CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
Bab 23


__ADS_3

Tak terasa seminggu sudah berlalu Cellyn tinggal di rumah yang terasa seperti neraka itu, tak ada komunikasi kepada orang tua nya jika bukan mereka yang menghubungi terlebih dahulu, bahkan terkadang mereka merasa aneh lantaran Cellyn yang tak pernah menghubungi mereka.


Pagi ini Cellyn sedang berkutat dengan peralatan dapur, seminggu mengerjakan pekerjaan rumah membuat nya sedikit terbiasa di sana, bahkan tak lagi mudah merasakan lelah seperti pertama kali ia melakukan pekerjaan rumah di sana.


Pagi menjelang siang, Cellyn memasak makan siang mengingat suami dan papa mertua nya akan pulang untuk makan siang, dengan cepat Cellyn segera menyelesaikan masakan nya tak ingin jika mereka nanti nya menunggu karena hal itu hanya akan menjadi masalah bagi nya.


“Akhir nya masakan ku selesai.”


Gumam Cellyn menatap beberapa menu makanan yang sudah ia tata di atas meja, tinggal menunggu semua orang turun saja untuk makan siang, tak lama mama mertua nya keluar dari kamar namun terlihat terburu buru menghampiri Cellyn membuat wanita itu sedikit takut, takut saja jika ia melakukan kesalahan dan mama mertua nya itu akan menghukum nya.


“Ma, ada apa? Apa Cellyn..”


“Sudah diam, cepat bersihkan diri mu dan ganti pakaian mu.” timpal Liana mendorong Cellyn agar segera naik ke kamar nya dan melakukan seperti apa yang Liana perintahkan pada nya.


Wanita itu menurut saja meskipun ia tak mengerti kenapa mama mertua nya bersikap seperti itu pada nya, padahal ia bahkan lebih suka melihat Cellyn yang terlihat lusuh agar terlihat mirip dengan asisten rumah nya.


Cukup lama Cellyn berada di dalam kamar nya, akhir nya wanita itu keluar setelah memakai pakaian yang rapi, kening nya berkerut kala melihat keberadaan mommy, Daddy, kakak dan kakak ipar beserta adik dan keponakan nya, dengan cepat Cellyn menghampiri mereka yang terlihat sedang menunggu Cellyn.


“Mom, dad."


Ucap nya memeluk mommy dan daddy nya dengan erat, jujur ia benar benar tidak menyangka jika keluarga nya akan datang menemui nya, setelah memeluk kedua orang tua nya kini giliran kakak dan kakak ipar nya, ia juga tak kalah rindunya dengan kedua orang itu.


“Wah kau benar benar melupakan kami setelah menikah.”


Goda Ariana pada adik ipar nya itu mengingat memang Cellyn tidak pernah menghubungi mereka sekalipun jika bukan mereka yang menghubungi nya terlebih dahulu, Cellyn hanya tersenyum tipis seraya melirik sedikit pada mama mertua nya.


Kendra kemudian menghampiri Cellyn merangkul pundak gadis itu dengan erat membuat Cellyn sedikit terkejut, pasal nya ini pertama kali nya Kendra melakukan hal itu pada nya setelah mereka menikah, mungkin agar terlihat tidak mencurigakan di hadapan kedua orang tua Cellyn.


“Apa Cellyn merepotkan kalian?”

__ADS_1


Tanya Agus pada mama dan papa Kendra, Pramudana dan Liliana saling menatap, lalu Liliana segera menggelengkan kepala nya seraya tersenyum manis pada keluarga Cellyn.


“Tidak sama sekali, Cellyn benar benar anak yang baik.”


Ucap Liliana membuat kedua orang tua Cellyn tersenyum bahagia, sedangkan Cellyn hanya tersenyum pahit mendengar ucapan mama mertua nya, ya dia memang bersikap baik tapi tidak dengan keluarga mertua nya itu.


“Ayo kita makan siang dulu, semua sudah di siapkan.”


