CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 70


__ADS_3

Sedangkan di kediaman orang tua Dellon, Cellyn saat ini merasa sangat gelisah, entah mengapa pikirannya terus saja tertuju pada Brandon, apa mungkin sesuatu akan terjadi nanti? Dengan cepat Cellyn membuang semua pikiran buruknya.


“Ada apa? Kenapa kau tidak fokus?”


Tanya Dellon menggenggam tangan Cellyn dengan lembut, wanita itu kemudian menatap Dellon seraya menggelengkan kepala nya, ia tak ingin jika apa yang ia pikirkan justru juga menjadi beban pada pria itu, cukup ia saja yang memikirkan hal yang bahkan belum tentu terjadi.


“Ini sudah sore, sebaiknya aku pulang.”


Ucap Cellyn sebenarnya hanya ingin menghindari tatapan dari Dellon yang benar benar yakin jika Cellyn tengah menyembunyikan sesuatu darinya, Dellon pun mengangguk lalu memanggil Brandon untuk segera berhenti bermain dan segera pulang, meskipun anak itu menolak namun akhirnya ia menurut begitu melihat kode mematikan dari mamanya.


“Kita berpisah lagi, kapan sebenarnya kita akan tinggal bersama? Daddy bilang jika sudah kesini kita akan tinggal bersama dan tidur bersama.”


Sungut Brandon yang merasa ditipu oleh mama dan daddynya, padahal ia sudah sangat berharap jika hal itu akan terjadi namun nyatanya mereka masih hidup secara terpisah, sedangkan Dellon kini menggendong tubuh Brandon lalu menatap anak itu dengan gemas.


“Dua minggu lagi semua itu akan terwujud, Brandon bisa menunggu kan?”


Anak itu akhirnya mengangguk meskipun ia tak begitu tahu kapan dua minggu itu, sedangkan Cellyn hanya tersenyum menatap interaksi kedua pria yang berbeda generasi itu, ia benar benar suka dengan cara Dellon menjelaskan sesuatu pada Brandon meskipun juga sering kesal lantaran pria itu selalu memanjakan Brandon.


Setibanya dikediaman orang tua Cellyn, Dellon memilih untuk segera pamit lantaran harus segera beristirahat, besok ia akan mulai bekerja di kantor papanya, dan ia tak ingin terlambat dijari pertama ia dikenalkan dengan karyawan kantor, setelah melihat Brandon masuk ke dalam rumah, kini giliran Cellyn namun tiba tiba tangannya di tarik oleh Dellon.


“Beri aku satu kecupan.”


Ucap pria itu mengetuk pipinya dengan jari telunjuknya, Cellyn hanya tersenyum malu lalu segera mengecup singkat pipi Dellon dan segera keluar dari mobil, jujur saja sebenarnya mereka sangat jarang bersentuhan seperti itu, itulah sebabnya Cellyn masih malu malu jika Dellon meminta kecupan singkat darinya.


“Dia memang sangat menggemaskan.”


Gumam Dellon menatap Cellyn yang berlari masuk ke dalam rumahnya dengan gemas, Dellon kemudian segera melajukan mobilnya menuju rumahnya, seperti apa yang ia ucapkan pada Cellyn, pria itu hanya ingin beristirahat untuk hari ini, setelah mengajak calon istri dan anaknya jalan jalan.

__ADS_1


.


.


.


Sedangkan di tempat lain Kendra kini tengah termenung menatap foto dirinya saat masih kecil, pria itu benar benar tak habis pikir bagaimana bisa anak itu sangat mirip dengannya? Bukan kah selama melakukan hubungan suami istri dengan Cellyn ia selalu memakai pengaman?


“Ayo berpikirlah Kendra, kapan terakhir kalinya kau melakukan itu dengan Cellyn.”


Gumam pria itu seraya mengetuk keningnya, hingga tak lama Kendra mengangkat kepalanya kala mengingat sesuatu, Ya hari dimana ia merasa cemburu ketika melihat Cellyn dengan Rain, dihari itu juga ia menyentuh Cellyn tanpa memakai pengaman, ia sangat yakin jika itu penyebab Cellyn hamil.


“Jadi ada kemungkinan anak itu adalah anakku? Dan ini kesempatanku untuk kembali bersama Cellyn.”


