
Ceklek!
Pintu dibuka menampilkan Dellon yang kini tengah berjalan masuk ke ruangan Brandon berada dengan langkah lambatnya, pria itu kini menatap Cellyn dan Brandon yang berada di hadapannya, entah apa yang harus ia lakukan saat ini, haruskah ia mengatakan apa yang baru saja ia dengar?
“Kau dari mana? Kenapa lama sekali? Brandon sudah mencarimu sejak tadi.”
Bisik Cellyn begitu melihat pria itu masuk, sedangkan Dellon yang tidak fokus tak begitu mendengar apa yang Cellyn katakan, pria itu masih saja memikirkan Kendra saat ini, entah bagaimana keadaan pria itu saat ini dan bagaimana reaksi Cellyn begitu mengetahui Kendra kecelakaan setelah pergi dari rumahnya.
“Bagaimana jika dia menyalahkan dirinya sendiri nanti?”
Dellon membatin tanpa ia sadari sejak tadi Cellyn terus saja memanggil namanya namun tak ada jawaban dari pria itu membuat Cellyn menepuk pundaknya, Dellon kemudian tersentak lalu menatap bingung pada Cellyn dan Brandon yang tengah menertawainya saat ini, melihat Brandon yang sudah sadar membuat Dellon tersenyum dan merasa bahagia.
“Kau sudah sadar sayang?”
Brandon mengangguk tersenyum seraya merentangkan kedua tangannya, Dellon pun segera menghampiri anak itu seraya memeluknya, sedangkan Cellyn hanya bisa menatap mereka seraya tersenyum, meskipun tidak sedarah tapi ikatan mereka benar benar kuat, Brandon bahkan lebih memilih Dellon dari pada dirinya.
“Istirahatlah agar segera sembuh.”
Ucap Dellon pada Brandon, pria itu kemudian meminta kedua orang tua Cellyn untuk menjaga Brandon sebentar lantaran ia ingin berbicara dengan Cellyn, mereka pun setuju begitupun dengan Brandon, lalu Dellon segera membawa Cellyn keluar dari ruangan itu membuat Cellyn sedikit bingung.
“Apa yang ingin kau bicarakan? Kenapa harus menjauh dari mereka? Apa terjadi sesuatu pada Brandon? Apa Dokter mengatakan sesuatu dibelakang ku?”
Tanya Cellyn khawatir, takut saja jika terjadi sesuatu pada putranya itu, Dellon pun menggelengkan kepalanya, memang tidak terjadi apapun pada Brandon namun ayah kandung Brandon lah yang sedang kritis saat ini dan Dellon merasa jika Cellyn harus tau keadaan Kendra.
“Bukan Brandon tapi... Kendra.”
Cellyn mengerutkan kening nya tak lama wanita itu memutar bola matanya malas, kenapa lagi dengan pria itu? Apa pria itu datang kesini dan membuat keributan? Entahlah rasanya Cellyn sudah benar benar muak mendengar nama Kendra yang selalu saja membuat keributan dimana pun mereka bertemu.
__ADS_1
“Kali ini apalagi yang dia lakukan? Apa dia melukaimu?”
Dellon menggelengkan kepalanya menatap Cellyn dengan ragu, Cellyn yang melihat sikap aneh Dellon tentu saja khawatir takut jika memang Kendra melakukan sesuatu pada Dellon, wanita kemudian merangkum kedua wajah Dellon agar menatapnya saat ini.
“Apa yang terjadi?”
Lagi Cellyn bertanya, Dellon kemudian menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia mengatakan apa saja yang baru ia ketahui, entah bagaimana reaksi wanita itu begitu mengetahui keadaan Kendra saat ini, mungkin saja ia akan kasihan dan menyalahkan diri sendiri atau mungkin bersikap tidak peduli.
“Kendra kecelakaan!”
Deg!
Cellyn terdiam entah mengapa mendadak merasa jika disekitarnya kini berhenti setelah mendengar ucapan Dellon, seketika Cellyn kini mengangkat wajahnya menatap Dellon, apa mungkin ia salah dengar? Cellyn kemudian meminta Dellon untuk kembali mengulangi perkataannya, pria itu kemudian menurut dan mengulangi ucapannya.
“Ba-bagaimana bisa? Apa aku penyebabnya?”
