CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 16


__ADS_3

Dengan cepat Cellyn menghubungi ponsel Dellon berharap pria itu tidak benar benar meninggalkan nya, meski pun bukan untuk selama nya tapi saat ini Cellyn benar benar membutuhkan dukungan dari Dellon.


Namun sayang ponsel Dellon tidak bisa di hubungi, Cellyn terpaku tubuh nya merosot di lantai, tak percaya jika Dellon benar benar pergi pada siapa lagi dia akan mengadu tentang masalah nya sekarang? Dan kenapa Dellon tidak memberitahu nya terlebih dahulu?


“Aku bahkan tidak sempat memberi ucapan selamat tinggal pada mu.”


Gumam Cellyn, tanpa terasa air mata nya jatuh, sungguh ini adalah titik terendah nya sekarang di saat hanya Dellon yang ada untuk nya tapi kenapa pria itu juga memilih pergi, bahkan untuk waktu yang cukup lama, seharian itu Cellyn mengurung diri nya di kamar hanya menangis yang ia lakukan meratapi kepergian Dellon, bahkan ia tidak tahu negara mana yang pria itu kunjungi.


Hari semakin gelap namun Cellyn tak kunjung keluar dari kamar nya membuat Yoonia yang sejak tadi tidak melihat Putri nya jelas saja khawatir dan memilih untuk menghampiri Cellyn di kamar nya, ia mengetuk pintu kamar Cellyn berkali kali namun tak ada sahutan dari dalam membuat nya memilih untuk membuka nya saja.


“Cellyn?”


Pekik Yoonia kala melihat Cellyn yang sudah tergeletak di lantai, wajah nya pucat dan basah, segera ia memanggil suami nya untuk membantu nya merebahkan Cellyn di atas ranjang, sama hal nya dengan Yoonia, Agus juga khawatir dengan Cellyn yang sudah tidak berdaya.


Segera mereka menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Cellyn, beruntung tak ada yang serius gadis itu hanya pingsan lantaran perut nya yang kosong belum lagi ia punya riwayat sakit lambung, tak lama Kendra tiba di kediaman mereka bersama kedua orang tua nya setelah Agus menghubungi mereka.


Semua orang kini keluar dari kamar Cellyn meninggalkan Kendra yang ingin menunggu Cellyn hingga sadar, pria itu menatap wajah Cellyn yang pucat seraya mengusap puncak kepala nya, ada rasa khawatir tentu nya melihat gadis itu yang sering jatuh sakit, namun rasa khawatir itu berubah menjadi rasa kesal kala mendengar gadis itu menyebut nama pria lain.


“Dellon, jangan pergi.”


Di kondisi nya yang seperti itu Cellyn masih memikirkan Dellon yang sudah pergi meninggalkan nya, hal itu tentu membuat Kendra sontak menarik tangan nya, entah mengapa hati nya panas mendengar nama pria yang Cellyn sebutkan.


“Dia benar benar sudah jatuh cinta dengan pria itu? Semudah itu dia melupakan ku?”

__ADS_1


Kendra membatin menatap Cellyn yang kembali diam setelah beberapakali menyebut nama Dellon, pria itu akhir nya memilih untuk keluar saja dari sana dari pada semakin sakit mendengar ucapan Cellyn.


Di lantai bawah kini kedua orang tua nya dan Cellyn terlihat sedang berbicara dengan serius, entah apa yang mereka bahas yang jelas saat ini Kendra ingin bergabung dengan mereka saja meskipun sebenarnya ia lebih ingin bersama Cellyn.


“Bagaimana? Apa kita percepat saja pernikahan mereka?”


Samar samar terdengar jika kedua orang tua mereka sedang membahas sebuah pernikahan dan entah mengapa Kendra tertarik untuk mendengar nya dan segera menghampiri orang tua nya itu, semua orang menatap Kendra saat ini dan mengajak Kendra untuk ikut dalam pembicaraan serius ini.