Ucap Pramudana pada keluarga besan nya itu lantaran tak ingin jika terlalu banyak berbohong, Jujur saja ia sebenarnya tidak tega melihat anak sebaik menantu nya itu mendapat perlakuan buruk dari istri dan anak anak nya namun ia tidak bisa melakukan apapun.


Semua nya kini duduk di kursi masing masing untuk makan siang bersama, Cellyn benar benar merasa sangat bahagia lantaran bisa makan bersama keluarga nya, ia yang terbiasa makan setelah keluarga mertua nya pun memilih berdiri di samping Kendra membuat semua orang merasa bingung.


“Sayang, kenapa tidak duduk?”


Tanya Yoonia pada Cellyn, wanita itu sontak saja membulatkan mata nya menatap mama mertua nya yang kini menatap kesal pada nya, lalu memberi isyarat pada Cellyn agar segera duduk di kursi, dengan cepat wanita itu duduk di kursi sebelum keluarga nya curiga.


“Cellyn lupa mom karena terlalu bahagia bisa makan bersama kalian.”


“Bagaimana rasa nya mom, dad? Apa enak? Ini Cellyn yang memasak nya.”


Ucap Cellyn bangga pada diri nya sedangkan keluarga nya kini menatap nya heran mendengar Cellyn yang memasak semua makanan di sana, tak hanya keluarga nya tapi keluarga Kendra juga terkejut mendengar ucapan wanita itu, takut saja jika keluarga Cellyn akan curiga.


“Kau yang memasak?”


Tanya Ariana pada adik ipar nya, Cellyn mengangguk dengan yakin seraya tersenyum, ia belum menyadari jika keluarga nya merasa aneh mendengar nya memasak, sedangkan Liliana kini mulai sedikit ketakutan.


“Seorang Yocellyn memasak? Ya tuhan, apa ini benar?”


Timpal Aaron seraya terkekeh, tak percaya jika adik nya yang manja bisa memasak, semua orang terkekeh mendengar ucapan Aaron memang terdengar aneh tapi mereka juga bangga atas apa yang Cellyn lakukan.

__ADS_1


“Iya, Cellyn bilang ingin menjadi istri yang baik untuk suami nya jadi dia belajar memasak, iyakan sayang?”


Tanya Liana pada Cellyn, wanita itu mengangguk kecil seraya tersenyum tipis, rasanya sangat merinding mendengar mama mertua nya berbicara sangat manis seperti itu pada nya.


“Bagus sayang, mommy bangga pada mu.”


Ucap Yoonia pada Cellyn, ia tak tahu saja jika Putri nya selalu di siksa di sana dan belajar memasak bukan keinginan Cellyn melainkan paksaan dari mama mertua putri nya itu, hari kini mulai sore akhir nya keluarga Cellyn memilih untuk pulang lantaran sudah cukup lama di sana.


“Maaf ya sudah merepotkan.”


Ucap Yoonia dan Agus pada keluarga mertua putri mereka, tentu Liliana akan bersikap sangat ramah di depan kedua orang tua Cellyn membuat mereka percaya jika besan mereka memang benar benar orang baik.


Sebelum pulang tak lupa mereka memeluk Cellyn dengan erat meluapkan semua rasa rindu mereka pada Putri mereka yang sudah berstatus sebagai seorang istri, Cellyn juga memeluk mereka dengan sangat erat, entah kapan mereka akan kembali bertemu.


“Jaga dirimu baik baik sayang.”


ucap Agus pada Putri nya, Cellyn mengangguk tanpa ia sadari air mata nya jatuh mendengar ucapan sang Daddy, padahal ia ingin sekali mengadu pada kedua orang tua nya saat ini, namun ia tidak bisa.


“Bye bye.”


Ucap Cellyn melambaikan tangan nya kala mobil yang keluarga nya tumpangi mulai menghilang, setelah benar benar memastikan keluarga menantu nya pergi Liliana sontak saja menarik telinga Cellyn dengan kasar membuat gadis itu merintih kesakitan.


“Kau sengaja ingin membuat keluarga mu curiga hah?!!”


.


.


.

__ADS_1


Sedang menunggu sidang isbat, jatuh pada tanggal dan hari apapun Author mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semua nya🙏🥰


__ADS_2