
Keesokan harinya di kediaman orang tua Cellyn, kini seluruh keluarganya dan keluarga Dellon tengah berkumpul tentu saja untuk membicarakan pernikahan yang sudah mereka rencanakan, Lucy dan Kely juga turut hadir untuk merencanakan hari bahagia sahabat mereka.
“Jadi kapan hari bahagianya akan di laksanakan?”
Agus berucap, ia tak memaksa hanya ingin memastikan saja agar jika sudah ditentukan mereka tidak perlu merasa khawatir nantinya jika semua tidak akan selesai tepat waktu, sedangkan Dellon kini menoleh pada Cellyn yang juga sedang menatapnya seraya mengulum senyum.
“lebih cepat lebih baik dad.”
Ucap Dellon membuat semua orang tersenyum bahagia, memang Dellon lah yang sangat bersemangat agar pernikahan nya dengan Cellyn segera di laksanakan, sedangkan Cellyn mengikut saja apa yang Dellon putuskan, sedangkan Lucy kini menatap tajam pada sepupunya itu.
“Bilang saja kalau kau yang sudah tidak sabaran.”
Ucap Lucy membuat semua orang terkekeh sedangkan Cellyn hanya bisa mencubit Lucy yang membuatnya merasa malu, dan Dellon mengacungkan jempol pada Lucy karena tebakan wanita itu sangat tepat karena memang dia yang tidak sabaran untuk menjadikan Cellyn sebagai miliknya.
“Hei dimana keponakan tampanku? Kenapa belum kelihatan juga?”
Tanya Lucy dan Kely lantaran tak juga melihat keberadaan Brandon padahal sudah hampir siang, sedangkan yang dicari kini baru saja turun dari lantai atas dengan wajahnya yang masih sangat mengantuk, pakaiannya juga masih menggunakan pakaian tidur, jelas saja anak tampan itu baru saja bangun tidur.
“Ya ampun dia baru bangun? Persis seperti ibunya yang sering terlambat bangun, itulah sebabnya dulu kau sering terlambat kesekolah.”
Ucap Kely pada Cellyn membuat wanita itu merasa kesal, jika wajah Brandon mirip dengan ayah kandungnya maka sifat Brandon sangat mirip dengan mama nya, sedangkan Brandon juga merasa kesal, padahal ia baru saja turun dari atas tapi sudah disambut dengan gelak tawa semua orang yang tengah menatapnya.
“Kalian menertawakanku lagi?”
Sungut anak itu lalu segera menghampiri daddynya, tentu saja untuk mengadu karena lagi lagi semua orang menertawakannya padahal dia sendiri juga tidak tahu apa alasan dia di tertawakan, dan juga dia ingin bertanya kenapa kemarin malam daddynya tidak ada dirumah.
“Daddy kenapa kemarin malam Daddy tidak ada disini? Bukan kah nenek Erlin masih di Britania? Lalu kali ini Daddy menemani siapa?”
Deg!
Dellon melirik semua orang yang juga diam mendengar pertanyaan anak kecil itu, padahal Brandon sudah merengek lantaran Dellon tak kunjung menjawab pertanyaannya, hingga akhirnya Lucy berinisiatif untuk membawa Brandon pergi dari sana agar kedua keluarga bisa berbicara dengan leluasa.
__ADS_1
“Hei tampan, apa kau sudah pernah ke mall disini? Disini mall nya sangat bagus kau pasti akan suka.”
Ucap Lucy pada Brandon, namun anak kecil itu justru menatap aneh pada Lucy lantaran memang tidak kenal sama sekali, Brandon juga sedikit menghindari Lucy karena sedikit ketakutan.
“Siapa dia? Kenapa dia sok akrab dengan ku?”
Jleb!
Akhirnya perjuangan Lucy berbuah manis, Brandon akhirnya setuju ikut dengan Lucy dan Kely ke mall dimana anak itu akan dijanjikan akan bermain ke tempat bermain anak anak, tentu saja Brandon tidak ingin melewati kesempatan itu lantaran biasanya mamanya akan melarang yang ia inginkan.
“Brandon, ingat mama mu bilang kau tidak boleh lari larian?”
Anak kecil itu mengangguk malas, meskipun senang tapi ia juga kesal lantaran aunty Lucy nya itu terus saja mengingatkan dia pada pesan pesan mamanya, mereka kemudian keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall, jangan tanya bagaimana reaksi anak itu dia benar benar sangat senang lantaran melihat begitu banyak orang.