Tanya Cellyn membuat Dellon menghela nafas panjang, sudah ia duga Cellyn akan menyalahkan diringa sendiri, Dellon kemudian menggelengkan kepalanya seraya memegangi kedua bahu Cellyn, namun Cellyn terlihat tidak fokus, wanita itu hanya melamun seraya mengigit bibirnya, terlihat raut wajahnya kini ketakutan.
Jelas Dellon pada Cellyn bukan demi menenangkan wanita itu, hanya saja ia mengatakan apa yang Pramudana katakan padanya, Cellyn kemudian bernafas lega setelah mendengar ucapan Dellon, wanita itu kemudian meminta Dellon untuk membawanya keruangan dimana Kendra dirawat.
Sesampainya disana terlihat Liliana dan Avika yang sudah menangis begitu keras seraya menyebut nama Kendra, melihat itu tentu saja Cellyn merasa ketakutan, apa jangan jangan Kendra tidak terselamatkan? Dellon dan Cellyn saling menatap hingga akhirnya mereka berlari menghampiri keluarga Kendra saat ini.
“Nyonya Liliana.”
Liliana tak mendengar jika Cellyn sedang memanggil namanya, wanita itu terus saja menangis menyebut nama Kendra berkali kali, sedangkan Pramudana yang melihat mantan menantunya itu kini menatap lekat seraya menghampiri Cellyn, begitu tiba di hadapan Cellyn sontak saja Pramudana berlutut dihadapannya membuat Cellyn terkejut.
“Tuan, apa yang anda lakukan?”
__ADS_1
Tanya Cellyn seraya memegangi kedua bahu Pramudana agar pria tua itu segera berdiri, Pramudana kemudian kembali berdiri atas permintaan Cellyn, pria itu kemudian meminta maaf pada mantan menantunya yang selalu di sakiti oleh istri dan anaknya itu.
“Maafkan keluarga papa, papa yang salah karena tidak pernah tegas pada mereka dan membiarkan mereka menindasmu, dan sekarang kami mendapat balasan bertubi tubi, Kendra... dia...”
Pramudana kembali menangis sebelum menyelesaikan ucapannya membuat Dellon dan Cellyn semakin bingung dengan kondisi Kendra saat ini, apa pria itu benar benar tidak selamat? Sedangkan Liliana yang baru menyadari kehadiran Cellyn kini juga menghampiri wanita itu.
“Cellyn, maafkan mama, tolong maafkan mama atas semua yang mama lakukan padamu, dan juga tolong maafkan Kendra, semua itu salah mama dan bukan salah Kendra, dia juga korban sama sepertimu.”
Ucap Liliana seraya memegangi kedua tangan Cellyn, sedangkan wanita itu hanya diam entah mengapa rasa marah itu masih belum bisa hilang dari dirinya, bahkan sekarang rasanya ia ingin membalas semua perlakuan buruk mantan mertuanya itu pada dirinya.
“Bagaimana keadaan Kendra?”
Tanya Cellyn, Liliana kemudian menatap Cellyn yang tak menjawab semua ucapannya, ya mungkin wanita itu masih marah padanya dan wajar saja jika butuh waktu untuk memaafkan apa yang sudah ia lakukan pada wanita itu dulu.
“Kendra dinyatakan koma.”
Deg!
“Koma? Bagaimana bisa? Kenapa hanya koma? Kenapa tidak lenyap saja!”
Ucap Cellyn yang hanya mampu ia ucapkan di dalam hatinya, Nyatanya wanita itu masih belum bisa memaafkan semua perbuatan Kendra padanya, Cellyn kemudian mengangguk kecil, lalu ia segera mengajak Dellon untuk pergi dari sana membuat Liliana dan yang lain hanya bisa terdiam menatap kepergian Cellyn.
Sedangkan Dellon yang saat ini sedang ditarik oleh Cellyn menahan tangan wanita itu lalu menatapnya dengan lekat, raut wajah Cellyn kini benar benar berubah tidak seperti sebelumnya yang sedikit khawatir, Cellyn juga bersikap biasa saja seperti tidak ada yang terjadi.
“Kai tidak merasa sedih?”
Tanya Dellon membuat Cellyn sontak saja menoleh padanya, sedih? Kenapa? Kenapa ia harus merasa sedih atas apa yang menimpa Kendra? Toh bukan dia penyebab pria itu kecelakaan, ia juga tak peduli lagi dengan pria itu karena baginya masalalu tetap saja masalalu, Cellyn menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
“Apa kau tidak berniat untuk mempertemukan Brandon dengan Kendra? Mungkin saja dengan begitu Kendra bisa sadar dari komanya.”
Deg!