
Kendra kini menatap bangunan bangunan tinggi yang berdiri di kota itu, dari dalam ruangannya pria itu menatap ke jendela dimana ia selalu menenangkan dirinya, lagi dan lagi Kendra tak pulang kerumahnya dan memilih menginap di kantornya padahal keluarganya selalu memintanya untuk pulang.
Sudah tiga tahun berlalu namun Kendra masih belum bisa melupakan Cellyn, pria itu kini hanya memfokuskan diri pada pekerjaan demi membuang Cellyn dari pikirannya, namun sia sia nyatanya bayangan wanita itu masih mengikutinya sampai saat ini, entah mengapa rasanya belum lega jika belum menemui wanita itu dan meminta maaf.
“Aku berharap ada keajaiban, semoga aku di pertemukan dengan Cellyn, aku hanya ingin meminta maaf pada wanita itu.”
Kendra membatin, pria itu kemudian kembali duduk di meja kerjanya dan berkutat dengan laptopnya setelah dirasa sudah puas untuk beristirahat, pria itu kembali menjadi pria yang dingin dan tidak peduli terhadap orang orang bahkan keluarganya sendiri.
Avika sering sekali menghubungi kakaknya itu memberitahu bagaimana keadaan mamanya yang sering sakit sakitan lantaran Kendra yang sangat jarang pulang, namun selama tiga tahun Kendra hanya pulang sekali saja untuk menjenguk mamanya, pria itu bahkan membeli apartemen sendiri untuk ia tinggali.
Sedangkan kini Liliana yang sudah cukup sehat pun memilih kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa, sama seperti Kendra saat ini ia juga tak ingin terus terusan menangisi takdir putranya dan menyalahkan diri sendiri, ia juga tak lagi memaksa Kendra untuk pulang lantaran ingin putranya itu menenangkan diri nya sendiri.
“Ma, mau kemana?”
Tanya Avika begitu melihat sang mama yang baru saja keluar dari kamarnya, Liliana mengehentikan langkahnya lalu menatap Avika yang tengah duduk santai disofa seraya menonton drama kesukaannya, entah mengapa rasanya sangat jenuh melihat kebiasaan Avik yang sangat berantakan.
“Ke toko kue, mama mau beli kue kesukaan kakakmu.”
Ucap Liliana hendak melanjutkan langkah nya namun ditahan oleh Avika yang ingin ikut pergi bersamanya, wanita itu sebenarnya juga merasa sangat bosan di dalam rumah dan hanya memilih menonton drama sambil memakan cemilan saja, Liliana pun mengangguk dan meminta Avika untuk segera bersiap siap.
Kedua wanita itu kemudian segera berangkat ke toko kue langganan keluarga mereka, disana menjual semua jenis kue bahkan kue kesukaan Kendra juga ada di sana, Liliana kemudian membeli kue yang akan ia kirimkan pada Kendra, berharap putranya itu merasa sedikit senang.
“Sudah ma?”
Tanya Avika yang sudah mulai bosan menunggu sang mama yang begitu lama padahal hanya membeli kue saja, Liliana mengangguk begitu sudah menerima kembalian dari kasir, mereka kemudian keluar dari toko itu, namun seorang anak kecil tiba tiba menabrak Liliana membuat kue yang Liliana beli terjatuh.
“Astaga, anak siapa ini??!!”
Ucap Avika kesal lantaran kue yang terjatuh mengenai kakinya, sedangkan Liliana sedikit menegur Avik lantaran berbicara sangat keras pada anak kecil yang terlihat sangat tampan itu, sedangkan Avika hanya bisa memutar bola matanya malas, rasanya ingin sekali ia mencubit anak nakal seperti itu.
__ADS_1
“Hei tidak perlu menangis, tidak masalah nenek bisa membeli yang baru.”
Ucap Liliana berlutut di hadapan anak kecil itu yang tengah menunduk ketakutan setelah melihat kue yang terjatuh di lantai, anak itu kemudian mengangkat wajah nya menatap Liliana, seketika mata Liliana membulat kala melihat wajah anak itu yang sangat mirip dengan Kendra saat masih kecil.
“Ya tuhan, dia seperti duplikat Kendra saat masih kecil, anak siapa ini? Apa dia anak Cellyn?”
