CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 32


__ADS_3

Hari semakin gelap, Kini para pria keluarga itu sedang mengobrol tentang pekerjaan sedangkan Yoonia sedang bermain dengan anak dan cucu nya, kini tinggal Ariana dan Cellyn berada di sofa, Ariana yang memang sudah curiga tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


“Cellyn kakak ingin menanyakan sesuatu padamu.”


Mendengar itu tentu Cellyn merasa ketakutan lantaran memang sejak tadi ia merasa kakak ipar nya itu selalu saja menatap nya, tapi ia tak lagi bisa mengelak lantaran memang kini mereka tengah berdua saja, Cellyn mengangguk memberi isyarat jika ia mengizinkan kakak ipar nya itu bertanya pada nya.


“Apa pernikahan mu baik baik saja?”


Deg!


Sudah Cellyn duga jika kakak ipar nya itu curiga namun ia tak menyangka jika Ariana akan menanyakan nya saat ini juga, Cellyn diam tak menjawab entah lah ingin sekali rasanya ia mengatakan semua nya pada Ariana namun di sisi lain ia juga tidak ingin berpisah dari suami nya itu.


“Cellyn, jawab kakak.”


Lagi kini sentuhan tangan Ariana menyadarkan lamunan Cellyn, wanita itu kini menatap kakak ipar nya yang terlihat sangat khawatir, entah mengapa melihat wajah khawatir kakak iparnya itu ia juga tidak bisa menahan air mata nya untuk tidak keluar, dan benar saja tak lama air matanya jatuh membasahi pipi dan dengan cepat ia menyeka nya, namun tentu semua sudah di lihat oleh Ariana.


“Cellyn apa terjadi sesuatu? Apa Kendra menyakiti mu?”


Tanya Ariana saat ini, Sedangkan Kendra kini tengah menatap Ariana dan Cellyn yang terlihat sangat serius berbicara membuat Kendra sedikit curiga, ditambah ia melihat Cellyn sempat menyeka air mata nya membuat Kendra khawatir jika Cellyn mengatakan semua nya pada Ariana.


“Sial! Apa yang mereka bicarakan?”


Kendra membatin, ia segera bangkit dari duduk nya dan pamit untuk ke kamar dengan alasan sedang lelah, lalu Kendra segera menghampiri istrinya itu dan meminta Cellyn untuk ikut dengan nya ke dalam kamar.


“Sayang, ayo ke kamar, aku sudah lelah.”


Ucap Kendra benar benar sangat manis membuat Cellyn sedikit bergedik ngeri melihat sikap Kendra, entah mengapa ia merasa akan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan setelah mereka sampai di dalam kamar nya, tapi mau tak mau ia harus menurut pada Kendra dari pada membuat pria itu semakin marah.


Cellyn menurut lalu mengikuti langkah Kendra, namun ia sempat melirik pada Ariana yang terlihat mengangguk padanya, entah apa yang mereka bicarakan tapi yang jelas Ariana terlihat sedikit khawatir saat ini pada adik ipar nya itu.

__ADS_1


Sedangkan Kendra langsung mengunci pintu kamar Cellyn setelah mereka masuk, pria itu kini menatap Cellyn dari ujung rambut hingga ujung kaki, Kendra menarik pergelangan tangan Cellyn dengan begitu kasar membuat wanita itu meringis kesakitan.


“Apa yang kau katakan pada kakak ipar mu?”


Tanya Kendra tiba tiba membuat Cellyn ketakutan, wanita itu hanya menggelengkan kepala nya tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun membuat Kendra merasa kesal lantaran merasa jika Cellyn tengah berbohong saat ini.


“Katakan apa yang kau bicarakan pada kakak iparmu itu?!!”


Lagi Kendra bertanya dengan membentak Cellyn membuat wanita itu kembali ketakutan, entahlah saat ini ia tengah berdo'a jika Kendra tak akan melakukan kekerasan di sini, tak masalah jika dirumah mertua nya tapi tidak di rumah orang tua nya.


“A-aku tidak mengatakan apapun.”


Akhir nya Cellyn berani menjawab meskipun masih di landa ketakutan, Kendra menatap tajam pada Cellyn lalu segera meninggalkan wanita itu membuat Cellyn kini merosot ke lantai, entahlah ada rasa lega lantaran Kendra percaya tanpa harus menggunakan kekerasan pada nya.


