CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 24


__ADS_3

“Diam di sini dan renungkan kesalahan mu.”


Brak!


Pintu kamar mandi di kunci dari luar oleh Liliana, ya wanita tua itu mengunci menantu nya di dalam kamar mandi setelah keluarga Cellyn pulang, Cellyn hanya bisa diam menitikkan air mata, lagi lagi ia merasakan sakit bukan karena di kunci oleh mertua nya melainkan karena suami nya yang hanya diam saja melihat mama nya menghukum Cellyn.


“Apa tidak ada sedikit pun rasa cinta mu untuk ku? Kenapa kau terlihat tidak peduli sekali kepada ku.”


Gumam Cellyn di sela tangis nya, entahlah terkadang ia merasa Kendra masih peduli pada nya tapi di lain waktu pria itu juga menunjukkan sikap tidak peduli nya yang membuat Cellyn merasa bingung dengan perasaan Kendra pada nya.


Wanita itu terus saja menangis tanpa ia sadari kedua mata nya merasa lelah hingga ia tertidur di dalam kamar mandi dalam keadaan basah kuyup lantaran sempat di siram oleh mertua nya dengan air, gadis itu bahkan menggigil karena kedinginan tapi ia tak bisa melakukan apapun selain duduk diam seraya memeluk kedua kaki nya.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, Kendra yang baru saja masuk tentu saja merasa terkejut melihat keberadaan istri nya yang berada di dalam kamar mandi dalam keadaan basah kuyup, dengan cepat Kendra menghampiri Cellyn mencoba membangunkan wanita itu, namun bukan nya bangun Cellyn justru mengigau menyebut nama Kendra.


“Kendra.”


Gumam Cellyn, Kendra merangkum kedua pipi Cellyn, terasa panas lalu tangan nya beralih pada dahi wanita itu, seperti nya wanita itu sedang demam membuat Kendra dengan cepat mengangkat tubuh Cellyn keluar dari kamar mandi dan merebahkan nya di atas ranjang.


“Panas sekali.”


Ucap Kendra lalu segera mengompres dahi Cellyn, wanita itu mendadak menggigil membuat Kendra dengan cepat membuka seluruh pakaian Cellyn dan mengganti nya dengan pakaian yang kering dan lebih tebal, Kendra menatap wajah Cellyn yang memucat.


“Apa mama yang melakukan nya?”


Kendra membatin, ya ia tidak tahu jika mama nya akan menghukum Cellyn seperti ini, ia hanya mengira mama nya mungkin hanya menghukum Cellyn dengan menambah pekerjaan wanita itu, namun ini sudah benar benar keluar dari perjanjian mereka.


Kendra segera keluar dari kamar nya dan tentu untuk menemui mama nya yang mungkin sedang berada di kamar, sesampainya di depan pintu kamar mama nya Kendra mengetuk pintu itu dengan sedikit keras lantaran mama nya tak kunjung membuka pintu itu.


Tok tok tok!

__ADS_1


“Ma! Buka pintu nya!”


Ceklek!


Liliana keluar seraya menguap, seperti nya wanita itu baru bangun tidur, terlihat dari wajah nya yang kusut, Kendra menatap mama ny sedikit tajam membuat Liliana sedikit bingung dengan raut wajah putra nya itu.


“Ada apa? Kenapa menatap mama seperti itu?”


Tanya Liliana.


“Apa mama mengunci Cellyn di dalam kamar mandi?”


Dengan tanpa dosa Liliana mengangguk membuat Kendra menghela nafas panjang, benar dugaan nya jika itu adalah perbuatan mama nya, tidak habis pikir dengan mama nya yang tega melakukan itu pada menantu nya sendiri.


“Ma, mama janji pada Kendra tidak akan melakukan hal yang menyebabkan Cellyn sakit seperti ini.”


Ucap Kendra membuat Liliana mengerutkan kening nya, maksud Kendra jika Cellyn sedang sakit saat ini? Tanpa kata Liliana segera berjalan menuju kamar Kendra melijat kondisi Cellyn yang Kendra bilang sedang sakit.


“Heh! Jangan drama kamu! Masa cuma di kunci aja bisa sakit!”


