CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
Bab 7


__ADS_3

Keesokan pagi nya Cellyn yang masih berada di balik selimut nya terpaksa bangun lantaran mendengar gedoran pintu yang cukup keras membuat tidur nya terganggu, entah siapa pagi pagi begini yang mengganggu tidur nya.


“Sebentar.”


Ucap Cellyn duduk di ranjang nya dengan suara khas baru bangun tidur, berisik sekali bahkan rasanya gendang telinga nya akan pecah, Dengan malas gadis itu berjalan menuju pintu dan membuka nya.


“Apa mom?”


Tanya Cellyn pada mommy nya yang berdiri di balik pintu.


“Ada pria yang mencari mu, Daddy mu mengira pria itu lah yang menyakiti mu lalu dia...”


Tanpa kata Cellyn langsung berlari ke bawah menggunakan tangga agar lebih cepat, takut saja jika memang Kendra yang datang dan di hajar oleh Daddy nya, nafas nya memburu menuruni tangga tak peduli jika saat ini ia tak mengenakan alas kaki.


“Kak Kendra, Dad stop!”


Ucap Cellyn menghentikan tangan Daddy nya yang hendak memukul pria itu, Cellyn menoleh kening nya berkerut, mata membulat kala melihat Dellon yang justru di sana dengan keadaan yang sudah babak belur, dan tentu itu perbuatan sang Daddy.


“Dellon, kau?”


Cellyn membantu Dellon berdiri dan duduk di sofa, sedangkan Agus kini menatap bingung pada Putri nya yang justru membela pria seperti itu, sedangkan Yoonia juga sama bingung nya dengan Agus.


“Dad, apa yang daddy lakukan? Dia kakak sepupu Lucy, teman Cellyn kenapa di pukul?”


Kesal Cellyn, mendengar itu sontak saja Agus terkejut lalu menatap sekilas pada Yoonia, ia benar benar tidak tahu jika ternyata ia salah orang, salah Dellon juga yang tiba tiba bilang sudah ada janji dengan Cellyn, tentu saja Agus berpikiran yang tidak tidak.


Akhirnya Cellyn membantu mengobati luka Dellon yang disebabkan oleh Daddy nya sebagai permintaan maaf, tentu hal itu membuat Dellon bahagia meskipun harus merasakan sedikit sakit di tubuh nya namun karena hal itu Cellyn menjadi lebih perhatian pada nya.


“Maaf, Daddy tidak tahu kalau dia teman mu.”


Ucap Agus setelah Cellyn selesai mengobati Dellon, Cellyn hanya menatap sekilas pada Daddy nya lalu meminta Daddy nya itu untuk meminta maaf pada Dellon lantaran Dellon lah yang terluka, mau tak mau Agus pun menurut dan meminta maaf pada Dellon.


“Tidak apa apa om, hanya luka kecil.”


Tidak apa katanya, tapi sejak tadi ia selalu meringis kesakitan setiap Cellyn menyentuh luka nya, Agus dan Yoonia memilih untuk meninggalkan Cellyn dan Dellon di sana, sengaja sebenarnya agar Cellyn bisa dekat dengan pria tampan itu.

__ADS_1


Kini tinggal kedua nya di ruang tengah itu, Cellyn diam ada rasa kasihan dan juga kesal, entah kenapa juga Dellon datang padahal Cellyn sudah melarang nya kemarin malam dan lihat sekarang jadi seperti ini.


“Maafkan Daddy ku, dia pikir kau itu..”


“Kendra?” timpal Dellon.


Cellyn mengangguk dengan wajah datar nya, Dellon hanya mengangguk seperti nya masih ada cinta di hati Cellyn untuk Kendra bahkan gadis itu sempat menyebut nama Kendra dengan nada khawatir, entah mengapa Dellon merasa sakit mendengar hal itu.


“Mau pergi dengan ku? Aku sudah jauh jauh kesini hanya ingin bertemu dengan mu.”


Ucap Dellon lirih, melihat wajah memelas nya membuat Cellyn mau tak mau setuju sebagai tanda permintaan maaf nya atas perbuatan Daddy nya, Cellyn kemudian bersiap siap untuk pergi bersama Dellom dan tentu dengan izin kedua orang tua nya.


“Hatihati ya sayang, have fun.”


Ucap Yoonia mengusap rambut Cellyn lembut, gadis itu mengangguk lalu segera menghampiri Dellon yang sudah menunggu di motor nya, sedangkan Agus melihat tidak suka pada Dellon, salah bukan pada pria itu melainkan pada kendaraan yang ia bawa.


“Kenapa harus pakai motor? Apa dia anak motor?”


Gumam Agus, Yoonia hanya diam seraya menggelengkan kepala, yang terpenting bagi nya Cellyn tidak lagi mengurung diri dikamar nya, dan semoga dia dan pria itu semakin dekat dan tak lagi larut dalam luka di hati nya.


Sedangkan di atas motor seperti yang sebelumnya Dellon menarik gas motor nya dengan kencang hingga membuat Cellyn mau tak mau harus memeluk pinggang pria itu dengan erat, entahlah baik motor dengan Dellon rasanya sama seperti mempertaruhkan nyawanya.


