CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 22


__ADS_3

Malam pun tiba, Cellyn baru saja membersihkan diri dan juga pikiran nya di dala bathroom, hampir satu jam wanita itu berada di dalam kamar mandi mengeluarkan semua air mata nya, satu hari menjadi menantu di rumah ini saja begitu sulit bagaimana jika selama nya?


Cellyn menatap diri nya di cermin, kulit putih dan mulus nya berubah menjadi kering dalam sehari, bagaimana jika mommy nya melihat tampilan Cellyn saat ini? Bukan kah akan mengundang kecurigaan? Lantaran Yoonia benar benar mengenal Cellyn.


Tak lama terdengar suara pintu di buka membuat Cellyn menoleh, terlihat Kendra masuk menenteng tas kerja nya, dengan cepat Cellyn menghampiri suami nya dan meraih tas kerja dari tangan Kendra, Kendra kemudian merebahkan diri nya yang terasa sangat lelah.


“Kendra.”


Ucap Cellyn dan hanya di jawab deheman oleh Kendra tanpa berniat untuk menoleh pada istri nya itu, Cellyn kembali diam jujur ia ingin bertanya pada Kendra tapi bagaimana jika pertanyaan nya itu justru membuat Kendra marah pada nya? Namun jika tidak di tanyakan maka hati Cellyn tidak akan tenang.


“Kenapa hanya diam melihat mama mu memarahi ku?”


Tanya Cellyn pada Kendra berharap ada jawaban dari pria itu yang membuat nya bisa bertahan lebih lama di rumah itu, namun bukan jawaban yang menenangkan hati yang ia terima melainkan jawaban yang menambah luka di hati nya.


“Aku rasa kau sudah tahu apa tujuan ku menikahi mu, jadi jangan berharap lebih dari ku.”


Deg!


Rasa nya lebih sakit dari pada ucapan kasar dari mama mertua nya satu hari ini, lalu apa semua sikap manis yang Kendra berikan pada nya selama ini? Yang membuat Cellyn yakin jika pilihan orang tua nya benar benar tidak salah.


“Kau benar benar jahat Kendra!”


sentak Cellyn kini wajah nya sudah basah lantaran air mata nya yang tak henti nya mengalir, Kendra hanya mencebik melihat Cellyn yang seolah olah menjadi korban padahal ialah pelaku yang sebenarnya di sini.


“Ingat Cellyn, apa yang kau tabur itu yang akan kau tuai, maka rasakan lah balasan atas apa yang kau lakukan pada Avika.”


Kendra bangkit dari ranjang nya memilih untuk keluar dari kamar nya dari pada harus melihat Cellyn menangis karena jujur saja ia tidak tega melihat wanita itu menangis, terlebih di hadapan nya saat ini, namun baru saja membuka pintu kamar, sang mama sudah berada di depan pintu kamar nya.


“Ma, ada..”

__ADS_1


Ucapan Kendra terhenti kala melihat sang mama menempelkan jari di bibir nya mengisyaratkan pria itu agar diam, Liliana kemudian masuk ke dalam kamar Kendra menghampiri Cellyn yang terdiam di atas ranjang.


“Sayang, ini ponsel mu tadi ketinggalan di bawah, mommy mu menelpon ingin bicara pada mu.”


Ucap Lilian dengan suara yang begitu lembut, Cellyn yang bingung dengan sikap manis mama mertua nya kini mengerti jika semua itu terjadi karena mommy nya menelepon, Cellyn meraih ponsel nya hendak berbicara pada mommy nya namun Liliana terlebih dahulu mengancam nya.


“Tutup mulut mu jika tidak ingin semakin menderita di sini.”


Bisik Liliana membuat Cellyn mengangguk, gadis itu berusaha untuk bersikap biasa saja agar mommy nya tidak curiga pada nya, sedangkan Kendra memilih pergi dari sana lantaran tak ingin ikut campur dengan apa yang mama nya lakukan pada Cellyn.


“Halo mom.”


