
Cellyn sontak saja mematung mendengar ancaman Liliana membuat Dellon kini menatap istrinya dengan bingung, Dellon juga memanggil nama Cellyn namun wanita itu tak kunjung menjawab membuat Dellon akhirnya menepuk pundak Cellyn membuat wanita itu terkejut.
“Ada apa? Siapa yang menghubungimu?”
Tanya Dellon namun tak dijawab oleh Cellyn membuat Dellon akhirnya merebut ponsel yang ada di tangan Cellyn, namun sia sia saja lantaran memang nomor itu tidak diketahui, Dellon kemudian merangkum wajah Cellyn menatap wajah cantik wanita itu dan kembali menanyakan hal yang sama.
Cellyn pun akhirnya menangis lalu memeluk tubuh suaminya itu dengan begitu erat, entah mengapa ia merasa sangat takut mendengar ancaman dari Liliana, Dellon pun hanya bisa mengusap rambut Cellyn dengan lembut agar wanita itu bisa tenang dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
“Hei, berhenti menangis, sekarang katakan apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat ketakutan?”
Tanya Dellon lembut, Cellyn pun akhirnya mencoba untuk menenangkan dirinya lalu menceritakan apa yang membuatnya merasa ketakutan saat ini, mendengar itu tentu saja membuat Dellon merasa sangat marah, enak sekali mereka mengancam Cellyn setelah selama ini menyakiti wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.
“Tidak perlu menghiraukan perkataannya, mereka tidak akan bisa melakukan apapun!”
Ucap Dellon menenangkan Cellyn, bagaimana pun mereka tidak akan bisa menyentuh Brandon karena ia tidak akan tinggal diam sama sekali meskipun Kendra adalah papa kandung Brandon, namun Cellyn menggelengkan kepalanya ia benar benar tahu bagaimana Liliana, wanita itu tidak akan main main dengan ucapannya terlebih tentang cucu satu satunya itu.
“Tidak, Liliana tidak pernah main main dengan ucapannya, apa kita harus membawa Brandon bertemu dengan Kendra?”
Tanya Cellyn membuat Dellon terdiam, ia jelas tahu apa tujuan mereka meminta Cellyn untuk membawa Dellon karena pasti itu atas keinginan Kendra, Dellon pun menatap wajah Cellyn dengan lekat lalu menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Cellyn katakan, melihat itu Cellyn pun beranjak dari duduknya namun Dellon menahan tangannya.
“Mau kemana?”
“Mengganti pakaian ku, apa kau rela aku bertemu mantan suamiku dengan pakaian begini?”
Tanya Cellyn memperlihatkan pakaiannya yang benar benar terbuka, dimana ia hanya mengenakan celana jeans pendek dengan kaos crop putih, Dellon pun melirik tajam pada Cellyn yang kini tengah terkekeh, sontak pria itu menarik tubuh sang istri lalu memangkunya di atas paha seraya memeluk erat tubuh berisi wanita itu.
“Jangankan untuk melihat pakaian mu begini, aku bahkan tidak rela dia bertemu denganmu, itu sebabnya aku memutuskan untuk membawa Brandon kesana sendirian, dan kau hanya perlu duduk manis dirumah.”
__ADS_1
Ucap Dellon mengecup leher Cellyn membuat wanita itu merasa kegelian, Cellyn pun mengangguk setuju, sepertinya lebih baik jika Dellon saja yang membawa Brandon kesana, lagipula ia benar benar tidak ingin kembali menginjakkan kakinya dirumah itu lantaran tak ingin mengingat bagaimana buruknya perlakuan mereka pada dirinya.
“Tapi apa Brandon akan setuju?”
Tanya Cellyn yang baru saja ingat jika Brandon sangat membenci Kendra, Dellon pun mengusap pipi Cellyn dengan gemas melihat raut wajah khawatir istri nya itu.
“Tinggal bilang mau ketemu badut aja apa susahnya?”
Ucap Dellon santai membuat Cellyn tertawa begitu keras, bagaimana bisa pria itu berpikir untuk mengatakan hal itu pada Brandon, namun jika dipikir pikir itu mungkin saja bisa berhasil karena Brandon pastinya akan ikut, Hingga akhirnya Dellon pun membawa Brandon datang kerumah keluarga Kendra setelah sebelumnya Cellyn menghubungi Liliana dan mengatakan akan menyetujui permintaan mereka.
