CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 87


__ADS_3

Brugh!


“Sayang? Kau baik baik saja?”


Pekik Cellyn yang khawatir kala melihat Dellon yang baru saja terjatuh dari atas pohon mangga yang tidak terlalu tinggi, ya keesokan harinya mendadak Cellyn merengek ingin memakan mangga yang ada di depan rumah mereka, padahal mangganya masih sangat muda entah kenapa Cellyn tiba tiba menginginkannya padahal selama ini wanita itu tidak menyukai sesuatu yang asam.


“Tidak apa apa, aku hanya terjatuh saja.”


Ketus Dellon yang sebenarnya sedikit kesal pada Cellyn, bukan karena wanita itu memintanya untuk memanjat pohon mangga itu, hanya saja saat wanita itu menginginkan buah yang asam itu membuat Dellon tidak begitu rela untuk mengambilnya, namun apa boleh buat lantaran Cellyn terus saja bersikeras.


Cellyn terkekeh melihat raut wajah kesal Dellon yang terlihat sangat lucu, ia tentu tahu jika suaminya itu tengah merasa kesal lantaran Dellon sudah melarangnya untuk makan yang asam asam tapi Cellyn tetap menginginkannya, dan yang lebih parahnya ini sudah yang kedua kalinya Dellon memanjat pohon lantaran Cellyn yang masih menginginkan beberapa mangga lagi untuk dimakan, setelah menghabiskan dua buah mangga.


“Maaf sayang, tapi anak mu yang menginginkannya, aku hanya menurutinya saja.”


Ucap Cellyn seraya mengusap perut datarnya, mendengar itu tentu saja Dellon hanya bisa pasrah, lagi pula orang orang bilang jika keinginan ibu hamil tidak dituruti maka akan berdampak pada bayi yang dikandung, dan hal itu yang membuat Dellon mau tak mau harus menuruti keinginan Cellyn.


“Yasudah, ini mangganya.”


Ucap Dellon seraya duduk di samping Cellyn dan menyerahkan mangga muda itu pada istri tercintanya itu, Cellyn pun dengan celat mengupasnya sedangkan Dellon kini hanya diam menatap pohon mangga yang tumbuh dihalaman rumah mertuanya itu, entah mengapa harus ada pohon mangga disana, rasanya ingin sekali ia mengangkat dan membuangnya.


“Awh!!”


Ringis Cellyn membuat Dellon sontak saja menoleh, terlihat Cellyn tengah memegangi jarinya yang berdarah lantaran tergores pisau, dengan cepat Dellon meraih jadi tangan Cellyn lalu mengisap darah yang keluar, sedangkan Cellyn kini menatap Dellon seraya tersenyum, perhatian pria itu benar benar membuatnya luluh.


“Sudah kubilang, biar aku saja yang mengupasnya, kau lihat kan sekarang?”

__ADS_1


Omel Dellon pada Cellyn lantaran wanita itu yang benar benar sangat keras kepala, padahal Dellon sudah mengatakan untuk tidak memegang pisau namun Cellyn bersikeras ingin mengupasnya sendiri dengan alasan keinginan sang bayi, nyatanya ia hanya tidak ingin membebani Dellon yang sudah memanjat pohon mangga untuknya.


“Iya maaf, lagipula hanya sedikit, kenapa kau berlebihan sekali?”


Ucap Cellyn membuat Dellon menoleh, jangankan tergores, Cellyn merasa kebas saja sudah mampu membuat Dellon panik, sebegitu cintanya pria itu pada Cellyn hingga tidak menginginkan Cellyn merasakan kesakitan sedikitpun, sedangkan yang dikhawatirkan justru mengatainya berlebihan.


“Sudah sini, pisaunya.”


Ucap Dellon akhirnya yang mengupas mangga itu lantaran tak ingin Cellyn kembali terluka, sedangkan di tempat lain Kendra kini mulai mengamuk di kamarnya lantaran mengetahui Cellyn yang sudah menjadi mantan istrinya dan menikah dengan pria lain, bahkan kini tengah mengandung.


