
Sedangkan dikediamannya Kendra kini tengah sarapan bersama keluarganya namun wajah pria itu terlihat sangat murung membuat Liliana dan Pramudana saling menatap, sudah dapat dipastikan jika Kendra kini tengah memikirkan istrinya yang ia anggap tengah memiliki masalah padanya.
“Kendra, apa yang sedang kau pikirkan?”
Tanya Liliana membuat Kendra kini menoleh, pria itu hanya diam seraya menggelengkan kepala nya namun matanya tetap saja menatap sang mama seperti ingin menanyakan sesuatu namun ia urungkan, mungkin ini waktu yang tidak tepat untuk membahas dirinya dan juga Cellyn.
Hingga akhirnya sarapan mereka selesai, Pramudana langsung saja berangkat ke kantor setelah meninggalkan pekerjaannya cukup lama, sedangkan Avika kini juga berangkat ke kantor bersama papanya, kini tinggal Liliana dan Kendra dirumah, Liliana yang ingin kembali ke kamar sontak menghentikan langkahnya ketika mendengar Kendra memanggilnya.
“Ma? Apa Kendra boleh tahu tentang Kendra dan Cellyn? Maksud ku apa kami selama ini baik baik saja?”
Liliana hanya diam seraya menarik nafas panjang, padahal ia sengaja ingin kembali ke dalam kamar agar Kendra tak lagi bertanya tentang Cellyn namun sepertinya ia ditakdirkan untuk tetap berbohong pada putranya itu, Liliana kemudian mengajak Kendra untuk duduk disofa agar bisa melanjutkan kebohongannya.
“Kau dan Cellyn adalah pasangan yang sangat serasi, kalian menikah karena cinta dan kau adalah cinta pertama Cellyn, pernikahan kalian sudah berjalan hampir lima tahun tapi kalian masih sangat romantis, tapi belakangan ini kalian sering bertengkar karena kau terlalu sibuk dengan pekerjaan mu hingga tidak punya waktu untuk Cellyn, itulah sebabnya dia pulang kerumah orang tuanya.”
Jelas Liliana dengan sangat lancar padahal semua hanyalah kebohongan kecuali tentang cinta pertama Cellyn, sedangkan Kendra hanya menatap lekat wajah sang mama saat menjelaskan tentang ia dan juga pernikahan nya bersama Cellyn, terlihat menyakinkan dan seperti tidak ada yang aneh, tapi kenapa Cellyn sangat marah hingga tidak menjenguknya saat berada di Singapura?
“Kalau begitu Kendra ingin bertemu Cellyn.”
Pinta pria itu namun lagi lagi di tolak oleh Liliana dengan alasan memberikan waktu untuk Cellyn menenangkan diri dan juga kesehatan Kendra sendiri, namun Kendra juga tetap bersikeras ingin bertemu Cellyn dan membawanya kembali kerumah dan hidup bersama lagi.
“Ma, kenapa mama seolah olah menjauhkan Kendra dari Cellyn? Apa mama tidak suka Cellyn?”
Liliana menggelengkan kepalanya, apalagi yang harus ia katakan pada Kendra saat ini, rasanya kepalanya sudah hampir pecah memikirkan jawaban untuk membohongi Kendra hingga akhirnya Liliana memberikan alamat palsu pada Kendra, tak peduli jika nanti yang ia datangi rumah orang lain yang terpenting ia tidak ingin Kendra bertemu dengan Cellyn sekarang.
“Baiklah Kendra akan menjemput menantu mama.”
Ucapnya lalu segera masuk ke dalam kamarnya, bersiap siap untuk menjemput Cellyn, sedangkan Liliana hanya bisa memijat pangkal hidung nya, entah bagaimana nantinya ia tak peduli, yang jelas ia ingin istirahat terlebih dahulu, lagipula Kendra pergi ditemani oleh sopir yang sudah Liliana ancam untuk tidak mengatakan apapun tentang Cellyn.
Kendra kemudian berangkat menuju alamat yang namanya berikan, dengan perasaan senang dan gugup pria itu tengah memikirkan kata kata yang akan ia ucapkan nantinya, dan juga ada rasa tak sabar bertemu dengan wanita yang membuatnya tak tenang lantaran selalu memikirkan nya saat berada dirumah sakit.
