CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 21


__ADS_3

Cellyn tersentak kala merasakan tubuh nya yang sudah basah kuyup, dengan susah payah gadis itu membuka matanya, kening nya berkerut kala melihat mama mertua nya yang berdiri di hadapan nya dengan gelas kosong di tangan nya, Cellyn menatap sekeliling, jadi mama mertua nya yang menyiram nya dengan air? Tapi kenapa?


“Ma, kenapa mama menyiram Cellyn?”


Tanya Cellyn yang tentu saja bingung dengan sikap mama mertua nya yang berubah, Liliana menarik sudut bibir nya menatap Cellyn yang begitu polos hingga mengira ia benar benar menerima gadis itu sebagai menantu nya.


“Kenapa? Kau tidak suka? Ini belum seberapa di bandingkan perbuatan mu kepada Avika dulu!”


Deg!


Cellyn terdiam, kenapa tiba tiba mama mertua nya membahas masalah yang sudah lama terjadi itu? Padahal mereka bilang sudah memaafkan kesalahan Cellyn di masa lalu, tapi kenapa sekarang justru berbeda?


“Ta-tapi kalian bilang..”


“Bodoh! Kau pikir kami benar benar memaafkan perbuatan mu? Putri ku harus menderita karena dirimu! Dan kau berpikir kami akan memaafkan semudah itu?” timpal Liliana membuat Cellyn tak berkutik, ia benar benar tak menyangka kehidupan yang ia harapkan justru berbanding terbalik.


Liliana menatap ponsel Cellyn yang berada di atas nakas lalu segera mengambil nya, membuat Cellyn dengan cepat meminta kembali ponsel yang mama mertua nya ambil.


“Mulai sekarang kau tidak akan memegang ponsel ini, dan kau juga tidak akan pernah merasakan kebahagiaan!”


Ucap Liliana meninggalkan Cellyn yang hanya bisa menangis memeluk kedua lutut nya, nyata nya Kendra menikahi nya hanya untuk membalaskan dendam adik nya dan bukan karena mencintai nya, menyesal? Tentu ia menyesal tapi bukan karena menerima Kendra kembali melainkan karena perbuatan nya di masa lalu.


“Ku kira hari itu adalah pembalasan yang paling menyakitkan dari mu Kendra, nyata nya kau belum puas menyakiti ku.”


Cellyn membatin, entah lah kenapa ia bisa memilih Kendra dari pada Dellon yang jelas jelas berjuang demi diri nya, pria itu rela melanjutkan pendidikan nya ke luar negeri agar bisa memantaskan diri untuk nya namun Cellyn justru tertipu dengan sikap lembut Kendra pada nya.

__ADS_1


Cellyn kemudian segera masuk ke bathroom membersihkan diri nya, tak lama ia pun keluar dari kamar nya dengan pakaian lengkap, di sana terlihat mama mertua nya yang sedang duduk bersama Avika membuat Cellyn ragu untuk turun, namun sayang mata Liliana sudah lebih dulu menangkap keberadaan Cellyn.


“Hei turun! Kau pikir disini kau menjadi ratu? Istri macam apa kau yang bangun siang seperti ini, bahkan suami mu berangkat kerja saja kau tidak siapkan!”


Cellyn akhir nya turun menghampiri mama mertua dan adik ipar nya, jangan tanya bagaimana wajah Avika saat ini terlihat sekali jika gadis itu merasa sangat bahagia melihat Cellyn yang terlihat seperti pecundang, berbeda sekali seperti masa sekolah dulu.


“Ma-maaf ma.”


Gumam Cellyn, tak lama Liliana memanggil asisten rumah nya lalu meminta mereka mengajak Cellyn ikut membersihkan rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah lain nya membuat Cellyn sedikit terkejut, pasal nya ia belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah mengingat ia berasal dari keluarga cukup terpandang.


“Ta-tapi ma, Cellyn belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah.”


Protes Cellyn membuat Liana kesal lalu menarik rambut Cellyn yang bahkan masih basah lantaran belum mengeringkan rambut nya, Cellyn meringis kesakitan kala tangan mama mertua nya menarik rambut nya dengan sangat kasar.


“Itu sebab nya aku meminta mereka untuk mengajari mu, dasar bodoh!”


