
Setelah mengatakan itu Cellyn pun beranjak dari sana lalu kembali ke dalam kamar nya, benar benar berbeda dari Cellyn sebelum nya yang bahkan tidak akan tenang jika belum mengerjakan pekerjaan rumah sedikit pun, apalagi jika sudah melihat tatapan mertua nya itu.
Semua orang kini saling menatap, terutama Liliana dan Avika yang sering mengancam Cellyn, Kendra pun akhirnya memilih untuk ke kantor saja dari pada harus pusing memikirkan perubahan sikap Cellyn pada dirinya dan juga keluarga nya, sedangkan ketiga wanita itu kini tengah menuju kamar dimana Cellyn berada.
“Heh! Kamu berani sama saya?!”
Liliana memekik menatap Cellyn yang terlihat santai dengan ponsel nya, Liliana mengerutkan kening nya kala menyadari jika ia belum mengambil kembali ponsel Cellyn, wanita itu hendak merebut kembali ponsel itu namun justru di larang oleh Cellyn yang entah mengapa bersikap kasar pada nya.
“Ini ponsel ku, kau tidak berhak mengambil nya meskipun kau adalah mertua ku!”
Lagi lagi Liliana dan yang lain nya dibuat terkejut dengan sikap Cellyn, entah lah rasanya yang sedang berada di hadapan mereka bukan lah Cellyn tapi orang lain, karena sikap nya memang sangat berbeda tak ada rasa takut sedikitpun di wajah wanita itu saat ini.
“Kau berani pada mama ku?!”
Sentak Avika hendak melayangkan pukulan di wajah Cellyn namun tangan di tahan oleh tangan Cellyn yang kini menatap nya tajam, kini ia tak peduli lagi rasa bersalahnya pada gadis itu lantaran ia merasa semua nya sudah terbayarkan, penderitaan yang ia alami selama ini seperti nya sudah sangat seimbang dengan apa yang dulu ia lakukan.
Melihat keberanian Cellyn tentu saja nyali Avika menciut mengingat dulu wanita di hadapan nya itu benar benar seorang ketua geng, bagaimana jika Cellyn yang dulu kembali? Tentu saja ia akan kalau menghadapi kekuatan Cellyn.
“Jangan sentuh anak saya!”
Sentak Liliana menepis tangan Cellyn dari tangan Avika, tentu saja ia tidak terima melihat putri satu satunya di sakiti oleh orang lain, sedangkan Rachel tersenyum melihat pertengkaran menantu dan mertua itu lantaran itu akan sangat menguntungkan bagi nya yang ingin mendapatkan Kendra.
“Kalau begitu, ajarkan putri mu itu sopan santun pada kakak iparnya!”
Setelah mengatakan itu Cellyn kemudian keluar dari sana, entah kemana tujuan nya kali ini yang jelas ia tidak ingin melihat wajah orang orang itu untuk saat ini, sedang kan Liliana dan Avika hanya bisa saling menatap, terlihat Avika sedikit ketakutan mengahadapi Cellyn.
“Sial!! Apa yang membuatnya seberani itu?!”
__ADS_1
Sedangkan Cellyn saat ini berada di belakang, tepatnya di mana para asisten rumah itu berkumpul, ia memang sering bergabung dengan mereka layaknya seorang pembantu di sana, tentu itu semua karena mertua nya yang selalu menyuruh nya makan bersama para pembantu rumah itu.
“Bagaimana non? Sudah lepas belum rasa rindu nya sama keluarga non?”
Tanya Inah yang memang paling dekat dengan Cellyn, ia benar benar kasihan melihat menantu majikan nya itu yang selalu di siksa oleh majikan nya, namun Cellyn tetap bertahan hanya karena rasa cinta nya pada Kendra, itu lah yang membuat Inah salut pada Wanita itu.
Cellyn mengangguk seraya tersenyum tipis, meskipun belum puas bertemu dengan keluarga nya karena Kendra yang memaksa untuk segera pulang, yang terpenting ia sudah bertemu keluarga nya, semua yang ada di sana tersenyum melihat Cellyn tersenyum, jarang jarang mereka melihat senyuman wanita itu lantaran ia selalu saja menangis.
“Non cantik banget kalau lagi senyum, semoga kebahagiaan selalu menghampiri non ya.”
Ucap Asih pada Cellyn membuat Cellyn mengangguk, semoga saja ia memiliki kesabaran yang penuh menghadapi semua orang di rumah ini, semoga saja ia bisa meluluhkan hati semua orang, hingga ia tak perlu memilih jalan yang kakak ipar nya sarankan pada nya.
