
“Aku ingin minta uang, uang ku kemarin sudah habis aku belanjakan, hari ini aku ingin belanja lagi.”
Ucap Rachel seraya mengulurkan telapak tangannya di hadapan Kendra, pria itu hanya bisa mengacak rambutnya, ia sudah sangat pusing karena tidak bisa fokus dalam bekerja, tuhan justru mengirimnya seorang istri yang hanya bisa meminta uang.
“Kau sebenarnya belanja apa? Aku lihat barang belanjaan mu tidak begitu banyak, lalu kemana uang yang kuberikan?”
Deg!
Rachel benar benar tak menduga mendapat pertanyaan seperti itu dari Kendra yang selama ini hanya diam dan selalu menuruti keinginannya, Rachel mengigit bibirnya alasan apa yang harus ia katakan pada Kendra agar pria itu tidak curiga?
“A-aku, aku hanya membeli barang barang branded Kendra! Memang tidak banyak barang yang aku beli karena harga nya memang sangat mahal.”
Lagi Kendra hanya bisa diam lalu menyerah kartu hitam pada Rachel, ia benar benar sudah muak melihat wajah wanita itu, lebih baik ia memberikan kartu saja dari pada harus transfer pada wanita itu terus menerus.
“Gunakan lah sesuka hatimu, tapi jangan ganggu pekerjaanku!”
Rachel mengangguk seraya tersenyum lebar, ia sebenarnya juga tidak ingin terlalu lama berada di tempat yang di penuhi karyawan penggosip, terlebih lagi ialah yang menjadi bahan gosipan mereka, dengan langkah senang Rachel keluar dari kantor itu.
Setelah berada di dalam mobilnya, wanita itu segera merogoh ponselnya dan menghubungi seorang yang beberapa minggu ini ia kenal, mereka sering bertemu dan lebih tepatnya sudah menjalin hubungan bahkan hingga ke ranjang.
“Hai sayang, ayo temani aku belanja.”
Ucapnya pada pria yang menjadi kekasihnya, partner ranjangnya lantaran ia tak pernah mendapatkan hal itu dari Kendra hingga ia menari pria lain untuk memuaskan dirinya, Rachel bahkan tidak masalah membiayai semua kebutuhan pria itu lantaran memang pria itu seorang pengangguran.
__ADS_1
Dan pria itu tentu saja tidak menolak lantaran ia mendapatkan uang dan juga tubuh seorang wanita cantik yang juga memuaskan dirinya, siapa yang akan meninggalkan hal keuntungan seperti itu di hidupnya?
Rachel dan pria yang bernama Gilang itu pun berbelanja dengan begitu mewahnya dan seperti biasa mereka akan berakhir di ranjang, itulah alasan Rachel sekarang lebih sering berada di luar dari pada dirumah mertuanya, jika Kendra bertanya maka ia hanya akan menjawab baru bertemu dengan teman lamanya.
Sedangkan Kendra yang baru saja merasa tenang kini kembali dibuat marah kala membuka media sosialnya yang tanpa sengaja melihat foto Dellon dan Cellyn di media sosial Dellon, tak hanya karena foto itu melainkan juga caption yang Dellon tulis.
“Akhirnya direstui.”
Melihat itu tentu saja Kendra merasa kesal, setelah sekian lama tidak mendengar kabar wanita itu kini ia justru mendapat kabar yang membuatnya merasa tidak tenang, direstui apa maksudnya? Hubungan mereka? Jadi maksudnya mereka akan menikah?
“Sial!!!”
Umpat Kendra melempar kasar ponselnya kesembarang arah, niat hati ingin menenangkan pikiran dengan membuka media sosial justru berujung penyesalan melihat postingan mantan istrinya dengan pria yang memang ia benci.
Kendra yang kesal kini memilih pergi dari kantor nya menuju tempat yang cukup sering ia datangi belakangan ini setelah ia dan Cellyn berpisah, tempat dimana ia biasanya menenangkan dirinya dan mencoba untuk melupakan bayangan Cellyn dari pikirannya.