Hingga keesokan hari nya, pagi pagi sekali Kendra dan Cellyn sudah bersiap untuk pulang membuat keluarga Cellyn sedikit keberatan lantaran mereka bahkan tidak ingin sarapan dulu padahal semua sudah di siapkan, namun keras kepala Kendra membuat Cellyn pun tak bisa menolak dan terpaksa harus melewatkan sarapan pagi bersama keluarga nya.


“Yasudah jika Kendra harus segera kekantor.”


Sepanjang perjalanan Cellyn hanya diam saja menatap luar jendela mobil, sedangkan Kendra juga diam sesekali melirik Cellyn yang hanya diam, Kendra akhirnya melajukan mobil nya secepat kilat agar Cellyn ketakutan dan meminta nya untuk mengurangi kecepatan mobil nya namun wanita itu justru hanya diam.


“Sial, dia kenapa? Biasanya dia akan mengajak ku berbicara dan aku yang akan diam.”


Kendra membatin, entah mengapa untuk hari ini istrinya itu berbeda sekali, hingga mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman rumah pun Cellyn tetap diam dan masuk terlebih dahulu meskipun disambut dengan tatapan tak suka dari Liliana, Rachel dan juga Avika tapi Cellyn tetap bersikap seolah-olah tidak melihat keberadaan ketiga wanita itu.


“Ada apa dengan istri mu? Kenapa dia diam saja?”


Kendra menggelengkan kepala lalu menyusul Cellyn yang sudah masuk ke dalam kamar mereka, sesampainya di kamar terlihat kamar nya kosong seperti nya wanita itu sedang berada di dalam kamar mandi ketika Kendra mendengar suara gemercik air.


Kendra duduk di ranjang seraya menunggu Cellyn keluar dari sana ingin menanyakan apa yang terjadi pada wanita itu yang bersikap aneh sejak semalam, namun saat keluar dari kamar mandi Cellyn langsung keluar dari kamar mereka membuat Kendra hanya bisa menatap kepergian istri nya itu.

__ADS_1


Sedangkan Cellyn kini tengah berada di dapur memasak makanan, melihat Cellyn berada di dapur tentu ketiga wanita jahat itu tersenyum akhirnya mereka bisa menikmati masakan Cellyn yang semakin hari rasanya semakin meningkat saja.


“Mama benar benar sudah merindukan masakan nya itu.”


Bisik Liliana pada Avika, Avika mengangguk setuju mendengar ucapan sang mama namun Rachel justru mendengus kesal karena secara tidak langsung Liliana memuji masakan Cellyn, namun Rachel tak berani protes karena ia tahu bagaimana mama dari pria yang ia cintai itu.


Tak lama Kendra turun menghampiri Cellyn di dapur, ketiga wanita itu mengerutkan kening lantaran merasa Kendra kini tengah membujuk Cellyn yang tengah marah, Sedangkan Kendra kini berada di dapur lebih tepatnya di belakang Cellyn menatap punggung wanita itu yang tengah sibuk.


“Sedang masak apa?”


Cellyn menoleh sekilas pada Kendra lalu kembali fokus pada masakan nya, setelah selesai memasak akhirnya masakan nya ia sajikan di atas piring, namun Kendra justru mengerutkan keningnya kala melihat hanya satu piring yang terisi makanan.


“Hanya satu? Kau hanya membuat satu porsi nasi goreng?”


Tanya pria itu dan lagi lagi Cellyn tak menjawab dan memilih segera duduk di meja makan menikmati nasi goreng buatan nya, dengan lahap ia memakan tanpa menawarkan pada Kendra sedikit pun, tak lama ketiga wanita itu juga menghampiri Cellyn lantaran mengira jika wanita itu sudah selesai memasak, namun sama seperti Kendra ketiga nya juga merasa bingung melihat hanya satu piring yang terisi makanan.


“Kenapa hanya satu piring? Kau tidak memasak untuk kami?”


Tanya Liliana pada menantu nya itu, Cellyn yang awalnya tengah mengunyah kini mengentikan gigitan nya lalu menatap pada mertua nya itu, satu sudut bibir nya naik menatap mama mertua nya itu.


“Maaf tapi aku bukan pembantu kalian!”


deg!


.


.


.

__ADS_1


Halo semuaa, Author back nihh sorry ya kalau sering gak up, inshaallah author lancar up lagi🥰🙏 jangan lupa dukungan nya buat author ya guys💋


__ADS_2