Sesampainya di dapur, jangan tanya bagaimana keadaan Cellyn, gadis itu menangis sejadi jadi nya lantaran ini pertama kali nya ia mendapatkan perlakuan buruk dari orang yang ia anggap sebagai malaikat, ingin melawan tapi Cellyn masih ingat dengan ajaran Gres saat dia di luar negeri.


“Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan, tahan semua nya jika itu belum menyangkut orang orang yang kau sayangi.”


Kata kata Gres yang selalu Cellyn ingat, gadis itu memilih untuk sabar, anggap saja semua ini bakalan untuk diri nya karena memang ialah yang memulai semua ini, sedangkan Inah hanya bisa menatap Cellyn dengan perasaan sedih melihat gadis itu yang hanya diam saja mendapat perlakuan kasar dari mertua nya.


“Non tidak apa apa kan?”


Cellyn menggeleng kan kepala nya mencoba untuk tersenyum meskipun bibir nya masih bergetar, Inah kemudian memeluk Cellyn dengan erat, entah berapa lama gadis itu bisa bertahan dengan sikap kasar majikan nya itu.

__ADS_1


“Ayo bik, ajarkan Cellyn mengerjakan pekerjaan rumah.”


Ucap Cellyn menyeka air mata nya, tak masalah anggap saja ia ingin belajar menjadi istri yang mandiri mengerjakan semua nya sendirian, melihat itu Inah tersenyum lalu segera mengajarkan Cellyn apa saja yang harus gadis itu lakukan.


Dari membersihkan rumah hingga memasak, semua Cellyn lakukan di hari itu, jangan tanya bagaimana lelah nya Cellyn, namun gadis itu tidak mengeluh sedikit pun, siang ini Kendra dan papa nya pulang hanya untuk makan siang, memang mereka terbiasa pulang jika waktu makan siang lantaran kantor nya yang tak terlalu jauh dari rumah.


Kendra masuk ke dalam kamar nya mencoba mencari Cellyn namun ia tak menemukan istri nya itu, tak ingin ambil pusing ia kemudian memilih segera turun untuk makan siang bersama keluarga nya namun kening nya berkerut kala melihat Cellyn yang baru saja keluar dari dapur membawa semangkuk sup ke meja makan.


Semua orang kini duduk di kursi masing masing, Cellyn yang juga sudah merasa kelaparan ikut duduk di samping Kendra namun baru saja akan duduk, suara Liliana sudah membuat Cellyn mengurung kan niat nya.


“Siapa yang menyuruh mu untuk makan bersama kami? Kau makan bersama asisten rumah di belakang.”


Cellyn melirik pada Kendra yang hanya diam dan menyantap makanan nya, lagi lagi ia harus menahan rasa sakit melihat Kendra yang benar benar tidak peduli pada nya, namun tak sampai di sana lagi lagi Avika berulah setelah menyantap sop buatan Cellyn.


“Cuih!!! Ini sop daging atau sop garam!!”


Sentak Avika membuat Cellyn terkejut, gadis itu mengigit bibir nya kala melihat Liliana juga ikut mencicipi sop buatan nya, untuk kedua kali nya Cellyn menutup mata mendengar suara melengking mama mertua nya.


“Cellyn! Kesini!”


Pekik Liliana membuat Cellyn segera menghampiri mertua nya, Liliana sontak menyuapi Cellyn sop dengan kasar, gadis itu sontak melepehkan semua yang masuk ke dalam mulut nya, memang bukan salah mertua dan adik ipar nya lantaran memang sop yang ia buat begitu asin.


“Enak? Habiskan sekarang juga!”


Sentak Liliana namun Cellyn seperti nya enggan untuk menuruti perintah mama mertua yang yang satu itu, hal itu tentu membuat Liliana semakin kesal lalu menarik kepala Cellyn memaksa gadis itu memakan sop asin itu, sedangkan Kendra memilih untuk segera pergi dari sana tanpa berniat membantu Cellyn sama sekali.

__ADS_1


Cellyn hanya bisa menangis setelah menghabiskan semangkuk sop asin dengan paksaan dari mama mertua nya, dan yang lebih menyakitkan Kendra tidak melakukan apapun kala mama dan adik nya menertawakan Cellyn.


__ADS_2