Liliana dan Avika juga merasa khawatir lantaran Kendra yang tak kunjung membuka pintu kamarnya padahal sejak tadi mereka terus saja memanggil Kendra, belum lagi suara barang barang yang dihancurkan Kendra membuat Liliana benar benar merasa khawatir, wanita itu kemudian menghubungi suaminya agar segera pulang.


“Ada apa lagi ini?”


Brak!


Dengan beberapa kali percobaan akhirnya pintu kamar Kendra terbuka membuat ketiga orang itu segera masuk, terlihat Kendra yang tengah duduk di lantai dengan kamar yang sangat berantakan, pecahan kaca berserakan dimana mana membuat semua orang hanya bisa terdiam.


Sedangkan Liliana kini segera menghampiri Kendra seraya memeluk putranya itu, beruntung Kendra tidak menyakiti dirinya sendiri, Liliana merangkum wajah Kendra agar menatap wajahnya membuat Kendra pun kini menatap lekat wajah sang mama, pria itu sontak saja menangis dan memeluk sang mama dengan erat.


“Kendra mah Cellyn ma, tolong bawakan Cellyn untuk Kendra.”


Ucap Kendra membuat Liliana mengangguk, sedangkan Pramudana menatapnya geram, lagi lagi Liliana menyetujui apa yang Kendra inginkan padahal semua sudah jelas jelas salah tapi istri nya itu tetap saja membuat Kendra merasa berharap.


“Hentikan Kendra! Kau tahu sendiri jika Cellyn sudah bahagia dengan kehidupan barunya, dan kau tidak boleh mengganggu kehidupan wanita itu lagi! Kau hanya sedang amnesia Kendra, jika kau sudah mengingat semuanya kau tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini!”

__ADS_1


Sentak Pramudana kesal, namun Liliana justru membentak Pramudana yang tega sekali mematahkan semangat anaknya sendiri, Pramudana pun memilih pergi dari sana lantaran tak ingin berdebat lagi dengan Liliana, namun sebelum pergi pria itu mengancam istri dan putranya itu untuk tidak mengganggu kehidupan Cellyn lagi.


“Jangan berpikir untuk mengganggu Cellyn lagi jika kalian tidak ingin merasakan akibatnya nanti!”


Ucap Pramudana sebelum akhirnya kembali ke kantor, sedangkan Liliana hanya memutar bola matanya malas tak peduli dengan ancaman Pramudana, memang apa yang bisa suaminya itu lakukan pada mereka? Pramudana tidak mungkin menyakiti istri dan anaknya karena pria itu benar benar mencintai keluarganya.


“Jangan dengarkan perkataan papamu, dia hanya tidak mengerti bagaimana perasaan mu saat ini, karena dia tidak pernah mengalaminya.”


jelas Liliana pada Kendra membuat pria itu mengangguk.


“Ma, bantu Kendra.”


Ucap Kendra membuat Liliana menganggukkan kepalanya, tentu saja ia akan membantu Kendra apapun yang terjadi, demi kebahagiaan Kendra ia akan memohon pada Cellyn agar mau menemui Kendra setiap hari, jika wanita itu menolak maka ia akan menggunakan cara kotor agar bisa membuat Kendra bahagia.


“Kendra ingin bertemu Brandon, bawa Brandon untuk Kendra ma.”


Mendengar itu Liliana pun mengangguk lalu segera membawa Kendra pergi dari sana agar kamarnya bisa dibersihkan, Sedangkan kini Cellyn dan Dellon yang masih berada di luar rumah mereka seraya menatap teriknya matahari di siang itu pun merasa terkejut ketika Brandon yang berlari menuju mereka seraya membawa ponsel milik Cellyn.


“Ma, ponsel mama berdering.”


Ucap Brandon menyerahkan ponsel milik Cellyn, Cellyn pun meraih ponsel tersebut seraya menatap layar ponsel dimana saat ini nomer yang tidak ia ketahui tengah menghubunginya, Cell pun segera mengangkat nya namun matanya seketika membuat ketika mendengar suara lawan bicaranya.


“Hai Cellyn, ini mama Liliana, mama ingin kau membawa Brandon untuk menemui Kendra karena bagaimana pun Kendra adalah papa kandung Brandon, jika kau tidak membawanya maka kami akan menuntut hak asuh Brandon!”


Deg!

__ADS_1


__ADS_2