Ucapnya tersenyum bahagia, akhirnya ia menemukan kesempatan yang sangat besar agar ia dan Cellyn bisa kembali bersatu melalui anak itu, namun sebelum itu terjadi ia harus segera memastikannya terlebih dahulu dengan menemui Cellyn dan juga anak itu.


“Aku seorang ayah? Ya tuhan jadi aku benar benar menjadi seorang ayah?”


“Ma, pa! Akhirnya Kendra mengingat sesuatu yang membuat Kendra yakin jika anak itu adalah anak Kendra.”


Ucapnya begitu semangat membuat semua orang seidkit terkejut, Liliana segera menghampiri Kendra lalu menanyakan apa saja yang anaknya itu ingat agar bisa memastikan jika anak yang bersama Cellyn benar benar cucu mereka, sedangkan Pramudana tidak begitu peduli.


Bukan tidak suka hanya saja pria itu sudah terlanjur merasa malu dengan apa yang sudah terjadi pada mantan menantunya itu lalu dengan tidak tahu dirinya istri dan putranya justru mencari bukti tentang anak yang bersama Cellyn, rasanya benar benar tidak adil untuk wanita itu.


“terakhir kali kami berhubungan, Kendra lupa...”


“Hentikan Kendra!! Jangan mengusik kehidupan Cellyn lagi! Papa tau kau hanya ingin memanfaatkan anak itu agar bisa kembali dengan Cellyn!”

__ADS_1


Timpal Pramudana yang sudah muak melihat keegoisan anak dan istrinya, sedangkan Liliana kini menatap kesal pada suaminya lantaran membuat semangat Kendra memudar dengan kata kata yang keluar dari mulutnya itu.


“Pa! Kalau tidak bisa bantu setidaknya jangan mematahkan semangat Kendra! Dia hanya ingin kembali pada mantan istrinya dan anaknya, apa itu salah?!”


Sentak Liliana membuat Pramudana benar benar tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran yang ditempuh istrinya itu, bisa bisanya dia menanyakan itu salah satu tidak padahal jelas jelas semua yang terjadi sudah menjadi kesalahan.


“Tentu saja itu salah karena Cellyn sudah menemukan kebahagiaannya, dia sudah menemukan pria yang lebih baik dari Kendra, bukan kah kalian bilang Cellyn bersama seorang pria yang mengaku sebagai ayah anak itu?”


Jelas Pramudana dengan nafas memburu.


“Tapi belum tentu Cellyn bahagia pa, mungkin dia hanya ingin membuat Kendra cemburu dengan menerima pria itu, kita tahu bahwa Cellyn hanya mencintai Kendra.”


Brak!!!


Pramudana yang tak tahan dengan semua jawaban konyol istrinya pun melempar vas bunga kaca ke lantai hingga pecah berkeping-keping, entah harus bagaimana ia menjelaskan pada istrinya yang terlalu buta melihat kebahagiaan orang lain itu.


“Terserah kalian saja, yang jelas papa tidak ingin ikut campur dengan semua ini!”


Ucap Pramudana memilih pergi dari sana dari pada harus ikut ikutan menjadi tidak waras seperti istri dan putranya itu hanya agar Kendra kembali bahagia dia rela menghancurkan kebahagiaan orang lain, tak hanya Pramudana, Avik juga memilih pergi dari sana.


“Avika juga tidak mau ikut ikutan, Avika malu karena sudah bersikap buruk pada Cellyn lalu sekarang mengemis untuk memintanya kembali.”


Kini tinggal anak dan ibu itu disana, Liliana mencoba menenangkan dan menyemangati Kendra yang terlihat sedih dengan apa yang papanya ucapkan, apa mungkin Cellyn benar benar sudah melupakannya dan bahagia dengan pria itu?


“Bagaimana jika Cellyn memang sudah melupakan Kendra ma?”


Liliana terdiam, tak lama ia pun menggelengkan kepalanya seraya memeluk tubuh putranya dengan sangat erat.

__ADS_1


“Tidak mungkin Kendra, tiga tahun itu bukan waktu yang lama untuk bisa melupakan orang yang kita cintai, apalagi ada anak kalian bersamanya pasti dia semakin sulit untuk melupakanmu.”


Ucap Liliana membuat Kendra percaya jika Cellyn masih memiliki perasaan padanya sama seperti dirinya sekarang yang masih mencintai Cellyn meskipun telah menyakiti wanita itu berulang kali.


__ADS_2