
Hari hari berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa sepuluh hari lagi pernikahan Cellyn dan Dellon akan dilaksanakan, hari ini mereka bertiga bersama Brandon sedang makan di sebuah restoran tentu atas permintaan Brandon yang tidak akan di tolak oleh Dellon.
“mama ke toilet sebentar ya?”
Ucap Cellyn pada Brandon, anak itu pun mengangguk lalu kembali fokus memainkan ponsel sang mama, Cellyn pun segera ke toilet meninggalkan anak dan calon suaminya di sana, sedangkan kini kedua laki laki yang berbeda usia itu tengah sibuk dengan ponsel mwreka masing masing.
Hingga tanpa Dellon sadari kini ada seorang wanita yang menduduki kursi Cellyn, Dellon yang tidak fokus pun mengira jika yang duduk asalah Cellyn, tanpa ragu pria itu pun menggenggam tangan wanita itu tanpa menoleh terlebih dahulu hingga akhirnya kening Dellon berkerut kala merasakan ada yang berbeda dari tangan Cellyn.
Sontak saja pria itu menoleh dan ketika menyadari jika itu bukan Cellyn, Dellon sontak melepaskan genggaman tangannya dari tangan wanita itu seraya berdiri dari duduknya menatap wanita itu dengan kening berkerut, bagaimana bisa wanita itu ada disana?
“Kau?”
Wanita itu tersenyum menatap Dellon yang sudah cukup lama tidak ia temui, terakhir mereka bertemu ketika wanita itu meninggalkan Dellon dan memilih pria yang lebih jelas masa depannya dari pada Dellon yang masih ingin bermain dengan teman teman geng motornya.
“Hai Dellon, kita bertemu lagi.”
Ucap Clara wanita cantik yang pernah mengisi kekosongan hari Dellon meskipun akhirnya wanita itu juga yang meninggalkan luka dalam pada Dellon, sedangkan Dellon saat ini memalingkan wajah nya entah mengapa ia masih tidak Sudi melihat wajah Clara sampai detik ini, bukan karena wanita itu lebih memilih pria lain, melainkan karena wanita itu tidak punya harga diri.
Pasalnya Dellon sempat memergoki Clara dengan selingkuhannya itu disebuah hotel hingga akhirnya membuat Dellon benar benar menganggap Clara sebagai wanita yang tidak memiliki harga diri, hanya karena ingin mendapatkan uang pria itu ia rela memberikan tubuhnya.
“Pergilah dari sini, anggap kita tidak pernah kenal!”
Ucap Dellon tertahan lantaran masih mengingat banyak orang disana, jika tidak mungkin dia sudah akan meneriaki wanita itu dengan makian, namun sepertinya Clara menganggap Dellon masih memiliki perasaan padanya, hanya saja pria itu tidak ingin menunjukkan perasaannya itu.
sedangkan Brandon saat ini tengah menatap wanita yang menduduki kursi milik mamanya, tentu saja anak itu tidak terima ditambah saat mendengar Daddynya meminta wanita itu untuk pergi, Brandon pun turun dari kursinya dan menghampiri Clara lalu mengigit lengan wanita itu hingga membuat Clara memekik kesakitan.
“Awhh!!!! Sialan!! Kenapa kau mengigitku?!”
__ADS_1
Pekik Clara memegangi lengan bekas gigitan Brandon, sedangkan kini Brandon menatap tajam pada Clara yang tengah membentaknya, dan Dellon pun dengan cepat menarik Brandon agar menjauh dari Clara takut saja wanita itu melakukan sesuatu pada anaknya itu.
“Daddy, kenapa wanita itu duduk dikursi mama?”
Tanya Brandon pada Dellon sontak saja membuat Clara membulatkan matanya mendengar ucapan Brandon yang memanggil Dellon sebagai daddynya, jadi artinya Dellon sudah punya anak dan menikah?
“Daddy?”
Beo Clara, tanpa mereka sadari Brandon pun kembali mendekati Clara lalu meminta wanita itu untuk segera berdiri dari kursi mamanya seraya memukul wanita itu berulang kali membuat Clara merasa kesal dan hampir saja membalas Brandon namun Cellyn datang tepat waktu.
“Jangan sentuh anak saya!”
Sentak Cellyn memegangi tangan Clara yang hampir saja mendarat di tubuh mungil Brandon, Calara pun terhuyung ketika Cellyn menepis tangan nya dengan cukup kasar, wanita itu kemudian menoleh kebelakang dimana kini Cellyn berada, sontak saja keningnya berkerut kala merasakan tak asing pada wajah Cellyn.
“Sepertinya aku mengenal wanita ini, tapi dimana?”
Clara membatin, wanita itu berusaha keras untuk mengingat Cellyn yang menurutnya benar benar familiar hingga tak lama akhirnya ia ingat jika Rachel pernah menunjukkan foto Cellyn padanya yang ia perkenalkan sebagai mantan istri Kendra, Clara kini menatap Cellyn dengan tajam.