Ya, Ariana sudah tahu semua nya saat Cellyn masih berada di rumah orang tua nya, Cellyn menceritakan semua nya dengan syarat kakak iparnya itu harus tutup mulut dari keluarga nya hingga Cellyn benar benar sudah menyerah dengan keluarga Kendra, meskipun awalnya menolak tapi akhirnya Ariana menurut apa yang Cellyn inginkan.
Terlalu serius mengobrol hingga semua orang tak menyadari jika Kendra sudah pulang bahkan kini pria itu berdiri tak jauh dari perkumpulan Cellyn dan asisten rumah itu, pria itu menatap istri nya yang terlihat tersenyum berbicara dengan orang orang itu.
Entah apa sebenarnya yang Kendra inginkan, padahal wanita itu sering mengajak nya berbicara tapi dia yang selalu bersikap dingin pada Cellyn, namun ketika melihat istrinya tertawa dengan orang lain ia justru merasa tidak suka.
“Eh Den, sudah pulang?”
Asih yang kebetulan duduk menghadap ke arah Kendra tentu melihat keberadaan majikan muda nya itu, semua orang kini menoleh termasuk Cellyn namun tak lama wanita itu kemudian memalingkan wajah nya dari Kendra membuat Kendra sedikit kesal, Kendra kemudian menghampiri Cellyn dan menarik tangan wanita itu hingga ke dalam kamar.
“Apaansih!!”
Sentak Cellyn menepis tangan Kendra membuat pria itu sedikit terkejut dengan sikap berani Cellyn, Kendra menghela nafas, ingin sekali rasanya memarahi wanita itu tapi melihat sikap nya sekarang seperti nya salah jika ia juga berbicara dengan nada tinggi.
“Apa yang terjadi padamu? Ku dengar kau melawan mama ku? Dan menyakiti adik ku?”
__ADS_1
Cellyn memutar bola mata nya malas, sudah ia duga Kendra pulang cepat karena mertua dan adik ipar nya itu, namun ia tak ingin ambil pusing, tak peduli bagaimana Kendra berpikir tentang nya yang jelas ia hanya akan mengikuti permainan mertua dan adik ipar nya itu.
“Aku tidak sengaja, dan ya aku ingin minta uang, selama ini kau jarang memberiku uang bulanan kan? Sekarang aku ingin menagih nya.”
Ucap Cellyn santai mengulurkan telapak tangan nya pada Kendra membuat pria itu mengerutkan kening menatap nya, pasal nya selama ini Cellyn tidak pernah meminta uang bulanan pada nya sama sekali, memang ia pernah memberi nya tapi sudah sangat lama.
“Untuk apa? Kalau untuk peralatan dapur diatur oleh bik Asih.” tutur Kendra.
“Untuk belanja, selama tinggal disini aku tidak pernah belanja sekalipun.”
Deg!
Kendra diam, semakin tidak percaya dengan perubahan sikap Cellyn, entah kenapa semenjak pulang dari rumah nya Cellyn begitu berani bahkan pada mama nya yang selama ini ia takuti.
“Belanja?” beo Kendra, Cellyn mengangguk menatap Kendra datar.
Tak lama Kendra mengeluarkan kartu ATM nya lalu memberikan nya pada Cellyn, ia ingin melihat sebanyak apa perubahan wanita itu, paling saja ia hanya menggunakan sedikit karena mungkin ia hanya ingin menggertak Kendra saja.
Sedangkan Cellyn kini tersenyum menatap kartu yang sudah la tidak ia pegang selama menikah dengan Kendra, tanpa membuang waktu wanita itu kemudian meraih tas nya dan segera keluar dari kamar nya itu, tentu tujuan utama nya saat ini adalah pusat perbelanjaan.
Hingga sore hari Cellyn yang baru saja pulang berbelanja memasuki rumah nya dengan banyak paper bag di tangan nya membuat ketiga wanita itu mengerutkan kening Melih pemandangan yang sangat langka untuk seorang Cellyn.
“Kau habis berbelanja? pakai uang siapa?”
baru saja pulang, sebuah pertanyaan sudah menghampiri Cellyn dari mama mertua nya, Cellyn menghentikan langkah nya lalu menatap mama mertua nya yang terlihat kesal.
“Tentu saja uang suami ku!”
__ADS_1
deg!