CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 90


__ADS_3

Kendra dan Liliana sontak saja menoleh kesumber suara dimana kini Pramudana berada menatap mereka dengan tatapan yang begitu tajam, sontak Kendra dan Liliana saling menatap membuat Pramudana akhirnya menghampiri mereka berdua dan kembali menanyakan apa yang ia dengar.


“Katakan!! Apa benar ini semua ulah kalian?!!”


Liliana benar benar terkejut mendengar suara Pramudana yang begitu keras, ia bahkan belum pernah melihat kemarahan seperti itu dari pria yang menjadi suaminya berpuluhan tahun itu, Pramudana pun menarik tangan Liliana dengan kasar membuat wanita itu meringis kesakitan.


“Kau! Nenek macam apa kau?!! Kau tahu jika semua ini kesalahan kalian tapi kenapa kau masih saja melarang Kendra untuk menebus kesalahan yang kalian perbuat?!!”


Tanya Pramudana membuat Liliana kini mengangkat wajahnya menatap pria itu dengan tajam.


“Sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan Kendra mendonorkan darahnya! Kau tahu kan jika Kendra baru saja sembuh? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Apa kau mau bertanggung jawab!”


Sentak Liliana.


“Lalu kau? Apa kau ingin bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Brandon?!”


Ucap Pramudana sontak saja membuat Liliana tak mampu mengatakan apapun lagi, wanita itu diam hingga akhirnya Pramudana pun membawa Kendra untuk pergi dari sana dan segera mendonorkan darahnya untuk Brandon, namun langkah mereka terhenti ketika mendengar ucapan dari Liliana yang mengancam mereka.


“Jika kau berani mendonorkan darah untuk anak itu maka jangan anggap aku mamamu lagi Kendra!!”


Sentak Liliana namun tak dihiraukan oleh Pramudana yang tetap saja menarik tangan Kendra dan membawanya pergi meskipun Liliana terus saja memekik memanggil mereka agar menghentikan niat mereka untuk membantu Brandon, hingga akhirnya mereka tiba di mana keluarga Cellyn berada.


“Kendra akan mendonorkan darahnya untuk Brandon.”


Ucap Pramudana membuat semua orang menoleh, sejujurnya mereka juga tidak ingin merepotkan orang orang itu terlebih setelah melihat Liliana yang menentang keputusan Kendra, namun apa boleh buat lantaran hanya Kendra yang memiliki darah yang cocok dengan Brandon dan mereka tak punya banyak waktu lagi.


Akhirnya Kendra pun berada di ruangan yang sama dengan Brandon dimana kini anak itu tak sadarkan diri, sedangkan Kendra kini menatap Brandon dengan lekat, rasanya ia benar benar menyesal telah membuat putranya itu celaka, seharusnya ia tak mendengarkan semua ucapan sang mama yang memintanya untuk merebut Cellyn dan Brandon kembali.


“Maafkan papa sayang, ini semua salah papa karena papa tidak bisa melihat kalian bahagia sedangkan papa masih belum bisa melupakan mama mu.”


Kendra membatin, hingga akhirnya semua telah selesai, Kendra sudah mendonorkan darahnya untuk Brandon hingga membuat keadaan anak itu membaik, sedangkan Liliana kini menatap semua orang dengan kesal setelah dokter mengatakan jika Brandon baik baik saja sekarang.

__ADS_1


Semua orang pun masuk untuk menemui Brandon dan juga Kendra, setibanya disana Cellyn pun akhirnya mengucapkan terima kasih pada Kendra yang sudah bersedia mendonorkan darahnya untuk Brandon, Kendra pun mengangguk bagaimana pun Brandon adalah putranya sendiri.


“Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua.”


Ucap Kendra tiba tiba membuat semua orang kini saling menatap, kali ini apa yang akan pria itu katakan? Apa dia akan meminta imbalan dan membuat drama lagi? Sedangkan Liliana yang menyadari sesuatu sontak saja menghampiri Kendra dan mencoba menghentikan apa yang akan Kendra katakan.


“Kendra!! Tidak! Jangan katakan yang sebenarnya jika kau masih ingin mendapatkan kebahagiaanmu!!”


Sentak Liliana tentu saja membuat semua orang merasa bingung terutama Pramudana, pria itu pun akhirnya menjauhi Liliana dari Kendra agar putranya itu bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan pada semua orang, Kendra pun kini menatap semua orang yang tengah menagak dirinya, dengan pelan pria itu menghela nafasnya panjang.


”Sebenarnya aku sudah sembuh, aku sudah mengingat semuanya sejak pulang ke Indonesia, tapi mama memintaku untuk tetap berpura pura tidak mengingat apapun agar bisa menjalankan rencananya.”


Deg!


Semua orang terdiam mendengar pengakuan Kendra, sedangkan Pramudana kini sontak melepaskan tangannya dari tubuh Liliana, ia benar benar tidak percaya jika Liliana akan benar benar melakukan hal itu hanya demi membuat Kendra kembali mendapatkan Cellyn, sontak saja Pramudana menjauh dari Liliana lantaran merasa sangat jijik dengan wanita itu.


