
“Selamat datang tuan Dellon dan nyonya Cellyn, kami sudah menyiapkan gaun pernikahan sesuai dengan keinginan nyonya Cellyn.”
Ucap waniita pemilik butik mewah itu pada Cellyn dan Dellon yang baru saja tiba di sana, ya hari ini mereka fitting baju pengantin sesuai jadwal Dellon, lantaran pria itu yang sudah mulai bekerja di perusahaan papanya dan ia tidak mungkin menunda jadwalnya lantaran ia masih baru disana.
“Aku coba dulu.”
Ucap Cellyn pada Dellon, pria itu mengangguk lalu duduk di sofa yang sudah disediakan, sesambil menunggu Cellyn keluar pria itu pun memainkan ponselnya mengecek email dari asistennya, tak lama kemudian terdengar suara Cellyn yang baru saja keluar dari ruang ganti, sontak saja Dellon menoleh, namun pria itu dibuat tak berkedip melihat penampilan Cellyn yang begitu cantik.
“Bagaimana?”
Tanya Cellyn namun tak juga dijawab oleh Dellon pasalnya pria itu masih tidak sadar jika tengah menatap lekat calon istrinya itu lantaran begitu terpesona melihat kecantikan Cellyn, padahal wanita itu hanya mengganti pakaian saja dan belum di rias tapi kecantikannya sudah terlihat.
“Dellon! Aku bertanya! Apa aku terlihat jelek?”
Dellon tersentak, sontak saja pria itu menggelengkan kepalanya, jelek apanya padahal Dellon jelas jelas terpesona padanya kenapa justru mengira dirinya terlihat jelek? Cellyn kemudian tersenyum lalu kembali keruangan ganti, sedangkan Dellon kini tengah mengangkat telepon nya yang berdering.
“sekarang? Bagaimana mungkin?!”
Sentak Dellon pada asisten nya yang tiba tiba saja mengabari jika klien Dellon tiba tiba memutuskan untuk bertemu hari ini lantaran akan pergi keluar negeri, mendengar hal itu tentu saja Dellon merasa terkejut sekaligus kesal juga, pasalnya ia tengah menemani Cellyn, Cellyn yang baru saja keluar dari ruangam ganti pun mengerutkan kening nya menatap Dellon.
“Ada apa?”
Tanya Cellyn pada Dellon, Dellon pun segera mematikan sambungan telepon nya lalu menjelaskan apa yang terjadi saat ini, tentu saja Dellon tengah bingung lantaran ia juga harus mengantar Cellyn pulang sedangkan kliennya sudah menunggu, melihat hal itu Cellyn pun memutuskan untuk membiarkan Dellon pulang sedangkan dirinya akan bisa pulang dengan taksi.
“Tidak apa apa, kau pergilah ke kantor, aku akan pulang naik taksi.”
__ADS_1
Ucap Cellyn lembut pada Dellon namun pria itu menggelengkan kepala nya menolak apa yang Cellyn sarankan, mana mungkin ia akan membiarkan calon istrinya itu untuk pulang sendirian meskipun naik taksi, namun Cellyn benar benar memaksa Dellon untuk segera pergi ke kantor dengan alasan ia masih ingin melihat pakaian dibutik itu.
“Berangkatlah sekarang, lagi pula aku masih ingin melihat baju baju disini, seperti nya menarik.”
Ucap Cellyn akhirnya membuat Dellon mau tak mau menurut dan memilih untuk berangkat ke kantor sekarang juga sedangkan Cellyn berpura pura memilih pakaian disana, hingga setelah mobil Dellon menghilang dari penglihatannya akhirnya wanita itu bernafas lega.
“Apa susahnya tinggal pergi? Padahal aku bukan anak kecil lagi yang harus ditakutkan untuk pulang sendirian.”
Ketus Cellyn yang menganggap Dellon terlalu berlebihan dalam memperlakukan nya, ia tak tahu saja jika ia di anggap sebagai wanita beruntung lantaran memiliki pria seperti Dellon, bahkan banyak wanita yang menginginkan posisi sepertinya, Cellyn kemudian kembali memilih pakaian disana lalu membeli beberapa yang sesuai dengan tubuhnya.
“Terima kasih.”
