
Satu tamparan mendarat di pipi Kendra, tentu saja karena kesalahannya sendiri yang menuduh Cellyn selingkuh bahkan sampai memiliki anak, padahal ialah yang membawa wanita dihadapan Cellyn dan memperkenalkannya sebagai calon istri.
“Jika kau tidak tahu apapun lebih baik kau tutup mulutmu!”
Sentak Cellyn seraya menunjuk Kendra dengan jari telunjuk nya, dadanya naik turun menandakan kini ia benar benar marah dengan tuduhan yang Kendra lontarkan padanya, sedangkan Kendra kini hanya bisa menatap Cellyn seraya memegangi pipinya yang baru saja mendapat tamparan keras dari wanita itu.
Cellyn kemudian memilih kembali masuk ke dalam mobil dari pada harus mendengar semua tuduhan tidak masuk akal Kendra, namun lagi lagi ucapan pria itu menghentikan langkah kaki Cellyn membuat wanita itu kini membalikkan tubuhnya seraya menatap jijik pada pria itu.
“Kalau begitu, beritahu aku apa yang terjadi tiga tahun terakhir.”
Ucap Kendra, namun tentu saja Cellyn tidak akan mengatakan apapun yang terjadi, wanita itu hanya menatap benci pada Kendra lalu kembali masuk ke dalam mobil bersama Dellon, sedangkan di dalam mobil kini Brandon sedikit ketakutan melihat pertengkaran ketiga orang dewasa itu, jujur saja selama ia hidup ia belum pernah melihat pertengkaran orang dewasa seperti yang baru saja ia lihat.
“Sayang, kau takut? Maafkan mama dan Daddy, karena masalah kami kini kau harus melihat sesuatu yang tak seharusnya kau lihat.”
Ucap Cellyn memeluk Brandon, sedangkan Dellon juga merasa bersalah lantaran tak bisa menahan amarah hingga melupakan jika Brandon juga ada di dalam mobil dan tentu melihat semuanya, sedangkan Brandon hanya diam di dalam pelukan sang mama, kalau tak lama ia melepas pelukan mamanya lalu menatap mama dan daddynya seraya bergantian.
“Kenapa om itu memukul Daddy dan memarahi mama?”
Deg!
Cellyn dan Dellon saling menatap, hal yang mereka takuti kini terjadi, yaitu Brandon yang mulai penasaran pada Kendra, inilah alasan Cellyn tidak ingin Brandon bertemu dengan Kendra, sedangkan Dellon yang memahami isi hati Cellyn kini mulai mengubah suasana agar tidak terlalu serius.
“Hei sayang, apa kau ingin kerumah nenek dan kakek lagi?”
Mendengar itu sontak saja Brandon langsung berubah pikiran, anak itu mengangguk dengan penuh semangat mendengar tawaran dari sang Daddy, ia memang sangat suka dirumah nenek kakek nya dari pada dirumah grandma dan grandpa yang artinya ia akan serumah dengan mamanya.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Jika dirumah nenek dan kakeknya ia tidak akan dilarang melakukan apapun, mereka sangat membebaskan dirinya bermain apapun, lagipula ukuran rumah nya juga sama besar dengan rumah grandma nya, sedangkan dirumah grandma nya ia akan dibatasi oleh sang mama.
“Brandon mau, Brandon ingin bermain lompat lompat..”
Seketika anak itu menutup mulutnya kala menyadari sang mama Kini sudah menatapnya dengan tajam, karena terlalu bersemangat anak itu lupa jika semua harus dirahasiakan dari mamanya, Cellyn tentu saja marah dan siap untuk memarahi Brandon jika saja Dellon tidak menghentikannya dengan alasan agar Brandon tidak bertanya lagi tentang Kendra.
Mereka pun akhirnya memilih untuk kerumah orang tua Dellon, sedangkan kini Kendra tengah berada di dalam mobilnya dalam perjalanan menuju kediaman orang tuanya, ia benar benar pusing saat ini, di satu sisi ia sangat yakin jika tidak mungkin Cellyn dan Dellon melakukan kesalahan, Cellyn bukan wanita m*rah seperti itu.
