CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 63


__ADS_3

“Dasar memalukan!!! Kau lupa kalau kau perempuan Rachel?!!!”


Rachel hanya bisa menjauhkan ponsel dari telinganya kala mendengar suara merasa sang papa yang kini tengah meneriakinya setelah tahu semua yang terjadi, sudah dapat dipastikan jika Liliana yang memberitahu orang tuanya tentang hal ini lantaran memang Liliana sempat mengatakan hal itu.


“Maaf pa, tapi ini semua bukan sepenuhnya salah Rachel, Kendra juga bersalah karena tidak pernah memberikan sepenuhnya status istri pada Rachel, Rachel hanya bosan pa dan Rachel juga tidak menyangka akan hamil.”


Ucap Rachel yang tidak terima jika dirinya lah yang satu satunya disalahkan dalam hal ini, padahal ia berselingkuh karena Kendra yang tak pernah menyentuhnya sama sekali karena masih sering memikirkan tentang Cellyn yang bahkan sudah tidak adalagi di negara itu, tapi Kendra masih tidak bjsa melupakannya.


“Tutup mulutmu! Papa tidak mau tahu, kau cepatlah siapkan semua barangmu dan pulang kesini sampai bayimu lahir!”


Hanya itu satu-satunya jalan agar keluarga mereka tidak merasa malu atas apa yang Rachel lakukan, setelah bayinya lahir mereka bisa memberikan alasan apa saja nanti pada orang orang, yang terpenting tidak ada yang boleh tahu apa alasan Rachel berpisah dari Kendra.


Mereka juga sudah memohon pada keluarga Kendra agar tetap diam dan tidak membocorkan semua ini pada orang orang, jika tidak mungkin mereka tidak akan pernah kembali ke negara itu lagi karena merasa malu lantaran keluarga mereka cukup terpandang dikalangan orang orang.


“Rachel tidak mau melahirkan bayi ini, Rachel mau menyingkirkannya saja pa.”


Deg!


.


.


.


Hari hari berlalu dengan begitu cepatnya tidak terasa tiga tahun kini sudah berlalu, kini kehidupan Cellyn di negara lain benar benar sangat bahagia, bagaimana tidak? Ia melahirkan putra yang sangat tampan dan juga punya calon suami yang sangat tulus padanya, bahkan kini mereka akan memutuskan untuk menikah karena Dellon sudah menyelesaikan pendidikannya setengah tahun yang lalu.


“Brandon Hayden!”


Pekik Cellyn kala tak menemukan putranya itu, memang sudah tidak heran lagi jika Brandon akan bersembunyi ketika sang mama akan mengajaknya makan siang, lantaran ia hanya ingin disuapi oleh daddynya dan bukan mama nya.


“Brandon keluar atau mama hukum!”


Untuk kesekian kalinya Cellyn berteriak namun tak kunjung menemukan keberadaan putra satu satunya itu, hingga tak lama terdengar suara Brandon yang memanggil namanya, Cellyn sontak saja menoleh seketika keningnya berkerut kala melihat Dellon yang juga bersamanya.

__ADS_1


“Dellon?”


Dellon menghampiri Cellyn dengan Brandon di gendongannya, ya anak kecil itu menghilang karena melihat daddynya yang berada di luar rumah, itulah sebabnya ia pergi menemui daddynya untuk meminta perlindungan karena mamanya sudah berteriak memanggil namanya.


“Jangan terlalu keras padanya sayang, dia masih kecil.”


Ucap Dellon yang memang selalu saja membela Brandon setiap kali anak itu melakukan kenakalan, dan Cellyn hanya akan diam jika Dellon sudah meminta dan hal itu terkadang memancing tawa Brandon, itu sebabnya ia sangat menyayangi daddynya karena daddynya selalu membela dirinya.


“Tidak untuk kali ini Dellon, dia benar benar nakal sekarang.”


Ucap Cellyn yang benar benar sudah tidak tahan dengan sikap nakal Brandon, wanita itu bahkan selalu mengadu pada mommy dan daddynya namun bukannya memberi semangat mereka justru membuat Cellyn takut lantaran mereka mengingatkan kelakuan Cellyn yang sama dengan Brandon.


“Grandma bilang, mama juga sangat nakal dulu.”


Ucap Brandon akhirnya membuat Cellyn kini menatap Dellon, lihat? Bahkan mulutnya tidak bisa diam jika Cellyn sudah membahas kelakuan nakalnya, sedangkan Dellon hanya bisa terkekeh melihat pertengkaran anak dan ibu itu, rasanya benar benar terhibur melihat Brandon yang benar benar tidak sefrekuensi dengan mamanya.


“Sudah sayang, semakin keras kau padanya maka dia akan semakin melawanmu, coba sedikit lembut padanya mungkin dia akan mengerti.”


Dellon kini mulai menenangkan Cellyn seraya menuntun wanita itu untuk duduk di sofa, sedangkan Cellyn hanya menurut saja ia juga sudah lelah berteriak keras pada Brandon namun anak itu tetap tidak pernah menurut padanya, selalu saja ada jawaban yang keluar dari mulutnya.