.
.
.
Sedangkan di tempat lain kini Cellyn dan Dellon merasa sangat bahagia lantaran kedua orang tua Cellyn benar benar menerima Dellon dengan baik begitupun dengan niat baik Dellon pada Cellyn meskipun semua keputusan ada di tangan Cellyn.
__ADS_1
Setidaknya mereka tidak perlu lagi mengkhawatirkan keputusan orang tua Cellyn, Ya kedua orang tua Cellyn memilih merestui mereka, entah bagaimana yang jelas semua terjadi begitu saja, mungkin kedua orang tua Cellyn melihat Dellon yang begitu tulus pada Cellyn bahkan rela menerima bayi yang Cellyn kandung.
“Terima kasih karena kau sudah menjaga Cellyn dengan baik, tapi kami tidak ingin memaksa lagi, semua keputusan akan kami serahkan pada Cellyn.”
Ucap Kendra pada Dellon, pria itu mengangguk mendengar jawaban Agus, Dellon juga sudah memposting foto di media sosialnya hingga membuat Kendra menjadi benar benar gila saat ini, meskipun belum tahu bagaimana keputusan Cellyn namun Dellon yakin jika takdir sedang memihaknya.
Kedua orang tua Cellyn kini memilih untuk beristirahat lantaran masih sangat lelah hingga meninggalkan Cellyn dengan Dellon berdua di sana, salah bukan berdua karena masih ada Arga di sana yang setia menemani Berryn di dapur, entah lah sepertinya bocah 4 tahun itu sudah terpikat pada Berryn.
“Dan kau? Bagaimana dengan keputusanmu?”
Tanya Dellon pada Cellyn, Cellyn hanya menatap ke langit langit rumahnya seolah olah sedang berpikir keras, tak lupa bibir nya maju beberapa centi demi membuat Dellon kesal, nyatanya bukan kesal pria itu justru merasa gemas bahkan ingin mengigit wanita itu.
”Aku belum bisa menjawabnya, aku memang merasa nyaman dengan mu tapi rasanya aku terlalu jahat jika menerimamu disaat kondisi ku seperti ini, aku seolah olah membebankan dirimu dan mengorbankan dirimu.”
Dellon terdiam, Cellyn memang wanita yang sangat berbeda, di saat wanita lain akan mencari pengganti suaminya dan juga sebagai pengganti ayah dari bayinya, ia justru merasa tidak ingin membebankan orang lain dengan keadaannya saat ini, hal itu yang membuat Dellon benar benar terpikat pada Cellyn.
“Baiklah, kita akan sama sama menunggu, aku akan menunggumu bisa menerima ku bahkan sampai bayimu.. maksud ku bayi kita lahir, dan kau bisa menungguku menyelesaikan pendidikan ku, dan kita akan hidup bersama.”
Cellyn mengangguk sepertinya itu pilihan yang tepat, mereka akan membicarakan hubungan mereka ketika bayi Cellyn sudah lahir dan juga Dellon sudah siap dengan dirinya yang akan menjadi kepala rumah tangga nantinya.
“Terima kasih karena sudah mengerti diriku.”
Ucap Cellyn tersenyum manis pada Dellon, pria itu kemudian meraih tangan Cellyn dan menggenggamnya dengan erat, ia berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa segera melanjutkan perusahaan papanya yang memang akan diwarisi padanya, hanya saja Dellon dulu masih ingin menikmati masa mudanya bersama teman temannya, hingga ia bertemu dengan Cellyn dan memilih untuk melanjutkan pendidikannya.
__ADS_1
“Hei? Kalian berpegangan tangan? kalau begitu Berryn, ayo pegang tanganku seperti mereka.”
Ucap Arga yang entah sejak kapan berada di sana bersama Berryn, yang jelas ucapan anak kecil itu membuat semua orang tertawa, ia bahkan benar benar menggenggam tangan Berryn sama seperti Cellyn dan Dellon.