Sedangkan disisi lain juga tidak mungkin anak itu bukan anak Cellyn lantaran wajahnya juga mirip dengan Cellyn, lagi pula untuk apa Cellyn mengadopsi seorang anak, dan kenapa anak itu sangat yakin mengatakan jika Dellon dan Cellyn adalah orang tuanya.
Brak!
Kendra menutup pintu mobilnya dengan begitu kerasnya lalu segera masuk ke dalam rumahnya dengan langkah panjangnya membuat Lilianaa dan Avika merasa kebingungan dengan Kendra yang tiba tiba pulang kerumah, Liliana segera berdiri begitu melihat keberadaan putranya itu.
Tanya Liliana membuat Kendra segera menghentikan langkahnya, pria itu juga baru sadar jika ternyata ia pulang kerumah dan bukan ke apartemennya dan tentu semua ini terjadi karena ia memikirkan tentang Cellyn yang belum ia ketahui kebenarannya lantaran wanita itu tak kunjung membuka mulut.
“Ma, apa saat kalian melihat Cellyn ditoko kue, kalian juga bertemu dengan Dellon dan juga anak kecil?”
Tanya Kendra pada sang mama, karena mamanya lah yang mengatakan Melih Cellyn pertama kali, Liliana terdiam seraya mengerutkan kening, Dellon? Siapa pria itu? Ia tidak pernah mendengar nama Dellon dan juga tidak tahu siapa pria itu.
“Ya, mama memang lihat anak kecil juga tapi mama tidak tahu tentang Dellon.”
Ucap Liliana seadanya, sedangkan Kendra hanya bisa memijat pangkal hidung nya, ia lupa jika mamanya tidak tahu apapun tentang Dellon, lalu tak lama Avika beranjak dari duduk nya dan menghampiri kakak dan mamanya, sepertinya mereka lupa jika selain Liliana, Avika juga ada disana dan Avika lah yang melihat Cellyn.
“Ya, Cellyn bersama Dellon dan juga anak kecil, kenapa?”
__ADS_1
Tanya Avika membuat Kendra seketika menoleh, jadi benar jika anak itu memang benar benar anak Dellon dan Cellyn? Jadi apa dugaannya memang benar jika mereka masih berhubungan secara diam diam dibelakangnya selama Cellyn menjadi istrinya?
“Sial!! Jadi benar anak itu adalah anaknya dan juga Dellon?!!”
Sentak Kendra membuat Liliana dan Avik terkejut, namun seketika Liliana mengerutkan keningnya, jika memang anak itu bukan anak Kendra tapi kenapa wajahnya sangat mirip dengan wajah Kendra saat masih kecil? Bahkan Liliana juga sudah melihat foto masa kecil Kendra yang memang sangat mirip dengan anak itu.
“Kendra, sepertinya kau harus menyelidiki tentang anak itu, mama tidak yakin jika itu adalah anak pria yang bernama Dellon itu.”
Ucap Liliana membuat Kendra dan Avika saling menatap bingung, entah apa yang mama mereka maksud saat ini, yang jelas Kendra tidak ingin tahu lagi tentang anak itu dan juga Cellyn, baginya sudah cukup ia merasa bersalah selama ini karena sudah bersikap buruk pada Cellyn.
“Kendra tidak peduli ma, Kendra juga tidak ingin tahu tentang mereka lagi.”
Ucap Kendra lalu segera berlalu meninggalkan mama dan adiknya, namun seketika langkahnya terhenti begitu mendengar ucapan sang mama yang membuatnya terkejut.
“Tapi mama merasa jika anak itu adalah anakmu Ken!”
Deg!
Kendra sontak membalikkan tubuhnya seraya menatap bingung pada sang mama yang kini tengah menatapnya memelas, Kendra kemudian kembali menghampiri sang mama untuk menanyakan maksud dari ucapan wanita itu.
“Apa yang mama katakan? Bagaimana mungkin anak itu adalah anakku?”
Tak lama Liliana berlari ke dalam kamarnya lalu kembali dengan sebuah album foto ditangannya, dengan cepat wanita itu membuka lembar demi lembar foto yang ada di album itu seraya menunjukkannya pada Kendra dan Avika, sontak saja mata Kendra membulat melihat foto masa kecilnya yang sangat mirip dengan anak itu.
“Kenapa bisa semirip ini?”
__ADS_1