CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 49


__ADS_3

Seminggu berlalu, kini pernikahan Kendra dan Rachel sudah di depan mata, hari ini adalah hari pernikahan Kendra dan Rachel seperti apa yang sudah di rencanakan oleh kedua keluarga, namun wajah Kendra justru terlihat biasa saja, berbeda dengan Rachel yang terus saja tersenyum tanpa henti.


“Kendra, apa kau tidak bisa tersenyum sedikit? Jangan permalukan mama dan papa di depan tamu undangan, kau tahu? Wajahmu itu seperti di paksa untuk melakukan pernikahan ini!”


Bisik Liliana pada putranya itu, wajah Kendra benar benar sudah tidak dapat di kondisikan lagi, tak ada senyuman di wajahnya membuat para tamu undangan bertanya tanya, Kendra yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas lalu berusaha untuk tersenyum meskipun sedikit.


“Nah begitu, awas saja jika senyum mu hilang!"


Bisik Liliana sedikit menekan membuat Kendra mau tak mau harus tersenyum sampai acara selesai, raganya di pernikahan namun pikirannya ada di tempat lain yaitu pada mantan istrinya yang saat ini tidak ia ketahui dimana keberadaannya, entah mengapa pria itu selalu saja memikirkan Cellyn.


“Sekali saja Cellyn hadir disini, maka akan ku batalkan semua, tapi sayang hal itu tidak akan terjadi.”


Kendra membatin, pria itu memang sudah bertekad akan membatalkan pernikahannya jika Cellyn hadir disana, namun tentu saja hal itu tidak akan terjadi lantaran Cellyn tak lagi di negara ini, malam pun tiba akhirnya acara selesai hingga Kendra bisa bernafas lega, namun tidak untuk waktu yang lama lantaran ia harus memutar otaknya kala Rachel yang sudah merengek ingin kekamar mereka.


“Bagaimana caranya agar tidak terjadi apapun antara aku dan Rachel malam ini?”


Kendra membatin, melihat Rachel yang sudah menggodanya sejak tadi tentu ia tahu apa tujuan wanita itu mengajaknya masuk ke dalam kamar, dan hal itulah yang sedang kendra hindari hingga tatapannya kini tertuju pada segerombolan laki laki yang tak lain adalah teman temannya.


“Ya, lebih baik bergabung bersama mereka agar Rachel memilih masuk kedalam kamar terlebih dahulu, aku akan menunggunya tertidur baru aku akan masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.”


Kendra membatin lalu segera melangkahkan kakinya menghampiri teman temannya, melihat itu tentu saja Rachel sangat kesal lantaran Kendra lebih mementingkan teman temannya dari pada dirinya, Rachel pun memilih masuk kedalam kamar terlebih dahulu menunggu Kendra kembali.


Pria itu pun menghela nafas lega kala melihat Rachel yang mulai pergi, namun sialnya teman temannya justru memintanya untuk segera menyusul Rachel dan melakukan ritual malam pertama, mereka tidak tahu saja jika dirinya menghindari Rachel mati matian.


“Bro, sana temenin istri barunya.”

__ADS_1


Kendra hanya berdecak sebal, ia sudah di cap sebagai senior mereka lantaran sudah menikah dua kali, bahkan ia menikah setelah beberapa bulan perceraiannya dengan Cellyn, tentu saja Kendra menjadi bahan candaan teman temannya sekarang.


Hingga kini keadaan sudah sepi lantaran semua tamu sudah pulang bahkan Rachel juga sudah terlelap lantaran terlalu lama menunggu Kendra, sedangkan Kendra memilih tidur di kamar tamu dari pada masuk ke dalam kamarnya, setakut itu ia jika Rachel nantinya akan menggoda dirinya.


.


.


.


Sedangkan kini di negara lain, Cellyn baru saja menyelesaikan makan malamnya di rumah nenek Erlin, semakin hari mereka semakin dekat begitupun dengan Dellon yang bahkan menyempatkan waktu untuk menemui Cellyn di sela sela kesibukannya yang sedang kuliah.


