
Sedangkan Cellyn kini juga merasakan hal yang sama dengan Clara, tidak bisa dipungkiri jika Cellyn juga merasa kesal setelah adu mulut dengan wanita yang berbisa itu, Cellyn hanya bisa menghela nafas setelah berada di dalam taksi.
Beruntung Dellon sempat menceritakan apa yang terjadi padanya dan Clara di masalalu hingga Cellyn bisa menjawab semua jcalN Clara yang akan merendahkan dirinya dan membuat dirinya merasa tidak pantas untuk Dellon, jika di pikir pikir kata kata wanita itu memang sangat berbahaya.
Pantas saja Dellon meminta Cellyn untuk tidak meladeni apa yang Clara katakan, dan meminta Cellyn untuk segera pergi kila bertemu dengan wanita itu, ternyata memang benar Clara sangat licik, beruntung ia bisa menjawab semua ucapan wanita itu, dan rasanya benar benar sangat lega.
Tak lama ponsel Cellyn berdenting membuat wanita itu segera merogoh ponsel nya dari dalam tas, terlihat sebuah pesan masuk dari Dellon membuat Cellyn segera membuka dan membacanya.
[Sudah pulang? Aku masih di kantor, aku akan menemui mu nanti.]
Cellyn tak membalas dan kembali memasukkan ponselnya kedalam tas, rasa kesalnya tak hanya untuk Clara tapi juga semua orang yang mengganggu nya saat ini, hingga akhirnya taksi yang ia tumpangi sampai di kediaman orang tuanya, Cellyn pun segera masuk ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya.
“Kenapa aku harus bertemu dengan wanita itu? Rasanya aku ingin sekali mencabik-cabik wajah wanita itu!”
Ucap Cellyn meluapkan kekesalannya pada ranjang nya, hingga tak lama Brandon pun datang dan menatap aneh pada sang mama yang terlihat bertengkar dengan ranjang? Brandon pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya menghampiri sang mama, anak itu kemudian segera berlari kebawah dari pada harus menjadi sasaran amukan sang mama.
“sepertinya mama sudah g*la, atau mungkin mama sedang latihan untuk lomba ya?”
Gumam anak itu masih tak habis pikir dengan mamanya yang benar benar terlihat aneh, kenapa justru ranjang yang dijadikan teman bertengkar nya? Anak itu kemudian memutuskan untuk kembali bermain dengan sepupu dan om nya yang tua beberapa tahun darinya.
Hingga sore tiba Dellon pun datang ke kediaman orang tua Cellyn seperti apa yang ia janjikan pada Cellyn, Dellon datang disambut oleh ketiga anak kecil yang sedang bermain itu, Brandon yang melihat sang Daddy datang sontak saja segera berlari menuju daddynya.
”Hai sayang, dimana mama mu?”
Tanya Dellon pada Brandon, mendengar hal itu sontak saja Brandon menempelkan satu jarinya di bibir memberi isyarat sang Daddy agar tidak berisik, Brandon kemudian melirik ke lantai atas dimana kamarnya sang sang mama berada, lalu meminta sang Daddy untuk sedikit menunduk lantaran ia ingin mengatakan sesuatu.
“Daddy tahu? Mama seperti nya ingin ikut lomba.”
__ADS_1
Ucap Brandon membuat Dellon hanya bisa mengerutkan keningnya, ikut lomba? Lomba apa yang akan Cellyn ikuti? Dan kenapa tidak memberitahu nya terlebih dahulu? Tentu saja Dellon merasa bingung dengan penjelasan Brandon yang setengah setengah.
“Lomba apa?”
Brandon menggelengkan kepalanya seraya mengangkat kedua bahunya.
“Tadi Brandon lihat mama sedang bertengkar dengan ranjang tidur, tapi rasanya tidak mungkin jika mama marah pada ranjang nya karena ranjang itu baik, jadi mungkin mama nya ingin latihan untuk ikut lomba.”
Jelas Brandon tentu saja membuat Dellon sadar jika Cellyn sedang kesal hingga melampiaskannya pada ranjang tidur, Dellon pun hanya tersenyum seraya mengusap puncak kepala Brandon dan meminta anak itu untuk kembali bermain sedangkan dirinya kini mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu menghubungi Cellyn.
“Hei, aku berada di bawah, apa kau tidak ingin bertemu dengan ku?”
Ucap Dellon begitu Cellyn mengangkat panggilan nya, Cellyn pun tak lama turun dari kamarnya lalu melihat Dellon yang memang sedang berada di bawah, wanita itu pun segera turun menghampiri Dellon meskipun wajah nya masih sangat cemberut, entah apa masalah nya kali ini.
