CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 82


__ADS_3

Akhirnya ketiga orang yang baru saja resmi menjadi sebuah keluarga kecil itu pun keluar dari kamar mereka, Dellon sedikit cemberut lantaran Brandon yang mengganggu keromantisannya dengan Cellyn dipagi pertama mereka, namun apa boleh buat lantaran Brandon juga memang sudah menginginkan kebersamaan mereka sejak dulu.


“Hati hati Brandon, kau bisa terjatuh.”


Ucap Dellon lembut menegur Brandon yang tengah berlari ke meja makan membuat semua orang kini menoleh pada Dellon dan Cellyn, wajah keduanya terlihat biasa saja bahkan Cellyn juga tidak keramas, sudah dipastikan tidak terjadi apapun pada mereka kemarin malam membuat Aaron ingin sekali menggoda adik iparnya itu.


“Hei wajah mu kusut sekali? Apa malam pertama kalian gagal?”


Tanya Aaron pada Dellon membuat pria itu melirik Cellyn, sedangkan Ariana kini menepuk pundak suaminya itu yang suka sekali mengganggu orang lain, dan yang lain hanya tertawa lantaran merasa lucu melihat raut wajah Dellon, tidak masalah lagi pula mereka sudah menyiapkan kamar pribadi untuk Brandon.


“Tidak masalah, kamar untuk Brandon sudah disiapkan jadi kalian bisa..”


Yoonia hanya bisa mengulum senyum menatap Putri dan menantunya, sedangkan Brandon yang berada di sana jelas saja merasa bingung dengan pembicaraan mereka yang tidak ia mengerti, namun satu yang ia pahami jika mereka ingin memindahkannya ke kamar yang lain, hal itu tentu saja membuat anak itu merasa kesal.


“Brandon tidak ingin pindah kamar, kenapa harus pindah kamar?”


Ucap anak itu membuat semua orang menoleh, mereka benar benar lupa jika ada Brandon disana, sontak saja Cellyn dan Dellon saling menatap terkejut, sedangkan Brandon kini menatap kesal pada semua orang seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


“Bukan kah sudah aku katakan kalau kau akan pindah ke kamar mu sendiri?”


Sahut Michelle yang semakin membuat Brandon merasa kesal, sedangkan semua orang kini menggelengkan kepala pada Michelle berharap anak itu tidak mencari keributan pada Brandon meskipun apa yang ia katakan benar namun mood Brandon benar benar buruk saat ini.


“Tapi kenapa harus begitu?”


“Karena mereka akan membuat adik untukmu, apa kau tidak ingin punya adik sama seperti ku?”


Timpal Michelle yang kembali memancing keributan, Brandon menoleh pada sang mama dan Daddy untuk menanyakan kebenarannya, semua orang hanya bisa diam dan terkejut ketika Brandon mengatakan ingin ikut dalam proses pembuatan adiknya.


“Kalau begitu Brandon ikut bantu bikin adiknya.”


Duarrr!!

__ADS_1


Sontak saja Aaron yang tengah meneguk minuman kini batuk batuk lalu tertawa keras, bisa bisanya anak itu mempunyai pikiran seperti itu, sedangkan Cellyn semakin pusing harus menjelaskan pertanyaan Brandon nantinya yang tidak akan ada habis habisnya.


“Anak kalian ini benar benar lucu!!”


Ucap Aaron di sela tawanya, hingga sarapan pagi mereka selesai, Brandon masih saja menunjukkan rasa kesalnya pada kedua orang tuanya, ia bahkan menklah bermain dengan Michelle lantaran gadis itu terus saja mengatakan hal yang sama yang membuatnya kesal.


“Apa tadi pagi saat mama mencium bibir Daddy itu artinya membuat adik?”


Uhuk! Uhuk!


Pertanyaan random apalagi ini? Kenapa bisa anak sekecil itu menanyakan hal sensitif seperti itu di hadapan semua orang membuat Cellyn melirik semua orang yang tengah menatap dirinya, bagaimana tidak? Jika kegiatan mereka pagi tadi dibongkar oleh anak mereka sendiri.


“Brandon!”


Sentak Cellyn kesal ingin sekali menghukum anak itu namun dengan cepat Dellon menahannya seraya menggelengkan kepala, bagaimana pun Brandon masih kecil tentu saja ia memiliki rasa penasaran jika melihat atau mendengar sesuatu.


