CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 62


__ADS_3

Kini Rachel sendirian di ruangan itu setelah Kendra dan Liliana meninggalkannya dan meminta wanita itu untuk segera pergi dari rumah itu, Kendra juga mengatakan akan menceraikan Rachel secepatnya lantaran tak Sudi menerima wanita yang sudah mengkhianati nya.


Kendra kini tengah berada di dalam kamarnya mengeluarkan semua pakaian Rachel dan memasukkannya ke dalam koper wanita itu, entahlah rasanya benar benar tertipu padahal ia sedang berusaha membuka hatinya untuk Rachel meskipun masih sangat sulit karena belum bisa melupakan Cellyn.


Sedangkan Liliana kini menatap Kendra dari pintu, entah mengapa ada perasaan sedih yang menerpa hatinya saat ini, setelah berpisah dari Cellyn tak ada sedikitpun kebahagiaan di dalam rumahnya khususnya dalam kehidupan putranya itu, Liliana tentu saja merasa bersalah atas semua yang menimpa Kendra.


“Maafkan mama Ken, ini semua salah mama yang terlalu egois padamu.”


Liliana membatin menatap Kendra, tanpa ia sadari air matanya jatuh, wanita itu segera menyekanya lalu menghampiri Kendra tentu untuk membantu Kendra memasukkan semua pakaian Rachel kedalam koper dan meminta wanita itu untuk segera pergi dari rumahnya, tak peduli bagaimana hubungan ia dan keluarga Rachel setelah ini yang terpenting ia tidak ingin melihat wajah wanita itu lagi di dalam keluarganya.


“Ken..”


Ucap Liliana membuat Kendra kini menoleh pada sang mama, Kendra kemudian membalikkan tubuhnya menatap sang mama yang terlihat sedih, entah lah mungkin mamanya masih merasa tidak menyangka jika Rachel bisa membohongi keluarga mereka yang bahkan sudah berubah hanya karena mengetahui ia sedang hamil.


“Tidak perlu bersedih ma, meskipun sakit tapi setidaknya kita tahu yang sebenarnya.”


Ucap Kendra membuat Liliana semakin merasa bersalah, Kendra bahkan tidak menyalahkan Liliana saat ini padahal jelas semua masalah berawal sang mama, jika saja mamanya tidak egois memisahkan ia dan Cellyn dan melupakan semua masalalu Cellyn dan Avika mungkin mereka sudah hidup bahagia saat ini.


“Maafkan mama, ini semua salah mama Ken, jika tidak mungkin kau sudah bahagia dengan Cellyn.”


Deg!


Kendra mematung kala mendengar nama Cellyn, entah mengapa ia masih sangat berdebar ketika mendengar nama wanita yang sudah seminggu ini tidak pernah terlihat di media sosial Dellon, entah apa yang terjadi sebenarnya, Kendra kemudian mencengkram kedua bahu Liliana seraya menggelengkan kepalanya.


“Tidak ma, ini semua salah Kendra, Kendra yang tidak bisa tegas sebagai seorang pria, Kendra yang tidak bisa melindungi istri Kendra dan justru menyakitinya.”


Ucap Kendra, Liliana kemudian memeluk tubuh putranya itu dengan erat, lalu setelah selesai mereka kemudian menarik koper Rachel keluar dari sana, lalu menyerahkan semuanya pada Rachel yang masih menangis seraya mengusap perutnya, Kendra yang sudah muak memilih kembali ke dalam kamarnya lantaran tak ingin luluh lantaran Rachel selalu saja membahas tentang kehamilannya.


“Pergilah dan jangan tunjukkan wajahmu lagi di hadapan keluarga ku, terutama putraku!”


Ucap Liliana pada Rachel, wanita itu hanya diam lalu menarik kopernya keluar dari rumah mertuanya itu, kini tujuannya hanya apartemen Gilang yang ia beli, hanya pria itu saja yang bisa menyelamatkan nama baiknya karena memang dialah ayah dari bayi yang ia kandung saat ini.


Tak butuh waktu lama untuk Rachel tiba di apartemen itu, namun sialnya ketika sampai disana Gilang tak kunjung membukakan pintu dan juga passwordnha sudah di ganti Rachel bahkan berteriak keras hingga orang orang di sana merasa terganggu dan memanggil keamanan lantaran mengira Rachel membuat keributan.

__ADS_1


“Maaf mbak, mbaknya cari pemilik apartemen ini?”


Tanya keamanan di sana, Rachel mengangguk dengan wajah kesalnya hingga akhirnya ia melongo dan tak percaya ketika keamanan itu mengatakan apartemen itu sudah kosong beberapa jam yang lalu, Rachel tentu saja mengumpat pada Gilang lantaran pria itu yang pergi tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya.


“Gilang sialan!!!! Brengsek!!!”


Umpat Rachel sepanjang perjalanan, kini tujuannya hanya satu yaitu rumah orang tuanya yang berada cukup jauh dari sana, rumahnya memang kosong lantaran orang tua Rachel yang memilih tinggal di luar negeri dan hanya pulang jika merasa rindu saja dengan tanah kelahiran mereka.


“Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana dengan bayi ini? Jika orang tuaku tahu maka bisa saja aku dikeluarkan dari kartu keluarga.”


Gumam Rachel, entah apa yang harus ia lakukan sekarang dan jika berbohong pada kedua orang tuanya, maka bisa saja Kendra mengatakan hal yang sebenarnya dan tentu saja itu semua hanya sia sia baginya, Rachel hanya bisa memijat pangkal hidung nya, kepalanya benar benar pusing saat ini, memang semua yang berawal dari kebohongan tidak akan berjalan dengan baik.