Namun nyatanya senyum itu memudar ketika ia sampai di alamat itu, pemilik rumah itu tidak mengenalnya dan juga tidak mengenal orang yang bernama Cellyn, bahkan mereka masih memiliki anak kecil kecil dan masih terlihat muda, Kendra sontak saja merasa bingung dan merasa dibodohi oleh sang mama.
“Kita kemana den?”
Tanya sang sopir pada majikannya itu.
“Kemana saja pak, saya ingin menenangkan diri dulu.”
Ucap Kendra yang jujur saja belum ingin pulang dan melihat wajah mamanya yang ia anggap sebagai pembohong, tega sekali mamanya memberinya alamat yang palsu padahal ia sudah sangat berharap akan bertemu dengan Cellyn dan Brandon, sang sopir pun hanya menurut dan membawa Kendra mengelilingi kota.
__ADS_1
Hingga akhirnya pria itu merasa lapar dan berhenti di sebuah restoran asing, Kendra makan bersama sang sopir yang ia paksa untuk ikut bersamanya, mereka kemudian memesan beberapa makanan dan melahapnya dengan cepat, tak lama mata pria itu tertuju pada seorang wanita cantik yang sangat tidak asing di penglihatannya.
Tak hanya itu, wanita itu juga bersama seorang anak kecil tapi sayangnya mereka datang bersama seorang pria, sontak saja Kendra menggelengkan kepalanya, tidak mungkin itu wanita yang ia pikirkan, Kendra kemudian kembali memainkan ponselnya hingga tanpa ia sadari membuka foto Cellyn.
“Brandon! Dengarkan mama sayang!”
Suara itu sontak saja membuat Kendra mengangkat wajahnya lalu menatap sosok yang sempat ia lihat, apa dia tidak salah dengar jika wanita itu memanggil anaknya dengan nama Brandon? Dan entah mengapa Kendra beranjak dari kursi dan berjalan menuju meja milik keluarga kecil itu.
Kendra kini berada di belakang wanita dan pria itu yang tengah membujuk anak kecil bernama Brandon itu, hingga akhirnya tangan Kendra bergerak menepuk pundak wanita itu membuat nya membalikkan tubuhnya, sontak saja matanya membulat sempurna melihat sosok Kendra di hadapannya.
“Kendra?”
Deg!
Kendra sontak saja tersenyum lebar begitu mendengar wanita itu memanggil namanya, artinya ia memang tidak salah mengira, wanita itu benar benar Cellyn istri nya dan anak itu adalah Brandon, putranya dan Cellyn, Kendra sontak memeluk tubuh Cellyn dengan begitu erat di hadapan Dellon yang tentu memancing kemarahan pria itu saat ini.
“Hei! Apa apaan ini! Kenapa kau memeluk istriku!”
Ucap Dellon menjauhkan Cellyn dari Kendra.
Deg!
Beo Kendra seraya mengerutkan keningnya, tentu saja pria itu merasa bingung saat ini ketika ada pria lain yang mengaku ngaku sebagai suami dari istrinya sendiri, tatapan Kendra kini tertuju pada tangan Dellon yang merangkul pundak Cellyn membuat pria itu merasa marah lalu menepisnya dengan kasar.
“Kau gila? Kenapa kau mengaku sebagai suami Cellyn, jelas jelas aku lah suaminya dan ayah dari Brandon!”
Sentak Kendra menarik tangan Cellyn agar dekat dengannya, sedangkan Dellon yang juga tidak terima juga menarik tangan Cellyn hingga terjadi adegan tarik menarik disana yang membuat Cellyn harus menepis tangan kedua pria itu dengan kasar, tatapan Cellyn kini tertuju pada Kendra yang entah mengapa bersikap seolah olah masih berstatus sebagai suaminya.
“Kendra! Drama apalagi ini? Aku tau kau ayah dari Brandon tapi..”
“Seharusnya aku yang bertanya padamu Cellyn, drama apa ini? Kenapa pria itu mengaku sebagai suamimu? Apa ini alasanmu tidak menjengukku saat berada di rumah sakit? Aku berjuang melawan maut tapi kau justru bersama pria lain disini!”
Sentak Kendra yang membentak Cellyn dengan keras, Dellon yang tak terima pun langsung menghampiri Kendra dan memberikan satu pukulan diwajah tampan pria itu.
Bugh!
“Jangan membentak istriku, bangsat!”
