
Hari hari berlalu dengan sangat cepat, tak terasa kini seminggu sudah semenjak Cellyn masuk rumah sakit, kini keadaan gadis itu menjadi lebih baik, namun tidak pikiran nya saat ini yang benar benar kacau, Bagaimana tidak? Hari ini Kendra memaksa nya untuk pergi menemani nya ke suatu tempat yang bahkan ia sendiri tidak tahu dimana.
Sedangkan di sisi lain Dellon juga mengajak nya keluar lantaran sudah seminggu ini Cellyn selalu menolak ajakan Dellon dengan alasan kondisi nya yang lemah, nyata nya Kendra selalu memaksa nya untuk pergi dengan nya membuat Cellyn mau tak mau harus berbohong pada Dellon.
Bukan keinginan nya sebenarnya untuk lebih memilih Kendra dari pada Dellon, namun keadaan lah yang memaksa nya untuk melakukan itu, banyak hal yang Kendra ketahui yang bisa kapan saja pria itu bongkar, dan hal itu yang Cellyn hindari saat ini.
“Berpikirlah Cellyn, apa yang bisa membuat Kendra mengurungkan niat nya untuk mengajak mu pergi.”
Cellyn membatin, di dalam kamar nya kini ia tengah duduk di ranjang nya, sejak tadi gadis itu terus saja berpikir, jujur ia sangat ingin pergi dengan Dellon mengingat memang ia sudah terlalu sering menolak ajakan pria itu namun di sisi lain, Kendra brengsek ini juga berulah.
Belum juga menemukan solusi nya, Pintu kamar Cellyn sudah di ketuk oleh asisten rumah nya yang mengatakan jika Kendra sudah tiba di rumah nya dan menunggu di lantai bawah bersama kedua orang tua Cellyn, jika sudah begini mau tak mau Cellyn harus turun dan menemui Kendra.
“Sengaja sekali seperti nya.”
Gumam Cellyn kala melihat Kendra sedang tertawa dengan kedua orang tua nya, entah apa yang tengah mereka bicarakan yang jelas Cellyn tidak tertarik untuk ikut, Cellyn menghampiri mereka dengan raut wajah kesal nya dan duduk di samping Kendra setelah mendapat isyarat dari sang Daddy.
“Om, Tante, Cellyn nya Kendra bawa dulu.”
Ucap Kendra membuat Cellyn mengerutkan kening, apa dia sudah memberitahu kedua orang tua Cellyn tujuan mereka pergi? Kedua orang tua Cellyn juga mengangguk penuh arti membuat gadis itu semakin penasaran kemana ia akan dibawa oleh Kendra.
“Ayo.”
Ucap Kendra menggenggam tangan Cellyn membawa nya pergi, gadis itu menurut saja lantaran ia tidak bisa melakukan apapun di depan kedua orang tua nya, kini kedua nya berada di dalam mobil Kendra, senyum yang semula nya ia tunjukkan di depan orang tua Cellyn kini hilang menjadi datar.
Tidak heran lagi sebenarnya karena memang Kendra selalu bersandiwara di hadapan kedua orang tua Cellyn, tak ada yang perlu Cellyn harapkan dari pria bermuka dua itu, sepanjang perjalanan Cellyn hanya diam menatap layar ponsel nya yang di penuhi pesan dari Dellon.
__ADS_1
[sayang bagaimana? Apa keputusan mu? Apa kau mau keluar dengan ku?]
Sejak tadi isi pesan Dellon hanya berisi pertanyaan pada Cellyn membuat gadis itu benar benar takut untuk membuka isi pesan pria itu, ingin mengatakan tidak tapi dia benar benar kasihan pada Dellon, dan jika ia mengatakan iya sama saja dia memberikan harapan palsu pada Dellon lantaran saat ini ia bersama Kendra.
Kendra yang sejak tadi Mendengar suara dentingan dari ponsel Cellyn sesekali melirik pada ponsel gadis itu, terlihat Cellyn hanya membaca dan tidak membalas nya membuat Kendra sedikit penasaran siapa dan apa isi pesan itu.
“Kenapa tidak balas pesan nya?”