Sedangkan Kendra kini berada di dalam kamarnya, pria itu mencoba untuk istirahat dan menenangkan diri dari apa yang baru saja terjadi namun pikirannya benar benar tidak bisa tenang, sejak tadi ia terus saja menyalahkan dirinya atas apa yang ia lakukan pada Cellyn dulu dan akhirnya ia merasakan apa yang Cellyn rasakan.


“Maafkan aku Cellyn.”


Gumam Kendra setelah menyakiti dirinya sendiri, sejak tadi pria itu hanya memukuli dirinya sebagai rasa penyesalannya setiap kali mengingat perlakuan buruknya pada Cellyn, entah dimana wanita itu sekarang, yang ia tahu Cellyn hanya bersama Dellon, namun ia tidak tahu dimana mereka tinggal saat ini.


.


.


.


Selama Cellyn memiliki bayi, Dellon benar benar menjaga mereka, pria itu benar benar sedang belajar menjadi seorang ayah, ia bahkan tidak keberatan jika harus bergantian menjaga bayi Cellyn, setulus itu Dellon pada Cellyn meskipun pernah disakiti oleh wanita itu, hal itu benar benar membuat Cellyn yakin dengan keputusannya pada Dellon.


“Kau tidak ke kampus?”


Tanya Cellyn yang melihat Dellon pagi pagi sudah berada dirumahnya, jelas saja wanita itu merasa tidak enak lantaran selalu merepotkan pria itu yang padahal masih seorang mahasiswa, Dellon dengan santainya menggelengkan kepala lalu menatap bayi tampan yang tertidur pulas.


“Aku daring saja, lagipula mereka semua tahu aku sudah punya bayi jadi mereka tidak masalah.”


Cellyn membulatkan mata nya mendengar jawaban santai namun sangat mengejutkan bagi Cellyn, dia memberitahu semua orang jika ia punya bayi? Maksudnya bayi yang baru saja ia lahirkan sudah ia sebarkan menjadi bayinya? Entah harus senang atau kesal Cellyn lebih memilih menatap Dellon yang bahkan tidak meliriknya.

__ADS_1


“Kau mengatakan punya bayi di luar pernikahan?”


Dellon melirik Cellyn yang baru saja mengatakan hal yang tidak masuk akal baginya, mana mungkin ia akan mengumumkan hal seperti itu meskipun disana itu juga hal itu sudah biasa terjadi namun ia benar benar tidak pernah berpikir akan mengatakan hal itu pada teman teman kampusnya.


Pletak!


Satu sentilan mendarat di kening Cellyn tentu berasal dari jari Dellon yang kesal pada pertanyaan Cellyn, Sedangkan Cellyn kini hanya mengerut kesal menatap tajam pada Dellon yang tanpa aba aba menyentil keningnya dengan cukup keras, padahal ia hanya bertanya karena penasaran.


“Mana mungkin aku mengatakan hal itu!”


Ucap Dellon lalu kembali menatap bayi itu, Cellyn yang melihat itu hanya bisa mengerutkan bibirnya, sudah seminggu ini Dellon lebih sering menatap bayinya dari pada dirinya, Cellyn pun seketika menatap dirinya di cermin, apa mungkin ada yang berubah dari tubuhnya?


Cellyn hanya bisa menghela nafas kala melihat pipinya yang sedikit menggembul, badannya juga sedikit berisi setelah melahirkan, pantas saja Dellon sangat jarang menatap dirinya ternyata memang tubuhnya sudah berubah, hal itu membuat senyum Cellyn seketika menghilang.


Sedangkan Dellon kini menatap Cellyn seraya mengerutkan kening, entah apa yang wanita itu lakukan di depan cermin, wajahnya juga berubah cemberut membuat Dellon menghampiri Cellyn lalu memeluknya dari belakang membuat Cellyn terkejut.


“Kenapa? Apa yang kau lihat? Tidak ada yang berubah dari dirimu, kau tetap akan menjadi wanita tercantik, calon istriku yang paling cantik.”


Deg!


Cellyn hanya bisa menahan senyum mendengar semua ucapan Dellon, entah mengapa pria itu selalu tahu isi pikiran Cellyn padahal wanita itu tidak mengatakan apapun, benar benar calon suami idaman, sedangkan Dellon juga tersenyum melihat senyuman manis Cellyn.


“Tapi sepertinya kau akan punya saingan nanti.”


Cellyn mengerutkan kening kala mendengar ucapan Dellon, sontak saja wanita itu kini membalikkan tubuh nya menatap Dellon yang justru tersenyum manis padanya padahal ia baru saja mengatakan sesuatu yang membuat Cellyn merasa takut.


“Siapa? Apa kau punya wanita lain?”


Seketika Dellon tertawa keras melihat wajah Cellyn yang benar benar hampir akan menangis, entah lah jika saja sudah menjadi istri nya mungkin Dellon sudah akan meraup bibir seksi yang sedang mengerut itu lantaran Cellyn yang terlihat akan menangis.


“Iya nanti setelah kita menikah dan punya anak perempuan, kau akan menjadi saingannya nanti.”


Ucap Dellon seraya tertawa keras membuat Cellyn benar benar merasa kesal melihat wajah pria itu yang terlihat bahagia padahal ia hampir saja akan mengundurkan diri jika memang ada wanita lain di hidup Dellon.

__ADS_1


Plak!!


__ADS_2