“Ayo kita duduk di luar saja, lebih adem.”
“Hai ratuku, kau kenapa? Apa yang terjadi? Apa aku melakukan kesalahan? Apa kau marah karena aku meninggalkan mu?”
Tanya Dellon membuat Cellyn menoleh padanya lalu menggelengkan kepala, jujur saja ia masih sangat kesal dan belum ingin menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Dellon, Dellon pun mengerti dan tak memaksa Cellyn, pria itu berusaha untuk menghibur Cellyn dengan membicarakan pernikahan mereka.
“Kau tahu? Aku benar benar sudah tidak sabar menunggu pernikahan kita, bagaimana jika nanti kita honeymoon ke Swiss? Disana juga bagus untuk pengantin baru.”
Jelas Dellon sedangkan Cellyn kini tiba tiba saja terdiam tak begitu memperhatikan Dellon yang sedang membicarakan tentang pernikahan dan setelah pernikahan mereka nanti, Dellon yang menyadari Cellyn tidak fokus pun menggenggam tangan Cellyn dengan erat lalu mengecup punggung tangan wanita itu.
“Apa kau yakin tidak ingin mengatakan sesuatu?”
Cellyn menatap Dellon dengan lekat, entah mengapa wajah pria itu benar benar membuat hatinya tenang, Cellyn pun mengangguk membuat Dellon mendekat padanya, dengan perlahan wanita itu mengatur nafas nya sebelum berbicara pada Dellon.
__ADS_1
“Aku rasa aku memang tidak pantas untukmu, kau tampan dan masih lajang, kau bisa menemukan wanita yang juga lajang dan lebih baik dariku, sedangkan aku ini hanya seorang...”
“siapa orangnya?” timpal Dellon, jelas saja pria itu tahu jika ada yang memprovokasi Cellyn agar bisa menggagalkan pernikahan mereka, Cellyn diam tak menjawab membuat Dellon semakin mendekat lalu menyentuh dagu Cellyn agar menatapnya.
“Beritahu aku atau bibirmu akan ku kecup disini.”
Bisik Dellon membuat Cellyn sontak saja menjauh lalu menoleh ke sekitar takut saja ada yang bisa mendengar ucapan pria itu, sedangkan Dellon kini tersenyum tipis melihat raut wajah ketakutan Cellyn padahal ia hanya menakuti wanita itu saja agar memberitahu siapa yang mencoba untuk memprovokasinya.
“Clara, aku bertemu dengan dirinya di butik, dia menyadarkan ku jika aku tidak pantas dengan mu, kau lebih pantas dengan wanita yang...”
“Dan kau bagaimana? Kau juga berpikiran yang sama dengannya? Lalu menurutmu aku harus menikah dengan siapa? Wanita itu begitu?” timpal Dellon.
Cellyn menggelengkan kepalanya tentu saja ia tidak terima jika Dellon menikahi wanita itu karena wanita itu jauh lebih buruk darinya, Dellon tersenyum lalu mengusap pipi Cellyn dengan lembut, sampai kapanpun ia tidak mungkin bisa melirik wanita lain selain Cellyn.
Ia mengejar pendidikan hanya karena Cellyn, ia rela meninggalkan kehidupan bebasnya juga karena Cellyn dan mama mungkin dia akan melepaskam Cellyn begitu saja setelah susah payah mendapatkannya, Cellyn kemudian menyadarkan kepalanya di bahu Dellon.
“Dengarkan aku, mungkin ini sudah kesekian kalinya aku mengatakan padamu jika aku tidak akan melepaskan mu hanya karena wanita lain, bagiku kau tetap saja Cellyn yang aku cintai dulu, sekarang dan nanti.”
Cellyn tersenyum mengangguk mendengar penjelasan Dellon, lalu memeluk pria itu dengan erat, sedangkan Dellon kini mengecup puncak kepala Cellyn berkali kali, namun pikirannya kini tertuju pada Clara, bisa bisanya wanita itu mengatakan hal rendahan seperti itu pada Cellyn.
“Wanita itu memang harus diberi pelajaran.”
Dellon membatin.
“Apa kau tahu? Brandon bilang melihat mu sedang bertengkar dengan ranjang, dan dia mengira jika kau sedang berlatih untuk lomba berkelahi.”
Ucap Dellon sontak saja membuat Cellyn ikut tertawa, bagaimana bisa Brandon memikirkan hal itu, anak itu benar benar diluar nalar.
__ADS_1