CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 31


__ADS_3

Kini Cellyn sedang di tarik oleh Kendra masuk ke dalam kamar mereka, mempertanyakan semua yang terjadi, kenapa bisa pria itu yang mengantarnya pulang? Dan itu pria yang sama dengan yang ada di foto sebelum nya.


“Sekarang jelaskan dia siapa?”


Cellyn hanya bisa menutup kedua matanya kala mendengar suara bentakan dari Kendra, suara yang jauh lebih keras dari Minggu lalu, Cellyn yang tak kunjung menjawab tentu saja memancing kemarahan Kendra.


Prang!!!!


Semua alat make up Cellyn berceceran di lantai dan tentu itu karena Kendra, Cellyn hanya bisa menatap semua skincare nya yang sudah terpecah belah di lantai seraya menghela nafas, entah lah rasanya ia benar benar sudah sangat lelah berada di sana.


“Jelaskan Cellyn!!”


Lagi untuk kesekian kalinya Kendra berteriak membuat Cellyn akhirnya mengangkat kepala nya menatap datar pada Kendra, rasanya benar benar sudah sangat lelah untuk menghadapi Kendra dan keluarga nya itu.


“Dia pacar ku, kau puas?!!”


Plak!!!


Cellyn terjatuh di lantai kala mendapat sebuah tamparan dari Kendra dengan sangat keras, Cellyn menyentuh sudut bibir nya yang terasa perih, terlihat kini darah di jari nya membuat Cellyn sedikit terkejut.


Sedangkan Kendra kini menatap nya dengan perasaan sedikit menyesal telah menyakiti istrinya itu hingga mengeluarkan darah, namun emosinya juga tak terkontrol mendengar semua ucapan Cellyn yang membuat nya benar benar marah.

__ADS_1


Kendra diam lalu meninggalkan Cellyn tanpa mengucapkan sepatah kata pun, namun baru saja membuka pintu kamar nya, sang mama sudah berdiri di sana menatap nya dengan datar seraya menyerahkan ponsel milik Cellyn pada Kendra.


“Berikan pada istri mu.”


Bisik Liliana pada Kendra, Kendra pun menghela nafas lalu segera menghampiri Cellyn yang masih terduduk di lantai seraya menyerahkan ponsel milik Cellyn, tak lupa ia memberi isyarat pada Cellyn agar menutup mulut nya tentang apa yang baru saja terjadi.


“Halo mom?”


“Baiklah, Cellyn dan kak Kendra akan kesana.”


Ucap nya sebelum akhir nya ia menutup sambungan telepon dari sang mommy, Kendra menatap Cellyn seraya mengerutkan kening nya lantaran tak mendengar apa yang mertua nya sampaikak pada istri nya.


“Mommy meminta kita untuk kesana, ada acara tujuh bulanan kak Ariana.”


“Baiklah, bersiap siap lah.”


Ucap Kendra pada Cellyn lalu segera pergi dari sana, sedangkan Cellyn hanya menutup matanya seraya mengeluarkan cairan bening dari pelupuk mata nya, ya tuhan apa ini kesempatan untuk Cellyn agar bisa bebas dari rumah yang sudah seperti neraka ini? Cellyn membatin.


Sedangkan Kendra kini berada di bawah bersama mama nya dan Rachel juga Avika, Liliana tentu menanyakan apa yang Cellyn dan mommy nya bicarakan pada Kendra, dan Kendra pun mengatakan semua nya pada sang mama.


“Kau harus hati hati, jangan sampai wanita itu buka suara pada keluarga nya, karena sekarang dia sudah berani melawan.”

__ADS_1


Kendra mengangguk mendengar nasehat sang mama hingga tak lama Cellyn pun akhir nya keluar dari kamar nya, lalu ia dan Kendra segera berangkat menuju kediaman orang tua Cellyn untuk pertama kali nya setelah Cellyn menikah dengan Kendra.


Sepanjang perjalanan Cellyn hanya diam, begitupun dengan Kendra memang terasa aneh tapi Kendra memaklumi lantaran mereka baru saja bertengkar hebat, hingga akhir nya mobil yang mereka tumpangi kini memasuki gerbang rumah Cellyn.


“Mom, dad.”


Sapa Cellyn pada kedua orang tua nya, keluarga Cellyn pun menoleh pada Putri satu satu mereka dan segera memeluk Cellyn dengan sangat erat, jangan tanya bagaimana rindu nya mereka selama enam bulan tidak pernah bertemu lagi dengan putri kesayangan mereka.


“Bagaimana kabar mu?”


Cellyn mengangguk seraya tersenyum tipis lalu Kendra pun ikut menyapa kedua mertua nya dengan senyuman ramah nya, mereka kemudian segera memulai acara tujuh bulanan Ariana, terlihat wajah bahagia Cellyn lantaran bisa kembali bertemu dengan keluarga nya.


“Kau kapan menyusul?”


Bisik Ariana pada adik ipar nya itu, Cellyn hanya diam tanpa membalas godaan kakak ipar nya itu membuat Ariana sedikit bingung dengan sikap Cellyn, lalu tatapan nya tertuju pada sudut bibir Cellyn yang terlihat aneh, penasaran dengan hal itu, Ariana kemudian menyentuh nya membuat Cellyn meringis kesakitan.


“Sshhh, sakit kak.”


Ucap Cellyn membuat semua orang kini menoleh, Cellyn akhir nya sadar jika sejak tadi ia melamun membuat nya memilih pergi dari sana, sedangkan Ariana menatap adik ipar nya itu dengan curiga lalu menatap Kendra yang sedang menatap Cellyn.


Acara pun berlangsung dengan sangat lancar, hingga tak terasa hari sudah sangat gelap membuat keluarga Cellyn meminta Cellyn dan Kendra memilih untuk menginap, Kendra yang awalnya menolak akhir nya memilih untuk menerima tawaran mertua nya.

__ADS_1


“Pagi pagi sekali kita sudah harus pulang.”


Bisik Kendra membuat Cellyn mengangguk pasrah, sedangkan sejak tadi Ariana terus saja menatap pada Cellyn dan Kendra, entah mengapa ia merasa ada yang janggal diantara kedua nya, namun ia belum bisa menanyakan nya pada Cellyn lantaran masih banyak orang di sana.


__ADS_2