Sentak Liliana menepuk pipi Cellyn yang masih terbaring diatas ranjang, Kendra yang tidak ingin Cellyn terbangun pun segera menarik tangan sang mama membawa nya keluar dari sana, takut jika Cellyn terganggu dan terbangun.


“Ma! Dia tidak sedang drama! Dia benar benar sakit ma, dan ini semua kesalahan mama karena mama!”


“Halah! Dia nya saja yang lemah!”


Ketus Liliana, Kendra hanya bisa diam mengepalkan tangan nya, entah mengapa ia merasa menyesal karena sudah membuat kesepakatan dengan mama nya dan percaya dengan apa yang wanita itu janjikan pada nya.


Ya, sejak awal mengetahui jika Cellyn adalah pembully anak nya, Liliana benar benar dendam dan ingin membalaskan semua melalui Kendra, mengetahui jika putra nya itu adalah mantan kekasih Cellyn, Liliana juga memaksa Kendra untuk kembali mendekati Cellyn namun putra nya itu menolak.


Dengan alasan ia sudah memberikan Cellyn hukuman dengan memutuskan hubungan dengan Cellyn dan mengatakan jika ia sudah bertunangan dengan wanita lain, namun Liliana tetap saja memaksa Kendra bahkan meminta Avika untuk membujuk kakak nya.

__ADS_1


Hingga membuat Kendra mau tak mau menurut saja meskipun sang papa melarang nya tapi paksaan mama dan adik nya benar benar mengganggu Kendra, akhir nya Liliana meminta suami nya untuk mendekati keluarga Agus mengetahui mereka pernah menjadi rekan kerja.


Kendra setuju melakukan semua permintaan mama nya dengan syarat mama nya tidak boleh menghukum Cellyn secara berlebihan karena bagaimana pun pria itu masih memiliki rasa pada Cellyn dan tentu ia tidak mau jika wanita yang ia cintai sakit.


“Kendra, kau ingatkan jika wanita itu yang menyakiti adik mu?”


Ancaman andalan Liliana pada Kendra yang membuat pria itu benar benar tidak bisa protes, Kendra akhir nya memilih untuk kembali ke dalam kamar nya menemani Cellyn namun langkah nya terhenti kala tangan sang mama menahan lengan nya.


“Ingat kau menikahi nya hanya agar mama bisa membalaskan dendam Avika pada nya.”


Kendra hanya menghela nafas lalu segera masuk ke dalam kamar nya dan mengunci nya, kini tatapan pria itu tertuju pada Cellyn yang masih terbaring di atas ranjang, ia kemudian menghampiri istri nya itu lalu mengusap puncak kepala Cellyn dengan lembut.


“Maafkan aku karena tidak pernah membela mu.”


Ucap Kendra yang hanya mampu ia ucapkan di dalam hati nya, sungguh ia benar benar ingin membela Cellyn ketika melihat istri nya itu ditindas oleh mama dan adik nya, tapi ia benar benar tidak bisa melakukan nya sama seperti papa nya yang juga tidak bisa melakukan apapun.


Kendra kemudian bangkit dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, lagipula ia tidak ingin Cellyn tahu jika ia masih memiliki rasa simpati pada wanita itu, Sedangkan Cellyn kini membuka kedua mata nya setelah Kendra masuk ke dalam kamar mandi.


Gadis itu menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup, tak lama sebuah senyuman tipis terbentuk di bibir nya, ya Cellyn tersenyum karena ia mengetahui jika Kendra masih mencintai nya setelah ia mendengar percakapan Kendra dengan mama nya.


Tentu wanita itu merasa bahagia lantaran merasa jika kini ia memiliki alasan untuk tetap bertahan di rumah itu dan di rumah tangga nya dengan Kendra, tak masalah jika butuh waktu lama untuk bisa bahagia dengan Kendra yang terpenting ia harus bisa membuat Kendra tetap mencintai nya dan kembali pada nya.


“Terima kasih tuhan, setidak nya masih ada alasan aku bertahan di sini.”


.


.


.


Halo guys, Author back nihh jangan lupa dukungan nya buat Author ya, Vote nya jangan lupaa.

__ADS_1


dan sekali lagi Author mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semua 🥰


__ADS_2