
“Kembalikan!! Ini milik putra ku!!”
Pekik Liliana merebut semua paper bag yang ada di tangan Cellyn, tentu wanita itu tak terima dan kembali merebut nya hingga terjadi lah tarik menarik di sana, Avika dan Rachel ikut membantu Cellyn dengan menahan tangan wanita itu membuat Liliana lebih luasa mengambil semua nya.
“Itu milik ku wanita tua!!”
Sentak Cellyn tepat saat Kendra baru saja turun dari kamar nya, Mendengar mama nya di kata Katai tentu saja Kendra tidak terima dan memekik menanggil nama Cellyn dan segera menghampiri wanita itu dengan raut wajah marah nya membuat semua orang kini menoleh pada Kendra.
“Cellyn!!!”
Sentak Kendra, semua nya kini menoleh pada Kendra yang terlihat sangat marah, Liliana yang melihat itu tentu tak ingin melewati kesempatan emas itu dan berpura-pura bersedih lantaran Cellyn yang bersikap kurang ajar pada nya.
“Kendra, lihat istri mu ini, beginilah dia setiap hari memperlakukan mama.”
Liliana kembali berdrama seperti biasanya, Sedangkan Cellyn kali ini hanya tersenyum sinis tanpa berusaha untuk membela diri seperti biasanya, sedangkan Kendra kini menatap tajam pada Cellyn, entah lah mungkin ia percaya pada perkataan mama nya padahal posisi nya saat ini Cellyn tengah di pegang oleh Rachel dan Avika.
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Cellyn membuat ketiga wanita itu tersenyum melihat hal yang memang ingin mereka lihat, sedangkan Cellyn kini mulai kembali mengangkat wajah nya menatap Kendra, tapi bukan dengan raut wajah sedih atau takut melainkan dengan sebuah senyuman.
“Tampar saja lagi, maka setelah ini kau akan berada di balik jeruji!”
Mendengar itu tak hanya Kendra, bahkan ketiga wanita itu juga terdiam mendengar ancaman Cellyn, entah mengapa mereka merasa jika Cellyn serius dengan ucapan nya mengingat memang Kendra sering kali bersikap kasar pada wanita itu.
“Kendra, sudah jangan kasar pada nya, wanita ini sudah gila dan dia bisa melakukan apapun nanti.”
Ucap Liliana pada Kendra, tentu ia sedikit takut dengan ancaman Cellyn karena bagaimana pun Kendra putra satu satu nya, kebanggaan nya tentu saja ia tidak ingin jika terjadi sesuatu pada putra kesayangan nya itu hanya karen wanita seperti Cellyn, sedangkan Kendra memilih pergi dari sana.
Rachel dan Avika pun melepaskan tangan Cellyn setelah mendapat isyarat dari Liliana untuk melepaskan nya, Cellyn kemudian kembali mengambil paper bag miliknya dari tangan Liliana lalu membawa nya ke dalam kamar, sesampainya di kamar wanita itu segera mengunci pintu dan duduk di tepi ranjang.
“Ya tuhan, rasanya sakit sekali.”
Gumam Cellyn memegangi pipi nya yang di tampar oleh Kendra, jujur saja ia hanya berpura pura kuat saja di hadapan orang orang itu agar mereka berpikir dua kali untuk menindas nya, nyata nya rasa tamparan dari Kendra benar benar sakit, entah sekuat apa pria itu menamparnya tadi.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara sering ponsel milik nya, Cellyn meraih tas nya dan mengeluarkan ponsel milik nya, tertera nama sang kakak ipar di layar ponsel membuat nya segera menyeka air mata, tak lupa ia juga berdehem untuk menstabilkan suara nya.
“Hai kak.”
Ucap Cellyn menatap layar ponsel dimana wajah sang kakak ipar kini terpampang jelas, Ia tahu apa tujuan kakak ipar nya menghubungi diri nya, tentu ingin memastikan jika diri nya baik baik saja setelah mengetahui bagaimana perilaku kasar keluarga Kendra pada Cellyn yang wanita itu tutupi darinya.
“Kau baik baik saja? Apa mereka masih bersikap kasar padamu?”