“Bagaimana? Apa kau siap menjadi suami Cellyn?”


Tanya Agus pada Kendra yang baru saja tiba, Kendra pun menoleh pada kedua orang tua nya lalu mengangguk, semua orang kini tersenyum melihat jawaban Kendra, tak lama Kendra dan kedua orang tua nya memilih pulang lantaran hari juga sudah semakin gelap.


Kini Yoonia dan Agus berada di kamar Cellyn menunggu putri mereka sadar untuk memberitahu kabar gembira, tak lama Cellyn pun terbangun mata nya menatap sekeliling ruangan itu, mata nya tertuju pada mommy dan daddy nya.


Ucap Agus lalu pergi meninggalkan Cellyn, gadis itu hanya diam padahal ia baru saja tersadar bukan nya bertanya bagaimana keadaan nya, Daddy nya justru memberikan kabar yang menurut nya benar benar buruk, namun tak ada lagi yang bisa ia lakukan, Dellon sudah pergi dan dia juga tidak mungkin membantah perintah Daddy nya.


.


.


.


Keesokan harinya, Cellyn terbangun dari tidur nya tak ada semangat di raut wajah nya, ia juga tak menatap ponsel yang biasanya ia buka terlebih dahulu demi melihat pesan dari Dellon, namun kali ini ia memilih untuk tidak berharap sama sekali.

__ADS_1


Cellyn keluar dari kamar nya, kening nya berkerut kala melihat Kendra yang sudah berada di rumah nya, gadis itu hanya bisa memutar bola mata nya malas melihat Kendra yang menatap nya dengan lekat.


“Apa dia tidak kerja? Kenapa sepagi ini sudah ada di sini?”


Cellyn membatin aneh juga melihat pria itu yang seperti seorang pengangguran, Kedua orang tua Cellyn juga berada di sana dan meminta Cellyn untuk menemani Kendra di sana, Cellyn menurut saja namun ia tak berbicara apapun dengan Kendra.


“Bagaimana kondisi mu?”


“Baik.” ucap Cellyn tanpa menoleh pad Kendra, pria itu mengangguk lalu kembali diam seperti ingin mengatakan sesuatu namun ragu untuk di katakan, hingga akhir nya ia mencoba untuk berbicara pada Cellyn.


“Kau mau ke rumah ku? Aku ingin mempertemukan mu dengan Avik agar nanti dia tidak terkejut melihat mu menjadi kakak ipar nya.”


Cellyn menoleh, bertemu dengan Avika? Entah mengapa rasa nya benar benar aneh, ada rasa canggung, malu dan juga marah pada gadis itu, namun apa yang Kendra katakan benar lantaran ia akan menikah dengan Kendra dan menjadi kakak ipar gadis itu.


Cellyn mengangguk lalu segera bersiap siap untuk bertemu dengan Avika, tak peduli bagaimana reaksi gadis itu nanti, perjodohan ini juga bukan keinginan Cellyn, jika bisa memilih maka ia akan memilih untuk membatalkan nya saja.


Kedua nya kini segera berangkat, entah dimana Kendra akan membawa nya bertemu dengan Avika yang jelas saat ini jantung Cellyn berdetak lebih kencang dari biasanya mungkin karena ia juga tidak akan tahu bagaimana reaksi gadis itu nanti.


Mobil yang Kendra dan Cellyn kendarai berhenti di depan perusahaan Kendra membuat Cellyn mengerutkan kening nya, apa mereka akan bertemu di kantor Kendra? Tak lama Kendra mengajak Cellyn turun, gadis itu menurut saja lalu mengikuti Kendra.


Seperti biasa semua karyawan menyapa kedua nya hingga mereka tiba di ruangan Kendra, baru saja Cellyn masuk ke ruangan itu, sebuah tamparan sudah mendarat di pipi nya membuat Cellyn tersentak kaget.


Plak!

__ADS_1


“Kau kembali menggoda kakak ku?!”


__ADS_2