Liliana membatin entah mengapa melihat anak itu tangan nya tergerak ingin menyentuh wajah nya namun terhalang lantaran seorang pria yang mendadak datang dari belakang anak itu membuat Liliana berpikir jika apa yang ia pikirkan salah, setelah mendengar anak itu memanggil pria itu dengan sebutan Daddy.
“Daddy maafkan Brandon, Brandon tidak sengaja menabrak nenek ini.”
Ya, anak itu adalah Brandon, dan pria itu adalah Dellon yang baru saja tiba di Indonesia, Brandon yang tidak sabaran pun memilih segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam toko kue tanpa menunggu Dellon terlebih dahulu, sedangkan Cellyn tengah tertidur pulas di dalam mobil.
“Maafkan anak saya Bu, saya akan mengganti kue nya.”
Ucap Dellon ramah pada Liliana, Liliana kemudian menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, tidak masalah lagi pula hanya kue dan ia juga bisa membeli kue itu lagi karena memang masih ada beberapa yang tersisa, sedangkan Avika kini menatap aneh pada Dellon entah mengapa ia merasa tak asing pada wajah pria itu.
Avika membatin, sedangkan Dellon juga merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Avika, terlebih karena ia tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini, dan berharap Avika tidak mengingat dirinya, Dellon kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya lalu menyerahkannya pada Liliana.
“Maaf tapi apa kita pernah bertemu?”
Tanya Avika pada Dellon, sontak saja Dellon menggelengkan kepalanya agar Avika tak lagi membahas hal itu, wanita itu terlihat hanya mengangguk tapi raut wajahnya menunjukkan jika ia masih belum percaya dengan jawaban yang Dellon berikan.
“Saya tinggal di London selama bertahun tahun bersama anak dan istri saya, rasanya tidak mungkin jika kita pernah bertemu, tapi mungkin saja jika kau pernah ke London.”
Ucap Dellon berusaha untuk tenang meskipun kini jantungnha berdegup kencang, Avika kemudian sedikit merubah raut wajahnya sepertinya ia percaya jika ia hanya salah orang saja.
Setelah mengganti rugi, Dellon kemudian segera membawa Brandon keluar dari toko kue itu takut saja jika Avika akan mengenalnya, sedangkan Liliana memilih untuk kembali memesan kue yang sama, dan Avika memilih keluar untuk mengikuti pria itu yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan setibanya di mobil, Dellon semakin panik kala melihat Cellyn yang membuka pintu mobil seperti ingin keluar, mungkin wanita itu terbangun dan tidak mendapati dirinya dan juga Brandon di dalam mobil dan memilih untuk menyusul mereka namun dengan cepat Dellon meminta Cellyn untuk kembali masuk.
__ADS_1
“Jangan keluar sayang.”
Ucap Dellon segera masuk ke dalam mobil membawa Brandon, sedangkan Cellyn hanya bisa kebingungan melihat tingkah aneh Dellon, yang tiba tiba meminta nya untuk segera masuk dan segera menutup pintu mobil dengan rapat, dan juga mereka tidak membawa kue apapun.
“Kenapa buru buru?”
Tanya Cellyn pada Dellon, sedangkan Dellon kini menatap luar jendela dimana kini Avika tengah berdiri di depan toko seraya menatap kearah mobilnya, sudah ia duga wanita itu mengikutinya karena merasa tidak asing dengan wajahnya, beruntung ia segera meminta Cellyn untuk masuk.
“Ada mama dan adiknya Kendra.”
Ucap Dellon membuat Cellyn membulatkan mata, bagaimana bisa mereka bertemu di hari mereka kembali ke Indonesia untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, Cellyn segera melirik keluar jendela, benar saja Avika sedang berdiri disana, lalu tatapan wanita itu tertuju pada Brandon.
“Mereka bertemu Brandon?”
Dellon mengangguk lalu menceritakan semua yang terjadi, Cellyn seidkit bernafas lega mendengar semua ucapan Dellon, setidaknya mereka sudah menghindar dari Liliana dan Avika, sedangkan kini Avika masih menatap mobil milik Dellon, dimana ia merasa melihat sosok yang tidak asing di dalam mobil.
“Kenapa aku merasa melihat Cellyn?”
Avika membatin lalu tak lama Liliana keluar dari toko kue dan menghampiri Avika yang terlihat tengah termenung.
“Ada apa? Apa yang kau lihat?”
Tanya Liliana pada putrinya itu.
“Aku merasa melihat Cellyn.”
Deg!
“Cellyn?!”
__ADS_1