Tanya Clara dengan kedua tangan yang terlipat di dada, sedangkan Cellyn mengerutkan keningnya menatap Clara, bagaimana bisa wanita itu tau jika ia adalah mantan istri Kendra padahal Cellyn merasa belum pernah bertemu dengan wanita itu sekalipun, lalu bagaimana bisa wanita itu mengenal dirinya?
“Jadi dia anakmu dan Dellon atau Kendra?”
Deg!
Cellyn terdiam seraya melirik Dellon, siapa wanita ini dan apa hubungannya dengan Dellon dan Kendra? Bagaimana bisa wanita itu Rani tentang kehidupan Cellyn? Sedangkan Dellon kini segera menghampiri Cellyn dan Brandon, Dellon menarik tangan Cellyn agar berada di belakang tubuhnya.
“Cukup Clara! Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan orang lain! Dan aku ingatkan kau untuk tidak mengganggu kehidupan ku!”
__ADS_1
Sentak Dellon hingga akhirnya memilih untuk pergi dari sana dari pada hari menjadi pusat perhatian orang keang sekitar karena keributan yang terjadi, sedangkan Brandon yang berada di gendongan sang Daddy kini menatap Clara lalu memperlihatkan jari tengahnya pada wanita itu membuat Clara merasa kesal.
“Anak itu!! Dasar tidak sopan! Entah bagaimana wanita itu mendidik anaknya!”
Gumam Clara, sedangkan kini di dalam mobil Cellyn hanya diam seraya mengusap kepala Brandon yang berada di pangkuannya, sedikit banyaknya Cellyn tahu jika wanita itu berasal dari masa lalu Dellon, dan entah mengapa ia merasa tidak pantas untuk Dellon.
“Sekarang kau memikirkan apa?”
Tanya Dellon tiba tiba yang melihat Cellyn hanya melamun, sudah dapat dipastikan jika wanita itu tengah memikirkan sesuatu dan Dellon sangat yakin jika Cellyn memikirkan hal yang baru saja terjadi di dalam restoran, sedangkan Cellyn kini hanya menggelengkan kepala nya.
Jujur saja ia merasa tidak pantas untuk Dellon setelah bertemu wanita yang berasal dari masa lalu calon suaminya itu, wanita itu masih muda dan sangat cantik, sedangkan dirinya seorang janda anak satu, rasanya benar benar tidak adil jika Dellon harus menikahi wanita seperti nya padahal pria itu masih bisa mendapatkan wanita lain yang lebih baik dari dirinya.
“Jangan memikirkan sesuatu yang hanya akan membuat mu merasa tidak nyaman.”
Cellyn mengangguk, Dellon benar benar peka padanya, sedangkan kini Clara tengah menghubungi Rachel yang berada di negara lain, Ya mereka masih berhubungan dengan sangat baik, Clara adalah dokter yang memeriksa kandungan Rachel sekaligus sahabat wanita itu, itulah sebabnya ia tahu banyak tentang Cellyn kecuali hubungan Cellyn dengan Dellon.
Ia benar benar tidak menyangka jika pria yang ia tinggalkan akan berubah seperti itu, Dellon benar benar berwibawa berbeda sekali saat masih menjalin hubungan dengannya, tentu saja Clara merasa menyesal lantaran telah meninggalkan pria itu dulu dan memilih pria yang terlihat sangat kaya nyatanya hanya ingin memoroti dirinya.
”Kau tau? Dia bersama anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan mama, aku rasa itu anaknya dengan Kendra karena anak itu lebih mirip Kendra dari pada Dellon.”
Ucap Clara pada Rachel, Rachel yang mendengar hal itu tentu saja merasa marah, bagaimana bisa Cellyn memiliki anak bersama Kendra? Sedangkan dirinya bahkan belum pernah di sentuh oleh Kendra dan justru di usir dan di permalukan oleh Kendra padahal itu bukan sepenuhnya salah dirinya.
“Baiklah nanti kita bicarakan.”
Ucap Clara sebelum akhirnya ia menutup panggilan tersebut, Clara kembali termenung mengingat bagaimana pedulinya Dellon pada Cellyn dan anaknya, rasanya benar benar kesal lantaran Duki Dellon juga sering melindungi dirinya bahkan jika dirinya ingin keluar maka Dellon akan memerintahkan teman temannya untuk memantau Clara.
“Kenapa harus Cellyn yang merasakan semua perhatian yang dulu aku dapatkan dari Dellon?”
__ADS_1
Clara membatin, Dellon tipe pria yang benar benar setia, ia juga sangat perhatian hanya saja saat berhubungan dengan dirinya, Dellon masih belum tertarik dengan dunia perbisnisan dan justru fokus pada geng motornya yang tidak jelas itu membuat Clara benar benar muak.
“Sial!! Sial!! Kenapa wanita itu selalu beruntung bertemu dengan pria?!!”