Pertengkaran kedua pria itu tidak bisa terelakkan lagi saat ini hingga membuat keamanan restoran itu turun tangan melerai keduanya dan berujung di usir dari restoran, kini mereka berada di luar restoran masih dengan tatapan tajam, Cellyn benar benar bingung dengan yang terjadi, padahal niatnya disana ingin membujuk Brandon agar mau pindah bersama mereka namun justru berujung pertengkaran seperti ini.
__ADS_1
“Sekarang jelaskan Ken, sebenarnya apa maksudmu? Apa kau ingin mempermalukan aku di depan semua orang agar mereka mengira aku wanita yang tidak baik?”
Ucap Cellyn dengan nafas memburu, rasanya sangat kesal mengingat bagaimana Kendra mengatainya dengan hal yang tidak tidak di dalam restoran tadi, sedangkan Kendra kini merasa bingung kenapa justru ia yang disalahkan padahal sudah jelas jika disini Cellyn lah yang tertangkap basah dengan pria lain, bahkan pria itu mengaku sebagai suaminya.
“bukankah seharusnya aku yang bertanya? Kenapa kau pergi bersama pria lain? Apa dia selingkuhanmu?”
Cellyn hanya bisa menghela nafas panjang mencoba untuk tetap tenang meskipun kini kepalanya sudah sangat berat, wanita itu kini menatap Kendra yang terlihat benar benar aneh, dia terlihat serius dengan ucapannya tapi bagaimana mungkin jika pria itu tidak berdrama lantaran ia tahu jelas jika mereka sudah berpisah.
“Selingkuh apanya? Kau tahu jika kita sudah..”
Ucapan Cellyn terhenti ketika merasakan pusing di kepalanya, mendadak penglihatannya menghitam dan akhirnya kehilangan kesadarannya membuat kedua pria itu merasa panik saat ini, namun mereka masih sempat bertengkar siapa yang akan membawa Cellyn pergi dari sana.
“Pergilah! Dia istriku! Aku yang akan membawanya kerumah sakit!”
Ucap Dellon mengangkat tubuh Cellyn masuk kedalam mobilnya lalu segera melajukannya menuju rumah sakit, sedangkan kini Brandon tengah menangis lantaran sang mama yang mendadak pingsan, sedangkan Kendra kini mengikuti mobil milik Dellon yang membawa Cellyn.
Begitu sampai dirumah sakit kini Dellon tengah menunggu di luar ruangan dimana Cellyn di periksa, tak lama Kendra tiba dan segera menghampiri Dellon, kedua pria itu terlihat khawatir seraya menatap ruangan itu menunggu dokter keluar dari sana, tak lam Brandon menangis tapi bukan pada Kendra melainkan pada Dellon.
“Dad, mama baik baik saja kan?”
Tanya anak itu, Dellon mengangguk seraya mengusap puncak kepala nya dengan lembut, sedangkan Kendra hanya bisa menahan amarahnya, jika saja tidak berasa di rumah sakit mungkin mereka akan kembali bertengkar seperti sebelum nya, hingga tak lama dokter pun keluar dari ruangan membuat kedua pria itu segera menghampiri sang dokter.
“Bagaimana dengan istri saya dok?”
Ucap keduanya serentak membuat sang dokter merasa bingung, namun ia tetap menjelaskan keadaan Cellyn saat ini yang membuat kedua pria itu tersenyum bahagia lantaran mendengar kabar baik.
“pasien sedang mengandung, disarankan agar tidak terlalu memikirkan hal yang berat.”
jelas sang dokter pada kedua pria itu, Dellon dan Kendra pun mengangguk lalu setelah dokter pergi keduanya segera masuk ke dalam ruangan dimana Cellyn berada saat ini, tak lama wanita itu sadar dari pingsannya lalu menatap kedua pria yang berada di hadapannya itu.
“Kalian masih disini?”
sentak Cellyn yang kesal melihat kedua pria yang membuat nya pingsan, Dellon dan Kendra saling melempar tatapan tajam satu sama lain namun tiba tiba Brandon memukul lengan Kendra yang menatap tajam pada daddynya.
“Jangan tatap Daddy ku seperti itu!”
Kendra hanya bisa mengerutkan keningnya melihat tingkah Brandon yang seperti membencinya, dan kenapa anak itu tidak pernah menyebutnya sebagai papa? Cellyn pun mau tak mau menegur Brandon karena bagaimana pun Kendra adalah papa kandung nya.
“Sayang, kau hamil, kita akan punya anak lagi.”
__ADS_1
Deg!