Mendengar hal itu sontak saja Cellyn menatap pada Brandon, padahal sejak tadi ia selalu meminta anaknya itu untuk makan namun selalu ditolak dengan alasan tidak lapar, padahal Cellyn tahu jika anaknya itu sedang menunggu Dellon, namun ia juga tahu Dellon sedang bekerja saat ini.


“Apa kau pulang dari kantor karena permintaan Brandon?”


Sudah tidak perlu dipertanyakan sebenarnya karena Cellyn sudah tahu jawabannya, Dellon kemudian menganggukkan kepalanya membuat Cellyn hanya bisa menghela nafas, untuk kesekian kalinya Dellon harus pulang dari kantor karena permintaan Brandon.


“Brandon, sudah mama bilang jangan ganggu daddymu jika daddymu sedang bekerja.”


Brandon menatap Dellon dengan memelas setelah mendengar ucapan mamanya, Dellon juga menatap Brandon tersenyum meskipun tubuhnya sangat lelah namun anak kecil itu benar benar menjadi obat dari rasa lelahnya, ia bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi menemani Brandon bermain.


“Apa Brandon mengganggu Daddy? Maaf kan Brandon.”


Ucapnya seraya menunduk, Dellon pun melirik pada Cellyn lantaran merasa jika ucapan Cellyn lah yang membuat Brandon merasa bersalah saat ini, pria itu kemudian merangkum kedua pipi Brandon membuat anak itu menatap nya saat ini, Dellon kemudian mengecup pipi Brandon yang memerah karena menangis.

__ADS_1


“Apa Daddy bilang Daddy terganggu?”


Brandon menggelengkan kepalanya.


“Jadi Brandon tidak perlu merasa bersalah, Daddy memang ingin pulang karena sangat lapar, sekarang ayo kita makan.”


Ucap Dellon membuat Brandon seketika tersenyum seraya mengangguk, mereka kemudian menikmati makan siang dirumah itu membuat Brandon benar benar merasa sangat senang meskipun hanya disiang hari lantaran jika di malam hari mereka akan berpisah karena daddynya harus menemani nenek Erlin.


Ya itu alasan yang Dellon dan Cellyn berikan pada Brandon setiap kali anak itu bertanya kenapa mereka tidak pernah tidur bertiga, Brandon hanya tau jika Daddy nya harus menemani nenek Erlin yang sudah tua, meskipun sering merasa kesal pada nenek Erlin lantaran mengira nenek Erlin sengaja memisahkan mama dan daddynya.


Namun akhirnya anak itu bisa mengerti ketika Dellon menjelaskannya dengan lembut, meskipun masih berumur tiga tahun tapi anak itu benar benar sangat pintar sama seperti Cellyn, dan tak hanya pintar namun kenakalan Cellyn juga ada pada Brandon yang membuat Cellyn selalu merasa khawatir.


“Lain kali Brandon jangan merepotkan Daddy lagi.”


Ucap Cellyn setelah mereka menyelesaikan makan siang, Dellon pun segera menggelengkan kepalanya pada Cellyn sebagai isyarat untuk tidak membahas hal itu lagi pada Brandon, sedangkan Brandon kini menatap kesal pada Mamanya yang terus saja mengatakan hal itu.


“Kalau di siang hari kita juga tidak bisa berkumpul lalu kapan? Malam hari Daddy tidak disini karena harus menemani nenek, Brandon ingin tidur bertiga bersama kalian.”


Ucap Brandon membuat Dellon dan Cellyn saling menatap, seketika wanita itu merasa bersalah dengan apa yang ia ucapkan pada putranya, pantas saja Brandon sangat rewel nyatanya anak itu hanya ingin merasakan kedekatan mama dan daddynya yang belum ia rasakan.


“Maafkan mama Brandon, tapi semua itu belum bisa terwujud, mungkin beberapa...”


“Beberapa minggu lagi semua itu akan terjadi sayang, kita akan tidur bertiga.”


Timpal Dellon membuat Cellyn seketika menatapnya, apa maksud ucapan Dellon? Apa dia mengatakan hal itu hanya agar Brandon merasa senang? Tapi sepertinya tidak karena Dellon tidak pernah mengatakan hal itu hanya demi memenangkan Brandon.


“Benarkah Daddy?”


Tanya Brandon dan dijawab anggukan kepala oleh Dellon, anak itu kemudian memeluk erat daddynya lantaran merasa sangat bahagia, sedangkan Cellyn kini menatap bingung pada Dellon, Dellon juga menoleh pada Cellyn seraya tersenyum manis.


“Apa yang mau maksud? Kenapa mengatakan hal itu pada Brandon? Tidak perlu mengatakan hal itu hanya demi membuatnya tenang, kita bisa menggunakan alasan yang lain saja.”


Ucap Cellyn pada Dellon setelah Brandon setuju untuk tidur siang bersama Berryn, Dellon kemudian menarik tubuh Cellyn mendekat padanya membuat Cellyn sedikit terkejut dengan gerakan tiba tiba Dellon.

__ADS_1


“Siapa bilang aku berbohong? Kita memang akan kembali ke Indonesia dan menikah.”


Deg!


__ADS_2