CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 53


__ADS_3

Hari ini orang tua Cellyn akan tiba dirumahnya, Cellyn yang sedang merasa bahagia sekaligus khawatir itu tentu saja tidak fokus dengan apapun, bagaimana tidak? Jika Dellon benar benar serius dengan ucapannya yang ingin bertemu dengan kedua orangtuanya.


Bel berbunyi membuat Cellyn segera membukakan pintu lantaran Berryn saat ini sedang mempersiapkan makanan untuk kedua orang tuanya nanti, dengan mulut yang mengomel Cellyn berjalan menuju pintu, sudah dapat dipastikan jika yang datang adalah Dellon.


“Kenapa tidak langsung...”


Cellyn membulatkan mata kala melihat yang datang bukan Dellon melainkan kedua orangtuanya, tapi bagaimana bisa? Mereka bilang masih di bandara lima menit yang lalu dan bagaimana bisa mereka tiba tiba sudah berada di rumahnya?


“Surprise!!”


Pekik Agus dan Yoonia pada putri mereka, tak lama dari belakang tubuh Yoonia seorang pangeran kecil juga ikut ikutan mengucapkan kata kejutan pada kakaknya itu membuat Cellyn tersenyum gemas pada adiknya yang tampan itu.


“Kalian sudah datang? Bagaimana bisa?”


Tanya Cellyn lalu segera mengajak kedua orang tuanya dan juga adik kecilnya itu untuk masuk, tak lama Berryn juga keluar dari dapur untuk menemui orang tua majikannya itu, dengan sopan Berryn berjabat tangan dengan kedua orang tua Cellyn.


“Dia Berryn, dia yang bekerja disini atas perintah dari nenek Erlin.”


Ucap Cellyn yang memang sudah sangat sering membahas tentang nenek Erlin yang begitu baik dan perhatian padanya, padahal ia hanyalah sahabat dari cucu wanita tua itu namun ia bersikap seolah-olah Cellyn adalah cucunya sendiri, tentu saja kedua orang tua Cellyn juga merasa bersyukur lantaran putri mereka di pertemukan dengan orang baik.


“Hai aunty cantik.”


Ucap Arga yang benar benar tidak bisa melihat seorang wanita, maka ia akan bersikap manis, entah menurun dari kelakuan siapa yang jelas Agus selalu mengelak jika Yoonia mencurigai dirinya lah yang mengajar Arga seperti itu.


“Astaga, adik kecilku ini centil sekali!”


Gumam Cellyn seraya terkekeh, jujur saja ia hanya sering mendengar keluhan dari mommynya tentang kelakuan Arga tapi hari ini ia melihat sendiri bagaimana Arga menggoda wanita wanita yang ia temui, dan tentu hal itu membuat Cellyn sedikit terkejut.


Berryn hanya tersenyum seraya mencubit gemas dagus Arga yang memang sangat tampan itu, mungkin jika Arga sudah dewasa akan banyak di dekati oleh wanita atau mungkin dialah yang akan mendekati banyak wanita, secara jiwa jiwa fakeboy nya memang sudah terlihat.

__ADS_1


“Bagaimana dengan cucu mommy? Apa dia baik baik saja, wah perutmu sudah mulai terlihat.”


Gumam Yoonia mengusap perut Cellyn yang sedikit membuncit, Cellyn tersenyum manis seraya mengangguk, ia baru saja memeriksa kandungannya bersama Dellon dan dokter bilang semuanya sangat baik, Cellyn hanya perlu menjaga pola makannya saja.


Mereka kemudian kembali mengobrol tentang kehidupan Cellyn disana dan juga kehidupan orangtuanya di negara tanah air, namun saat sedang asik mengobrol tiba tiba saja kehadiran seseorang membuat Cellyn kini merasa tegang, Ya Dellon benar benar datang menunjukkan wajahnya.


“Maaf mengganggu, apa aku boleh masuk?”


Yoonia melirik pada Cellyn dengan wajah bingung begitupun dengan Agus yang terlihat sedikit merubah raut wajahnya ketika melihat Dellon disana, sedangkan Cellyn hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti nya, Yoonia kemudian mengizinkan Dellon masuk lantaran tak ada yang menjawab.


“Masuk saja nak.”