Ucap Cellyn setelah membayar pakaiannya, ralat bukan dirinya melainkan Kendra yang sudah membayar apa saja yang akan Cellyn beli disana, Cellyn pun juga merasa terkejut ketika mendengar Kendra sudah mengirim sejumlah uang untuk belanjaan Cellyn hari ini, setelah selesai wanita itu pun keluar dari butik itu.
Sontak saja keningnya berkerut kala melihat sosok yang tak asing di hadapannya, ya itu adalah wanita yang ia temui di restoran kemarin yang membuat makan siangnya dengan Dellon dan Brandon berantakan, Clara, wanita itu kini tengah menatap tajam pada Cellyn lalu menatap semua paper bag milik wanita itu.
“Kita bertemu lagi?”
Ucap Clara namun tak digubris oleh Cellyn dan memilih untuk pergi saja dari sana dari pada harus berhadapan dengan wanita itu yang hanya akan menghina nya dan menjelek jelekkan dirinya, namun lagi lagi wanita itu berbicara membuat Cellyn menghentikan langkahnya.
“Kenapa pergi dengan begitu cepat? Kau malu bertemu denganku? Memang sudah sepantasnya kau merasa seperti itu karena kita sangat berbeda, kau hanya seorang janda sedangkan aku? Aku masih gadis dan yang pantas menjadi istri Dellon itu aku bukan kau!”
Cellyn membalikkan tubuhnya lalu menatap rendah pada Clara, apa dia pikiran Cellyn tidak tahu yang terjadi pada dirinya dan Dellon dulu? Kini giliran Cellyn yang menatap Clara dengan senyum miringnya, membuat wanita itu merasa kesal melihat raut wajah Cellyn saat ini.
“Oh ya? Benarkah kau yang lebih pantas menjadi istri Dellon? Tapi kenapa Dellon justru memilihku? Padahal kemarin dia sudah bertemu dengan mu, apa karena kau bukan wanita baik baik? Oh iya aku baru ingat jika Dellon pernah memergokimu bersama pria lain di sebuah hotel, jadi sekarang yang rendahan itu kau atau aku?”
__ADS_1
Ucap Cellyn tersenyum sinis menatap Clara yang saat ini tentu saja merasa sangat kesal padanya, Clara kini mendekati Cellyn hendak menampar wanita itu namun dengan cepat Cellyn menahan tangan Clara lalu menampar wanita itu.
Plak!
“Awh!!”
Ringis Clara memegangi pipinya yang baru saja merasakan panas nya tamparan Cellyn, seketika Clara teringat jika Rachel pernah mengatakan Cellyn dulu membully adik Kendra semasa sekolah, dan sepertinya itu memang benar setelah merasakan tamparan dari Cellyn.
“Apa kau ingin bermain fisik denganku?”
Clara terdiam seraya mengigit bibirnya, tentu saja ia juga merasa takut saat ini melihat Cellyn yang terlihat sangat berbeda, tiba tiba beberapa pekerja butik disana datang melerai Cellyn dan Clara membuat Clara bernafas lega, beruntung mereka datang disaat yang tepat.
“Kau beruntung karena ini tempat umum!”
Ucap Clara sebelum akhirnya ia masuk kedalam butik, sedangkan Cellyn hanya memutar bola matanya malas, padahal ia jelas melihat ketakutan di mata wanita itu namun ia justru bersikap seolah olah Cellyn lah yang takut padanya.
“Kenapa lihat lihat?!”
Sentak Clara pada orang orang di sana, semua orang hanya diam menunduk mendengar lantang Clara, sedangkan wanita itu kini merapikan diri nya yang terlihat sedikit acakan, Clara pun segera memilih milih pakaian disana dan membeli beberapa pakaian yang ia sukai.
“Nyonya Cellyn benar benar beruntung mendapatkan tuan Dellon, tuan Dellon benar benar memperlakukannya seperti seorang ratu, melihat tatapan cinta tuan Dellon pada nyonya Cellyn benar benar membuat ku merasa iri.”
Bisik bisik orang orang disana yang sedang membicarakan Dellon dan Cellyn, entah sengaja atau tidak yang jelas Clara kini benar benar kepanasan mendengar semua cerita mereka, dengan cepat wanita itu keluar dari sana dengan perasaan kesal.
“Arghhh!!!! Cellyn sialan!!!”
__ADS_1