CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 75


__ADS_3

Liliana hanya menatap datar pada Cellyn yang berada di hadapannya, Ya Cellyn lah yang datang keruangan dimana Kendra dirawat, lalu tak lama Brandon yang berada di belakang Cellyn kini menunjukkan batang hidungnya pada Liliana membuat Liliana terkejut.


“Brandon?”


Ucap Liliana menatap anak itu yang terlihat tersenyum tipis padanya, ia begitu mengingat wajah wanita itu dengan sangat baik, tak lama terlihat juga Dellon yang berada di belakang Cellyn dan Brandon hingga akhirnya Liliana mengajak semuanya untuk masuk terutama pada Brandon.


“Pa, dia orangnya.”


Ucap Liliana pada Pramudana seraya menunjuk Brandon pada suaminya itu, Pramudana seketika terdiam melihat wajah Brandon yang benar benar mirip dengan Kendra saat masih kecil, pantas saja Kendra begitu yakin jika itu adalah anaknya, ia pun sekarang sangat yakin dengan hal itu.


“Aku berubah pikiran, aku mengizinkan Brandon untuk menemui Kendra, tapi tolong jangan katakan apapun pada Brandon tentang masalah kita.”


Ucap Cellyn akhirnya membuat Liliana tersenyum seraya mengangguk, tak masalah Brandon belum mengetahui tentang mereka, yang terpenting mereka bisa dekat dengan anak itu dan juga Kendra, Liliana kemudian membawa Brandon untuk mendekat pada Kendra.


Brandon pun menurut dan mengikuti langkah Liliana hingga akhirnya ia melihat wajah Kendra yang ia anggap sebagai pembuat onar pada mama dan daddynya, sontak saja raut wajah anak itu berubah menjadi kesal begitu melihat Kendra, Brandon pun segera menjauh membuat semua orang merasa bingung.


“Ma, kenapa mama membawa Brandon pada om itu? Om itu sangat jahat dia memukul Daddy dan memarahi mama, Brandon tidak suka padanya, kita pulang saja!!”


Ucap Brandon membuat Liliana dan yang lainnya terkejut, jadi Brandon menganggap Kendra orang jahat? Cellyn pun segera mendekati Brandon lalu menasehati anak itu dengan sangat lembut agar tidak berbicara seperti sebelumnya tentang Kendra, namun Brandon justru semakin marah dan meminta untuk pulang.


“Tidak! Dia bukan orang baik! Brandon tidak mau bertemu dengannya! Brandon mau pulang! Pulang! Pulang!!!”


Pekik nya membuat Cellyn pun mau tak mau membawa Brandon pergi dari ruangan itu lantaran tak ingin membuat keributan, sedangkan Dellon kini meminta maaf pada keluarga Kendra atas sikap Brandon yang membuat keributan diruangan itu, setelah meminta maaf pria itu pun pamit menyusul Cellyn dan Brandon.


“Kenapa kau seperti ini Brandon? Kau tidak lihat om Kendra sedang sakit?!”


Brandon menangis begitu Cellyn memarahinya tak lama Dellon pun datang dan segera memeluk tubuh Brandon berusaha menenangkan anak itu, Brandon pun menurut dan segera diam hingga mereka akhirnya memilih untuk segera pulang saja, namun baru beberapa langkah tiba tiba terdengar suara yang memanggil nama Cellyn.


“Cellyn, tunggu!”

__ADS_1


Cellyn pun menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang, terlihat papa Kendra kini tengah berjalan menghampirinya, Pramudana menatap Cellyn dengan lekat lalu meminta izin pada wanita itu untuk memeluk Brandon beberapa menit, Cellyn pun mengangguk menyetujuinya.


“Brandon, boleh kakek memelukmu?”


Tanya Pramudana pada anak itu, Brandon kemudian menoleh pada sang Daddy, Dellon pun mengangguk membuat Brandon pun juga mengangguk pada Pramudana membuat Pramudana tersenyum lalu memeluk tubuh Brandon dengan sangat erat, sungguh rasanya begitu nyaman memeluk tubuh mungil itu.


“Terima kasih Cellyn, kau sudah mendidiknya dengan sangat baik, dia bahkan sangat tampan.”


Ucap Pramudana setelah melepaskan pelukannya dari tubuh Brandon, Cellyn pun mengangguk seraya tersenyum mereka kemudian pamit pulang lantaran Brandon yang kembali merengek ingin pulang saja, kini Pramudana hanya bisa menatap kepergian cucunya yang baru saja ia temui.


Pramudana menghela nafas panjang begitu tak lagi melihat punggung ketiga orang itu, ia kemudian berbalik menuju ruangan Kendra saat ini, namun baru saja melangkah tiba tiba Liliana keluar dari ruangan Kendra seraya berteriak memanggil dokter membuat Pramudana merasa khawatir dan menghampiri nya.