Ucap Yoonia membuat Dellon tanpa ragu masuk dan duduk di hadapan Agus yang kini menatapnya dengan datar, entah apa yang ada dipikiran pria itu saat ini, tak ada yang bisa menebak lantaran raut wajahnya memang sangat sulit untuk diartikan.


“Mom, dad, Cellyn harap kalian masih ingat dengan Dellon.”


Yoonia mengangguk seraya tersenyum, tentu ia ingat dengan pria yang sempat membantu putri nya keluar dari keterpurukan disakiti oleh pria yang bahkan mereka sendiri tidak tahu siapa orangnya, sedangkan Agus masih tetap diam menatap Dellon.


Cellyn mengehentikan ucapannya kala menyadari jika ia terlalu banyak bicara, bahkan tanpa sadar ia memberitahu kedua orangtuanya jika Dellon juga tahu tentang kondisi nya saat ini, tentu saja saat ini ia mendapat tatapan terkejut dari kedua orang tuanya.


“Jadi Dellon...?”


Dellon mengangguk pada Yoonia, sedangkan Cellyn kini hanya bisa menunduk setelah apa yang ia katakan, salahnya memang karena terlalu banyak bicara dan memuji Dellon agar daddynya bisa merubah pandangan nya terhadap Dellon.


“Iya tante, Dellon tau semuanya, dan Dellon juga menerima keadaan Cellyn sampai kapanpun.”


Ucapnya membuat semua orang berpikir keras, menerima apa maksudnya? Jangankan kedua orang tua Cellyn, bahkan Cellyn sendiri tidak mengerti dengan apa yang Dellon katakan, Sedangkan Dellon kini menaeik nafas panjang, ia memang sudah memikirkan tentang hal ini bahkan ia juga sudah berdiskusi dengan neneknya.


“Dellon ingin menjadi ayah dari bayi yang Cellyn kandung.”

__ADS_1


Deg!


.


.


.


Sedangkan di kantor kini Kendra benar benar dilema, entah mengapa sejak tadi ia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya, hatinya benar benar tidak tenang sejak tadi, pikirannya benar benar tidak bisa lepas dari Cellyn yang bahkan tidak pernah terdengar lagi kabarnya.


“Ya tuhan, kapan wanita itu akan hilang dari pikiran ku? Apa aku harus membenturkan kepala ku ke tembok supaya hilang ingatan?”


Pria itu kesal sendiri bahkan sampai membuat karyawan yang akan masuk keruangannya memilih untuk mengurungkan niatnya, bos nya itu memang sedang tidak baik baik saja belakangan ini bahkan mereka yang terkena imbasnya.


“Pak Kendra menjadi sangat pemarah setelah pernikahan keduanya, apa istri keduanya itu selalu membebankan dirinya?”


“Kau benar, berbeda sekali saat ia menikah dengan istri pertamanya, ia justru selalu ingin pulang cepat meskipun dia tidak bilang ingin menemui istrinya.”


Bisik bisik dari pada karyawan mulai terdengar, mereka yang sudah sangat kesal dengan bos mereka tentu saja membuka mulut untuk mencari bahan gosipan hingga tanpa mereka sadari, istri orang yang mereka bicarakan ada di dibelakang mereka.


“Bicara apa kalian? Saya beban suami saya begitu?!”


Sentak Rachel yang tentu saja kesal lantaran dirinya di banding bandingkan dengan mantan istri suaminya, tak dirumah tak di kantor suaminya tetap saja ia selalu dibandingkan dengan Cellyn, hal itu benar benar membuat Rachel muak.


Sedangkan para karyawan itu hanya bisa menunduk dan meminta maaf, Rachel yang tak ingin berlama lama disana pun memilih segera masuk kedalam ruangan Kendra, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Rachel masuk membuat Kendra yang memang sudah pusing pun berteriak kesal.


“Tidak bisakah kalian mengetuk pintu terlebih dahulu?!!”


Sentak Kendra membuat Rachel terkejut, entah apa yang terjadi pada pria itu yang jelas Rachel sudah benar benar muak lantaran Kendra selalu marah marah dan menghindarinya, namun ia juga tak ingin melepas apa yang sudah ia dapatkan dengan susah payah.

__ADS_1


“Kendra!!”


__ADS_2