Sapa Cellyn pada mommy nya, gadis itu benar benar pandai berakting bahkan suara kini tidak terdengar serak sama sekali padahal seharian ini ia terus saja menangis, Liliana tersenyum melihat Cellyn yang menurut pada perintah nya.


“Hai sayang, bagaimana hari ini? Apa kau bahagia tinggal di rumah suami mu?”


Tanya Yoonia, Cellyn menoleh sekilas pada mama mertua nya yang menatap nya datar.


Setelah cukup lama berbicara akhir nya sambungan telepon dari mommy nya terputus, Liliana kembali merebut ponsel Cellyn untuk di simpan takut saja jika menantu nya itu berani mengadu pada orang tua nya.


“Bagus, menurut lah pada ku jika kau tidak ingin semakin menderita.”


Setelah mengatakan itu Liliana keluar meninggalkan Cellyn yang diam, tak lama kemudian Kendra kembali ke dalam kamar nya lalu mengunci kamar nya menatap Cellyn yang masih menggunakan kimono, pria itu melangkah menghampiri Cellyn.


“Buka penutup tubuh mu!”


Cellyn terdiam mendengar perintah Kendra, entah mengapa ia merasa hanya menjadi wanita pemuas nafsu suami nya saja, Kendra bahkan tidak peduli jika diri nya di hina dan disakiti tapi tentang hal ini Kendra tetap menginginkan mu ya dari Cellyn.


Cellyn menurut saja dan membuka kimono yang membungkus tubuh nya, Melihat tubuh polos Cellyn membuat Kendra benar benar tidak bisa menahan nya lalu melu mat bibir Cellyn dengan rakus meski wanita itu tidak membalas ciuman nya sama sekali.

__ADS_1


Kendra mendorong tubuh Cellyn di atas ranjang lalu menindih nya, baru saja akan melanjutkan aksi nya tiba tiba ia teringat sesuatu yang membuat nya menunda nya lalu berdiri dari atas tubuh Cellyn berjalan menuju laci yang berada di samping ranjang.


“Telan ini!”


Ucap Kendra memaksa Cellyn menelan kembali obat yang sama yang ia berikan kemarin malam, kini Cellyn sadar jika obat yang Kendra berikan adalah obat penunda kehamilan mengingat Kendra selalu memberikan nya sebelum mereka melakukan hubungan suami istri.


Hingga malam itu terlewati dengan adegan panas sepasang suami istri tanpa rasa bahagia sedikitpun, terutama Cellyn yang melakukan nya hanya karena sebuah kepasrahan saja, mungkin sudah takdir nya ia menjadi budak nafsu suami nya.


Berbeda dengan malam sebelum nya, malam ini Kendra melakukan nya sedikit lebih lembut kepada Cellyn, ya meskipun gadis itu tetap tidak bahagia tapi setidaknya ia tidak merasakan sakit seperti malam sebelum nya.


“Terima kasih.”


Ucap Kendra setelah menuntaskan hasratnya pada Cellyn, gadis itu hanya diam membelakangi Kendra yang kini mulai masuk ke alam mimpi nya, hingga pagi menyapa, Kendra sudah tidak ada di ranjang padahal ini masih sangat pagi.


Cellyn terbangun lantaran tak ingin kembali di siram oleh mamam mertua nya, wanita itu menatap ke samping dimana sudah kosong, Cellyn hanya menghela nafas lalu hendak berjalan ke kamar mandi namun kening nya berkerut kala mendengar suara aneh di atas ranjang.


“Amplop?”


Gumam Wanita itu seraya meraih sebuah amplop yang berada di samping nya, Cellyn membuka amplop itu membuat mata nya membulat melihat sejumlah uang dan sebuah surat di sana, dengan cepat ia membaca surat itu.


“Ini uang untuk mu, terima kasih karena sudah melayani ku untuk dua malam ini, uang nya sudah aku lebihkan untuk malam yang pertama.”


Deg!


“Apalagi ini? apa dia menganggap ku sebagai wanita bayaran?”


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys, Vote nya di tunggu😘


__ADS_2