CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 29


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan begitu cepat, tanpa terasa kini sudah lebih dari seminggu Rachel tinggal di rumah kedua orang tua Kendra, jangan tanya apa saja yang sudah Rachel dan Liliana rencanakan untuk memisahkan Kendra dan Cellyn.


Seperti hari ini saat Kendra akan berangkat kerja, Cellyn kalah lebih cepat dari wanita itu yang ternyata sudah lebih dulu mengantar Kendra hingga ke depan pintu membuat Cellyn benar benar sangat kesal, tak hanya pad Rachel melainkan pada Kendra yang justru terima terima saja di perlakukan seperti seorang suami oleh Rachel.


“Kendra! Sebenarnya istri mu itu aku atau dia?!”


Sentak Cellyn pada Kendra membuat pria yang baru saja akan memasuki mobil nya menoleh dan menghampiri Cellyn yang memang belakangan ini benar benar sangat berani pada nya dan juga keluarga nya, entah keberanian dari mana yang jelas Kendra merasa jika wanita itu berubah.


“Kau saja yang terlalu lama hingga Rachel yang mengantarku, seharusnya kau yang sadar diri Cellyn!”


Ucap Kendra lalu segera meninggalkan Cellyn yang kini mengepalkan kedua tangan nya menatap tajam pada pria itu dan kini beralih pada Rachel yang menatap nya seraya tersenyum sinis, tentu saja wanita itu sedang mengejek nya karena Kendra justru membela wanita lain.


“Ck, kasihan sekali, masih mau bertahan?”


Ucap Rachel membuat Cellyn segera beranjak dari sana, tak ingin jika kembali berdebat dan akhir nya ia yang akan di salahkan, Rachel hanya mendengus kesal lantaran Cellyn tak menghiraukan ucapan nya, namun ia juga merasa puas lantaran Kendra membela nya, tak sia sia ia bertahan dirumah itu.


Hari kini sudah mulai siang, Rachel kini terlihat sedang memasukkan makanan yang ia masak ke dalam tempat bekal yang akan ia bawa ke kantor Kendra, ya wanita itu semakin tidak tahu diri dan bersikap seolah olah istri Kendra, melihat itu tentu Cellyn tidak terima dan juga berinisiatif untuk membawa makanan ke kantor suami nya.


Namun sayang ia kalah cepat dari Rachel lantaran wanita itu sudah akan berangkat sedangkan ia harus menyiapkan nya terlebih dahulu, tak masalah yang terpenting ia tidak akan membiarkan Rachel dan Kendra berduaan saja di sana.


“Kau juga ingin mengantarkan makanan untuk Kendra rupanya, lihat saja akan ku buat kau menangis nanti.”


Rachel membatin kala menyadari Cellyn juga menyiapkan bekal untuk Kendra, dengan cepat ia melakukan mobilnya menuju kantor Kendra, sedangkan Cellyn sibuk menyiapkan makanan untuk Kendra.


Sesampainya di kantor Kendra, Rachel pun segera masuk ke dalam ruangan pria itu, kebetulan sekali Kendra baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dan memang akan makan siang lantaran memang sudah waktu nya, langkah pria itu terhenti kala melihat sahabat masa kecil nya yang berada di ruangan nya.


“Rachel? Kau ke sini lagi?”

__ADS_1


Tanya Kendra, menatap Rachel yang menenteng makanan, ya ini bukan pertama kali nya wanita itu datang ke kantor Kendra, karena sebelum nya wanita itu sudah pernah kesana, Kendra mengerti jika Rachel sedang membawa makanan untuk nya pun memilih duduk di sofa.


“Dari Cellyn lagi?”


Tanya Kendra dan di balas anggukan kepala oleh Rachel, ya wanita itu berbohong mengatakan jika itu dari Cellyn agar Kendra tidak merasa jika Rachel sedang mencari perhatian untuk nya, dan bodoh nya Kendra justru tidak curiga sedikitpun padahal ia selalu melihat kedua wanita itu bertengkar.


“Ayo makan.”


Ucap Rachel lalu segera membuka makanan yang ia bawa dan menghidangkan nya pada Kendra, Kendra dengan lahap memakan semua nya hingga habis tak bersisa, Setelah selesai, Rachel kemudian membersihkan kembali semua nya, namun saat berdiri kaki nya terpeleset hingga ia terjatuh di pangkuan Kendra.


Kedua nya saling menatap lalu tak lama terdengar suara pintu dibuka membuat Rachel yakin jika itu adalah Cellyn, Rachel tentu saja tidak ingin melewati kesempatan itu dan segera memiringkan kepalanya mendekati wajah Kendra.


Ceklek!


“Apa apaan ini?!”


“Awhh!!”


Ringis nya memegangi b*kong nya yang terasa sakit, mendengar itu Kendra kembali membantu Rachel namun Rachel dengan sengaja berpura-pura terjatuh hingga kedua nya kini terjatuh di sofa, Cellyn yang melihat itu pun segera menghampiri Rachel dan menarik kasar wanita itu dari atas tubuh suami nya.


“Menjauh dari suami ku!”


Lagi lagi wanita itu harus terjatuh dan meringis kesakitan membuat Kendra kembali membantu nya dan tentu tak lupa ia menyentak Cellyn yang di anggap tidak sopan dan kasar pada Rachel, padahal ia jelas tahu apa alasan Cellyn melakukan itu pada Rachel.


“Cellyn! Jangan kasar pada Rachel!”


Sentak Kendra, mendengar itu Cellyn benar benar tidak tahan dan memilih untuk pergi dari sana sedangkan Kendra tak mengejar wanita itu lantaran mengira jika Cellyn mungkin akan pulang dan mengunci diri di dalam kamar dan memilih membantu Rachel terlebih dahulu.

__ADS_1


Sedangkan Cellyn saat ini tengah berada di tepi jalan, memilih untuk jalan kaki saja lantaran ia belum ingin pulang kerumah yang terasa seperti di neraka itu, sepanjang perjalanan wanita itu hanya menangis lalu memilih duduk di sebuah kursi yang berada di bawah pohon.


“Ya tuhan rasanya sakit sekali, apa aku menyerah saja?”


Cellyn membatin, entah lah rasanya ingin sekali menyerah tapi terkadang hati nya menolak mengingat ia sudah sampai di titik ini, dan jika ia menyerah sekarang rasanya semua perjuangan nya hanya sia sia saja.


Tak lama kemudian seseorang memberikan sapu tangan pada Cellyn membuat wanita itu menoleh pada pria yang tengah berdiri di hadapannya, Cellyn mengerutkan kening kala merasa pria itu tak asing.


“Kau? Bukan kah kau pria yang ada di toko bunga saat itu?”


Pria itu hanya diam menatap datar pada Cellyn lalu kembali menawarkan sapu tangan itu pada Cellyn membuat wanita itu segera meraihnya lalu menyeka air mata nya menggunakan sapu tangan pemberian pria itu.


“Kenapa kau melakukan itu padaku? Siapa yang menyuruh mu? Apa mama Liana dan Rachel?”


Cecar Cellyn membuat pria itu mengerutkan kening nya tak mengerti dengan apa yang Cellyn maksud kan.


“Mama Liliana? Rachel? siapa mereka?”


Cellyn yang kesal lantaran mengira pria itu berpura pura tidak tahu kemudian hendak berdiri di hadapan pria itu namun justru tubuh nya tidak seimbang dan hampir terjatuh jika saja pria itu tidak menangkap tubuh nya.


“Ya Tuhan, apa aku ditakdirkan untuk selalu menangkap tubuh mu?”


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya buat Author ya 🥰


__ADS_2