Brandon awalnya menolak lantaran Cellyn tidak ikut namun saat Dellon mengatakan jika Cellyn harus tetap dirumah agar adik bayi yang ada diperut Cellyn tidak kepanasan membuat Brandon akhirnya setuju lantaran tak ingin membuat adiknya kepanasan, Ia juga sangat berhati hati sekarang jika sedang bersama mamanya.
Kini Brandon dan Dellon sudah tiba di depan rumah keluarga Kendra, Dellon pun segera menekan bel pintu utama rumah itu hingga tak lama kemudian pintu terbuka, terlihat Kendra dengan raut wajah bahagia nya kini tengah menatap mereka namun tak lama raut wajah itu berubah menjadi kekecewaan lantaran tak melihat Cellyn datang.
“Dimana Cellyn?”
“Kenapa mencari istriku? Bukankah kau ingin bertemu dengan Brandon?”
Tanya Dellon ketus membuat Kendra juga merasa kesal, sedangkan Brandon kini menatap sang Daddy seraya menarik tangan pria itu membuat Dellon pun akhirnya berjongkok dihadapan Brandon dan menanyakan keinginan anak itu.
“Dimana Badut yang Daddy bilang? Kenapa kita justru bertemu dengan om ini?”
Jleb!
Sumpah demi apapun rasanya Dellon ingin sekali tertawa keras, ia benar benar tidak mengira jika Brandon akan menanyakan hal itu dihadapan Kendra, tentu saja Kendra yang mendengar hal itu merasa bingung, kenapa justru menanyakan badut? Kendra pun akhirnya itu berlutut dihadapan Brandon lantaran tak ingin jika Dellon saja yang dekat dengan Brandon.
“Hai Brandon, apa kau ingat papa?”
__ADS_1
Tanya Kendra pada Brandon sontak saja membuat anak kecil itu menjauh dari Kendra, papa apanya? Yang Brandon tau dia adalah pria jahat yang selalu mengganggu Daddy dan mamanya, dan Brandon tidak akan melupakan wajah pria itu sama sekali, sedangkan Kendra yang melihat Brandon menjauh tentu saja merasa sedih.
“Sayang, ini papa, apa kau tidak mengenali papa?”
Tanya Kendra lagi berusaha untuk mendekati Brandon namun lagi lagi anak itu menjauh dan justru memeluk Dellon, Kendra terdiam nyatanya yang harus ia dekati terlebih dahulu adalah Brandon karena anak itu benar benar tidak ingin dekat dengan nya, entah mengapa hatinya merasa tercubit ketika melihat anak kandungnya lebih memilih orang lain dari pada dirinya.
“Daddy, Brandon mau pulang saja, Brandon tidak mau disini, Brandon mau sama mama dan adik saja.”
Ucap Brandon merengek pada Dellon sedang kan Liliana yang baru saja keluar dari kamar lantaran mendengar suara rengekan Brandon pun menghampiri mereka, ia tersenyum bahagia ketika melihat cucunya datang namun ketika sampai disana senyumnya mendadak hilang ketika mendengar Brandon meminta untuk pulang saja.
“Hai Brandon? Kenapa ingin pulang?”
Tanya Liliana lembut, sedangkan Brandon yang melihat wanita itu kini mulai mereda, berbeda jika ia melihat Kendra, Brandon akan sedikit tenang ketika melihat Liliana lantaran tidak pernah melihat wanita itu marah marah kepada mama dan Daddy nya.
“Brandon ingin pulang nek, Brandon tidak suka om ini.”
Ucapnya membuat Liliana kini menoleh pada Kendra yang masih terdiam dengan raut wajah sedihnya, Liliana pun kembali menatap Brandon seraya mengajaknya untuk masuk, meskipun awalnya menolak namun akhirnya Brandon pun menurut lantaran Dellon juga akan ikut dengannya.
“Rumah nenek besar juga ya.”
Ucap Brandon pada Liliana, Liliana pun mengangguk lalu mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar yang sudah ia siapkan untuk Brandon, anak itu pun sontak saja melompat kegirangan melihat kamar yang penuh dengan mainan, benar benar surga untuk anak anak karena memang dipenuhi dengan berbagai macam permainan.
“Wah kamar ini benar benar hebat.”
Sedangkan kini Dellon dan Kendra berada di ambang pintu melihat Brandon yang tengah bermain, kedua pria itu saling menatap sekilas lalu kembali menatap pada Brandon.
“Kenapa kau masih menggangguku dan Cellyn?”
__ADS_1