Bahkan ia juga sering menemani Cellyn keluar ketika wanita itu menginginkan menghirup udara kota itu, Dellon bahkan sangat menjaga Cellyn lantaran wanita itu yang tengah mengandung, jangan tanya bagaimana perasaan Cellyn saat ini, tentu saja ia sangat berterimakasih pada Dellon yang sangat tulus padanya.


“Ayo makan yang banyak, supaya bayimu sehat.”


“Begitu, jadi sekarang nenek sudah tidak diperhatikan lagi.”


Ucap nenek Erlin tentu saja hanya bercanda, ia hanya ingin menggoda cucunya itu saja lantaran sangat perhatian pada Cellyn bak seorang suami yang perhatian pada istrinya, mendengar itu Dellon hanya bisa terkekeh sedangkan Cellyn merasa tidak enak karena menganggap ucapan nenek Erlin serius.


Tak lama terdengar deringan ponsel Cellyn membuat wanita itu pamit untuk mengangkat teleponnya lantaran berasal dari keluarganya yang ingin menanyakan kabar dari wanita itu setelah seminggu tinggal di negara orang, mereka juga berniat untuk mengunjungi putri mereka di sana.


Setelah selesai berbicara dengan keluarganya Cellyn pun kembali ke meja makan dan melanjutkan makannya, setelah selesai ia pun di antar Dellon pulang kerumah tentu atas perintah nenek Erlin, namun tanpa perintah dari nenek Erlin, Dellon akan tetap mengantar Cellyn pulang.


“Terima kasih Dellon.”

__ADS_1


Dellon mengangguk lalu segera pulang setelah memastikan Cellyn masuk ke rumahnya, sedangkan Cellyn kini mengintip di balik jendela, wanita itu tersenyum kala melihat Dellon yang sempat menoleh pada rumahnya beberapa kali, kini mereka seperti dua orang remaja yang jatuh cinta.


Cellyn kembali ke kamarnya setelah membersihkan diri, ia membuka ponselnya berseluncur di media sosial, tiba tiba saja sebuah postingan menarik perhatiannya kala melihat wajah yang tak asing di foto itu.


“Kendra dan Rachel? Jadi mereka menikah hari ini?”


Gumam Cellyn, entah mengapa ia merasa muak melihat wajah kedua orang itu namun di sisi lain hatinya juga merasa sakit lantaran bagaimanapun Kendra adalah mantan suaminya yang sangat ia cintai dulu, tak ingin hatinya kembali sakit Cellyn pun memilih untuk menutup ponselnya dan segera tidur.


Sedangkan di tempat lain, pagi kini menyapa pengantin yang baru saja menikah kemarin, namun sepagi ini wajah Rachel sudah sangat cemberut lantaran tak menemukan Kendra di dalam kamar mereka, entah kemana pria itu sekarang yang jelas Rachel benar benar kesal.


“Hei, pagi pagi sudah cemberut, apa servis nya kurang puas?”


Ucap Avika terkekeh, niatnya ingin menggoda kakak iparnya itu namun justru ia mendapat kata kata kasar dari Rachel yang tidak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulut wanita itu hingga membuat Avika tidak bisa mengatakan apapun lagi.


“Diem deh, Lo tau apa anak kecil?”


Deg!


“Ada apa ini?”


Tanya Liliana pada Putri dan menantu kesayangannya itu, Rachel yang kesal pun memilih pergi meninggalkan mertua dan adik iparnya itu membuat Liliana bingung dengan sikap menantu nya itu.


“Ada apa? Kenapa dia terlihat kesal?”


Avika hanya mengangkat kedua bahunya lalu mengatakan jika Rachel juga bersikap aneh padanya membuat Liliana terdiam.

__ADS_1


“Mungkin dia hanya lelah, wajar saja.”


Ucap Liliana yang masih saja membela menantunya itu, sedangkan orang yang membuat kesal Rachel kini tengah tidur pulas di kamar tamu tanpa ada satu orang pun yang tahu keberadaannya di sana.


__ADS_2