Sedangkan kini Kendra dan Liliana juga berada di tempat yang sama dengan Brandon lantaran Liliana ingin menemani Kendra berbelanja dan merubah penampilannya seperti apa yang mereka katakan kemarin, kali ini Kendra dan Liliana masuk ke toko perlengkapan pria.
“Bagaimana dengan ini?”
Tanya Liliana pada putranya seraya menunjukkan kemeja biru garis garis putih, Kendra mengangguk lalu kembali mencari pakaian lain, setelah puas mereka pun keluar dari sana dan masuk ke toko sepatu, namun saat keluar dari sana seorang anak kecil tiba tiba saja menabrak Kendra lantaran asik berlari, membuat Kendra refleks menangkap tubuhnya yang hampir jatuh.
Tanya Kendra pada anak kecil itu yang tak lain adalah Brandon, Brandon menggelengkan kepalanya menatap Kendra lalu tatapannya kini tertuju pada Liliana yang menurutnya sangat tidak asing, anak itu ingat jika wanita itu adalah orang yang ia tabrak saat di toko kue.
“Nenek? Kau nenek yang ada di toko kue itu kan?”
Liliana mengangguk, ia juga terkejut karena kembali bertemu dengan anak kecil yang sangat mirip dengan Kendra, Kendra menatap mamanya bingung, jadi mereka sudah pernah bertemu? Liliana kemudian jongkok di hadapan Brandon tangan nya bergera memegang kedua pipi anak itu.
“Tampan, Dimana orang tua mu?”
Tanya Liliana, Brandon kemudian menggelengkan kepalanya.
“Mereka ada dirumah grandma, Brandon kesini bersama aunty.”
__ADS_1
Lalu tak lama terdengar suara yang memanggil nama Brandon, tentu saja itu Lucy dan Kely yang kehilangan sosok anak kecil yang nakal itu, benar benar tidak dapat dipungkiri jika Brandon memang sangat nakal dan juga sangat cepat dalam berlari, padahal hanya beberapa detik mereka mengalihkan pandangan namun Brandon sudah hilang.
“Brandon! Astaga kau kemana saja? Kau lupa yang mama mu katakan?”
Ucap Lucy memarahi Brandon begitu menemukannya, sedangkan kini Kely menatap ke depan dimana Kendra dan Liliana berada, sontak saja matanya membulat lalu segera ia menepuk pundak Lucy yang masih memarahi Brandon.
“Ya ampun Kely! Kau itu kenapa?”
Tanya Lucy yang sudah mulai kesal lantaran Kely terus saja menepuknya, Kely kemudian menunjuk kedepan tepatnya pada Kendra, Sontak saja Lucy menoleh, sama dengan Kely wanita itu juga terkejut melihat keberadaan Kendra, dengan cepat Lucy menarik Brandon agar menjauh dari Kendra.
“Jadi kalian auntynya?”
Deg!
“Ti-tidak! Siapa bilang? Aku mama nya bukan aunty nya!”
Ucap Lucy sengaja memang agar Kendra tak tahu atau curiga jika Brandon adalah putranya, namun semua usaha Lucy sia sia begitu Brandon membuka mulut lantaran tak terima jika Lucy mengaku ngaku sebagai mamanya, jelas saja ia menolak keras.
“Bukan! Mama Brandon bukan aunty tapi.... Emphhh!!”
Dengan cepat Lucy membekap mulut Brandon lalu segera membawanya pergi dari sana, meskipun anak itu memberontak bahkan mengigit nya namun Lucy tidak melepaskannya tangannya sedikit pun lantaran Brandon adalah tanggung jawabnya sekarang.
Begitu sampai di luar mall, sontak saja Lucy melepaskan tangan nya dari mulut Brandon, Lucy meringis menatap tangannya yang memerah, sedangkan kini Brandon tengah membersihkan mulutnya.
“Aunty habis pegang apa? Kenapa rasanya pahit sekali?”
Deg!
Seketika tawa Kely pecah mendengar ucapan Brandon, anak itu juga bisa melawak rupanya, sedangkan Lucy hanya bisa memasang raut wajah kesalnya, jika anak itu adalah anaknya mungkin mulutnya sudah ia jahit.
“Dasar tidak sopan!”
__ADS_1
Sedangkan Kendra kini tengah menatap perdebatan Lucy dan Brandon dari kejauhan, entah mengapa ia merasa dekat dengan anak kecil yang baru saja ia temui itu, sedangkan Liliana kini juga dilema, haruskah ia katakan pada Kendra jika anak itu bersama orang yang mirip dengan Cellyn? tapi anak itu juga bersama daddynya?
“Ma, siapa anak itu? kenapa wajahnya sangat tidak asing?”