”Kau benar benar melakukan hal itu?”


Tanya Pramudana pada Liliana namun wanita itu hanya diam dan memalingkan wajahnya membuat Pramudana benar benar marah, apalagi melihat sikap arogan wanita itu yang bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun setelah melakukan semua itu.


“Ya, aku memang melakukan hal itu, kenapa? Apa aku salah membantu putraku mendapatkan kebahagiaan nya?!”


Timpal Liliana akhirnya membahu Pramudana tak bisa mengatakan apapun lagi, entah apa yang ada di dalam pikiran wanita yang ia nikahi 28 tahun yang lalu itu, yang jelas ia benar benar tidak bisa menerima kelakuan buruk wanita itu lagi setelah cukup lama menahannya.


“Aku minta maaf atas semua kesalahan ku, terutama pada mu Cellyn dan juga Dellon, aku berjanji tidak akan pernah mengganggu keluarga kalian lagi.”


Ucap Kendra, pria itu sudah memutuskan untuk menjalani kehidupannya yang baru setelah ini, ia benar benar akan mencoba untuk melupakan Cellyn dengan pindah ke negara lain, Cellyn dan Dellon pun mengangguk memaafkan Kendra, lagi pula Kendra juga sudah menolong Brandon dengan mendonorkan darahnya.


“Kendra! Apa yang kau katakan? Bagaimana dengan kebahagiaan mu nak?”


Tanya Liliana tanpa malu, sedangkan Pramudana kini menarik tangan Liliana dengan kasar membuat wanita itu kini tengah menatap wajah nya dengan lekat.

__ADS_1


“Tidak usah memikirkan kebahagiaan putraku, lebih baik kau memikirkan kehidupan mu setelah ini karena aku akan menceraikanmu!”


Deg!


“Bercerai?”


Beo Liliana seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Pramudana, pria itu mengangguk membuat Liliana seketika terdiam mematung.


“Aku akan menceraikanmu dan kita tidak akan punya hubungan apapun lagi, dan ya aku tidak akan mengizinkanmu menemui Kendra dan Avika karena aku tidak ingin mereka terpengaruh dirimu lagi!”


Ucap Pramudana meninggalkan Liliana disana, sedangkan Liliana kini dengan cepat menyusul Pramudana tentu saja ingin memohon agar pria itu tidak menceraikannya karena bagaimana pun ia sudah tidak memiliki keluarga lagi selain dirinya, namun keputusan Pramudana juga sudah tidak bisa diubah hingga akhirnya perceraian itu pun terjadi.


Hari hari berlalu dengan begitu cepat, tak terasa sudah tujuh bulan berlalu, kini Kendra berada di Singapura menjalankan perusahaan papanya yang berada disana, sedangkan Pramudana benar benar menceraikan Liliana hingga tak peduli bagaimana keadaan wanita itu saat ini.


Sedangkan kini dikediaman Cellyn dan Dellon tengah di liputi kebahagiaan dengan kelahiran putra kedua mereka, yaitu Bryan Hayden yang baru saja dilahirkan oleh Cellyn beberapa hari yang lalu, Cellyn dan Dellon kini menatap Brandon yang tengah menatap adik kecilnya yang tertidur pulas.


“Den Brandon, ada panggilan video dari papa den.”


Ucap asisten rumah mereka yang datang seraya menyerahkan ponsel milik Brandon lantaran Kendra yang menghubungi putranya itu, Ya akhirnya Brandon menerima kehadiran Kendra sebagai papa kandung nya setelah cukup lama mendekatkan diri pada Kendra.


Dengan cepat Brandon berlari mengambil ponselnya yang sudah terlihat wajah sang papa di layar ponsel itu, Brandon kemudian memamerkan wajah adiknya yang sangat tampan membuat Kendra tersenyum, akhirnya kini ia bisa merasakan bahagia ketika melihat putranya bahagia karena memiliki adik kecil.


“Selamat sayang, jaga adikmu baik baik.”


Ucap Kendra, sedangkan kini Cellyn dan Dellon berada di atas ranjang menatap Brandon yang begitu semangat memamerkan adiknya, Dellon kemudian mengecup puncak kepala istrinya itu dengan lembut.


“Aku mencintaimu, terima kasih sudah selalu ada di sisiku melewati semua masalah.”


Ucap Cellyn pada Dellon lalu memeluk erat tubun pria yang ia cintai itu.


“Aku juga sangat mencintaimu, kita memang sudah ditakdirkan bersama, seberat apapun masalahnya kita akan bisa melaluinya.”

__ADS_1


... TAMAT...


Terimakasih kepada pembaca setia author, terima kasih atas gift dan dukungannya, sampai bertemu lagi di karya author selanjutnya 👋


__ADS_2