Tanya Ariana, membuat Cellyn menutup kedua matanya sejenak, mengatur nafas agar suara nya tidak gemetar dan tidak menangis saat berbicara dengan kakak ipar nya.
“Tenang saja kak, mereka bahkan tidak berani memarahiku karena aku sudah berani pada mereka, kakak benar jika kita berani maka tidak akan ada yang menyiksa kita.”
Ucap Cellyn tentu saja berbohong agar kakak iparnya itu tidak memberitahu keluarga nya tentang apa yang terjadi, mendengar jawaban dari adik ipar nya tentu Ariana menghela nafas lega lantaran sejak pagi ia sudah sangat khawatir dengan keadaan adik ipar nya itu.
“Baiklah, jika terjadi sesuatu katakan saja pada kakak, maka kakak akan memberitahu kakakmu nanti.”
Cellyn mengangguk, justru itulah alasan nya tidak ingin memberitahu keadaan nya pada kakak ipar nya lantaran tak ingin kakak iparnya itu membocorkan semua pada keluarga nya.
Tanya Ariana, takut saja jika adik iparnya itu tidak pernah memegang uang selama tinggal di sana, Cellyn kemudian menunjukkan semua barang belanjaannya pada Ariana, sengaja agar kakak ipar nya tidak begitu khawatir pada nya.
“Banyak sekali.”
Ucap Ariana melongo melihat banyak nya belanjaan Cellyn, Cellyn hanya terkekeh melihat wajah kakak ipar nya itu.
“Hasil memalak ATM kendra.”
Kedua nya kemudian tertawa setelah menggibah Kendra dan keluarga nya, memang ipar yang terbaik hanyalah Ariana dan bukan yang lain nya di hidup Cellyn, rasanya sedikit menyesal lantaran selama ini tidak pernah bercerita pada kakak ipar nya itu.
Hingga malam pun tiba, kini semua keluarga tengah berada di meja makan menikmati makan malam mereka, namun Pramudana sedikit aneh lantaran tak melihat keberadaan menantu nya itu, karena biasanya Cellyn akan tetap ada di sana meskipun hanya untuk melayani Kendra dan yang lain nya.
“Dimana Cellyn?”
Semua orang kini saling menatap mendengar pertanyaan Pramudana namun tak ada yang mau menjawab, hingga akhirnya Pramudana memilih bertanya pad Kendra tentang keberadaan Cellyn.
__ADS_1
“Dimana istrimu Ken?”
Tanya Pramudana pada putra sulung nya itu, Kendra mengangkat wajah nya menatap sang papa, lalu kini menoleh pada sang mama, jujur saja ia tidak tahu dimana Cellyn berada lantaran memang tidak menemukan keberadaan wanita itu sejak pulang.
“Kendra tidak tahu pa.”
Pramudana hanya menghela nafas, bagaimana bisa Kendra tidak tahu dimana keberadaan istrinya sendiri, hingga akhirnya makan malam pun selesai, semua orang kini beranjak dari kursi hendak memilih tempat persinggahan masing masing, namun tak lama bel rumah berbunyi membuat Kendra akhir nya memilih untuk membuka pintu lantaran ia yang paling dekat.
Ceklek!
“Cellyn? Kau dari mana?”
Tanya Kendra mengerutkan keningnya melihat keberadaan Cellyn yang baru saja pulang dari luar, Cellyn tak menjawab dan memilih masuk saja melewati Kendra yang tengah menatap nya, Kendra kemudian segera menyusul Cellyn ingin meminta penjelasan pada istri nya itu.
“Cellyn!! Aku bertanya kau dari mana?!!”
Sentak Kendra menarik tangan Cellyn, namun segera di tepis kasar oleh wanita itu.
“Bukan urusan mu!!”
Sentak Cellyn mendorong tubuh Kendra di hadapan semua orang membuat pria itu hanya bisa diam membeku di tempat, sedangkan Cellyn berjalan memasuki kamar nya meninggalkan semua orang yang tengah menatap nya aneh.
“Ceraikan saja wanita itu Ken!”
Brak!!
.
.
.
Jangan lupa dukungan nya buat Author ya 🥰
__ADS_1