra menarik tangan nya dari kepala Cellyn.
“Tidak Kendra, ingat tujuan mu.”
Kendra membatin, pria itu kembali ke meja kerja nya tanpa menoleh lagi pada Cellyn, takut saja jika perasaan nya kembali membuat nya ingin kembali dekat dengan gadis itu, tak terasa hari sudah semakin sore, Cellyn yang baru saja terbangun sontak saja bingung melihat tubuh nya yang sudah tertutup jas.
Cellyn kemudian melirik pada Kendra yang terlihat masih menatap laptop nya, tak lama Kendra menoleh pada Cellyn seperti nya ia sadar jika gadis itu sudah terbangun dari tidur nya, sontak Kendra berdiri dan menghampiri Cellyn membuat gadis itu kembali ketakutan.
Tangan Kendra bergerak mendekati Cellyn membuat gadis itu sontak menutup kedua mata nya, namun kening nya berkerut kala tak merasakan apapun, gadis itu kembali membuka mata nya lalu menatap Kendra yang sudah berjalan menuju pintu, nyata nya pria itu hanya ingin mengambil jas yang berada di tubuh Cellyn.
“Kau tidak ingin pulang?”
Tanya Kendra tiba tiba membuat Cellyn tersentak, gadis itu segera menyusul Kendra namun lagi lagi kening nya berkerut kala melihat kantor yang sudah sepi, tak ada lagi karyawan kantor itu membuat Cellyn penasaran dengan waktu yang sudah berlalu.
“Sudah pukul berapa? Kenapa sudah sepi?”
Gumam Cellyn yang terdengar oleh Kendra, pria itu kemudian mengatakan jika waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore membuat Cellyn membulatkan mata nya, pantas saja sudah sepi lantaran karyawan di sana tentu sudah pulang sejam yang lalu, tapi aneh nya kenapa Kendra tidak membangunkan nya?
“Kenapa tidak membangunkan ku? Aku tidak masalah jika memang terbangun.”
“Jangan terlalu percaya diri, aku tidak membangunkan mu karena aku masih ada beberapa pekerjaan, jika tidak mungkin aku sudah meninggalkan mu di sana sendirian.” timpal Kendra membuat Cellyn hanya bisa mencebik kesal.
“Ck, aku lupa jika dia bukan Kendra yang dulu.”
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya buat Author ya, terima kasih🥰🙏