Pekik Cellyn di telinga Dellon, kedua nya terhalang helm hingga membuat Cellyn harus memekik lebih keras agar terdengar di telinga Dellon, sedangkan Dellon yang mendengar hal itu menuruti permintaan Cellyn namun hal itu tidak berlangsung lama lantaran ia hanya ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.


“Jika kau tidak ingin jatuh maka peluk aku, dan ya kata orang berkendara dengan kencang bisa mengurangi beban pikiran mu, coba saja berteriak dengan kencang.”


Ucap Dellon lalu kembali melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi, Cellyn hanya mendengus kesal lalu entah mengapa mendadak ia ingin mencoba apa yang Dellon sarankan pada nya hingga membuat nya berteriak dengan kencang di jalanan.


“Kendra brengsek!!!!! gue bisa bahagia tanpa Lo!!!”


Pekik Cellyn lalu kedua nya tertawa keras, Dellon benar benar senang melihat tawa Cellyn yang begitu keras, entah mengapa ia merasa berhasil membuat gadis itu merasa nyaman dengan nya hingga tak lama mereka berhenti di sebuah taman setelah membeli beberapa cemilan dan juga tikar untuk mereka duduk.


“Bagaimana bisa kau terpikir membawa ku kesini?”


Tanya Cellyn tiba tiba pada Dellon, pria itu menoleh pada Cellyn lalu tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Cellyn membuat gadis itu sedikit kesal, bukan nya menjawab, Dellon justru memberikan pertanyaan pada Cellyn.

__ADS_1


“Kau bahagia?”


Cellyn menoleh tampak sedikit berpikir lalu tak lama mengangguk kan kepala nya dengan cepat dan kembali memaling kan wajah nya, hal itu tentu membuat Dellon merasa gemas dengan tingkah Cellyn yang terlihat malu untuk menjawab.


“Pasti part favorit mu saat berada di atas motor dengan kecepatan tinggi.”


Ucap Dellon diiringi tawa yang terdengar mengejek pada Cellyn, gadis itu menoleh tajam pada Dellon, favorit apa nya setelah Cellyn berteriak dengan kencang Dellon justru menghentikan motor nya di depan orang orang membuat Cellyn seperti orang gila lantaran berteriak di jalanan.


“Favorit apanya, kau sengaja membuat ku malu!”


Ketus Cellyn sedangkan Dellon hanya tertawa sesekali mendorong lembut Cellyn, Cellyn pun ikut tertawa lalu tak lama wajah nya kembali datar mengingat jika dulu dia sering kali tertawa dengan Kendra, entah mengapa rasanya seperti deja vu.


“Sudah, tidak perlu mengingat nya, nih makan yang banyak biar gendutan.”


Ucap Dellon menyerah kan cemilan yang mereka beli, Cellyn mengambil satu lalu menyuapnya kedalam mulut namun suapam yang ketiga justru di curi oleh Dellon yang mengambil kesempatan saat Cellyn termenung.


“Dellon!”


Pria itu hanya tertawa melihat wajah kesal Cellyn, sedang kan Cellyn memilih untuk memalingkan wajah nya lantaran merasa malu, wajah nya dan Dellon bahkan bersentuhan lantaran pria itu yang tiba tiba mendekati, entah lah terkadang ia merasa kesal dengan pria itu tadi di sisi lain dia juga merasa nyaman lantaran Dellon bener benar berusaha membuat nya tersenyum.


Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat nya, sudah sebulan lebih Cellyn dan Dellon kenal dan bahkan semakin dekat, Dellon benar benar bisa membuat Cellyn percaya kepada nya bahkan selalu meminta pria itu untuk menemani nya keluar meski sang Daddy melarangnya berteman dengan Dellon setelah mengetahui pria itu ketus geng motor, ia benar benar tidak ingin putri nya kembali ke sifat lama nya.


Seperti hari ini Cellyn bersikeras ingin pergi dengan Dellon meskipun sang Daddy melarangnya di telepon namun Cellyn benar benar tidak punya teman pergi lagi selain Dellon, jika tidak pergi maka bagaimana Cellyn akan memberikan hadiah untuk Lucy?


Ya hari ini ada perayaan ulangtahun Lucy dan siang ini Cellyn ingin membeli kado untuk pesta nanti malam, namun sayang sang Daddy justru tidak mengizinkan nya padahal Cellyn sudah mengatakan jika tidak akan lama.


“Jika kau pergi dengan pria itu maka Daddy akan menjodohkan mu dengan anak teman Daddy!”


Ucapan Daddy nya masih terngiang-ngiang di telinga Cellyn saat ini meskipun ia tengah berada di atas motor bersama Dellon, entah hanya ancaman dari sang Daddy yang jelas Cellyn tidak peduli sama sekali, toh dia bisa menolak jika memang perjodohan itu akan terjadi.


“Ayo tuan putri, turun lah jangan terlalu banyak merenung.”


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa dukungan nya untuk Author ya, terimakasih 💋


__ADS_2