“Dokter!! Tolong anak saya dok dia tidak bisa bernafas!!"


Pekik Liliana hingga membuat dokter yang mendengar nya segera berlari menuju ruangan Kendra, semua keluarga diminta untuk keluar agar tidak menggangu konsentrasi dokter yang menangani Kendra, kini keluarga Kendra hanya bisa melihat Kendra dari balik kaca pintu.


“Kenapa bisa tiba tiba seperti ini?”


“Kondisinya semakin memburuk, sepertinya pasien harus dibawa kerumah sakit yang lebih besar, saya sarankan untuk membawanya ke luar negeri.”


Deg!


Liliana merosot ke lantai setelah mendengar ucapan dokter yang menangani Kendra, kenapa keadaannya justru memburuk setelah bertemu Brandon? Apa karena Brandon yang menolak untuk berdekatan dengan Kendra? Orang orang bilang orang yang sedang koma bisa mendengar apa yang terjadi disekitarnya, apa mungkin Kendra mendengar ucapan Brandon?


“Bagaimana ini pa?”


Tanya Liliana pada sang suami, Pramudana hanya diam menatap Kendra dari kejauhan, tak ada pilihan lain mereka memang harus menuruti apa yang dokter katakan, Pramudana kemudian memutuskan untuk membawa Kendra berobat keluar negeri yang kebetulan ia memiliki teman seorang dokter.


“Kita akan membawa Kendra ke singapura.”

__ADS_1


Ucap Pramudana yang mau tak mau harus disetujui oleh Liliana yang juga menginginkan kesembuhan untuk Kendra, mereka pun sepakat akan membawa Kendra ke negara itu dan akan kembali setelah putra mereka sembuh, dan berharap Kendra akan segera sembuh.


Sedangkan di tempat lain kini Cellyn dan Dellon baru saja tiba dirumah orang tua Cellyn, Brandon segera masuk ke dalam rumahnya mencari keberadaan Michelle dan Arga tentu saja untuk bermain bersama, sedangkan Cellyn hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Brandon yang begitu aktif.


“Dia terlihat baik baik saja, tapi kenapa disaat bertemu Kendra, dia bersikap memebrontak?”


Gumam Dellon yang bingung melihat perubahan sikap Brandon begitu cepat, padahal baru saja anak itu marah marah tidak jelas dan sekarang dia sudah bermain, sedangkan Cellyn hanya diam, tak ada alasan lain yang membuat Brandon membenci Kendra, lantaran kesan pertama Kendra padanya sangat buruk.


“Aku merasa tidak enak pada papa Pramudana, dia sangat baik padaku tapi Brandon bersikap seperti itu tadi.”


Gumam Cellyn seraya duduk di sofa, jujur saja orang satu satunya yang ia segani hanya Pramudana saja yang selama ini bersikap baik padanya bahkan terkadang membela dirinya jika sedang di pojokan oleh Liliana dan Avika, hingga tak lama ponsel Dellon berdering, dengan cepat pria itu mengangkatnya.


“Ke Singapura? Baiklah, terima kasih.”


Ucap Dellon seraya menutup telepon nya, sedangkan Cellyn kini menatap bingung pada Dellon yang baru saja menyebut nama satu negara, tentu saja hal itu membuat Cellyn bertanya tanya.


“Ada apa? Siapa yang akan ke Singapura?”


Tanya Cellyn seraya meraih gelas minuman yang baru saja asisten rumahnya bawa dari dapur, Dellon kemudian ikut duduk di samping Cellyn seraya ikut meraih gelas minuman itu.


“Kendra akan dibawa ke Singapura untuk pengobatannya.”


Deg!


“Uhuk uhuk! Singapura?”


Beo Cellyn, Dellon pun mengangguk dan meneguk minumannya begitupun dengan Cellyn yang kembali meminum minumannya, wanita itu hanya bingung kenapa tiba tiba dibawa ke luar negeri? Apa keadaan Kendra semakin memburuk? Tapi bagaimana bisa?


Dellon kemudian menggenggam tangan Cellyn dengan erat lantaran melihat wanita itu yang termenung setelah mengetahui kondisi Kendra, Cellyn kemudian menoleh pada Dellon lalu menyadarkan tubuhnya pada pundak pria itu, pundak ternyaman yang selama tiga tahun ini ia sayangi.

__ADS_1


Cellyn pun menutup kedua matanya demi menghilangkan semua rasa lelahnya hari ini, namun tiba tiba saja Dellon berbisik padanya yang membuat nya merasa sangat malu.


“kau semakin manja saja, rasanya aku semakin tidak sabar untuk segera menikahimu.”


__ADS_2