Tanya Kendra tiba tiba, Cellyn hanya diam seraya memutar bola mata nya malas, karena pria itu lah ia tidak bisa membalas pesan dari Dellon, dan sekarang dia justru menanyakan hal itu? Rasanya ingin sekali Cellyn mencolok kedua mata Kendra saat ini.
“Aku bertanya..”
“Bukan urusan mu, fokus saja menyetir!” ketus Cellyn, muak juga rasanya mendengar suara Kendra, pria itu memilih diam setelah mendapat jawaban kasar dari Cellyn, mungkin mood gadis itu kurang baik dan Kendra tidak mau mengganggu nya.
“Kau suka?”
Cellyn mengangguk masih fokus menatap pantai, lalu Kendra mengajak nya turun, dengan cepat Cellyn berlari menuju pantai bahkan ia sudah melepas sepatu nya, Kendra hanya bisa tersenyum melihat Cellyn yang bertingkah seperti anak kecil sama seperti dulu.
“Akhirnya aku melihat Cellyn yang dulu, setidak nya sekali sebelum semua nya terjadi.”
Gumam Kendra kini memasang wajah datar nya, jantung nya berdegup kencang memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan, entah bagaimana kehidupan mereka nanti yang jelas ia lakukan ini demi adik nya dan kedua orang tua nya meskipun ia harus mengorbankan perasaan nya.
Kedua nya bermain di pantai, ralat bukan kedua nya melainkan hanya Cellyn saja sedangkan Kendra hanya menjaga Cellyn persis seperti orang tua menjaga anak anak mereka yang bermain, sesekali Cellyn bermain dengan anak anak yang ia temui dan Kendra hanya memantau nya saja.
Hari mulai sore, Cellyn yang terlalu lelah bermain kini mulai merasakan lapar di perut nya, gadis itu menghampiri Kendra yang tengah duduk di tepi pantai, Cellyn langsung duduk di samping Kendra dengan nafas terengah engah.
__ADS_1
“Aku lapar, ayo cari makanan.”
Ucap Cellyn tanpa menoleh pada Kendra, pria itu mengangguk lalu segera berdiri membuat Cellyn mengerutkan kening nya, tumben sekali pria itu menurut pada nya bahkan bersikap manis hari ini, sedikit curiga tapi rasa lapar nya membuat Cellyn tidak memikirkan hal itu.
“Ayo.”
Ucap Kendra seraya mengulurkan tangannya pada Cellyn, gadis itu kemudian meraih tangan Kendra lalu berdiri, kedua nya kini memilih pulang sambil mencari restoran untuk mengisi perut mereka, tak lama mereka berhenti di sebuah restoran seafood atas keinginan Cellyn.
Kedua nya kini masuk ke restoran, baru saja mendarat kan b*kong nya di kursi, mata Cellyn kini bertemu dengan sepasang mata yang tak asing membuat nya diam membeku, jantung nya berdetak lebih kencang, tubuh nya gemetaran menatap pria yang kini menatap nya dengan datar.
“Dellon?”
gumam Cellyn, Dellon yang sedang duduk bersama teman teman nya itu kini mulai berdiri bukan untuk menghampiri Cellyn dengan Kendra melainkan untuk pergi dari tempat itu lantaran merasa sakit melihat kekasihnya justru bersama dengan pria lain yang ternyata mantan kekasih gadis itu sendiri.
“Dellon tunggu!”
pekik Cellyn mengejar Dellon yang keluar dari restoran itu dengan langkah cepatnya, ia bahkan tidak menghiraukan Cellyn yang mengejar nya bahkan hampir terjatuh, pria itu segera menaiki motor nya yang memang terparkir sedikit jauh dari parkiran mobil Kendra.
“Dellon dengarkan aku dulu!”
Ucap Cellyn memegang tangan Dellon yang akan memasangkan helm di kepala nya, pria itu diam tak menatap wajah Cellyn, terlihat bibir nya bergetar seperti sedang menahan tangis membuat Cellyn merasa bersalah.
“Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu tapi tidak di sini, ayo kita pergi dulu.”
ucap Cellyn dan disetujui oleh Dellon, pria itu kemudian menyuruh Cellyn naik di motor nya meninggalkan restoran itu, sedangkan Kendra yang baru saja keluar hanya bisa menatap kepergian Cellyn dengan Dellon dengan perasaan kesal.
__ADS_1