.


.


.


“Apa dia istri ku? Tapi kenapa dia tidak ikut? Apa kamu sudah punya anak? Dia tidak ikut karena mengurus anak kami?”


Cecar Kendra menatap kedua orang tuanya, Liliana hanya bisa diam seraya melirik pada suaminya yang juga bingung harus mengatakan apa, mereka ingin sekali jujur namun dokter menyarankan mereka untuk tidak mengatakan hal yang mengejutkan Kendra.


Dan mereka tahu Kendra sangat mencintai Cellyn bahkan saat mengalami amnesia seperti ini pria itu terlihat lembut saat menanyakan Cellyn, bagaimana jika mereka mengatakan hal yang sebenarnya nanti membuat Kendra terkejut dan menanyakan alasannya, dan mereka tidak mungkin berbohong lantaran takut jika Kendra akan mencaritahu tentang Cellyn nanti ketika mereka sudah kembali ke negara kelahiran.


“Ma, pa? Dimana dia?”


Lagi Kendra bertanya hingga akhirnya membuat Liliana harus terpaksa berbohong pada Kendra lantaran tak ingin membuat kondisi Kendra semakin memburuk nantinya, ia terpaksa harus mengorbankan nama Cellyn.

__ADS_1


“I-iya sayang, dia tidak bisa menemanimu karena harus menjaga anak kalian.”


Ucap Liliana membuat Pramudana sontak saja terkejut, entah apa yang ada dipikiran istri nya itu hingga kembali menyeret Cellyn dalam masalah keluarga mereka yang mungkin akan mengganggu kehidupan pribadi Cellyn, lantaran yang Pramudana tahu jika Cellyn akan menikah dengan pria lain.


“Oiya? Kami sudah punya berapa anak ma?”


Tanau Kendra antusias, tidak seperti orang yang mengalami amnesia yang terkejut mengetahui kehidupan pribadinya, bahkan ada yang menolak percaya jika sudah menikah atau memiliki anak tapi Kendra justru terlihat bahagia mengetahui sudah menikah dan memiliki anak.


“Sa-satu, umurnya sudah hampir 4 tahun.”


Lagi Liliana berbohong membuat Pramudana tidak bisa menahannya dan memilih pergi dari sana, entahlah jika saja tidak ada Kendra mungkin Pramudana sudah akan memarahi Liliana yang lancang sekali membawa nama Cellyn.


“Aku ingin melihatnya ma, bisakah mama menghubunginya?”


Deg!


Kendra menatap sang mama yang terlihat panik, entah mengapa wanita itu terlihat begitu ketakutan setelah mendengar permintaannya hingga tak lama dokter pun masuk mengunjungi Kendra membuat Lilian bernafas lega lantaran kini Kendra tak lagi membahas tentang Cellyn.


Liliana pun keluar dari ruangan Kendra menemui sang suami yang kini tengah duduk di kursi tunggu, Pramudana menatap Liliana yang menghampirinya dengan kesal, Liliana yang mengerti kemarahan suaminya itu pun mendekat seraya mengucapkan maaf.


“maafkan aku karena sudah berbohong pada Kendra.”


Ucap Liliana namun tak dihiraukan oleh Pramudana, meminta maaf pada dirinya tidak akan mengubah apapun lantaran ini bukan tentang dirinya melainkan kehidupan orang lain yang sudah tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga mereka dan Liliana bisa bisanya membawa nama Cellyn kembali.


“Kenapa harus berbohong seperti itu?”


Tanya Pramudana kemudian, Liliana kemudian menjelaskan jika ia hanya tidak ingin kondisi Kendra memburuk begitu mengetahui jika pernikahan nya kandas dan dialah penyebabnya, entah bagaimana reaksi pria itu jika Liliana mengatakan hal yang sebenarnya.


“Tapi tidak dengan membawa orang lain dalam hal ini! Kau lupa jika Cellyn akan menikah dan punya kehidupan lain?”


Liliana diam tak menjawab, mau bagaimana lagi otaknya sudah tidak bisa berpikir ketika mendengar pertanyaan Kendra tentang Cellyn.

__ADS_1


“Berdo'a saja semoga Kendra sudah mengingat semuanya ketika kita kembali ke Indonesia.”


__ADS_2